Konsultasi Gratis
Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

8 hal yang membahagiakan menjadi seorang Jomblo

Cinta & Remaja | 692 Views

8 hal yang membahagiakan menjadi seorang Jomblo.

30 Mei 2017 | Penulis: Wulan Arumbi

Apakah kamu masih berstatus pelajar atau remaja belia yang masih butuh bayak pengalaman hidup dan belum siap untuk menikah? Sedangkan disekitarmu banyak pasangan yang membuatmu yang terkadang membuatmu merasa iri. Jangan iri Mblo, karena 8 hal yang membahagiakan menjadi seorang Jomblo.

Apa yang kamu lihat sebenarnya tidak seindah kenyataannya, lhoh?

Banyak pasangan “berpacaran” yang malah mendatangkan banyak masalah.  Tidak sebanding “bahagia” yang dirasakan.

Bagi kamu yang masih berstatus jomblo, atau sudah memproklamirkan sebagai jomlo sejati sebelum benar-benar siap menikah, tidak perlu khawatir. Menjadi jomlo bukanlah hal paling buruk dalam hidup anda, justru sebaliknya.

Banyak hal baik yang akan muncul ketika anda memutuskan menjadi jomblo sebelum benar-benar siap menuju gerbang suci pernikahan.

8 hal yang membahagiakan menjadi seorang Jomblo.

8 hal yang membahagiakan menjadi seorang Jomblo

Simak beberapa hal yang membahagiakan menjadi seorang Jomblo berikut ini!

  1. Jomblo itu artinya bebas kemana-mana

    Kamulah yang berhak atas dirimu sendiri, selain orangtua tentunya. Jomblo itu bebas karena tidak ada yang mengatur harus begini begitu. Tidak perlu khawatir apa yang kita pakai, dengan siapa kita akan pergi, dan bebas mau punya rencana apapun. Konflik karena pacaran akan terhapus dari kehidupanmu.

    Pasanganmu, baik laki-laki atau perempuan, bisa jadi bumerang juga,lho!. Ketika merasa memilikimu, ia membekali beragam aturan dan larangan. Mungkin tujuannya baik, tetapi kenyataannya, sering membuat tidak betah plus dicerewetin terus menerus.

    Mereka yang berpacaran bisa saja ribut karena masalah-masalah yang sesungguhnya sepele. Ada yang sampai nangis, ada juga yang sampai tidurnya terganggu. Sedangkan jomblo?

  2. Jomblo punya banyak waktu untuk mengejar kesuksesan

    Karena tidak melulu memikirkan si dia, jomblo mengalihkan konsentrasi nya ketempat lain. Salah satu pilihan terbaik tentunya jatuh kepada karir dan kualitas hidup.
    Coba lihat berapa kali si Taylor Swift dicampakkan dan menjomblo? Kalau gak jomblo, mana bisa dia bikin lagu-lagu hits soal patah hati.

    Kalau kamu terus-terusan disibukkan sama urusan pacarmu, kapan juga kamu mematangkan diri dan menjadi sukses? Bukankah sukses perlu usaha, proses, dan waktu sendiri? Malahan kesempatan untuk menjadi sukses ini semakin melekatkanmu pada predikat jomblo berkualitas.

  3. Jomblo itu masalah waktu

    Menjadi jomblo sebenarnya masalah waktu. Pacaran tidak menentukan bahwa selamanya kamu akan memiliki pasangan. Kalau kamu putus? Jadi jomblo lagi kan? Nah, itu sebenarnya Cuma masalah waktu saja, jangan panik jangan depresi.
    Santai saja, kamu akan punya pasangan pada waktunya. Seperti peribahasa “Asam di Gunung, garam di laut, bertemu dalam belanga.”

    Kalau yang namanya jodoh akan bertemu juga, walaupun berjauhan akan ditemukan di tempat yang tidak disangka-sangka.

  4. Bebas terjun ke kegiatan sosial

    Kamu yang berpacaran pasti akan banyak menghabiskan pikiran dan waktu untuk bersama pacar. Ada saja alasan untuk bertemu, bahkan ada juga yang sering jadi supir pribadi. Pulang kampus, langsung jemput, jalan-jalan, anter pulang.
    Beda sama jomblo yang punya banyak waktu untuk mengikuti berbagai macam organisasi sehingga  menambah keterampilannya. Bahkan ada juga yang bergabung menjadi relawan.

    Ilmu makin banyak, relasi pun semakin erat. Daripada pusing memikirkan si dia. Lebih baik fokus dan menyalurkan energi untuk belajar, bekerja, membuat usaha, dan berkontribusi dalam kegiatan sosial. Ilmu makin banyak, relasi pun semakin erat.

  5. Banyak sahabat

    Tidak jarang mereka yang sedang berpacaran malah kehilangan momen dan kebersamaan dengan teman-teman baiknya. Jangan sia-siakan hidupmu hanya untuk memikirkan cinta-cintaan.

  6. Jomblo punya banyak “Me time”

    Nah! Ini yang sering banget dilupakan. Diri sendiri butuh perhatian ”me time”. Istilah itu berangkat dari kebutuhan diri untuk disayang dan diperhatikan oleh diri sendiri. Jadi, kalau kamu sudah bisa memenuhi apa yang diri kamu mau, dijamin bisa bahagiakan orang lain.
    Saat kamu sendiri, manfaatkan kesempatan itu untuk menghayati diri kamu sendiri. Maksudnya, selama ini orang mencari pacar untuk membunuh kesendirian. Padahal sendiri yang akan membuat kamu mengenal diri kamu sendiri.

  7. Lebih Rajin Belajar

    Buat kamu yang masih tergolong pelajar, lebih baik habiskan waktumu untuk lebih rajin belajar dan gapai peringkat yang tinggi. Agar bisa menjadi orang yang sukses dan mempunyai kehidupan yang berkualitas di masa depan.
    Tidak ada pacar, waktu jadi lebih efisien. Yang tadinya ngerjain tugas sambil chatting-chatting manja, sekarang fokus, fokus, & fokus!

    Bayangkan dengan sebelumnya. Waktu mengerjakan tugas kuliah direlakan untuk jalan-jalan, nonton bioskop, belanja, dan ngobrol ngalor-ngidul. Kesempatan jalan dengan keluarga juga dibuang. Dengan hilangnya pacar, waktu lebih luang untuk mengerjakan hal yang jadi kewajiban kamu.

  8. Bisa menabung

    Berkat pilihan menjomblo efeknya adalah irit karena biaya untuk melakukan kewajiban membeli pulsa, makan, nonton, jalan-jalan, memberi hadiah kejutan dan sebagainya bisa ditabung.he..he.

Jomblo bukan sebuah masalah

8 hal yang membahagiakan menjadi seorang Jomblo

Jangan buat alasan untuk mengeluh. ingat, jomblo bukan masalah, tapi jomblo itu pilihan. Kamu memilih jomblo karena kamu tahu betapa berharganya kebebasan untuk eksplorasi.

Saat menjadi seorang jomblo adalah saat dimana kamu harus menikmati kebebasanmu. Kamu dapat menyalurkan bakatmu untuk menciptakan sebuah karya seni, berlibur, ataupun melakukan sesuatu yang baik. Hal-hal yang bernilai positve tanpa ada yang melarang.

Pacar bukanlah segalanya. Katanya pacar sumber bahagia.

Kata siapa?

Pacar cuma bisa kasih kebahagiaan sewaktu-waktu saja. Pacar nggak akan selalu bisa menemani ketika kamu sedih atau kesepian. Diri kamulah yang bisa memilih ingin bahagia atau tidak.

Bersyukur Kepada Tuhan

Hal ini adalah yang pertama kali harus dilakukan, yaitu bersyukur kepada Tuhan. Bersyukur karena kamu telah diberi hidup dan bersyukur atas status kejombloanmu. Tuhan telah mempersiapkan orang yang lebih pantas untukmu. Maka dari itu kamu harus bersyukur dalam segala hal.

Nah, yang lebih penting prioritaskan apa yang lebih penting sekarang. Kalau kalian masih berstatus pelajar. Perjuangkan masa depanmu dengan belajar dan mencari pengalaman. Saatnya jadi pejuang cinta belum datang. Tunggu saat yang tepat.

Lakukan sesuatu apapun itu, banyak sekali potensi kamu yang masih bisa digali dan dikembangkan. Pada akhirnya jodoh yang berkualitas hanya datang kepada mereka yang hidupnya juga berkualtas. Yang membahagiakan menjadi seorang Jomblo.

Jadi, berbahagialah menjadi jomblo. Fokuslah untuk memikirkan masa depanmu dari sekarang. Hidup itu adalah pilihan. Tentukan yang paling baik untukmu. PsyLine.id Psikologi Online Indonesia.

Salam bahagia.

Artikel sebelumnya membahas tentang: 

7 Alasan kita perlu melakukan Stop to think Just Do It.

Tentang Penulis

Wulan Arumbi

Seorang Guru dan ibu bahagia yang selalu ingin belajar.
Lulusan Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret Solo.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan