9 Kiat Membuat Perjanjian Kerja yang Menguntungkan kedua belah pihak.

Diposting: 3 April 2017 | Kategori Artikel: Karir & Perusahaan

Dilihat: 539 kali.

Penulis: Arbono Lasmahadi

Salah satu tahapan penting di akhir sebuah proses rekrutmen dan seleksi adalah membuat perjanjian kerja. Perjanjian kerja ini akan menjadi dasar dalam memulai hubungan kerja antara Kita dan pihak perusahaan. Inilah 9 Kiat Membuat Perjanjian Kerja.

Kita perlu dengan baik memahami isi perjanjian kerja yang bersangkutan dengan pekerjaan yang ditawarkan kepada Kita. Dengan pemahaman yang baik dapat mencegah terjadinya hal-hal yang mengganggu dan menghambat hubungan kerja Kita. Bahkan dengan pihak perusahaan di masa yang akan datang.

Ada Kiat Membuat Perjanjian Kerja agar menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Kiat-kiat ini dapat Kita gunakan untuk memastikan bahwa Kita dan pihak perusahaan memulai hubungan kerja dengan baik, sebagai berikut.

  1. Pastikan bahwa perjanjian kerja dibuat tertulis.

Kiat Membuat Perjanjian Kerja pertama. Perjanjian kerja yang tidak dibuat tertulis, memberi peluang terjadinya kesalah-pahaman dalam penerapannya, dan rawan menjadi perselisihan hubungan industrial.

  1. Pastikan dan pahami jenis hubungan kerja yang tercantum di dalam perjanjian kerja.

Kiat Membuat Perjanjian Kerja ke dua. Bentuknya bisa Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), yang masa berakhirnya jelas dan tidak  boleh mensyaratkan masa percobaan;  atau Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) , yang tidak menetapkan batas akhir kerjanya, dan dapat mensyaratkan masa percobaan.

  1. Pastikan dengan baik identitas dari para pihak yang membuat perjanjian kerja.

Yang dimaksud dengan identitas yaitu Kita dan pihak perusahaan yang akan memberika Kita pekerjaan.

  1. Pastikan dengan baik nama jabatan dan atau  jenis pekerjaan yang akan Kita kerjakan di perusahaan.

termasuk di dalamnya jenjang kepangkatan (grading).

  1. Pastikan dengan baik lokasi kerja atau lokasi penempatan Kita bekerja.

serta tempat dan tanggal dibuatnya perjanjian.

  1. Pastikan besaran upah.

Termasuk juga sistim pengupahan (bersih/kotor), cara pembayaran (harian, mingguan, atau bulanan). Bagaimana sistim kesejahteraan pegawai yang diberikan oleh pihak perusahaan. Seperti  hak cuti, bantuan/tunjangan kesehatan, tunjangan kelahiran, Jaminan sosial ketenaga-kerjaan dan sebagainya.

  1. Pastikan dengan baik bahwa isi perjanjian kerja tidak bertentangan dengan Peraturan Perusahaan (PP).

Dan juga tidak bertentangan dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) atau Peraturan Perundangan yang berlaku. Untuk itu bisa meminta kepada pihak perusahaan untuk memberikan satu salinan PP atau PKB yang masih berlaku. Hal ini untukKita pelajari.

  1. Pastikan bahwa perjanjian kerja dibuat dalam Bahasa Indonesia.

Sekiranya dibuat dalam bahasa asing, maka harus ada versi dalam Bahasa Indonesia. Bila suatu saat terjadi perselisihan yang terkait dengan perjanjian kerja, maka versi Bahasa Indonesia yang menjadi dasar rujukan penyelesaiannya.

  1. Pastikan sedikitnya ada 2 salinan asli.

Buatlah salinan dari perjanjian kerja ini yang telah Kita-tangani oleh kedua belah pihak, yang salah satunya harus Kita miliki.

Demikianlah kiat kiat yang dapat menjadi rujukan Kita saat membuat perjanjian kerja dengan pihak perusahaan yang menawarkan pekerjaan kepada Kita.

Semoga bermanfaat dan membantu Kita untuk memulai karir dengan awal yang baik. Sehingga dapat membantu Kita untuk sukses di kemudian hari. Ditulis untuk PsyLine.id.

Artikel sebelumnya membahas tentang: Curhat ke psikolog Menakutkan dan apakah perlu?

 

Tentang Penulis

Arbono Lasmahadi

Psikolog Senior
Alumnus Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
Praktisi Senior Manajemen Sumber Daya Manusia.
Pengurus IOC.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog