Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Hipnosis atau hipnotis

Klinis & Kepribadian | 2324 Views

Apa itu Hipnosis atau hipnotis? Dan bagaimana cara kerjanya?

3 Juni 2017 | Penulis: Riswandi Alekhine

Hipnosis atau hipnotis adalah sebuah prosedur sugesti oleh professional Terapis atau peneliti kepada seseorang. Dimana orang tersebut mengalami perubahan dalam sensasi, persepsi, pemikiran atau tingkah laku (American Psychological Association’s Div. 30).

Meskipun hypnosis kontroversial. Banyak terapis saat ini sepakat bahwa hypnosis dapat sangat berguna, dan efektif untuk teknik terapi dalam skala luas. Seperti untuk terapi kecemasan, rasa sakit, dan gangguan mood. Hipnosis juga dapat membantu orang dalam mengubah kebiasaannya. Seperti dalam berhenti merokok dan menurunkan berat badan.

Hipnosis merupakan terapi yang popular saat ini, mungkin karena bagi sebagian orang hypnosis tidak hanya pengetahuan tetapi juga seni. Pada beberapa orang hypnosis dijadikan hiburan untuk seni pertunjukan.

Apakah ada bukti tentang hipnosis atau hipnotis?

Jawabannya adalah iyah. Meskipun tidak banyak contoh dalam literature secara science yang menguji kegunaan dari hypnosis.

Hipnosis atau hipnotis

Sebuah penelitian dalam jurnal Gut sangat membantu untuk menjelaskan tentang hipnosis. Penelitian ini melibatkan 204 orang yang terpapar rasa sakit sebuah sindrom. Sesi terapi dilakukan seminggu sekali selama 12 kali dengan waktu sedikitnya 1 jam per sesi.

Setelah seluruh sesi selesai dilakukan, dilaporkan bahwa 58% laki-laki dan 75% wanita secara signifikan berkurang paparan rasa sakitnya. Selanjutnya 80 % dari yang dilaporkan tersebut, tetap tidak terpapar 6 tahun kemudian. Dan kurang dari 10% mencari alternative terapi setelah penelitian tersebut. (Gut, November 2013).

Penelitian tersebut membuktikan secara ilmiah bahwa hypnosis merupakan terapi yang efektif dan dapat memberikan hasil yang positif.

Apakah semua orang dapat dihipnosis?

Setiap orang memiliki derajat atau tingkatan yang berbeda-beda dalam berespon terhadap hipnosis. Kemampuan seseorang dalam mengalami hypnosis dapat terhambat oleh rasa takut dan kewaspadaan yang timbul akibat salah persepsi yang umum.

Masyarakat awam banyak yang memahami atau mempersepsikan bahwa orang yang terkena hypnosis akan kehilangan control kesadaran dan perilaku. Hal ini akibat pengaruh film, televise dan informasi yang kurang tepat. Apalagi dalam masyarakat Indonesia, hypnosis telah melekat kepada kejahatan pemerasan dengan menghilangkan kesadaran orang.

Bagaimana hipnosis atau hipnotis bekerja?

Manusia memiliki dua fungsi otak yang berbeda, yaitu:

  1. Otak sadar yang rasional & analitis,
  2. otak bawah sadar yang mengendalikan emosi dan insting.

Dua otak tersebut dalam dunia kedokteran dinamakan frontal cortex dan amygdala. Pada dua otak tersebut ada sistem yang menjadi filter agar tidak semua hal harus dilakukan oleh otak sadar. Biasanya ini dilakukan secara terus menerus atau latihan.

Sistem ini disebut sebagai RAS (reticular activating system) atau critical area.

Sebagai contoh, saat pertama kali belajar setir mobil. Kita secara sadar berusaha untuk mengontrol kaki untuk menginjak rem, kopling dan gas. Seiring latihan dan terus menerus. Kita bahkan tidak perlu berpikir lagi untuk mengendalikan kaki kita untuk menginjak rem, kopling dan gas. Bahkan kita sering melakukan aktivitas lain sembari menyetir mobil.

Pada tahap awal belajar mobil, kita menggunakan otak sadar untuk mengendalikan otot kaki kita. Dan berangsur memindahkannya keotak bawah sadar.

Pada dasarnya dalam proses hipnosis, sugesti atau perintah untuk membuat seseorang mengalami sensasi, persepsi, pemikiran dan perilaku tersebut. Diharapkan dapat diterima langsung oleh otak bawah sadar.

Akan tetapi tidak semua pesan atau perintah dapat diterima oleh otak bawah sadar seseorang. Karena adanya critical area. Inilah inti dari proses hypnosis. Yaitu membuat critical area beristirahat atau tidak bekerja agar pesan dan perintah yang disampaikan dapat langsung diterima oleh otak bawah sadar.

Bagaimana membuat critical area tidak bekerja?

Hal inilah yang biasanya disebut sebagai seni hipnosis. Ada 4 situasi dimana critical area tidak bekerja:

  1. Fokus

    Situasi dimana seseorang berusaha untuk memperhatikan pesan atau perintah yang akan dimasukan kedalam otak bawahsadar. Tidak semua orang dapat langsung melakukan hal ini. Perlu latihan yang sangat panjang untuk dapat focus memasukan pesan dan perintah keotak bawah sadar.

    Yoga, meditasi, zikir dan ibadah merupakan salah satu latihan untuk memberikan kekuatan untuk focus dan membuat critical area tidak aktif. Sehingga proses sugesti dapat langsung diterima oleh otak bawah sadar.

  2. Kaget

    Ini biasanya yang dilakukan oleh pelaku kejahatan dalam meng-hipnosis seseorang. Yaitu dengan membuat kaget sehingga critical area tidak bekerja. Biasanya dilakukan secara tiba-tiba dan intens, sehingga otak menjadi overload dan mengistirahatkan critical area.

    Dalam kondisi ini pelaku kejahatan memberikan perintah langsung ke otak bawah sadar korban untuk melakukan sesuatu. Sebagai contoh, anda tiba-tiba ditegur oleh seseorang yang mengaku teman Anda di SMP dan langsung memeluk Anda. Secara reflex otak anda akan me-recall memori untuk mengingat dan mengenali orang yang mengaku teman Anda.

    Pada kondisi ini, otak anda bekerja secara parallel. Yaitu recall memori, bingung, menjawab pertanyaan, dan aktivitas lain yang sedang dilakukan. Hal ini membuat otak menjadi overload. Sehingga biasanya Anda akan mengiyakan apapun yang diperintah atau dibicarakan oleh orang mengaku teman Andat ersebut.

  3. Lelah atau Cape

    Kondisi ini hampir mirip dengan kondisi nomor 2, tetapi ini lebih penurunan kondisi otak sadar yang telah Lelah. Pada kondisi ini, sugesti dapat sangat mudah masuk ke otak bawah sadar.

  4. Mengantuk

    Pada waktu menjelang tidur atau mengantuk, otak bertransisi dari otak sadar ke otak bawah sadar sebelum akhirnya terlelap. Pada kondisi ini sangat efektif untuk melakukan hipnosis. Banyak terapi parenting dilakukan pada waktu ini. Yaitu melalui dongeng, cerita islami, cerita wayang ataupun pesan langsung kepada anak tercinta. Agar pesan dapat langsung masuk kebawah sadar anak.

Artikel tentang hipnosis atau hipnotis ini merupakan awalan dari seri artikel tentang hipnosis. Selanjutnya PsyLine.id Psikologi Online Indonesia akan dibahas tentang sejarah hipnosis, terapi hipnosis, mitos hipnosis.

Semua pengetahuan ini agar dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari kita. Baik dalam dunia kerja seperti dalam penjualan, presentasi maupun dirumah seperti dalam parenting.

Semoga artikel tentang hipnosis atau hipnotis ini berguna dalam kehidupan kita, salam bahagia.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

30 Kunci Untuk Hidup Lebih Baik. Salam Bahagia.

Tentang Penulis

Riswandi Alekhine

Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Seorang Aquascaper.
Jatuh cinta pada script, poetry, filsafat dan senja saat hujan.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan