Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Karir & Perusahaan | 569 Views

7 Kunci Sukses Negosiasi Remunerasi ala PsyLine.

3 April 2017 | Penulis: Arbono Lasmahadi

Salah satu tahapan penting dalam proses rekrutmen dan seleksi seorang kandidat untuk menjadi seorang karyawan adalah negosiasi remunerasi. Pada tahapan ini baik kandidat maupun tim penyeleksi yang dalam hal ini mewakili  pihak perusahaan, sudah menunjukkan itikad untuk menjalin hubungan kerja. Kunci Sukses Negosiasi Remunerasi.

Namun belum terungkap dalam sebuah kesepakatan yang akan dituangkan di dalam perjanjian kerja. Kunci Sukses Negosiasi Remunerasi.

Namun demikian kegagalan dalam menyelesaikan tahapan ini  dengan baik, dapat membuat kesepakatan yang diharapkan tidak menjadi kenyataan.

Kunci Sukses Negosiasi Remunerasi : Ketidak-sepakatan para pihak di dalam proses negosiasi.

Ini bisa disebabkan beberapa hal berikut :

Salah satu pihak atau kedua belah pihak kurang memberikan perhatian yang serius terhadap informasi remunerasi yang tertera di dalam formulir aplikasi pekerjaan.

seperti hal-hal berikut :

  • Kandidat tidak menuliskan apapun di kolom remunerasi yang diharapkan, karena beranggapakan bahwa dengan menuliskan harapannya, dan apabila tidak sesuai dengan harapan perusahaan, nanti dirinya bisa ditolak untuk mengikuti proses lebih lanjut.

Menurut hemat penulis, kalau kandidat telah mempertimbangkan dengan baik  bahwa remunerasi yang dia harapkan adalah hal penting yang sesuai dengan kemampuan dan pengalaman yang anda miliki, sebaiknya dituliskan.

Kalau karena hal tersebut akan jadi masalah bagi pihak perusahaan, berarti memang mungkin ini bukan pekerjaan yang dia cari, dan dia tidak perlu membuang waktu untuk sebuah proses seleksi yang ujungnya sudah anda dapat perkirakan hasilnya.

Kalau kandidat yang bersangkutan tetap melanjutkan prosesnya, berarti siap menerima kondisi yang mungkin tidak sesuai seperti yang diharapkan di akhir proses seleksi.

  • Tim penyeleksi tidak berupaya serius untuk meminta kandidat untuk melengkapinya, atau kurang memperdulikan informasi yang kandidat tuliskan Karena beranggapakan bahwa hal ini bisa dibicarakan lebih lanjut, manakala proses seleksi sudah semakin jelas hasilnya.

Kondisi-kondisi tersebut di atas dapat memberikan kontribusi atas gagalnya proses negosiasi remunerasi.  Hal ini bisa terjadi karena  tawaran yang diajukan pihak perusahaan tidak sesuai harapan, dan begitu juga sebaliknya, serta sulit untuk dijembatani karena kesenjangan  yang ada cukup besar.

Kunci Sukses Negosiasi Remunerasi dari awal.

Ada baiknya sejak awal ada kejelasan harapan dari masing-masing pihak tentang paket remunerasi yang diinginkan kandidat dan yang mungkin dapat ditawarkan oleh pihak perusahaan. Biasanya memang di awal proses pihak perusahaan tidak akan membuka paket remunerasi yang akan mereka tawarkan. Namun berdasarkan kelaziman, bila pihak perusahaan tidak memberikan komentar atas paket remunerasi yang diharapkan kandidat seperti yang tertulis di formulir aplikasi,  maka secara implisit  hal ini berarti tidak masalah.

Setidaknya “subject to negotiation” yang rentang kemungkinan terjadinya persetujuan cukup besar.  Kalau anda sebagai kandidat ragu, sebaiknya ditanyakan kepada pihak perusahaan. Sedangkan bila pihak perusahaan juga ragu bahwa mereka bisa mengakomodir harapan kandidat, sebaiknya diklarifikasi langsung kepada kandidat yang bersangkutan tentang informasi remunerasinya.

Ada kecenderungan perasaan superior pada sebagian tim seleksi atau pihak perusahaan, yang menganggap bahwa pencari kerja selalu berada pada posisi inferior dibandingkan mereka.

Sehingga beranggapan bahwa kandidat yang bersangkutan tidak mempunyai nilai tawar yang baik.

Hal ini tidak selalu benar, khususnya untuk jabatan-jabatan yang merupakan jabatan kunci dan  atau bila  orang orang yang dicari masuk kategori “ High Potential” atau “Talent”.

Para pihak, khususnya pihak kandidat, kurang melakukan persiapan dengan baik  saat menuju proses negosiasi remunerasi.

sehingga menemukan banyak kejutan-kejutan dalam proses negosiasi, yang dapat berujung kepada kekecewaan, yang dapat berakibat gagalnya tercapai kesepakatan.

Masalah-masalah tersebut di atas, mungkin bisa lebih kecil kemungkinan terjadinya bila proses seleksi menggunakan jasa pihak ketiga, yaitu konsultan pengerah tenaga kerja atau Executive Search.

Pihak ini yang berperan sebagai mediator pihak kandidat dan pihak perusahaan, yang mencoba untuk menjembatani harapan-harapan dari para pihak.

Dalam proses seperti ini, pihak ketiga akan membantu mengklarifikasi harapan-harapan masing-masing pihak yang mungkin belum dipahami dengan baik oleh masing masing pihak. Namun demikian dalam kenyataannya tidak semua perusahaan menggunakan jasa pihak ketiga, dengan berbagai pertimbangan, diantaranya jenjang dan jenis jabatan yang akan diisi dan atau anggaran yang tersedia.

Namun demikian  kalaupun proses seleksi dilakukan melalui jasa pihak konsultan pengerah tenaga kerja atau Executive Search, kandidat tetap harus mempersiapkan diri dengan baik saat akan memasuki tahap ini karena tahap ini akan menentukan kelanjutan karir dan kepuasan kandidat yang bersangkutan di masa yang akan datang.

Kunci Sukses Negosiasi Remunerasi : Keberhasilan Proses Negoisasi.

Orang bijak pernah berkata “80 persen keberhasilan proses negosiasi ditentukan oleh persiapan yang baik.”

Jadi dengan persiapan yang baik,  maka akan meningkatkan kemungkinan  proses negosiasi bisa terselesaikan dengan baik.

Lantas, bagaimana seorang kandidat mempersiapkan dirinya saat menuju proses negosiasi remunerasi dengan tim seleksi atau wakil dari pihak perusahaan? Persiapan-persiapan seperti apakah yang harus dilakukan oleh seorang kandidat ?

7 Kunci Sukses Negosiasi Remunerasi.

Ada 7 kiat yang yang dapat anda pertimbangkan. Seandainya kelak anda menjadi kandidat untuk mengisi sebuah jabatan lowong yang ditawarkan oleh pihak perusahaan lain kepada anda.

Sebagai berikut :

1. Pastikan dengan jelas remunerasi yang anda butuhkan dan inginkan.

Kunci Sukses Negosiasi Remunerasi Pertama: Setiap orang mempunyai daftar kebutuhan dan keinginan yang berbeda-beda.

  • Remunerasi yang anda butuhkan adalah Skema utama yang berkaitan dengan remunerasi yang anda harapkan. Semaksimal mungkin bisa anda peroleh dalam proses negosiasi. Bila skema yang anda harapkan tidak dapat anda peroleh, dapat mempengaruhi motivasi anda untuk bergabung dengan perusahaan. Misalnya : besaran gaji pokok, skema bonus/insientif,  fasilitas transportasi. Serta jaminan sosial ketenega-kerjaan, jaminan kesehatan, skema cuti, dan sebagainya.
  • Remunerasi yang anda inginkan adalah skema tambahan yang anda harapkan dapat diperoleh dalam proses negosiasi. Bila skema ini tidak diperoleh tidk terlalu berpengaruh besar terhadap motivasi anda untuk bergabung dengan perusahaan. Misalnya ; rekreasi perusahaan, bantuan pendidikan lanjutan, pinjaman, dan sebagainya.

2. Lakukan pekerjaan rumah anda.

Kunci Sukses Negosiasi Remunerasi kedua. Pertajam penelitian yang di awal pernah anda lakukan tentang perusahaan yang bersangkutan. Telitilah tentang kebijakan-kebijakan mereka di Bidang SDM, khususnya berkaitan dengan sistim remunerasi yang diterapkan di perusahaan.

Informasi ini mungkin  tidak bisa diperoleh secara langsung dari perusahaan yang bersangkutan. Namun mungkin bisa diperoleh melalui survey-survey remunerasi di bisnis sejenis yang ada di market, melalui jaringan profesional, dan sebagainya. Just be creative .

Bisa jadi anda tidak akan mendapatkan informasi yang akurat tentang perusahaan yang bersangkutan. Namun setidaknya anda mempunyai indikasi atau kecenderungan sistim remunerasi yang berlaku di perusahaan.

3. Tentukan Reservation Price, ZOPA dan BATNA anda.

  1. Reservation Price : Nilai terendah dari paket remunerasi yang ditawarkan pihak perusahaan , yang dapat anda terima dalam proses negosiasi.
  2. ZOPA (Zone of Possible Agreement) : Rentang paket remunerasi yang memungkinkan anda dan pihak perusahaan untuk bersepakat.
  3. BATNA ( Best Alternative of The Negotiated Agreement). Alternatif alternatif terbaik tentang skema remunerasi yang  anda tetapkan. Hal ini akan menjadi dasar untuk anda membuat keputusan melanjutkan proses negosiasi atau meninggalkannya.

4. Cari tahu  sebanyak mungkin informasi –informasi berikut dari pihak perusahaan.

  1. Perkiraan Nilai tertinggi dari paket remunerasi yang akan perusahaan tawarkan kepada anda , yang dapat anda terima dalam proses negosiasi.
  2. Perkiraan rentang paket remunerasi yang memungkinkan pihak perusahaan dan anda untuk bersepakat.
  3. Perkiraan BATNA ( Best Alternative of The Negotiated Agreement) dari pihak perusahaan. Alternatif alternatif terbaik tentang skema remunerasi yang akan ditawarkan oleh pihak perusahaan. Akan menjadi dasar untuk anda dan pihak perusahaan membuat keputusan melanjutkan proses negosiasi atau meninggalkannya.

5. Siapkan beberapa kemungkinan skenario yang muncul terkait tawaran remunerasi yang akan terjadi.

Buatlah simulasi kemungkinkan-kemungkinan skenario yang terjadi dalam proses negosiasi, misalnya :

  1. Pihak perusahaan langsung setuju dengan “counter offer” dari anda
  2. Pihak perusahaan memulai dengan tawaran yang rendah dan mereka membuat pernyataan bahwa “ ini tawaran terakhir kami”
  3. Pihak perusahaan setuju memberikan sejumlah konsesi
  4. Pihak perusahaan meminta anda untuk membuat “counter offer” yang bisa diterima.

6. Carilah mentor yang bisa menjadi “sparing partner” anda dalam proses persiapan ini.

Mempertimbangkan bahwa proses negosiasi ini penting untuk kelanjutan karir anda ke depan. Ada baiknya anda mencari seorang yang sudah berpengalaman dalam melakukan proses seperti ini. Atau orang mempunyai karir yang sukses untuk menjadi mentor anda khusus dalam persiapan ini.

Dengan mentor yang bersangkutan, anda bisa meminta pendapatnya tentang persiapan-persiapan yang sudah anda lakukan. Kemungkinan-kemungkinan tantangan dan hambatan yang akan ada hadapi dengan persiapan-persiapan tersebut.

Anda dapat melakukan revisi terhadap persiapan-persiapan yang telah anda lakukan, berdasarkan masukan dari mentor yang bersangkutan. Agar proses diskusi berjalan efektif, anda harus datang ke dalam proses mentoring dengan persiapan-persiapan yang baik, agar hasilnya optimal.

7. Berdoa.

Last but not least , berdoalah. Jangan pernah meremehkan kekuatan sebuah doa, yang insya Allah dapat membantu  membuka hati dan pikiran anda dan juga pihak perusahaan. Agar  menjalani proses negosiasi dengan niat dan semangat yang baik. Untuk memulai hubungan kerja yang bermanfaat bagi kedua belah pihak dan berkelanjutan.

Kiat kiat seperti tersebut di atas diharapkan dapat  membuat proses negosiasi yang anda lakukan akan berhasil seperti yang anda harapkan.

Di sisi lain bila negosiasi berjalan baik. Pihak perusahaan juga mencapai sasaran yang diinginkan untuk mendapatkan karyawan yang mereka butuhkan untuk menjalankan bisnis perusahaan. Perlu juga kita bersama ingat bahwa kegagalan yang terjadi tentuanya menimbulkan biaya yang tidak sedikit kepada anda dan pihak perusahaan. Silahkan dihitung jumlah jam yang anda dan pihak perusahaan telah habiskan untuk menjalani proses rekrutmen dan seleksi ini.

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi yang membacanya PsyLine.id. Mohon maaf atas kekurangan yang ada di dalam tulisan ini. Terima kasih.

Referensi

Thompson, L. Leight, 2005. The Mind and the Heart of the Negotiator. Pearson Education, Inc., Upper Saddle River : New Jersey.

Artikel sebelumnya membahas tentang: 6 Alasan Terjadinya PHK Pemutusan Hubungan Kerja.

Tentang Penulis

Arbono Lasmahadi

Psikolog Senior
Alumnus Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
Praktisi Senior Manajemen Sumber Daya Manusia.
Pengurus IOC.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan