3 Hormon Pemicu Stres yang Membuat Harimu Jadi Galau

Diposting: 14 November 2017 | Kategori Artikel: Gaya Hidup & Sosial

Dilihat: 4013 kali.

Penulis: Riswandi Alekhine

Semua orang pasti pernah merasakan stres, kemarahan, atau perasaan negatif lainnya. Namun tak banyak orang yang tahu bagaimana proses stress dalam tubuh. Apa yang menyebabkan perasaan negatif tersebut muncul. Inilah 3 Hormon Pemicu Stres.

Siapa yang tidak pernah merasakan stress. Stress adalah satu gejala psikologis yang tidak dapat dihindari. Bahkan terkadang mau tidak mau kita harus hadapi setiap hari. Kemacetan lalulintas di jalan, pekerjaan yang menumpuk, atasan yang marah-marah, cicilan bank yang belum terbayar. Bahkan hal kecilpun dapat memicu stress.

Apa yang Kita alami ketika stress?

Ada beragam kondisi yang mungkin Kita alami. Mulai dari jantung yang berdebar lebih kencang dari biasa, kecemasan, kegelisahan, kepala yang tegang. Bahkan kadang keringat dingin, tidak suka makan atau malah menjadi sangat doyan makan.

Baca Juga:

10 Tanda Kamu Sedang Mengalami Stress.

Setiap orang bisa mengalami gejala yang berbeda terkait dengan stress yang mereka alami. Sesuai dengan dominasi hormon stress yang muncul ketika mereka mengalami stress.

3 Hormon Pemicu Stres

Ketika seseorang mengalami stress, secara langsung otak akan merespon dengan memproduksi beberapa hormone. Hormon-hormon yang membangun reaksi fisik pada tubuh Kita. Adapun 3 Hormon Pemicu Stres seperti dilansir oleh The Huffington Post (19/04) tersebut adalah:

  1. Adrenalin

    Hormon Adrenalin adalah salah satu dari 3 Hormon Pemicu Stres. Hormon Andrenalin ini dihasilkan oleh kelenjar Adrenal setelah mendapatkan sinyal dari otak sebagai reaksi awal ketika stress muncul. Bisa dikatakan hormon ini adalah reaksi pertama secara kimiawi yang muncul dari tekanan. Adrenalin bekerjasama dengan hormon lain, yaitu norepinephrine. Kedua hormone itu bertanggung jawab untuk memutuskan reaksi Kita ketika stress muncul.

    Amit Sood, MD dari Mayoclinic menjelaskan fungsi adrenalin sebagai reaksi cepat tubuh ketika sebuah tekanan datang mendadak. Kita ingat bagaimana reaksi Kita ketika terkejut? Kurang lebih seperti inilah reaksi awal yang akan segera muncul ketika sebuah stress datang secara mendadak.

    Adrenalin akan bekerja untuk menstimulasi detak jantung menjadi beberapa kali lebih cepat. Andrenalin memberi rangsangan sistem saraf pusat untuk menjadi tegang. Sehingga menyebabkan Kita meningkatkan kewaspadaan dan fokus. Adrenalin juga bisa menyebabkan aliran darah menjadi lebih kuat dan mendorong ketegangan otot.

    Misalkan ketika Kita sedang mengendarai mobil, kemudian ada mobil lain yang bergerak cepat akan menabrak Kita. Kita membanting setir, berhenti dan merasakan detak jantung Kita meningkat. Otot Kita menegang, Kita bernapas lebih cepat, dan berkeringat. Itulah yang dilakukan oleh adrenalin.

  2. Norepinephrine

    Hormon Norepinephrine ini adalah salah satu dari 3 Hormon Pemicu Stres. Hormon satu ini kerap kali bekerja bersama adrenalin mempengaruhi reaksi tubuh terhadap stress. Hormon ini juga diproduksi oleh kelenjar adrenal, tetapi dengan fungsi yang berbeda dari Hormon Adrenalin.

    Fungsi hormon Norephnephryne adalah untuk membuat Kita tetap fokus dan terjaga selama mengalami stres. Kita akan diarahkan untuk menjadi terlalu fokus, cemas, khawatir dan panic. Kita juga akan mengalami ketegangan otot dan beberapa gejala cemas lainnya. Seperti: berkeringat, sulit tidur, selalu memikirkan masalah, gelisah dan lain sebagainya.

    Kondisi kecemasan atau kekhawatiran ini sebenarnya merupakan efek dari stimulasi berlebihan yang dilakukan oleh hormon Norepinephrine. Norepinephrine akan mendorong aliran darah lebih kuat menuju otak. Hormon ini akan mendorong stimulasi terhadap sistem saraf pusat yang lebih kuat. Stimulasi ini menyebabkan otak bekerja lebih keras dan terfokus terhadap masalah yang memicu stress.

    Di sini Kita mungkin sering mengalaminya. Ketika Kita akan menghadapi ujian atau test besar, maka Kita seperti terus panik, sulit tidur dan khawatir. Kita juga biasa mengalami gejala itu ketika sedang menghadapi persoalan yang pelik.

  3. Kortisol

    Hormon kortisol adalah hormon terakhir dari 3 Hormon Pemicu Stres. Hormon ini juga dihasilkan oleh kelenjar adrenal dan disebut juga sebagai hormon stress. Hormon Kortisol yang menentukan respon Kita terhadap situasi yang menegangkan dan yang bisa membuat stress.

    Bila Hormon Adrenalin dan Norepinephrine bekerja untuk menyebabkan tubuh bereaksi fisik dengan ketegangan, kewaspadaan dan kepanikan, maka kortisol akan bekerja dengan mestimulasi sistem fluida tubuh. Atau mestimulasi kondisi cairan dalam tubuh dan mempengaruhi tekanan darah.

    Dibandingkan dengan hormon lainnya, hormon ini bekerja lebih lambat. Pertama, bagian otak bernama amygdala akan menentukan ancaman atau situasi yang bisa menyebabkan stress. Kemudian sinyal dikirimkan pada hypotalamus. Hypotalamus memproduksi hormon CRH yang berhubungan dengan ACTH. ACTH kemudian mengirim sinyal pada kelenjar adrenal untuk melepaskan kortisol.

    Dalam banyak keadaan bahaya, hormon kortisol bisa menyelamatkan nyawa manusia. Meski begitu terlalu banyak produksi hormon kortisol juga tak baik untuk tubuh. Hormon ini menekan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan tekanan darah dan gula darah.

    Hormon ini juga menyebabkan jerawat, obesitas, dan lainnya. Hormon Kortisol juga akan memicu Kita untuk merasa sangat lapar, kehilangan konsentrasi dan menyebabkan tubuh menjadi terasa malas. Hormon ini juga menimbulkan keluhan haid yang datang terlalu cepat atau terlambat. Karena hormon ini juga akan mempengaruhi kinerja produksi hormon seksual.

Demikianlah 3 Hormon Pemicu Stres yang bertanggung jawab terhadap stress yang Kita rasakan dan cara tubuh Kita menghadapinya. Dalam beberapa kasus hormon di atas bisa bermanfaat. Namun terlalu banyak memproduksi hormon tersebut juga tidak baik untuk kesehatan.

Bagaimana kita akan bereaksi terhadap stress, tergantung akankah kita “fight or flight“hadapi atau hindari”.

Salam Bahagia.

Sumber:
Saat Anda Stress, 3 Hormon Inilah yang Pegang Kendali.
Kenali 3 hormon yang berkaitan dengan stress.

PSYLine.id Psikologi Online Indonesia

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan Hormon Pemicu Stres, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

4 Hormon yang Dapat Mempengaruhi Kebahagiaan Hidup.

Tentang Penulis

Riswandi Alekhine

Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Seorang Aquascaper.
Jatuh cinta pada script, poetry, filsafat dan senja saat hujan.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog