Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Apa itu Insomnia

Klinis & Kepribadian | 4115 Views

Apa itu Insomnia? Apa Penyebabnya? dan 14 cara mengobatinya.

2 Mei 2017 | Penulis: Riswandi Alekhine

Apa itu Insomnia? Insomnia adalah adalah gejala kelainan dalam tidur. Kelainan itu berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur (walaupun ada kesempatan).

Biasanya insomnia disebabkan oleh gangguan di dalam waktu dan mekanisme tidur dan perilaku yang tidak sehat. Seperti tidak teratur jam tidur, seringnya begadang dan penggunaan kafein atau obat-obatan.

Insomnia adalah sebagian dari gangguan tidur, tetapi keluhan ini adalah keluhan yang paling sering dari gangguan tidur. Ada beberapa masalah tidur selain dari Insomnia, antara lain:

  • insomnia,
  • narcolepsy,
  • hypersomnia,
  • dan apnea.

Karena artikel dari PsyLine.id Konsultasi Online ini membahas tentang insomnia, maka kita bahas tentang insomnia saja. Bahasan tentang gangguan tidur yang lainnya, akan kita bahas dalam artikel yang lainnya.

Apa Itu Insomia?

Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan untuk tidur. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun.

Insomnia lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria. Dengan perbandingan 3:2. Dengan bertambahnya usia bertambah pula angka kejadian gangguan tidur.

Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis. Dalam hal ini, bantuan medis atau psikologis akan diperlukan.

Salah satu terapi psikologis yang efektif menangani insomnia adalah terapi kognitif. Dalam terapi tersebut, seorang pasien diajari untuk memperbaiki kebiasaan tidur. Terapi tersebut juga mengajari cara menghilangkan asumsi yang kontra-produktif mengenai tidur.

Banyak penderita insomnia tergantung pada obat tidur dan zat penenang lainnya untuk bisa beristirahat. Semua obat sedatif memiliki potensi untuk menyebabkan ketergantungan psikologis. Ketergantngan itu berupa anggapan bahwa mereka tidak dapat tidur tanpa obat tersebut.

Jenis Insomnia

Di Amerika Serikat, kurang lebih sepertiga penduduknya memiliki gangguan tidur. Sedangkan di Indonesia gangguan tidur bervariasi, tergantung pekerjaan yang dimiliki.

Pekerjaan-pekerjaan yang mengakibatkan terganggunya siklus tidur. Seperti: perawat, dokter dan satpam, sangat besar menimbulkan gangguan tidur pada individu tersebut.

Ada penelitian yang membuktikan bahwa 70% dari perawat di Jakarta mengalami insomnia.

Ada tiga jenis gangguan insomnia, yaitu:

  1. Sleep onset insomnia (Susah tidur),
  2. Sleep maintenance insomnia (Selalu terbangun di tengah malam),
  3. Early awakening insomnia (Selalu bangun lebih cepat dari yang diinginkan).

Apa itu Insomnia dan diagnosanya?

Pasien dengan berbagai penyakit termasuk sindrom fase tidur tertunda sering salah didiagnosis sebagai Insomnia.

Untuk mendiagnosis insomnia, dilakukan penilaian terhadap:

  1. Pola tidur penderita sakit jiwa
  2. Pemakaian obat-obatan, alkohol, atau obat terlarang.
  3. Tingkatan stres psikis.
  4. Riwayat medis.
  5. Aktivitas fisik.

Diagnosis kepada kebutuhan tidur secara individual.

Gejala insomnia adalah susahnya seorang individu untuk tidur nyenyak, sehingga terjadi peningkatan waktu terjaga. Sulitnya mempertahankan tidur dan tidak dapat tidur dengan cukup, mengakibatkan seorang seseorang terbangun sebelum dia tidur lelap.

Gangguan dari siklus tidur dapat disebabkan oleh irama sikardian. Irama Sikardian adalah gangguan dalam irama tidur dan bangun yang terganggu karena jet-lag atau pekerjaan.

Hypersomnia atau tidur yang berlebih adalah gejala dari kurangnya kualitas dari tidur seseorang. Sehingga seringkali dibutuhkan waktu tidur yang lebih lama dari normal.

Beberapa gejala lain dari gangguan tidur adalah tidur berjalan (sonambulisme) dan mimpi buruk (nightmares).

Penyebab Insomnia.

Insomnia bukan suatu penyakit, tetapi merupakan suatu gejala yang memiliki berbagai penyebab. Penyebabnya seperti kelainan emosional,kelainan fisik dan pemakaian obat-obatan.

Sulit tidur sering terjadi, baik pada usia muda maupun usia lanjut. Insomnia seringkali timbul bersamaan dengan gangguan emosional, seperti kecemasan, kegelisahan, depresi atau ketakutan.

Dengan bertambahnya usia, waktu tidur cenderung berkurang. Stadium tidur juga berubah. Dimana stadium 4 menjadi lebih pendek dan pada akhirnya menghilang. Dan kemudian pada semua stadium lebih banyak terjaga. Perubahan ini, walaupun normal, sering membuat orang tua berfikir bahwa mereka tidak cukup tidur.

Pola terbangun pada dini hari lebih sering ditemukan pada usia lanjut. Beberapa orang tertidur secara normal tetapi terbangun beberapa jam kemudian dan sulit untuk tertidur kembali.

Kadang mereka tidur dalam keadaan gelisah dan merasa belum puas tidur. Terbangun pada dini hari, pada usia berapapun, merupakan pertanda dari depresi.

Orang yang pola tidurnya terganggu dapat mengalami irama tidur yang terbalik. Mereka tertidur bukan pada waktunya tidur dan bangun pada saatnya tidur.

Penyebab insomnia sering terjadi sebagai akibat dari:

  1. Jet lag (terutama jika bepergian dari timur ke barat).
  2. Bekerja pada malam hari.
  3. Sering berubah-ubah jam kerja.
  4. Penggunaan alkohol yang berlebihan.
  5. Efek samping obat (kadang-kadang).
  6. Kerusakan pada otak (karena ensefalitis, stroke, penyakit Alzheimer).
  7. Kadang seseorang sulit tidur hanya karena badan dan otaknya tidak lelah.

Gejala

Penderita yang mengalami kesulitan untuk tidur akan merasakan kelelahan di sepanjang harinya. Awal proses tidur pada pasien insomnia mengacu pada latensi yang berkepanjangan dari waktu akan tidur sampai tertidur.

Dalam Insomnia psiko-fisiologis, penderita mungkin mengeluh perasaan cemas, tegang, khawatir, atau mengingat secara terus-menerus. Masalah pada masa lalu atau pada masa depan juga membuat mereka berbaring di tempat tidur terlalu lama tanpa tertidur.

Pada insomnia akut, dimungkinkan ada suatu peristiwa yang memicu trauma. Seperti kematian atau penyakit yang menyerang orang yang dicintai. Hal ini dapat dikaitkan dengan timbulnya insomnia.

Pola ini dapat menjadi tetap dari waktu ke waktu. Penderita dapat mengalami insomnia, berulang dan terus-menerus. Semakin keras usaha penderita mencoba untuk tidur, maka semakin sulit pula dia tertidur.

Tempat tidur akhirnya dipandang sebagai medan perang.

Di dalam buku Applications in Self-Management (Brian T. Yates, 1986) memberikan daftar untuk mendiagnosis masalah tidur.

Anda mungkin memiliki masalah insomnia jika beberapa dari hal-hal berikut terjadi pada Anda:

  1. Sering tidak dapat tidur, tidur tidak nyenyak ataupun bangun terlalu dini.
  2. Merasa lelah dan tertekan pada waktu pagi atau malam hari.
  3. Memiliki lingkaran gelap dan membengkak di sekitar kantung mata anda.
  4. Tertidur di pesta atau setelah makan malam di rumah orang.
  5. Kurang aktif dan memiliki sedikit hubungan sosial.
  6. Merasa seperti kehilangan fokus perhatian yang membuat anda tidak dapat merespon rangsangan dari luar.
  7. Sensitif terhadap hal sepele.
  8. Sangat sensitif terhadap rangsangan internal seperti sakit perut (maag) atau kejang-kejang.
  9. Takut menghadapi malam hari karena anda susah tidur.
  10. Mudah tersinggung atas hal-hal yang tidak penting.
  11. Mengkonsumsi obat-obat tidur dalam beberapa bulan terakhir.
  12. Menggunakan rokok, alkohol atau obat-obatan untuk menenangkan diri atau untuk tidur.
  13. Kecanduan obat-obatan, terutama yang mengandung zat penenang.

Jika ada salah satu dari sejumlah daftar tersebut terjadi pada Anda. Maka dapat dipastikan Anda telah mengalami masalah dalam tidur atau insomnia.

Pengobatan Insomnia

Pengobatan insomnia tergantung kepada penyebab dan beratnya insomnia.

Orang tua yang mengalami perubahan tidur karena bertambahnya usia. Hal itu biasanya tidak memerlukan pengobatan, karena perubahan tersebut adalah normal.

Penderita insomnia hendaknya tetap tenang dan santai beberapa jam sebelum waktu tidur tiba. Ciptakanlah suasana yang nyaman di kamar tidur. Buat cahaya yang redup dan tidak berisik.

Gangguan tidur insomnia merupakan gangguan yang belum serius jika Anda mengalaminya kurang dari sepuluh hari.

Untuk mengatasi gangguan ini, kita dapat menggunakan teknik-teknik relaksasi dan pemrograman bawah sadar. Yang penting kita harus dapat menjaga keseimbangan frekuensi gelombang otak agar sesering mungkin berada dalam kondisi relaks dan meditatif.

Sehingga ketika kita harus tidur kita tidak mengalami kesulitan untuk menurunkan gelombang otak ke frekuensi delta.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah insomnia antara lain:

  1. Dengan obat untuk mengurangi stres.

    Jika penyebabnya adalah  stres emosional, depresi, maka diberikan obat anti-depresi.

  2. Dengan Obat Tidur.

    Jika gangguan tidur berhubungan dengan aktivitas normal penderita dan penderita merasa sehat, bisa diberikan obat tidur untuk sementara waktu.

  3. Hipnoterapi.

    Alternatif lain untuk mengatasi insomnia tanpa obat-obatan adalah dengan terapi hipnosis atau hipnoterapi.

  4. Berolah raga teratur.

    Beberapa penelitian menyebutkan berolah raga yang teratur dapat membantu orang yang mengalami masalah dengan tidur. Olah raga sebaiknya dilakukan pada pagi hari dan bukan beberapa menit menjelang tidur. Dengan berolah raga, kesehatan Anda menjadi lebih optimal, sehingga tubuh dapat melawan stress yang muncul dengan lebih baik.

  5. Hindari makan dan minum terlalu banyak menjelang tidur.

    Makanan yang terlalu banyak akan menyebabkan perut menjadi tidak nyaman. Ssementara minum yang terlalu banyak akan menyebabkan Anda sering ke belakang untuk buang air kecil. Sudah tentu kedua keadaan ini akan menganggu kenyenyakan tidur Anda.

  6. Tidurlah dalam lingkungan yang nyaman.

    Saat tidur, matikan lampu, matikan hal-hal yang menimbulkan suara. Pastikan Anda nyaman dengan suhu ruangan tidur Anda.Jauhkan jam meja dari pandangan Anda. Karena benda itu dapat membuat Anda cemas karena belum dapat terlelap sementara jarum jam kian larut.

  7. Hindari Teh, Kopi, Alkohol dan rokok.

    Kurangi mengkonsumsi yang bersifat stimulan atau yang membuat Anda terjaga. Hal-hal tersebut akan menyebabkan Anda terjaga yang tentu saja tidak Anda perlukan bila ingin tidur.

  8. Makananlah makanan ringan.

    Makanan ringan yang mengandung sedikit karbohidrat menjelang tidur. Bila tersedia, tambahkan dengan segelas susu hangat low-fat.

  9. Mandilah dengan air hangat.

    30 menit atau satu jam sebelum tidur. Mandi air hangat akan menyebabkan efek sedasi atau merangsang tidur. Selain itu, mandi air hangat juga mengurangi ketengangan tubuh.

  10. Hentikan menonton TV dan membaca buku.

    Setidaknya satu jam sebelum tidur. Gunakanlah tempat tidur Anda khusus hanya untuk tidur. Hal ini akan membantu tubuh Anda menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tidur. Saat Anda berbaring di tempat tidur, maka akan timbul rangsangan untuk tidur.

  11. Lakukan aktivitas relaksasi secara rutin.

    Mendengarkan musik, melatih pernafasan, meditasi dan lain-lain akan membantu memperlambat proses yang terjadi dalam tubuh. Sehingga tubuh Anda akan menjadi lebih santai. Keadaan ini akan mempemudah anda untuk tidur.

  12. Jernihkan pikiran Anda.

    Enyahkan segala kekhawatiran yang menghinggapi pikiran Anda. Salah satu cara untuk ini adalah dengan menuliskan semua pikiran Anda lewat media blog.

  13. Tidur teratur setiap hari.

    Waktu tidur yang kacau akan mengacaukan waktu tidur Anda selanjutnya.

  14. Matikan SmartPhone Anda.

    Pancaran sinar dari layar smart phone ada dapat membuat mata tegang. Mata akan terfokus pada layar smart phone, sehingga menghilangkan rasa kantuk Anda.

Hubungan Insomnia dengan kematian.

Sebuah survei dari 1,1 juta penduduk di Amerika yang dilakukan oleh American Cancer Society. Mereka menemukan:

  • Bahwa mereka yang dilaporkan tidur sekitar 7 jam setiap malam memiliki tingkat kematian terendah.
  • Orang-orang yang tidur kurang dari 6 jam atau lebih dari 8 jam lebih tinggi tingkat kematiannya.
  • Tidur selama 8,5 jam atau lebih setiap malam dapat meningkatkan angka kematian sebesar 15%.
  • Insomnia kronis – tidur kurang dari 3,5 jam (wanita) dan 4,5 jam (laki-laki) juga dapat menyebabkan kenaikan sebesar 15% tingkat kematian.
  • Setelah mengontrol durasi tidur dan insomnia, penggunaan pil tidur juga berkaitan dengan peningkatan angka kematian.

Warning..!

Artikel dari PsyLine.id Psikologi Online tentang penyebab Insomnia dan cara penanggulangannya ini berupa memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan.

Informasi dalam artikel ini hanya digunakan untuk penjelasan ilmiah. Bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis.Informasi dalam artikel ini bukanlah resep atau nasihat medis.

PsyLine.id Psikologi Online bukan pengganti dokter.

Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.

Demikianlah artikel tentang Apa itu Insomnia? Apa Penyebabnya dan Bagaimana cara mengobatinya. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Salam Bahagia..

Artikel sebelumnya membahas tentang: Tanda Anak Mulai Pacaran, Bagaimana Sikap Orangtua saat Anak kesayangan mulai “jatuh cinta”?

Tentang Penulis

Riswandi Alekhine

Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Seorang Aquascaper.
Jatuh cinta pada script, poetry, filsafat dan senja saat hujan.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan