Dampak Negatif yang Ditimbulkan Akibat Terlalu Memanjakan Anak

Diposting: 21 Juni 2017 | Kategori Artikel: Gaya Hidup & Sosial, Keluarga & Pernikahan, Pendidikan & Anak

Dilihat: 4913 kali.

Penulis: Wulan Arumbi

Benarkah terlalu memanjakan anak akan berakibat buruk? Bagaimana dosis memanjakan yang tepat? Apakah kita termasuk orangtua yang memanjakan anak? Lalu apa akibatnya bila kita terlalu memanjakan anak? PsyLine.id Psikologi Online Indonesia akan membahas tentang Akibat Terlalu Memanjakan Anak.

Memanjakan anak dengan menuruti segala keinginannya dapat berakibat buruk. Kebiasaan ini tanpa kita sadari berpengaruh pada pembentukan karakter yang negatif.

Akibat Terlalu Memanjakan Anak

Berikut ini beberapa karakter tidak baik Akibat Terlalu Memanjakan Anak.

  1. Anak semakin banyak keinginan

    Mengabulkan semua keinginan anak, akan membuat kita kesulitan untuk berkata tidak di kemudian hari. Anak akan dengan mudah mendeteksi kelemahan kita. Sehingga mereka memanfaatkannya untuk mendapatkan lebih banyak lagi keinginannya. Suatu saat jika kita merasa kewalahan dan ingin menghentikannya, akan lebih sulit karena anak sudah terbiasa dituruti.

  2. Anak menjadi keras kepala dan pemarah

    Rengekan anak terkadang membuat kita tidak tahan untuk menolak permintaannya. Padahal belum tentu sesuatu yang ia minta ia butuhkan saat ini. Kita meloloskan keinginannya hanya sekedar ingin ia diam dan berhenti merengek. Bukan malah memberi pengertian bahwa keinginan anak belum tepat untuk dikabulkan sekarang.

    Nah, karena sudah terbiasa dituruti, tentu ia akan merasa kecewa jika suatu ketika Kita mencoba menghentikannya. Kemarahan dan frustrasi saat tidak dituruti dapat diekspresikan dengan paksaan. Baik lewat segala cara yang tentu akan membuat Kita pusing. Seperti memaksa, keras kepala dan marah-marah.

  3. Akibat Terlalu Memanjakan Anak, Anak menjadi egois

    Pada umumnya, anak yang telalu dimanjakan akan tumbuh menjadi anak yang lebih egois daripada anak yang tidak selalu dimanjakan. Mereka terbiasa hidup mudah dan nyaman. Sehingga sulit ditarik keluar dari zona nyamannya.

    Mereka akan tumbuh menjadi ‘aku’ yang selalu dituruti sehingga menjadi egois. Selalu ingin didengarkan dan dituruti. Mereka cenderung sulit berbagi dengan orang lain. Bahkan dapat menjadi ‘tukang pamer’ di depan teman-temannya.

  4. Anak menjadi suka melawan orang tua

    Ketika anak sudah berada dalam tahap berani kepada orangtua, hal ini perlu menjadi bahan koreksi diri kita. Mungkin ada yang salah dengan cara kita memperlakukan anak.

    Anak yang sangat disayang dan selalu dituruti, akan cenderung melawan dan tidak mau mendengarkan perkataan orang tuanya. Mereka tahu bahwa orang tuanya akan tetap menyayangi mereka, apapun yang mereka perbuat. Mereka bahkan tidak takut melawan orang tua saat merasa ditekan dan dipaksa menuruti keinginan orang tuanya.

  5. Anak sulit dewasa

    Kita tentu ingin melihat buah hati Kita tumbuh besar menjadi dewasa dengan karakter yang baik dan bertanggung jawab. Namun jika Kita masih terus membiasakan diri menuruti segala keinginan anak. Bisa jadi Kita hanya akan membentuk seseorang dengan karakter yang tidak dapat dewasa. Mereka akan sulit untuk mau bekerja keras dan berusaha. Hidupnya bergantung pada kemudahan orang tua dan sifat-sifat buruk lainnya.

  6. Anak sulit mengatasi kekecewaan

    Memperlakukan anak kita seperti raja hingga ia dewasa di dalam rumah. Hal itu membuatnya tidak bisa beradaptasi dengan baik ketika berada di luar rumah. Hal itu dikarenakan tidak semua orang akan bersedia menuruti keinginannya. Dan kekecewaan dapat berdampak besar seperti mudah marah meledak-ledak, depresi dan efek psikologis sebagainya. Saat ketika mereka berhadapan dengan lingkungan barunya di luar rumah.

  7. Anak Kurang Bisa Mandiri

    Ketergantungan anak kepada orangtua karena setiap harinya selalu dimanja akan menjadikan anak kurang mandiri. Ia merasa bahwa segala sesuatu bisa dipenuhi oleh orangtua, sehingga ia lebih cenderung bergantung pada orangtua tanpa belajar untuk hidup mandiri sejak dini.

  8. Anak Kurang Bisa Mengatur Waktu

    Jika segala keinginan anak dipenuhi bahkan tidak tega membiarkan anak melakukan aktivitas kecil dalam rumah. Seperti merapikan tempat tidur, mengambil makanan sendiri, mencuci baju dan menatanya, dan lain sebagainya. Hal ini akan membuat anak tidak bisa mengatur waktu dan senang berbuat seenaknya.

  9. Anak Kurang Inisiatif dan Kreatif

    Coba bandingkan dengan anak yang memang dari kecil sudah belajar bekerja membantu orangtua, tentu akan sangat berbeda, pola pikir anak seperti itu lebih cenderung bersifat dinamis dibandingkan anak yang manja. Biasanya, anak yang serung dimanja memiliki pola pikir kurang inisiatif, kurang keratif, dan kurang dinamis.

  10. Sudah Dewasa Tetapi Pola Pikir Masih Seperti Anak-anak

    Pendidikan yang diberikan orangtua kepada anak sangatlah mempengaruhi kehidupan anak sampai dewasa nanti karena memang dasar watak anak diasah sejak kecil. Anak yang memang dimanja sejak dini, jika ia sudah dewasa pola pikirnya pun tidak jauh berbeda dan masih kekanak-kanakan.

  11. Akibat Terlalu Memanjakan Anak timbul Tantrum pada Anak.

    Tantrum merupakan fase ketika anak Kita mengalami kemarahan luar biasa dengan karakteristik frustasi, dilanjutkan dengan menangis, berteriak, dan pergerakan badan yang berlebihan, termasuk melempar barang, menjatuhkan diri ke lantai, dan lain-lain.
    Akibat Terlalu Memanjakan Anak

    Menurut Eileen Hayes dalam bukunya Practical Parenting:
    Tantrums, anak-anak yang dibesarkan oleh orangtua yang permisif akan tumbuh menjadi anak-anak yang tidak mandiri. Mereka tidak bisa memecahkan masalah, dan tidak bertanggung jawab terhadap tingkah laku mereka sendiri.

  12. Anak Bisa Saja Terlibat Kenakalan Remaja

    Salah satu faktor penyebab kenakalan masa remaja adalah Akibat Terlalu Memanjakan Anak. Orangtua hanya memenuhi kebutuhan fisik anak tanpa memperhatikan kebutuhan moral. Jika di dalam rumah ia berbuat sesuai keinginan, maka di luar rumah pun juga demikian.

    Mereka melakukan hal yang menurutnya menyenangkan. Sering pulang malam-malam, pergaulan bebas, mabuk-mabukan, narkoba, dan lainnya. Hal itu adalah contoh kenakalan masa remaja akibat kurangnya pendidikan moral dari orangtua.

Artikel Terkait:

9 Tanda Orangtua yang Terlalu Memanjakan Anak. Apakah Kita Termasuk?

7 Cara Tepat Memanjakan Anak Tanpa Manja Berlebih.

10 Cara Ampuh Menghadapi Anak Manja Agar Tidak Berlarut.

Beberapa hal negatif yang dapat timbul dari sikap orang tua yang Akibat Terlalu Memanjakan Anak. Membuat kita harus mampu memilah kapan saatnya memanjakan anak dan kapan harus bersikap tegas untuk menolaknya.

Nah, kita sebagai orangtua sebaiknya mengoreksi diri juga. Apakah selama ini cukup bijaksana atau malah sudah masuk dalam kategori memanjakan anak dengan berlebihan. Apakah dampak negatif karena Akibat Terlalu Memanjakan Anak.

Namun apabila kita sudah merasa tidak dapat menghadapi anak yang telah terlanjur dimanja, kita bisa konsultasi Psikologi Online. Tempat curhat online yang bisa kita gunakan adalah di PsyLine.id Psikologi Online Indonesia.

Kita bisa berbagi cerita kepada Psikolog berpengalaman pada bidangnya. PsyLine.id adalah sebuah situs Psikologi Online Indonesia yang membantu kita yang membutuhkan. PsyLine.id  menjamin 100% kerahasiannya, dan hanya dipergunakan untuk membantu kita menjadi lebih baik.

Klik Link di Bawah ini:

CONTEXT Konsultasi Psikologi Online Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Salam Bahagia.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Teman Curhat Itu Penting! Cari Tahu Pentingnya Bagi Setiap Orang.

Tentang Penulis

Wulan Arumbi

Seorang Guru dan ibu bahagia yang selalu ingin belajar.
Lulusan Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret Solo.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog