Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Agar Lulus Psikotes

Karir & Perusahaan | 4795 Views

6 Tips Agar Lulus Psikotes. Jangan takut menghadapinya.

9 April 2017 | Penulis: Riswandi Alekhine

Untuk Kamu yang berharap dengan membaca tulisan ini akan mendapatkan bocoran dan jawaban Psikotes, maka Kamu dipersilahkan kecewa. Pertama-pertama Saya tidak mungkin memberikan bocoran jawaban Agar Lulus Psikotes. Lha wong saya sendiri adalah lulusan Psikologi jee. jadi secara etika tidak diperbolehkan membocorkan sesuatu yang melanggar integritas.

Akan tetapi, tenang saja. Kamu tidak akan sia-sia meluangkan waktumu membaca artikel psikologi singkat ini. Karena ada beberapa tips agar lulus psikotes. Tentunya tips yang berintegritas dan membuatmu tetap lulus psikotes. Atau setidaknya Kamu akan sedikit lebih cerdas dengan mengetahui lebih jauh tentang psikotes. Agar Lulus Psikotes

Sebelum kita lebih jauh membahas tips agar lulus psikotes, kita bahas dulu yuks apa itu Psikotes.

Apa Itu Psikotes.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

Psikotes itu adalah prosedur pemeriksaan yang telah mengalami pembakuan, yang dimaksudkan untuk menyelidiki dan menetapkan sifat-sifat psikis khusus individu dan pengujian mental.

 

Menurut Urbina, 2014,

Psikotes atau tes psikologis adalah satu pengukuran yang objektif dan terstandar dari seperangkat contoh perilaku (Anastasi & Urbina, 1997).

Tespsikologis dapat dikatakan juga sebagai suatu prosedur sistematis untuk mendapatkan sampel perilaku yang relevan. Dengan fungsikognitif atau afektif, serta untuk menilai dan mengevaluasi sampel perilaku itu berdasarkan pada standar penilaian yang ada (Urbina, 2004).

Tes psikologi sama seperti tes-tes lainnya pada disiplin ilmu yang lain. Dalam tes psikologi, observasi dilakukan pada seperangkat sampel perilaku yang telah dipilih dengan cermat (Anastasi & Urbina, 1997).

Secara umum dapat dikatakan psikotes atau tes psikologi sebagai alat untuk mengukur potensi seseorang baik secara akademik, kepribadian, bakat, dan unsur lain. Yang menjadi ukuran atau indicator kesesuaian dengan lembaga, perusahaan atau badan yang menyelenggarakan tes tersebut.

Hasil dari psikotes bukan hanya ditentukan oleh kualitas seseorang dalam ilmu pengetahuan saja. Tetapi juga kualitas kepribadian, sikap, bakat, dan kebiasaan yang sesuai dengan criteria tertentu. Sebagai contoh cara penilaian hasil psikotes pada calon mahasiswa teknis tentu berbeda dengan cara penilaian hasil psikotes pada calon mahasiswa seni.

Psikotes Hanya Alat Ukur.

Pada awalnya, psikotes hanya  dilakukan untuk mengukur dan menilai kualitas mental. Kemudian berkembang menjadi tes pada orang-orang yang mengalami keterlambatan, perkembangan dan retardasi mental. Psikotes ini sudah mulai tumbuh semenjak awal abad ke-18, ketika ilmu psikologi sendiri belum dicetuskan oleh Wilhelm Wundt.

Seiring dengan perkembangan zaman dan perkembangan psikotes. Selanjutnya psikotes justru banyak digunakan untuk mengukur potensi orang-orang normal.

Banyak orang yang justru menyangka bahwa psikotes adalah hal mutlak. Menjadi penilaian untuk diterima atau tidak di tempat kerja dan jenjang pendidikan selanjutnya. Padahal sesungguhnya tidak demikian, psikotes hanya bagian dari salah satu faktor yang menguatkan indicator tertentu sesuai dengan kriteria yang ditentukan.

Jadi, psikotes hanya sebagai salah satu alat bantu untuk menjadi pertimbangan dalam sebuah keputusan. Keputusan  dalam proses seleksi baik dalam pendidikan, penerimaan kerja atau pengembangan karir dalam perusahaan.

Bagaimana sudah paham kan apa itu psikotes atau tes psikologis?

Jika sudah mari kita bahas lebih lanjut tips agar lulus psikotes.

6 Tips Agar Lulus Psikotes.

1.     Pilih jurusan pendidikan atau lowongan yang sesuai dengan minat.

Hal ini memang terlihat sepele, tetapi justu ini menjadi bagian yang sangat penting dalam proses seleksi. Baik dalam penjurusan serta penerimaan perguruan tinggi atau pun untuk lowongan pekerjaan.

Kenapa menjadi sangat penting?

Hal ini karena acuan dalam perilaku yang akan dites disesuaikan dengan kebutuhan dari pekerjaan atau pendidikan yang akan ditempati. Sederhananya, karakteristik seorang sales tentu berbeda dengan karakteristik administrasi. Jika kamu tidak memiliki karakteristik untuk melamar sebagai sales, sebaiknya jangan dipaksakan untuk memilih posisi tersebut. Begitu juga sebaliknya, jika Kamu memiliki karakteristik seorang sales, sebaiknya tidak memiliki posisi sebagai administrasi.

Seorang Psikolog akan melakukan pencocokan antara karakter Kamu dengan posisi yang akan ditempati. Hal ini tentu tujuannya adalah agar Perusahaan mendapatkan karyawan yang dapat berkinerja. Dan sebagai individu Kamu akan bahagia dengan pekerjaan yang dilakukan.

2.     Istirahat yang cukup

Psikotes memerlukan konsentrasi dalam pengerjaannya. Alangkah baiknya sebelum melakukan psikotes Kamu melakukan persiapan dengan hal yang sederhana. Yaitu istirahat yang cukup dengan tidak tidur larut malam.

Ada beberapa orang yang sangat kuatir menghadapi psikotes. Sampai-sampai tidak bisa tidur dan justru malah membuatnya tidak berkonstrasi dalam mengerjakan psikotes.

3.     Mendengarkan intruksi dengan seksama.

Kadang bukan karena Kamu bodoh atau tidak pintar. Tetapi karena Kamu tidak mendengarkan intruksi maka Kamu menjawab tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh tim seleksi.

Jadi sebaiknya saat akan psikotes, Kamu focus mendengarkan intruksi dengan seksama agar kamu dapat mengerti bagaimana seharusnya mengisi jawaban.

4.     Isi data yang dibutuhkan dengan lengkap dan benar

Kamu sudah memilih posisi yang tepat dan menjawab dengan baik semua soal psikotes. Akan tetapi karena kelalaian kecil karena tidak mengisi data yang dibutuhkan dengan lengkap dan benar. Tim seleksi tidak dapat menghubungi Kamu untuk tahap selanjutnya. Sungguh menyedihkan bukan?

5.     Cek kembali jawaban.

Jika Kamu telah selesai menjawab pertanyaan yang diberikan, sebaiknya cek kembali jawaban kamu. Apakah sudah benar dan tepat, apakah tidak tertukar soal demi soalnya? Disini diuji ketelitianmu, Jadi saat ada waktu lebih, cek kembali yah lembar jawabannya.

6.     Selesaikan sesuai waktu yang ditentukan.

Sebelum mengerjakan psikotes, cobalah lihat berapa lama waktu yang diberikan untuk mengerjakan. Cobalah rencanakan strategi menjawab pertanyaan dengan baik. Pilih jawaban yang mudah baru kemudian yang sulit. Jangan sampai Kamu focus pada satu soal sulit tetapi soal yang harusnya bisa kamu kerjakan tidak sempat kamu kerjakan karena kehabisan waktu.

Demikianlah artikel dari PsyLine.id Psikologi Online 6 tips agar lulus psikotes dalam seleksi pendidikan dan pekerjaan. Silahkan lihat tips lainya terkait dengan jenis psikotes dan tahapan seleksi masuk kerja. Agar dapat membuatmu mengerti lebih lanjut bagaiman proses seleksi pendidikan dan pekerjaan.

Sekali lagi, psikotes hanyalah alat bantu untuk proses seleksi jadi hadapi dengan baik dan jujur demi kebaikan Kamusendiri.

Semoga sukses dan Salam Bahagia.

Artikel sebelumnya membahas tentang: 11 Langkah Wujudkan Rumah Tangga Harmonis, Bukan hanya Sekedar Mimpi.

Tentang Penulis

Riswandi Alekhine

Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Seorang Aquascaper.
Jatuh cinta pada script, poetry, filsafat dan senja saat hujan.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan