Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

3 Macam Gangguan Mental Pasca Melahirkan Yang Patut Anda Ketahui

Keluarga & Pernikahan, Klinis & Kepribadian | 1234 Views

3 Macam Gangguan Mental Pasca Melahirkan Yang Patut Anda Ketahui

3 Februari 2018 | Penulis: Bayu Lebond

Melahirkan dan memiliki anak adalah salah satu kebahagiaan yang diimpikan oleh hampir semua kaum Hawa. Namun ternyata ada beberapa sindrom yang perlu kita kenali gejalanya. Karena sifat dari sindrom pasca melahirkan ini ada yang biasa dan ada pula yang sangat berbahaya. Berikut adalah Berbagai Macam Gangguan Mental Pasca Melahirkan.

Gangguan Mental Pasca Melahirkan

Ada beberapa Gangguan Mental Pasca Melahirkan yang biasa dialami oleh ibu yang baru melahirkan. Berikut daftar Gangguan Mental Pasca Melahirkan.

  1. Baby Blues Syndrome

    Baby Blues Syndrome atau sering disebut Postpartum Distress Syndrome. BBS adalah gangguan psikologis berupa sedih, cemas dan emosi meningkat. Baby Blues biasa dialami sekitar 50- 80% wanita setelah melahirkan. Khususnya bayi pertama.

    Baby Blues Biasanya terjadi pada 2 minggu pertama setelah melahirkan. Namun terlihat lebih berat pada hari ke-3 dan hari ke-4. Apalagi si ibu dan bayi sudah kembali kerumah dan si ibu mulai merawat bayinya sendiri. Mereka mungkin merasa cemas, marah, sendirian, takut, atau tidak mengasihi terhadap bayi mereka. Serta rasa bersalah karena memiliki perasaan tersebut.

    Charlotte Perkins Gilman, seorang penulis Amerika terkemuka dan sosiolog, menulis tentang perjuangan seorang diri pengidap depresi postpartum pada abad ke-19 dan ke-20. Tragis, kasus terkenal yang melibatkan klaim depresi postpartum atau psikosis adalah Andrea Yates dan Susan Smith. Mereka yang masing-masing membunuh anak-anak mereka. Dikutip dari dokterindonesiaonline.com.

    Hesty Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog mengatakan “Baby Blues Syndrome erat kaitannya dengan perubahan hormon dan kurangnya social support. Sebisa mungkin si ibu ada yang membantu dalam mengurus bayi.”

    “Jangan sampai sang ibu merasa terisolir atau merasa sendiri. Pola makan dan pola hidup ibu juga perlu diatur.” Tambah Psikolog Profesional yang juga sebagai Co-Founder PSYLine.id ini.

    Untuk mengetahui tentang Baby Blues Syndrome lebih lanjut, Klik tombol di bawah ini:

    Baby Blues Syndrome Gangguan Mental Pasca Melahirkan.

  2. Depresi Postpartum

    Postpartum Depression sering disebut depresi klinis yang terjadi segera setelah melahirkan. Beberapa profesional kesehatan menyebutnya depresi postpartum nonpsychotic.

    Kondisi ini terjadi pada sekitar 10% -20% dari Ibu Pasca Melahirkan. Biasanya terjadi dalam beberapa bulan. Faktor risiko untuk depresi postpartum termasuk depresi semakin besar, stres psikososial, dukungan sosial yang tidak memadai. Serta juga gangguan dysphoric premenstrual sebelumnya.

    Depresi postpartum mengganggu kemampuan seorang wanita untuk merawat bayinya.Ketika seorang wanita dengan depresi postpartum berat menjadi bunuh diri, ia dapat mempertimbangkan membunuh anak-anak bayi dan muda, bukan karena marah, tetapi dari keinginan untuk tidak meninggalkan mereka.

    Tanda dan Gejala Depresi Postpartum:

    Gejala Psikologis:
    Termasuk suasana hati tertekan, sering menangis. Mereka juga merasakan ketidakmampuan untuk menikmati kegiatan yang menyenangkan dan penurunan minat seks. Kesulitan tidur, kelelahan, masalah nafsu makan. Bahkan beberapa kasus mereka memikirkan untuk bunuh diri. Perasaan tidak mampu sebagai orangtua, dan gangguan konsentrasi.

    Suasana sedih, sering menangis, kurangnya kesenangan atau minat dalam kegiatan yang pernah memberikan kenikmatan. Perasaan tidak berharga atau bersalah, Sulit berkonsentrasi atau membuat keputusan.

    Gejala fisik:
    Seperti sering sakit kepala, nyeri dada, denyut jantung cepat, mati rasa, kegoyahan atau pusing. Terjadi sesak napas ringan yang mengakibatkan kecemasan. Banyak dari penderita mengalami gangguan berat badan, Kehilangan energi, Agitasi atau kecemasan.

  3. Psikosis Postpartum

    Psikosis Postpartum adalah gangguan postpartum yang paling serius. Hal ini membutuhkan perawatan segera. Kondisi ini jarang terjadi. Seorang wanita dengan kondisi ini mengalami gejala psikotik dalam waktu 3 minggu setelah melahirkan.

    Ini termasuk keyakinan salah (delusi), halusinasi (melihat atau mendengar hal-hal yang tidak ada), atau keduanya. Kondisi ini terkait dengan gangguan mood seperti depresi, gangguan bipolar, atau psikosis.

    Gejalanya bisa berupa gangguan tidur, agitasi, dan perubahan suasana hati. Seorang wanita mengalami psikosis dapat muncul dengan baik sementara. Namun hal itu ternyata hanya membodohi profesional kesehatan dan pengasuh dengan berpikir bahwa dia telah pulih. Tapi dia bisa terus menjadi sangat tertekan dan sakit. Bahkan setelah periode singkat tampak baik.

    Wanita yang memiliki Postpartum akan berpikiran menyakiti bayi mereka. Jika tidak segera ditangani, depresi psikotik postpartum memiliki kemungkinan tinggi kambuh kembali. Baik  setelah masa postpartum dan juga setelah kelahiran anak-anak lain.

    Gejala Psikosis Postpartum:
    Susah beristirahat dengan tenang dan sering merasa takut. Terjadi juga peningkatan berat badan karena makan berlebihan atau penurunan berat Badan karena tidak mau makan.

Ketiga Gangguan Mental Pasca Melahirkan tersebut di atas adalah gangguan mental yang terpisah. Namun beberapa kasus sering terjadi bersama-sama. Jika seseorang mengalami depresi postpartum, mereka mungkin khawatir tentang kesehatan bayi dan kesejahteraan. Mereka  mungkin memiliki pikiran negatif tentang bayi dan ketakutan tentang merugikan bayi.

Penanganan Gangguan Mental Pasca Melahirkan

Berikut beberapa cara untuk penanganan Penderita Gangguan Mental Pasca Melahirkan:

  1. Perawatan diri sementara tidak dapat menggantikan perawatan medis di depresi. Namun ada hal-hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mood  dan kemampuan penderita untuk berfungsi di rumah.
  2. Beri perhatian untuk penderita oleh anggota keluarga dan teman-teman yang mendukung.
  3. Meminta bantuan mereka dalam merawat bayi.
  4. Dapatkan istirahat sebanyak yang bisa.
  5. Cobalah untuk tidak menghabiskan banyak waktu sendirian.
  6. Luangkan waktu sendirian dengan suami atau pasangan serta sahabat.
  7. Mandi dan berpakaian setiap hari.
  8. Keluar dari rumah. Berjalan-jalan, melihat teman, melakukan sesuatu yang Anda nikmati.
  9. Dapatkan seseorang untuk mengurus bayi jika bisa; jika tidak dapat, membawa bayi. Jangan berharap terlalu banyak dari diri sendiri.
  10. Jangan khawatir terlalu banyak tentang pekerjaan rumah tangga.
  11. Tanyakan teman-teman dan keluarga untuk membantu.
  12. Bicaralah dengan ibu-ibu lain. Penderita dapat belajar satu sama lain, dan pengalaman mereka dapat meyakinkan.
  13. Jika depresi terus berlanjut selama lebih dari dua minggu atau sangat parah, berbicara dengan Psikolog Profesional.
  14. Cukup perawatan saja tidak dianjurkan. Pengobatan untuk depresi postpartum tergantung pada bentuk dan derajat keparahan gangguan itu. Mungkin perlu bantuan psikologis dan terapi individu atau kelompok. Konseling perkawinan dapat menjadi bagian dari rencana perawatan Anda.

Penanganan Darurat

Hubungi Psikolog Profesional PSYLine.id Psikologi Online Indonesia dalam salah satu situasi berikut:

  • Bila Anda memiliki perubahan suasana hati atau merasa tertekan selama lebih dari beberapa hari setelah melahirkan.
  • Ketika Anda merasa tidak dapat mengatasi kegiatan sehari-hari dalam hidup, termasuk merawat bayi Anda atau anak-anak Anda yang lain.
  • Bila Anda memiliki perasaan yang kuat depresi atau kemarahan 1-2 bulan setelah melahirkan.

Hubungi Kerabat Terdekat danTelepon Emergency Segera jika Anda mengalami Hali Ini:

  • Ketidakmampuan untuk tidur lebih dari dua jam per malam.
  • Pikiran menyakiti atau membunuh diri sendiri.
  • Pikiran menyakiti bayi atau anak-anak lain.
  • Mendengar suara-suara atau melihat hal aneh .
  • Pikiran bahwa bayi Anda adalah mahluk jahat.

Sangat penting untuk teman-teman dan keluarga untuk memahami penyakit sehingga mereka dapat membantu.

Salam Bahagia.

PSYLine.id Psikologi Online Indonesia

Bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Daftar Film Bertemakan Psikologi Bagian 3 Versi PSYLine.

Tentang Penulis

Bayu Lebond

Seorang yang sok Seniman
Rocker yang sayang keluarga
Pecinta Wayang Jawa
#WhySoSerious

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan