13 Manfaat Bermain bagi Perkembangan Jiwa Anak.

Diposting: 6 Juni 2017 | Kategori Artikel: Pendidikan & Anak

Dilihat: 1417 kali.

Penulis: Wulan Arumbi

Banyak orangtua yang beranggapan bahwa dengan belajar anak bisa pintar. Sedangkan bila hanya main terus-menerus membuat anak jadi bodoh. Pendapat ini ada benarnya. Terutama jika kepintaran hanya dihubungkan dengan kemampuan akademik seperti membaca, menulis dan berhitung. PsyLine.id Psikologi Online Indonesia akan membahas “ Manfaat Bermain bagi Perkembangan Jiwa Anak ”.

Tetapi dalam kehidupan sehari-hari, kepintaran bukan hanya sekedar membaca, menulis dan berhitung. Kepintaran hanya dihitung oleh nilai-nilai ujian. Ada kemampuan lain yang juga diperlukan si anak yang tidak bisa didapatkan hanya dengan belajar.

Misalnya:

  • kemampuan berkomunikasi,
  • memahami cara pandang orang lain,
  • menghormati sebuah perbedaan,
  • dan bernegosiasi dengan orang.

Saat bermain, anak berimajinasi dan mengeluarkan ide-ide yang tersimpan di dalam dirinya. Anak mengekspresikan pengetahuan yang dia miliki tentang dunia. Mereka juga bisa mendapatkan pengetahuan baru yang dilakukan dengan cara menggembirakan hatinya.

“Let the children play, because it is their world”

Kalimat di atas  bukan hanya sekedar selogan saja. Namun merupakan kebutuhan mental, fisik dan psikologis anak dalam masa perkembangannya. Bermain merupakan kebahagiaan bagi anak-anak karena dengan bermain mereka bisa mengekspresikan berbagai perasaanya serta belajar bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya.

Tidak hanya orangtua yang mengalami stres, anak-anak juga bisa stress.

Stres pada anak dapat disebabkan oleh beban pelajaran sekolah dan rutinitas harian yang membosankan, dan dengan bermain inilah anak-anak dapat melepaskan  stres kehidupan sehari-harinya.

Permainan merupakan sarana aktivitas yang mencerminkan perilaku, pandangan, kecenderungan dan kualitas yang ada dalam diri anak. Maksudnya, bahwa permainan menunjukkan bukti kepribadian seseorang secara umum.

Ketika sebuah permainan diberikan kepada anak, terlihat masing-masing anak memiliki cara bermain yang berbeda dengan anak lainnya. Kita dapat mengetahui perilaku anak melalui pengamatan dan penelitian berbagai gerak dan aktivitas yang dilakukan. Sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa anak ini memiliki bakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program ataupun tidak.

Dalam kebahagiaan yang terpancar saat bermain, pada dasarnya anak pun belajar banyak hal. Otak maupun emosionalnya pun terlatih.

Ragam dan jenis permainan anak dan Manfaat Bermain bagi Perkembangan Jiwa Anak

Banyak sekali ragam dan jenis permainan yang berkembang dari waktu ke waktu. Mulai dari permainan tradisional hingga permainan berteknologi modern. Tentu saja semua itu memerlukan kontrol dan seleksi dari orang tua agar tidak membahayakan bagi perkembangan anak.

Secara umum, jenis permainan anak dapat dikategorikan ke dalam 3 kelompok, yaitu :

  1. Permainan aktif,

    Permainan kategori ini biasanya melibatkan sekelompok anak. Bentuknya biasa yang menggunakan kemampuan kinestesik, seperti olahraga atau permainan kompetitif lainnya.

    Permainan kategori ini bisa memotivasi anak untuk belajar meraih keunggulan. Bahkan membuat anak belajar bertahan dalam persaingan. Bentuk permainan seperti ini secara tidak langsung juga melatih aspek kognitif anak.

    Anak akan belajar mengatur dan menentukan strategi dalam meraih kemenangan. Mereka akan mengasah aspek afektif anak untuk bersikap sportif dan belajar menerima kekalahan ketika ia gagal.

  2. Permainan pasif,

    Permainan kategori ini bersifat mekanis dan biasanya dilakukan tanpa teman yang nyata, bentuk konkretnya seperti main game.

    Jenis permainan seperti ini memiliki sisi positif dan negatif.

    Positifnya:

    Anak bisa memiliki keterampilan tertentu yang bisa berproses menjadi sebuah keahlian tertentu. Sehingga bermanfaat untuk kehidupannya kelak. Main game di komputer biasanya membutuhkan keterampilan dan strategi yang tepat dari pemainnya.

    Negatifnya:

    • Anak dapat ‘kecanduan’ dan ketergantungan berlebihan bila tidak diatur dan dibatasi oleh orang tuanya.
    • Secara mental dan psikologis pun, anak akan cenderung menuntut untuk selalu menjadi nomor satu.
    • Bersikap egoistis.
    • Selalu ingin berkuasa dan memegang kendali atas sesuatu baik dalam keluarga maupun ketika ia bermain dengan temannya.

    Ini terjadi karena ia terbiasa senantiasa menang menghadapi lawan pasifnya (seperti komputer). Sikap ini kemungkinan besar akan menjadikan anak tidak bisa menerima kekalahan dan kegagalan. Anak bisa kurang nyaman bersosialisasi.

    Dalam kondisi tertentu, ketergantungan terhadap permainan pasif bisa menghambat kreativitas anak. Anak menjadi kurang kreatif karena terbiasa dengan program yang sudah siap pakai.

  3. Permainan fantasi,

    Permainan imajinasi yang diciptakan sendiri oleh anak dalam dunianya. Kita mungkin sering melihat dan mendengar anak kecil berbicara sendiri ketika bermain boneka. Sebenarnya ia memiliki fantasi dan imajinasi sendiri mengenai tokoh yang dimainkannya melalui boneka itu.

    Permainan seperti ini baik untuk kecerdasan otak kanan. Karena dengan sendirinya anak belajar berperan dengan berbagai karakter yang diciptakannya. Anak akan merasakan sisi emosional tokoh-tokoh yang ada dalam imajinasinya. Lambat laun akan memahami nilai baik dan buruk sebuah sikap dan sifat.

Namun, sebaiknya anak diberikan ruang dan waktu untuk bermain secara berimbang antara permainan aktif, pasif dan fantasi. Hal ini dilakukan agar kecerdasan otaknya juga seimbang.

13 Manfaat Bermain bagi Perkembangan Jiwa Anak.

Bermain merupakan proses alamiah dan naluriah yang berfungsi sebagai nutrisi dan gizi bagi kesehatan fisik dan psikis anak dalam masa perkembangannya. Aktivitas bergerak (moving) dan bersuara (noice) menjadi sarana dan proses belajar yang efektif buat anak. Proses belajar yang tidak sama dengan belajar secara formal di sekolah.

Bisa dianalogikan bahwa bermain sebagai sebuah praktik dari teori sosialisasi dengan lingkungan anak. Dengan bermain, anak bisa merasa bahagia. Rasa bahagia inilah yang menstimulasi syaraf-syaraf otak anak untuk saling terhubung. Sehingga membentuk sebuah memori baru. Memori yang indah akan membuat jiwanya sehat, begitupun sebaliknya.

Beberapa manfaat bermain bagi perkembangan anak, antara lain:

  1. Learning by planning.

    Bermain bagi anak dapat menyeimbangkan motorik kasar seperti berlari, melompat atau duduk. Serta motorik halus seperti menulis, menyusun gambar atau balok, menggunting dan lain-lain. Keseimbangan motorik kasar dan halus akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikologis anak.

    Secara tidak langsung, permainan merupakan perencanaan psikologis. Berguna bagi anak untuk mencapai kematangan dan keseimbangan di masa perkembangannya.

  2. Melatih perkembangan sensorik dan motorik anak

    Aktivitas sensorik dan motorik adalah komponen yang paling besar dipergunakan oleh anak ketika bermain. Permainan yang aktif akan melibatkan semua panca indra sebagai organ sensorik. Dan melibatkan sebagian besar otot (muskulus) sebagai organ motorik.

  3. Mengembangkan otak kanan

    Dalam beberapa kondisi belajar formal, seringkali kinerja otak kanan tidak optimal. Melalui permainan, fungsi kerja otak kanan dapat dioptimalkan. Karena bermain dengan teman sebaya seringkali menimbulkan keceriaan bahkan pertengkaran.

    Hal ini sangat berguna untuk menguji kemampuan diri anak dalam menghadapi teman sebaya. Anak akan mengembangkan perasaan realistis akan dirinya. Artinya, ia dapat merasakan hal-hal yang dirasa nyaman dan tidak nyaman pada dirinya dan terhadap lingkungannya. Serta dapat mengembangkan penilaian secara objektif dan subjektif atas dirinya.

  4. Mengasah perkembangan kognitif

    Anak kecil mempunyai organ memori yaitu otak (cerebri) yang belum banyak terisi. Melalui bermain anak akan mengeksplorasi dan memanipulasi benda-benda di sekitarnya. Anak-anak akan mengenali dan mempelajari berbagai macam hal. Seperti warna, berbagai bentuk, berbagai ukuran, dan penggunaannya.

    Setelah mengenali dan mempelajari, selanjutnya anak akan menyimpannya di dalam sel-sel memori (otak). Semakin banyak sel memorinya terisi oleh data-data tertentu yang diperolehnya melalui permainan. Maka akan semakin meningkatkan kemampuan kognitifnya.

  5. Mengembangkan pola sosialisasi dan emosi anak

    Bermain dapat menjadi sarana anak untuk belajar menempatkan dirinya sebagai makhluk sosial. Dalam permainan anak berhadapan dengan berbagai karakter yang berbeda. Anak akan bertemu  sifat dan cara berbicara yang berbeda pula.

    Anak akan dapat mulai mengenal heterogenitas dan mulai memahaminya sebagai unsur penting dalam permainan. Anak juga dapat mempelajari arti penting nilai keberhasilan pribadi dalam kelompok. Mereka dapat belajar menghadapi ketakutan, penolakan, juga nilai baik dan buruk yang akan memperkaya pengalaman emosinya.

    Dengan kata lain, bermain membuat dunianya lebih berwarna. Perasaan kesal, marah, kecewa, sedih, senang, bahagia akan secara komplit ia rasakan dalam permainan. Hal ini akan menjadi pengalaman emosional sekaligus belajar untuk mengatasi hal tersebut di kemudian hari.

  6. Mengembangkan perkembangan moral dan etika

    Selain berinteraksi dengan benda-benda sebagai alat permainan. Anak-anak juga akan berinteraksi dengan non-benda, yaitu teman-teman sepermainannya. Melalui interaksi dengan teman-temannya di dalam kelompok, anak akan belajar tentang bagaimana aturan bermain di dalam kelompok. Misalnya harus bersikap jujur, tidak boleh bermain curang, dan harus mematuhi aturan-aturan permainan.

  7. Meningkatkan kreativitas

    Di dalam melakukan permainan, anak-anak dapat menerapkan ide-ide mereka. Semakin banyak media dan jenis permainan yang mereka mainkan, maka akan semakin banyak ide-ide yang bermunculan di dalam pikiran si anak. Ide-ide ini akan memunculkan kreativitas untuk memodifikasi permainan.

  8. Belajar memahami nilai memberi dan menerima.

    Bermain bersama teman sebanya bisa membuat anak belajar memberi dan berbagi. Anak akan belajar memahami nilai take and give dalam kehidupannya sejak dini. Melalui permainan, nilai-nilai sedekah dalam bentuk sederhana bisa diterapkan. Misalnya berbagi makanan atau minuman ketika bermain. Atau saling meminjam mainan atau menolong teman yang kesulitan.

    Anak juga akan belajar menghargai pemberian orang lain sekali pun ia tidak menyukainya, menerima kebaikan dan perhatian teman-temannya. Proses belajar seperti ini tidak akan diperolah anak dengan bermain mekanis/pasif, karena lawan atau teman bermainnya adalah benda mati.

  9. Manfaat Bermain bagi Perkembangan Jiwa Anak Memunculkan kesadaran diri

    Melalui bermain, anak akan mengenali kelebihan dan kekurangannya, serta kekuatan dan kelemahannya. Anak akan melakukan pengujian terhadap kemampuannya dan kemampuan orang lain. Anak juga akan mempelajari tingkah laku orang lain terhadap dirinya dan tingkah lakunya terhadap orang lain. Anak juga akan mempelajari akibat dari tingkah lakunya terhadap orang lain.

  10. Melatih perkembangan komunikasi dan bahasa

    Bagi bayi dan anak-anak, bermain merupakan alat komunikasi. Bayi akan memberikan balasan senyuman ketika dia diberikan senyuman. Bayi akan merasakan kenyamanan bila orang tuanya menatap dengan mata yang teduh. Bagi anak-anak yang belum mampu berkomunikasi secara verbal, menggambar dan bermain peran adalah bahasa dan komunikasi bagi mereka.

  11. Membebaskan anak dari kekangan

    Permainan dapat membebaskan anak dari kekangan, membuka fikiran dan memunculkan imajinasinya. Dia akan terus berlatih dengan berbagai karya kreatif, menyelami diri melalui permainan.

    Karena bermain merupakan kesempatan terbaik untuk bekerja, teliti, pembiasaan dan latihan. Anak akan belajar berbagai kejadian hidup dengan bermain, bereksplorasi. Anak juga akan mencoba berbagai cara untuk melakukan sesuatu. Sehingga anak akan mengenal betul potensi dirinya.

  12. Sebagai ajang pengembangan diri

    Hal yang bisa dikembangkan dari diri anak dari permainan adalah:

    • rasa dan sikap percaya diri (self confidence),
    • mempercayai orang lain (trust to people),
    • kemampuan bernegosiasi (negotiation ability),
    • dan memecahkan masalah (problem solving).

    Ragam permainan dapat mengasah kemampuan bersosialisasi, kemampuan bernegosiasi, serta memupuk kepercayaan diri anak untuk diakui di lingkungan sosialnya.

    Anak juga akan belajar menghargai dan mempercayai orang lain. Sehingga timbul rasa aman dan nyaman ketika bermain. Rasa percaya diri dan kepercayaan terhadap orang lain dapat menimbulkan efek positif pada diri anak. Ia akan lebih mudah belajar memecahkan masalah. Karena merasa mendapat dukungan sekalipun dalam kondisi tertentu yang berhadapan dengan masalah dalam lingkungan bermainnya.

    Reamonn O Donnchadha dalam buku The Confident Child menyatakan bahwa:
    “Permainan akan memberi kesempatan untuk belajar menghadapi situasi kehidupan pribadi sekaligus belajar memecahkan masalah.”

    Kepercayaan merupakan modal dalam membina sebuah hubungan, termasuk hubungan pertemanan anak kecil. Kepercayaan juga dapat menjadi motivasi untuk memecahkan masalah. Karena tanpa itu masalah tidak akan pernah benar-benar selesai dan sebuah hubungan menjadi tidak langgeng.

  13. Manfaat Bermain bagi Perkembangan Jiwa Anak Sebagai terapi

    Ketika anak merasakan ketidaknyamanan, misalnya: anak sedang marah, benci, kesal, takut, dan cemas. Bermain adalah solusi untuk menghilangkan rasa ketidaknyamanan tersebut.

    Atau ketika anak sedang sakit dan dirawat. Bermain dapat menghilangkan rasa ketidaknyamanan akibat sakit dan akibat dirawat di rumah sakit (dampak hospitalisasi).

    Namun, bermain ketika sakit mempunyai aturan-aturan dan prinsip tertentu. Tidak semua permainan boleh dimainkan oleh anak yang sedang sakit.

Semua orang tua pasti menyayangi anak-anaknya, bersedia melakukan yang terbaik untuk anak-anaknya. Namun, bentuk kasih sayang yang kurang bijaksana seringkali membelenggu kebebasan jiwa anak. Anak adalah jiwa yang bernyawa, hati yang berperasaan dan jasad yang berpemikiran. Biarkan anak bahagia dengan dunianya, karena kebahagiaan di masa kecil turut menentukan kualitas hidupnya di masa depan.

Baca juga:

9 Manfaat Bermain Bongkar Pasang Bagi Tumbuh Kembang Anak.

Namun dari segi lain, orang tua juga harus memperhatikan permainan yang dilakukan oleh anaknya. Orang tua dituntut untuk cerdas dalam memilih permainan yang tepat bagi anak. Dalam memilih permainan untuk anak, orangtua perlu mempertimbangkan faktor usia, karena ini berkaitan dengan tahapan perkembangannya.

Kita bisa berbagi cerita kepada Psikolog berpengalaman pada bidangnya. PsyLine.id adalah sebuah situs Psikologi Online Indonesia yang membantu kita yang membutuhkan. PsyLine.id  menjamin 100% kerahasiannya, dan hanya dipergunakan untuk membantu kita menjadi lebih baik.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Demikianlah artikel tentang “Manfaat Bermain bagi Perkembangan Jiwa Anak” Semoga dapat memberikan manfaat  untuk semua.

Salam Bahagia.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

9 Manfaat Makan Pete untuk kondisi Kejiwaan Anda.

Tentang Penulis

Wulan Arumbi

Seorang Guru dan ibu bahagia yang selalu ingin belajar.
Lulusan Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret Solo.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog