5 Penyakit Mental Pada Manusia dan Selalu Diderita oleh Manusia

Diposting: 23 Mei 2017 | Kategori Artikel: Klinis & Kepribadian

Dilihat: 752 kali.

Penulis: PsyLine Indonesia

Kita Semua Terjangkit Penyakit Mental. Sang Buddha Gautama mengatakan bahwa ada 5 Penyakit Mental Pada Manusia dan selalu diderita oleh manusia yakni: Ketamakan (greed), Kedengkian (malice), Kebodohan (stupidity/ignorance), kesombongan (arrogance), dan keraguan (doubt).

5 Penyakit Mental Pada Manusia

Penyakit Mental Pada Manusia

Mari kita bahas satu per satu:

  1. Ketamakan

    Penyakit Mental Pada Manusia yang melibatkan Emosi/perasaan ini tidak pernah cukup akan sesuatu yang dimiliki. Cinta yang berlebihan terhadap hal-hal duniawi.

  2. Kedengkian

    Penyakit Mental Pada Manusia Emosi/perasaan khawatir akan kekurangan diri dibandingkan dengan orang lain. Susah melihat orang lain senang, senang melihat orang lain susah.

  3. Kebodohan

    Penyakit Mental Pada Manusia Emosi/perasaan tidak peduli mengenai dampak perilakunya terhadap baik terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya (manusia/binatang/alam). Tidak mau tahu/tidak berupaya tahu terhadap konsekuensi perilakunya pada alam semesta.

  4. Kesombongan

    Penyakit Mental Pada Manusia Emosi/perasaan merasa lebih dari orang/mahluk lain. Keinginan untuk menunjukkan diri dan kelebihannya kepada orang lain.

  5. Keraguan

    Penyakit Mental Pada Manusia Emosi/perasaan khawatir tindakannya akan merugikan orang lain dan diri sendiri. Ketakutan untuk mengambil tanggung jawab serta menghadapi risikonya.

Penyakit Mental Pada Manusia adalah Sifat buruk alamiah manusia

Penyakit Mental Pada Manusia

Kelima hal ini didasari oleh sifat-sifat buruk yang secara alamiah dimiliki oleh manusia, yakni antara lain :

  1. Egosentris/self-centered

    Sifat egosentris adalah sifat buruk yang utama. Karena mendasari ke 5 penyakit mental di atas.

    Tidak ada manusia yang tidak memiliki sifat egosentris. Oleh karena sampai derajat tertentu sifat ini dibutuhkan untuk membentuk jati diri (self concept) seseorang. Namun kebanyakan manusia sulit untuk mengendalikannya. Terutama bila nilai-nilai moral yang membentenginya sangat tipis.

  2. Kebutuhan survival (bertahan hidup)

    Sifat atau dorongan untuk bertahan hidup memang sudah terberi sejak lahir. Namun umumnya setelah mampu bertahan manusia tidak berhenti begitu saja.

    Dorongan bertahan hidup ini lantas berubah menjadi dorongan mengamankan hidup. Sekali lagi, bila tidak dibentengi oleh nilai moral yang kuat orang akan mudah tergelincir.

  3. Kekhawatiran akan ketidakjelasan/ketidakpastian (uncertainty)

    Sifat khawatir akan ketidakpastian sampai tahap tertentu perlu dimiliki setiap orang oleh karena sifat dunia yang fana ini antara lain adalah uncertainty. Tidak satupun yang sedemikian jelas dan pasti sehingga manusia dapat dengan mudah menetapkan pilihan-pilihannya dalam hidup. Diperlukan keberanian yang besar untuk bisa mengatasi situasi ini.

Cara mengatasi Penyakit Mental Pada Manusia

Penyakit Mental Pada Manusia

Bagaimana mengatasi penyakit-penyakit tersebut ?

Tanpa bermaksud untuk pesimis dapat dikatakan upaya mengatasinya akan sangat sulit. Oleh karena hal ini berarti mengubah karakter dasar yang seringkali sudah terberi sejak lahir.

Beberapa ahli spiritual mengatakan bahwa penyakit tersebut dapat diatasi jika kita mampu mengubah cara berpikir dan cara pandang kita (mindset/paradigm). Pendapat ini tidak sepenuhnya benar, oleh karena derajat penyakit mental berbeda-beda dari satu orang ke orang lainnya.

Bagi orang-orang yang mengalaminya tidak terlalu parah mungkin perubahan paradigma dapat diterapkan. Namun jika telah parah tidak cukup hanya itu. Dalam kondisi ini manusia akan membutuhkan ‘uluran tangan’ dari Sang Pencipta semesta alam untuk mengubah dirinya.

Akan tetapi hal ini bukan berarti manusia hanya menunggu uluran tangan tersebut. Karena jika demikian dijamin tidak akan menghasilkan perubahan apa-apa. Bahkan sebaliknya dapat memperparah penyakit mental yang dialami.

Jadi bagaimana seharusnya?

Dalam Al Qur’an dikatakan:

“Bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib manusia atau suatu bangsa apabila manusianya sendiri tidak berupaya untuk mengubahnya”. (QS. Ar Ra’ad 13:11).

Artinya, tidak akan ada uluran tangan dari Atas apabila manusia sendiri tidak mengulurkan tangannya ke Atas.

Mengulurkan tangan ke Atas disini tidak dimaksudkan hanya dengan berdoa secara lahiriah, namun berdoa secara batiniah. Tidak akan ada gunanya mulut kita sibuk komat kamit namun hati bungkam. Menangis sesenggukan dalam berdoa namun hati sibuk menghitung-hitung pahala dan dosa.

Kunci yang utama adalah menguatkan dan memperbarui niat.

Penyakit Mental Pada Manusia

Mari kita bertanya pada diri sendiri, seberapa kuat niat kita untuk berubah dan terbebas dari penyakit mental tersebut ? Identifikasikanlah faktor-faktor yang menghambat niat tersebut. Lalu niatkan untuk menghilangkan satu per satu hambatan tersebut. Sampai akhirnya kita merasa niat kuat kita untuk berubah tidak tergoyahkan.

Caranya, renungkanlah dalam-dalam pemahaman mengenai 5 penyakit mental tersebut di atas. Kemudian bertanyalah pada diri sendiri separah apa kita mengalami penyakit-penyakit tersebut.

Apabila kondisi tersebut telah terpenuhi, maka dengan sendirinya akan tercipta “tali cahaya” antara diri kita dengan alam semesta. Atau lebih khusus lagi antara niat kuat kita dengan kehendak Ilahi terhadap diri kita. Sebagaimana terhubungnya frekuensi antara 2 pemancar radio.

Indikator telah terhubungnya frekuensi itu antara lain :

  1. Kita merasa nyaman dengan diri dan keadaan diri kita

    Apapun tindakan kita akan selalu mendapatkan ‘pengawalan’ dari semesta alam. Bila tindakan kita benar, kebenaran tersebut akan dirasakan manfaatnya baik oleh diri kita maupun orang lain. Bila tindakan kita salah, semesta alam akan mengoreksi tindakan kita. Baik kita sadari atau tidak serta mudah dimaafkan oleh orang lain.

  2. Hilang/berkurangnya kekhawatiran terhadap masa depan hidup kita

    Datangnya rejeki dari segala penjuru tanpa kita duga dan kita harapkan sebelumnya. Yang dimaksud rejeki disini tentu saja bukan hanya kesejahteraan, tetapi juga keselamatan, keamanan, dan kesehatan.

Saya merasa juga masih terhinggap 5 penyakit mental tersebut, dan sedang berupaya mengatasinya. Oleh karena itu mari kita sama-sama belajar untuk terbebas Penyakit Mental Pada Manusia. Demi untuk mencapai kondisi kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Salam Bahagia..

– rchandra –

Artikel ini dicopy oleh PsyLine.id Psikologi Online Indonesia dan juga dimuat pada himpsijaya.org dalam judul Kita Semua Terjangkit Penyakit Mental.

Artikel Sebelumnya membahas tentang:

Pribadi MEDIOCRITY: Pribadi yang Merasa selalu Nomor Dua

Tentang Penulis

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog