Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

4 Hormon yang Dapat Mempengaruhi Kebahagiaan Hidup

Gaya Hidup & Sosial | 1182 Views

4 Hormon yang Dapat Mempengaruhi Kebahagiaan Hidup

13 November 2017 | Penulis: Riswandi Alekhine

Hampir sebagian dari kita paham bahwa hormon memiliki fungsi signifikan terhadap metabolisme tubuh. Banyak fungsi biologis tubuh kita dipengaruhi oleh hormon. Akan tetapi kamu tahu gak sih, bahwa selain faktor lingkungan dan stimulus dari luar, hormon dapat mempengaruhi kebahagiaan dalam hidupmu. Bahkan ada 4 Hormon yang Dapat Mempengaruhi Kebahagiaan Hidup lho.

Saat 4 hormon tersebut muncul, maka diharapkan hormon stress (kortisol) yang membuat kita tertekan, lelah dan tegang akan berkurang.

4 Hormon yang Dapat Mempengaruhi Kebahagiaan Hidup

Mari kita berkenalan dengan keempat hormon tersebut yuks:

  1. Hormon Dopamin

    Salah satu dari 4 Hormon yang Dapat Mempengaruhi Kebahagiaan Hidup adalah hormon Dopamin. Hormon ini adalah hormon yang terstimulasi ketika kita ingin dan berusaha mendapatkan apa yang dituju atau diperjuangkan.

    Hormon Dopamin ini membantu kita termotivasi untuk beraksi ketika mendapatkan tantangan atau sesuatu yang dituju. Ketika tujuan telah tercapai, semua sesuai seperti yang kita harapkan, maka hormon ini akan muncul untuk memberikanmu kebahagiaan.

    Tips sederhana untuk membuat hormon ini muncul adalah dengan membuat check list “done” pada list pekerjaan. Atau dengan kata lain mencoret “to do list.”  Ketika kita merasa sudah selesai melakukan sesuatu, hormon ini muncul dan memberikanmu efek lega dan bahagia. Meskipun hanya hal sepele yang kamu “coret.”

    Selanjutnya, kamu juga bisa membayangkan secara visual dari tujuan dan mimpi yang ingin kamu capai atau kerjakan.  Usahakan dengan senyata mungkin visualisasinya. Hal ini akan memunculkan hormon Dopamin yang akan memberikanmu motivasi bekerja untuk mencapai apa yang dituju dan diimpikan.

  2. Hormon Oksitosin

    Salah satu dari 4 Hormon yang Dapat Mempengaruhi Kebahagiaan Hidup adalah hormon Oksitosin. Hormon Oksitosin ini adalah hormon khusus yang tercipta ketika kamu sedang jatuh cinta.

    Tetapi tunggu dulu, ini bukan hanya tentang cinta antara kamu dan pasanganmu saja. Tetapi cinta universal yang mencakup cinta kepada orang tua, anak dan sahabatmu. Oleh karena itu, kunci dari hormon ini adalah menjaga kasih sayang atas orang-orang yang kamu cintai.

    Secara natural hormon ini akan bereaksi ketika ada sentuhan fisik bisa dengan mengusap kepala, mengelus punggung, berpegangan tangan dan berpelukaaan.

    Tidak hanya itu saja, hormon ini juga bisa keluar ketika kamu berbuat kebaikan kepada orang lain lho. Hebatnya, meskipun kita hanya menyaksikan kebaikan orang lain pun hormon ini akan ter-release.

  3. Hormon Endorfin

    Salah satu dari 4 Hormon yang Dapat Mempengaruhi Kebahagiaan Hidup adalah Hormon Endorfin. Pada dasarnya hormon Endorfin ini tidak secara langsung membuatmu merasa bahagia. Hormon ini berguna untuk menutupi rasa sakit yang merusak kebahagiaanmu.

    Sebenarnya mirip dengan obat penghilang rasa sakit. Tetapi lebih hebat lagi, hormon ini mampu memberikanmu daya tahan. Serta mendorong kita beraksi lebih semangat dan keras dan tetap senang melakukan itu semua.

    Menurut sejarah singkatnya dalam teori evolusi, hormon ini membantu nenek moyang kita untuk terus bertahan dan berlari menghadapi predator. Hebat sekali yah hormon ini.  Terus bagaimana membuat hormon ini muncul? coba makan makanan pedas atau break olahraga dengan ritme yang cukup.

  4. Hormon Serotonin

    Hormon terakhir dari 4 Hormon yang Dapat Mempengaruhi Kebahagiaan Hidup adalah hormon Serotonin. Hormon ini adalah hormon yang mempengaruhi mood kamu.

    Hormon Serotonin ini mampu membuatmu jadi sosok yang menyenangkan, mudah bergaul, ramah, ceria, percaya diri dan lainnya. Sebaliknya jika kekurangan hormon ini akan membuatmu badmood, “bete”, pemarah bahkan depresi.

    Pada dasarnya hormon ini adalah rasa bahagia ketika kita mendapatkan pengakuan secara sosial. Oleh karena itu, hormon ini dapat dikeluarkan dengan menjalin komunikasi dengan sahabat, orang tua, pasangan, anak, dan orang-orang yang dianggap penting dalam hidup kamu. Bahkan komunikasi digital pun kurang efektif untuk menggantikan komunikasi langsung untuk mengeluarkan hormon ini.

    Selain itu cara yang sederhana untuk me-release hormon serotonin adalah dengan bersyukur atas apa yang kita miliki dan membayangkan sesuatu yang indah dan bahagia di masa lalu.

Bagaimana sudah paham kan fungsi masing-masing hormon tersebut? semoga hal ini dapat membantumu menjadi pribadi yang jauh lebih baik dan lebih bahagia.

Salam bahagia!

PSYLine.id Psikologi Online Indonesia

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan Pengertian Apa Itu Psikopat, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Psikologi Klinis dan Kepribadian: 5 Ciri Psikopat yang Perlu Kamu Ketahui.

Tentang Penulis

Riswandi Alekhine

Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Seorang Aquascaper.
Jatuh cinta pada script, poetry, filsafat dan senja saat hujan.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan