15 Cara Jitu Berurusan dengan Teman Beracun Dalam Pergaulan

Diposting: 16 Juni 2017 | Kategori Artikel: Gaya Hidup & Sosial

Dilihat: 1913 kali.

Penulis: Wulan Arumbi

Untuk mengetahui karakter seseorang pun butuh waktu yang tidak sebentar. Tidak jarang setelah sekian lama Kita menjalin persahabatan dengan seseorang. Kita baru menyadari bahwa orang tersebut termasuk dalam toxic friend atau Teman Beracun dan berdampak buruk bagi hidup kita. Artikel PsyLine.id Psikologi OnLine Indonesia ini membahas tentang 15 Cara Jitu Berurusan dengan Teman Beracun Dalam Pergaulan

Lingkungan dan cara mendidik serta tingkat pendidikan seseorang memang mempengaruhi terbentuknya karakter individu.

Baca Juga:

Apa itu Teman Beracun? Waspada dan Kenali Ciri Teman Beracun.

15 Cara Jitu Berurusan dengan Teman Beracun dalam Pergaulan

Dia yang hanya memanfaatkan, datang jika ada maunya, iri dengan pencapaianmu atau bahkan menusukmu dari belakang. Tipe Teman macam itu memang tidak bisa didiamkan, tapi untuk menghadapinya juga dibutuhkan cara yang elegan.

Berikut 15 Cara Jitu Berurusan dengan Teman Beracun Dalam Pergaulan

  1. Menerima orang apa adanya

    Kepribadian yang beracun hanya bisa terasa buruk jika memengaruhi Kita secara negatif. Kita boleh berteman dengan orang yang pemarah. Kita boleh berteman dengan orang yang negatif. Namun bukan berarti ada yang salah dengan mereka. Terimalah orang itu apa adanya. Namun jangan biarkan mereka memengaruhi Kita.

  2. Jadilah diri Kita apa adanya juga

    Jika Kita orang yang positif, mungkin Kita tidak bisa bergaul dengan orang yang negatif. Tetapi bukan berarti Kita orang yang buruk. Kita hanya perlu mengetahui apa yang sehat untuk diri Kita sendiri.

    Emosi negatif memiliki batas waktu. Emosi negatif ini tidak akan berlangsung terus menerus. Hal itu di karenakan akan segera berakhir. Kita tidak perlu membawa negativitas yang Kita peroleh saat bertemu dengan seseorang. Dan kita juga musti tinggalkan aura negative itu ketika pertemuan tersebut sudah berakhir.

  3. Jangan berusaha mengubah orang lain


    Ingatlah bahwa Anda tidak bisa mengubah orang lain, Anda hanya bisa mengubah diri sendiri. Oleh karena itu, jangan memusingkan diri dengan merasa bertanggung jawab atas orang lain atau merasa kasihan kepadanya. Anda hanya bisa membantu orang yang negatif saat Anda tidak lagi dipengaruhi oleh mereka.

  4. Berempati pada Lingkungan

    Jika ada orang yang ingin menyebarkan rasa cemasnya, sangkal kata-kata negatif mereka.

    Contohnya, jika orang tersebut bersikeras bahwa pekerjaan baru Kita akan gagal, tanya kepadanya, “Kalau tidak bagaimana?” Coba bantu mereka untuk melihat potensi positif kemungkinan yang akan Kita terima, alih-alih hanya potensi negative saja.

  5. Coba belajar untuk Cuek

    Jika Kita tidak menyukai kata-kata seseorang, coba berhenti memperhatikannya. Cueklah dengan apa yang dikatakannya. Kita bisa memperhatikan bagian positifnya saja. Dan abaikan saat orang tersebut mulai membahas hal-hal secara negatif.

  6. Coba bersikap suportif dan positif dalam percakapan

    Jika teman Kita tidak bisa berhenti membahas hal-hal negative, jangan sampai Kita larut ke dalamnya. Coba katakan, “Setidaknya kamu dikasih makan siang.” Dengan demikian, Kita pun menciptakan jarak di antara Kita dan Teman Beracun itu.

    Jika Kita menunjukkan bahwa Kita tidak bersedia membahas topik dengan negatif seperti ini. Pembahasan hal secara negatif pun bisa menjadi berkurang. Atau akan berubah haluan ke topic positif.

  7. Gunakan bahasa tubuh sebagai peringatan kecil


    Gunakan peringatan kecil untuk mengingatkan diri Kita agar memilih dalam menyimak topic pembicaraan.
    Saat Teman Beracun mulai membicarakan hal negative, Kita bisa melakukan hal sebagai berikut:

    • menarik rambut,
    • membenamkan kuku ke telapak tangan,
    • menyentakkan pergelangan tangan,
    • atau mengetuk lutut.

    Peringatkan  tubuh Kita bahwa aura negative sedang menyerang dan Kita harus menghindarinya.

  8. Ubah topik pembicaraan

    Jika Kita tidak menyukai apa yang sedang dikatakan Teman Beracun, ubah topik pembicaraannya. Jika Kita menangkap adanya aura negatif, coba mulai bicarakan hal lain. Setiap kali Teman Beracun mencoba mengarahkan percakapan ke arah negatif, cari hal lain untuk dibicarakan.
    Jika Teman Beracun sedang mencari ‘kambing hitam’ untuk disalahkan terkait sebuah masalah, coba untuk bersikap tenang. Coba fokus untuk mencari solusi dari masalah dan mencari sisi positif, jangan larut dalam negativitas. Dan ubah topic pembicaraannya.

  9. Minimalisir interaksi dengan Teman Beracun

    Jika Kita kesulitan dalam menghadapi hal negative yang dibawa Teman Beracun tersebut ke dalam hidup Kita. Mungkin sekarang saatnya untuk membatasi interksi dengan mereka secara signifikan. Kita tidak bisa mengubah orang lain, tetapi Kita bisa untuk tidak berurusan dengannya sama sekali.

    Jika Kita sering menjadi pihak yang mengawali interaksi dengan Teman Beracun ini, hentikan. Jika Teman Beracun ini berhenti menghubungi Kita, anggap saja ini sebuah pertanda. Pertanda bahwa hubungan Kita dengannya memang tidak berharga di matanya.

  10. Tidak perlu membalas

    Ini hal yang harus Kita tanamkan di kepala Kita.

    “Setiap tingkah laku buruk Teman Beracun kepada Kita, tidak membutuhkan balasan.”

    Jika Kita membalas setiap tingkah lakunya, bukankah Kita jadi tidak ada bedanya dengannya? Celakanya lagi dia bisa play as a victim dan justru Kita yang terlihat bersalah di mata sosial.

  11. Hindari menggunakan sosial media sebagai senjata

    Suka menyindir justru menunjukkan bahwa Kita selevel dengannya. Tak perlu menyindir dengan tujuan supaya Teman Beracun merasa bahwa dia memiliki masalah denganmu. Hadapi secara jantan, ajak dia bertemu dan bicarakan baik-baik masalah di antara Kita dan Teman Beracun itu. Hindari juga menggunakan sosial media sebagai ajang curhat atau menyindir.

  12. Tetapkan batasan


    Memang kalian adalah teman, tapi Kita juga harus mulai menetapkan batasan sejak sekarang. Jangan biarkan diri Kita selalu mengikuti apa saja yang dia mau atas nama pertemanan. Tunjukkan bahwa Kita memiliki sikap dan jangan biarkan diri Kita terus dirugikan.

  13. Menghindar sejenak atau jauhi dia secara bertahap

    Menghindar sejenak dari Teman Beracun bisa jadi solusi supaya Kita bisa berpikir jernih. Serta kita jadi tahu apa yang akan Kita lakukan selanjutnya. Selain itu, jeda di antara kalian mungkin saja bisa membawa perubahan di diri Teman Beracun itu.
    Namun, jika ternyata dia tak kunjung berubah, mungkin ini memang saatnya Kita meninggalkannya demi kebaikan diri Kita sendiri.

  14. Tanya pada nurani untuk mengambil langkah selanjutnya

    Memang jalinan pertemanan itu mahal harganya. Sebisa mungkin kamu harus bisa merawat jalinan persahabatan. Bahkan ada ungkappan yang mengatakan:

    “Satu musuh itu terlalu banyak, dan Seribu teman itu masih kurang!”

    Tapi, coba lontarkan pertanyaan pada diri Kita sendiri seperti ini:

    • Apakah Kita bisa menghadapi karakter Teman Beracun yang cenderung merugikan ini terus-terusan?
    • Kuatkah Kita jika dia selalu datang ketika membutuhkan namun pergi ketika Kita sedang membutuhkan?
    • Cukup sabarkah Kita ketika dia diam-diam mengumbar kejelekan dan semua rahasia Kita di belakang?

    Selain bertanya pada diri sendiri, Kita juga bisa minta pendapat dari orang sekitar Kita. Bukan bermaksud ngomong di belakang. Tetapi hanya mencocokkan apakah hal yang Kita rasakan itu memang benar. Bertanya pada orang sekitar juga membuat Kita lebih subyektif dan bisa mendapatkan pertimbangan matang.

  15. Akhiri hubungan yang beracun

    Jika seseorang memengaruhi kesehatan mental dan kesejahteraan Kita melalui aura negatifnya, akhiri hubungan dengannya. Jangan temui dia lagi jika dia tidak bisa bersikap positif di dekat Kita.
    Cobalah untuk selalu mengemukakan fakta. Tunjukkan apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki masalah. Jika mereka menjadi semakin marah, jauhi mereka dan beri mereka ruang untuk menenangkan diri.

Jadi, sudah siap ambil sikap mulai sekarang?

Baca juga:

13 Cara Terhindar Dari Teman Beracun yang Harus Kita Ketahui.

11 Cara Berinteraksi Dengan Teman Beracun. Jangan sampai kita terlena.

Jika Teman Beracun bertanya kepada Kita “apakah ada yang tidak beres?” Coba untuk bersikap jujur kepadanya. Katakan, “Gue kesulitan ngadepin aura negative lu. Lu terus-terusan berfikiran negatif, dan Gue gak suka. Gue senang berteman sama elu, tapi gue rasa sebaiknya kita jarang bertemu.”

Salam Bahagia.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

4 Manfaat Memaafkan Bagi Kesehatan Jiwa (Forgiveness therapy).

Tentang Penulis

Wulan Arumbi

Seorang Guru dan ibu bahagia yang selalu ingin belajar.
Lulusan Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret Solo.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog