Apa itu Introvert? Bagaimana cara berinteraksi dengan mereka?

Diposting: 6 Mei 2017 | Kategori Artikel: Klinis & Kepribadian

Dilihat: 38474 kali.

Penulis: Riswandi Alekhine

Apa itu Introvert? Sering kita dengar namun apakah kita paham dengan Pengertian Introvert?

Pernahkah kamu memiliki sahabat atau teman dekat yang lebih suka menyendiri? Atau mungkin kamu sendiri yang lebih suka menyendiri daripada berkumpul dengan teman? Sangat jarang melihatnya berjalan bersama teman-teman sambil bercanda gurau.

Dia mungkin sering kamu lihat pada jam istirahat di taman. Duduk sendirian memandang sekeliling sambil minum kopi. Atau duduk di sebuah ruangan sambil membaca buku atau majalah.

“Aku benci keramaian banyak orang dan harus berpidato.

Aku benci disorot kamera dan harus menjawab berondongan pertanyaan.

Kenapa popularitas mencengkeram aku, yang seorang ilmuan, yang selalu berurusan dengan hal-hal abstrak dan merasa bahagia bila sendirian.

Sebuah manifestasi psikologi massa yang berada di luar jangkauanku.”

– Albert Einstein.

Apa itu Introvert?

Introvert, Extrovert dan Ambivert

Introvert adalah orang yang berorientasi ke ‘dalam’ diri mereka sendiri (inward thinking).

Mereka tertarik pada dunia ide, pemikiran, dan konsep. Sehingga orang-orang introvert sangat menyukai suasana tenang untuk menyendiri untuk berpikir ataupun beraktivitas. Sumber energi mental mereka berasal dari proses ‘menyendiri’ ini. Sehingga bagi orang yang tidak mengerti mungkin melihatnya seperti orang yang aneh.

Orang introvert terkadang disalah artikan sebagai pribadi yang anti sosial dan tertutup.

Ketika orang introvert bersosialisasi dengan banyak orang, maka ‘stock’ energi mental mereka perlahan-lahan akan berkurang. Ketika itu terjadi, maka mereka akan ‘mengisi ulang’ dirinya dengan menyendiri.

Banyak pemikir, seniman atau orang-orang hebat yang merupakan orang introvert.

Nama-nama seperti Isaac Newton, Albert Einstein, Abraham Lincoln, Steven Spielberg, Ratu Elizabeth II, Charles Darwin, Mahatma Gandhi, Michael Jordan dan Bruce Lee pun adalah seorang introvert juga. Sampai businessman sekelas Bill Gates adalah contoh orang-orang introvert yang sukses dalam pekerjaan mereka.

Apa itu Introvert? Apapula itu Ekstrovert?

Pada dasarnya, orang introvert juga suka bersosialisasi. Namun mereka sudah merasa nyaman jika memiliki 1 atau 2 orang teman dekat. Bagi mereka, yang terpenting bukanlah kuantitas teman yang mereka miliki. Tetapi lebih kepada kualitas atau keakraban hubungan mereka.

introvert vs extrovert

Banyak orang yang bertanya, mengapa para introvert tidak suka dengan keramaian. Mereka terus mencari jawabannya Apa itu Introvert? Hingga menanyakannya langsung pada orang-orang introvert. Tapi, hasilnya nihil. Jawaban yang didapat hanya seputar karena mereka tidak nyaman dan tidak suka. Hanya itu.

Orang ekstrovert berbeda. Mereka selalu mudah untuk berbicara dengan orang lain, suka bersosialisasi, dan tidak pernah malu untuk membuka pembicaraan. Mereka sangat senang bertemu dengan orang-orang baru dan membuat teman sebanyak mungkin. Karena justru hal inilah yang membuat mereka nyaman.

Dalam dunia kerja, orang introvert lebih cenderung bekerja secara sendiri atau dalam kelompok kecil yang tenang. Bagi mereka cara kerja seperti itu lebih terasa kondusif.

Adapun orang ekstrovert, mereka senang bekerja di posisi dimana mereka bisa berinteraksi dengan banyak orang. Tempatkan mereka di lingkungan sepi dan mereka akan merasa pekerjaan itu bisa membunuhnya.

Kalau boleh dikatakan, introvert itu seperti dasar danau yang dalam. Sedangkan ekstrovert itu adalah permukaan danau.

Baca juga :

Pengertian Introvert, Extrovert dan Ambivert. Lengkap Dengan Ciri-cirinya.

Kepribadian EXTROVERT. Ciri-ciri, Mitos, Serta profesi yang cocok.

Apa itu Kepribadian AMBIVERT? Ciri dan kelebihan seorang AMBIVERT.

Penelitian tentang introvert dan ekstrovert.

Penelitain yang dipublikasikan di Annual Convention of the American Psychological Association yang ke-118. Mengungkapkan bahwa saraf otak manusia memengaruhi kebribadiannya.

Penelitain yang menggunakan alat tes P300, memeriksa bagaimana kerja otak para ekstrovert dan membandingkannya dengan cara kerja otak para introvert.

Inna Fishman, peneliti dari the Salk Institute for Biological Sciences, di California, Amerika Serikat, meneliti dua kepribadian itu.

Mereka dihadapkan dengan wajah orang dan juga sekuntum bunga.

Hasilnya, otak para ekstrovert ternyata lebih memerhatikan wajah orang dari pada sekuntum bunga.

Sedangkan otak orang introvert tidak memiliki perbedaan yang signifikan ketika merespon wajah orang dan bunga.

Menurut Fishman, para introvert tidak menempatkan wajah orang pada stimuli sosial, dari pada stimuli lainnya seperti bunga tadi.

“Artinya, introvert, atau otak mereka, cenderung acuh tak acuh pada orang. Meskipun mereka tetap bisa menerima, meninggalkan, menolak, dan bahkan berbicara pada mereka. Tapi, otak mereka memperlakukan interaksi dengan orang sama seperti mereka berhadapan dengan hal lain, seperti benda.” Jelas Fishman.

Inilah yang menyebabkan orang-orang introvert lebih suka menyendiri dan juga cenderung tidak peduli dengan orang lain. Saraf, cara kerja, serta bentuk respon otak mereka ternyata memang berbeda dengan orang ekstrovert. Orang ekstrovert lebih merespon wajah orang daripada benda mati.

Ciri-ciri Orang yang berkepribadian Introvert.

Penampilan Introvert

Banyak orang mengartikan orang-orang introvert sebagai pemalu. Padahal introvert dengan pemalu itu berbeda. Orang introvert itu lebih nyaman bila sendiri. Sebaliknya, orang pemalu itu takut untuk berada bersama orang lain, bukan karena dia tidak mau.

Berikut ciri-ciri orang introvert:

  1. Tidak suka berbagi emosi.
  2. Sangat menikmati waktu “me time” atau kesendirian.
  3. Tidak menyukai pembicaraan yang ringan atau ngobrol basa-basi.
  4. Tidak menyukai dering handphone.
  5. Tidak nyaman berkomunikasi via chat texs.
    Bila terpaksa harus menjawab, mereka akan menjawab dengan singkat-singkat saja.
  6. Tidak suka dalam keramaian.
  7. Selektif memilih lawan bicara.
  8. Lebih suka hang out dengan kelompok kecil. 2 atau 3 orang teman saja.
  9. Suka mengamati keadaan sekitar dengan lebih cermat.
  10. Menjadi pendengar yang baik.
  11. Tidak langsung menjawab bila ditanya. Berfikir dahulu sebelum berbicara.
  12. Perencana yang sangat baik.
  13. Teman yang sangat setia dan loyal.
  14. Jago menebak karakter seseorang.

Paradigma yang salah terhadap orang introvert.

Namun, dengan cirri-ciri tersebut di atas, banyak orang yang mempunyai anggapan yang salah menilai seorang introvert.

Berikut 10 anggapan kebanyakan orang yang kurang tepat terhadap seorang introvert :

  1. Orang Introvert Tidak Suka Bicara.

    Tidak benar.

    Mereka tidak mau bicara, kecuali memang ada yang ingin atau harus dibicarakan. Mereka tidak suka berbasa basi. Coba mulai bicarakan sesuatu yang menarik bagi seorang introvert dan dia bisa bicara berjam-jam.

  2. Orang Introvert Pemalu.

    Intrivert itu berbeda dengan pemalu.

    Menjadi seorang introvert tidak harus jadi pemalu. Mereka tidak takut terhadap orang lain, mereka hanya butuh suatu alasan untuk berbicara/berinteraksi dengan orang lain. Kalau kalian mau bicara dengan seorang introvert, bicara saja langsung, tidak usah basa basi.

  3. Introvert Orangnya Kasar.

    No..No..!!!

    Introvert lebih suka berbicara jujur dan apa adanya sesuai kenyataan. Seorang introvert tidak suka basa-basi, dan mereka tidak berbelit-belit dalam berbicara. Kebanyakan orang tidak suka hal seperti ini.Makanya seorang introvert terkadang merasa tidak cocok dengan suatu kelompok atau orang lain yang banyak basa-basi.

  4. Introvert Tidak Suka Orang Lain.

    Sebaliknya..

    Mereka sangat menghargai orang yang dianggapnya teman. Mungkin mereka tidak mudah berteman dengan banyak orang, tetapi jika kita menjadi teman dari seorang introvert, kita sangat beruntung. Mereka manganggap pertemanan harus seumur hidup.

  5. Introvert Tidak Suka Keluar Ke Tempat Umum.

    Tidak benar..

    Seorang introvert hanya tidak suka berlama-lama di ruang publik. Mereka juga cenderung tidak ingin terlibat masalah di tempat umum. Introvert mendapat data dan pengalaman dengan cepat. Sehingga bila dia sudah mendapat yang diinginkan, dia akan langsung pulang.

  6. Introvert Suka Menyendiri.

    Orang introvert merasa nyaman dengan pemikiran mereka sendiri. Mereka suka berpikir, berimajinasi, dan senang memecahkan berbagai masalah dan puzzle.

    NAMUN..mereka akan merasa kesepian jika tidak ada orang lain untuk berbagi pemikiran atau hasil dari pemecahan masalah yang ditemukannya.

  7. Introvert Itu Orang Aneh.

    What the f**k..!!

    Orang introvert sebenarnya cenderung individualis. Mereka tidak ikut-ikutan orang lain. Introvert lebih memilih pemikiran, nilai-nilai dan jalan hidup mereka sendiri. Mereka tidak memilih keputusan berdasarkan apa yang populer atau lagi nge-trend.

    Dengan kata lain seorang introvert itu ANTI MAINSTREAM.

  8. Introvert Adalah Orang Yang Dijauhi/Diasingkan.

    Orang introvert sebenarnya lebih suka bergelut dengan pemikiran sendiri. Bukan berarti mereka tidak bisa memberi perhatian bagi sekelilingnya.

  9. Orang Introvert Tidak Tahu Caranya Bersantai Dan Bersenang-senang.

    Ha..ha..ha..

    Orang introvert lebih suka bersantai dirumah atau di alam bebas, bukan ditempat umum yang penuh kebisingan. Otak mereka sensitif terhadap neurotransmitter yang disebut Dopamine.

  10. Orang Introvert Harus ‘Berubah’ dan Menjadi Ekstrovert.

    Jika saja dunia ini tidak ada orang introvert, akan sangat sedikit jumlah ilmuwan, musisi, seniman, pujangga, pembuat film, penulis, dan filsuf.

    Kita tidak bisa memaksa orang introvert mengubah dirinya menjadi ekstrovert. Menurut penelitian,tingkatan ke-introvert seseorang berpengaruh terhadap nilai IQ’nya.

Alasan seorang introvert suka menyendiri.

  1. Sulit berkomunikasi dengan orang lain.

    Seseorang yang susah berkomunikasi (gagap misalnya) merupakan factor penyebab utama seseorang menjadi introvert. Orang tersebut merasa bahwa dia tidak biasa menjalin komunikasi yang baik dengan orang baru.

    Dalam konteks ini dia akan berpikir bahwa tidak ada gunanya berkomunikasi dengan orang lain. Jika orang yang dia ajak komunikasi tidak paham dengan dirinya dan tidak sejalan dengan pemikirannya.

  2. Benci dengan suasana ramai dan gaduh.

    Seseorang yang sangat benci dengan suasana yang gaduh dan ramai pasti akan mencari ketenangan. mereka akan berusaha untuk meghindar dari hal-hal yang menurutnya sangat mengganggu.

    Misalnya, saat dia belajar, dia akan mencari tempat yang tenang dan jauh dari keramaian.

  3. Susah beradaptasi dengan lingkungan baru.

    Orang yang susah beradaptasi, akan butuh waktu yang sangat lama untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.

  4. Sikap Pemalu yang dimiliki orang itu.

    Sikap pemalu memang menjadi factor yang sangat dominan. Seseorang yang pemalu berarti dia mempunyai kepercayaan diri yang rendah. Jika dia berhadapan dengan orang lain dan lingkungan maka dia akan merasa kikuk ataupun canggung untuk bertindak.

  5. Trauma / fobia social.

    Trauma masa lalu akan kehidupan social akan membuat psikis orang itu tertekan dan akan membuat orang semakin lama semakin menjauh dengan lingkungan. Kondisi semacam ini menjadi factor yang dominan penyebab seseorang menyendiri.

    Baca juga: Apa itu Fobia Sosial?

Cara berinteraksi dengan Orang Introvert.

Meskipun tidak mudah, bukan berarti tidak mungkin untuk dekat dengan orang introvert. Kita hanya membutuhkan lebih banyak dan kesabaran untuk bisa membuatnya nyaman berada bersama kita.

Orang introvert itu terlihat ‘dingin’ atau ‘sangaaaaaaatttttttttt dingin’. Tapi asal kita mencoba menembus pertahana mereka, maka lumer deh esnya.

Emang sih orang tipe ini keliatan cuek di luar nya tapi coba masuk ke dalam, orang introvert nggak sedingin yang keliatan di luar. Bahkan bisa menjadi sahabat yang hangat dan menyenangkan.

Nah Ini Ada beberapa tips untuk kita berinteraksi dengan Orang Introvert :

Berinteraksi dengan Orang Introvert:

Sebelum kita memulai percakapan, kita harus tahu terlebih dahulu bagaimana berbicara dengan Orang introvert.

Simak beberapa tips berikut ini:

  1. Jangan memotong pembicaraannya.

    Ketika dia bicara, dengarkan dia dan jangan potong pembicaraannya. Jika kita memotong kalimatnya, kemungkinan besar dia akan sulit untuk mulai bicara kembali.

  2. Memulai pembicaraan.

    Sering-seringlah mengambil inisiatif untuk memulai percakapan. Orang introvert tidak akan bicara bila kamu tidak memulainya lebih dulu.

  3. Ulangi apa yang dia bicarakan.

    Tanyakan apakah penangkapanmu sudah cukup akurat? Sebab terkadang apa yang ia bicarakan bisa berarti berbeda dari yang kamu pikirkan. Dengan bertanya, dia akan merasa bahwa dia diperhatikan. Bukan berarti dia butuh diperhatikan lho ya.

  4. Ikutlah dalam keheningannya.

    Buatlah dirimu nyaman dalam ritme keheningannya. Sering kali Dia berada dalam keheningan, dalam arti ia tidak banyak bicara, meski ia sedang bersama orang lain. Biasanya dia sedang memikirkan sesuatu yang menurut dia menarik.

    Terkadang Orang introvert membutuhkan waktu lama untuk bisa mengungkapkan pendapat atau pikirannya. Bukan berarti ia “lambat” dalam berpikir, tetapi ia selalu mengungkapkan apa yang ia pikirkan dengan caranya sendiri. Jangan memburunya dan tunggulah sampai dia menyelesaikan omongannya.

  5. Temani Dia.

    Salah satu sifat orang introvert biasanya tidak nyaman berada bersama orang banyak. Dari pada mengajaknya ke pesta, cobalah ikut ke tempat yang dia mau. Jika dia lebih nyaman berada di perpustakaan, misalnya, luangkan waktu beberapa jam untuk menemaninya di sana.

    Kita harus bisa menawarkan kepercayaan dan kenyamanan sehingga ia pun akan merasa nyaman ketika bersamamu.

  6. Kenali Dia Lebih Dalam.

    Untuk memulai percakapan dengannya, tentu sebelumnya kita harus tahu topik-topik apa yang dia sukai atau yang menarik baginya. Usahakan untuk mencari tahu hal-hal tersebut jika kita tidak terlalu memahaminya.

    Ketika kita membicarakan hal yang dia sukai, dengan senang hati dia akan mulai bercerita panjang lebar. Bahkan mungkin tidak bisa berhenti.

Pendiam bukan berarti pemalu. Penyendiri bukan berarti tidak mengerti akan kehidupan sosial. Tidak berbicara bukan berarti bisu. Melamun bukan berarti kalah pada keadaan. itulah Introvert.

Introvert itu wajar asal masih dalam batas kewajaran. Lha iyalah..ha ha ha.

Hal positif dari Orang introvert.

happy introvert

Bahagia merupakan satu kata simple bagi setiap orang. Bahagia bukankah suatu hal yang bisa dicapai dengan mudah atau dapat dibeli dengan uang. Punya banyak uang, bukanlah jaminan seseorang menjadi bahagia. Punya banyak temanpun tidak menjamin hidupmu akan bahagia.

Banyak yang berpendapat jika mereka yang mempunyai kepribadian terbuka memiliki kemungkinan besar dalam meraih kesuksesan dan kebahagian dengan cepat. Namun secara ilmiah, nyatanya, orang yang senang menyendirilah yang justru mampu dengan mudah dan cepat meraih apa yang diimpikannya.

Ingin tahu kenapa? Simak ulasannya berikut ini:

  1. Kenal dengan diri sendiri.

    Seorang introvert pasti kenal betul siapa diri mereka. Mulai dari apa yang mereka mampu lakukan, apa yang mereka tidak bisa lakukan. Orang yang tahu tujuan hidup dan apa yang diinginkannya.

    Orang introvert mampu berpikir lebih baik dan menemukan kesimpulan dari banyak hal yang tengah dihadapi. Mereka juga mampu berpikir di luar kotak sehingga hidupnya menjadi lebih seimbang dan tidak monoton.

  2. Pikiran lebih tenang.

    Jika seseorang yang memilik banyak aktivitas dan lebih suka di luar atau di ruang terbuka. Pastinya mereka banyak pikiran karena harus menjalankan semua aktivitas itu dengan baik.

    Tapi tidak dengan orang yang suka menyendiri. Mereka lebih tenang menjalankan aktivitasnya, dan tentu saja pikiran yang tenang.

  3. Meningkatkan produktivitas.

    Orang introvert ternyata dapat membuat sesuatu yang berkelas dan unik. Pasti tidak semua orang bisa lakukan. Hal ini dikarenakan orang introvert lebih sering menenangkan pikirannya.

    Bahkan ilmuwan-ilmuwan juga lebih suka menyendiri dibanding melihat atau merasakan keramaian. Sebab itu mereka para ilmuwan selalu di ruang tertutup untuk menciptakan sesuatu yang bisa mengubah dunia. Akhirnya, banyak penemuan-penemuan penting.

  4. Tahu apa yang diinginkan.

    Ketika kita sedang dalam masa sulit untuk mengambil keputusan dan butuh nasihat dari orang lain. Namun terkadang nasihat orang lain itu adalah merupakan keputusan yang buruk.

    Kita butuh menyendiri dan memikirkan dengan matang keputusan mana yang harusnya diambil. Kita tak akan menyesal jika memilihnya dengan tepat dan tak akan menyalahkan orang lain ketika salah mengambil keputusan.

  5. BerSahabat dengan diri sendiri.

    Dalam melakukan apapun yang Kita inginkan, kita tidak perlu seorang hidup kita. Kita akan menjadi seorang pribadi yang mampu menjadi sahabat bagi diri sendiri. Segala yang kita lakukan tidak butuh bantuan dari orang lain. Bisa kita selesaikan dengan maksimal dengan cara kita sendiri.

    Hal ini ternyata berpengaruh cukup besar dalam hidup kita. Karena kita tidak perlu mendengarkan apa yang orang lain katakan. Kita tidak butuh pengakuan untuk menjalani hidup seperti yang kita mau. Dengan begitu, kita akan lebih bahagia dengan hidup kita sendiri.

  6. Membuat kesehatan lebih baik.

    Ternyata menyendiri dapat membuat kita lebih sehat dari segi fisik maupun emosional. Kita akan lebih positif dalam menjalani hidup dan meningkatkan kepribadian keseluruhan. Kita akann lebih mudah merawat dan menjaga kesehatan dengan baik.

  7. Menentukan keputusan sendiri.

    Seorang introvert akan mampu mengembangkan berbagai pikiran yang matang. Serta mampu menentukan pilihan yang terbaik bagi hidupnya.

    Menurut Dr Maryam Jhadi, seorang ahli psikologi dari Ohio State University, menyatakan jika mereka yang telah terbiasa menjalani hidupnya sendiri mampu menentukan keputusan berdasarkan kata hati. Yaitu berdasarkan diri pribadi dan bukan atas dasar pemikiran dan keinginan dari orang lain.

    Mereka yang terlalu memikirkan kata orang, nyatanya membuat keinginan pribadi menjadi terusik. Sehingga apa yang ingin kita lakukan terkadang mengalami penundaan bahkan tidak dilakukan sama sekali.

  8. Menjauhkan dari hal negatif arus pergaulan.

    Jika kita memiliki teman yang bisa dibilang ‘nakal’ dan ketika kita menjadi temannya maka otomatis Anda akan terbawa arus mengikuti teman-teman kita. Tapi hal ini tidak terjadi pada orang introvert.

    Orang Introvert akan lebih memilih untuk melakukan aktivitas yang lebih berguna dan positif dibanding bermain dengan teman-temannya.

  9. Mempunyai bakat tersembunyi.

    Orang introvert diam-diam memiliki bakat tersembunyi. Perbedaannya dengan orang ekstrovert, mereka tidak menunjukkan bakat tersebut pada orang lain.

    Alasannya bisa bermacam-macam. Mungkin ia merasa hal itu tidak perlu ditunjukkan. Atau ia memang tidak ingin menunjukkannya. Ada kemungkinan bakatnya lebih dari satu.

    Orang introvert adalah pribadi yang gemar belajar. Ia akan belajar apapun yang ia sukai. Jadi jangan heran kalau suatu saat kita punya teman penyendiri dan ia bisa melakukan banyak hal. Bahkan bisa membantu kita disaat genting.

  10. Pengalaman mereka lebih banyak.

    Orang introvert tidak suka banyak bicara. Mereka lebih menyukai banyak tindakan. Bila orang lain cenderung membicarakan rencana-rencana besar yang akhirnya tidak dilakukan, orang instrovert justru sudah melakukannya. Kadang tanpa rencana.

    Diam-diam mereka punya segudang prestasi dan pencapaian dari kerja kerasnya.

  11. Pemikiran yang sangat luas dan imajinasi yang tidak terbatas.

    Semangat belajar yang tinggi para introvert ini menuntun mereka untuk berpikir kreatif. Cara berpikir mereka berbeda dengan orang lain. Bukan lagi think outside the box tapi think there is no box.

    Bagaimana mereka mempunyai jalan pikiran yang berbeda? Keinginan yang kuat untuk belajar membukakan pengetahuan-pengetahuan baru dalam diri mereka. Semua kemungkinan-kemungkinan yang tadinya tidak terlihat dibukakan untuk mereka.

  12. Tipe pemimpi.

    Orang introvert itu punya banyak mimpi dan cita-cita! Kesendirian mereka, umumnya mereka isi dengan hal-hal produktif. Dari sana, mereka menangkap berbagai peluang yang dijadikan mimpi dan kelak akan diwujudkan.

  13. Menjadi lebih dewasa.

    Seorang introvert adalah seorang yang dewasa. Mereka sangat terbiasa melakukan semuanya sendiri. Mereka terbiasa menyimpan kesedihan dan masalahnya. Mereka terbiasa mengambil keputusan sendiri tanpa pertimbangan orang lain.

    Secara mental, mereka lebih matang dibanding orang seumurannya. Seorang introvert berarti terbiasa melakukan semuanya sendiri. Di sisi lain, waktu ‘me time’ mereka juga lebih banyak. Meski kelihatannya sendiri, mereka sebenarnya sedang bahagia.

  14. Memiliki sifat yang susah ditebak.

    Uniknya lagi, seorang introvert yang satu bisa sangat berbeda dengan introvert lainnya.

  15. Mampu menanggulangi rasa cemas yang berlebihan.

    Setiap orang pasti pernah mengalami stres. Tuntutan pekerjaan hingga tekanan dalam hidup kerap membuatmu cemas. Bahkan sampai stres, depresi, dan muncul rasa cemas yang berlebihan.

    Disadur dari Lifehack, seorang introvert cenderung bisa menanggulangi rasa cemas yang berlebihan. Sehingga sekuat apa pun tekanan yang dia dapatkan, dia tak akan pernah runtuh.

  16. Punya momori yang kuat.

    Menurut sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Harvard. Ketika seseorang menghabiskan waktunya sendirian, dia cenderung memiliki ingatan yang lebih kuat. Dibandingkan dengan orang-orang yang kerap menghabiskan waktu dengan orang banyak.

  17. Lebih kreatif.

    Ketika kita menyendiri, kita akan mendengar kata hati dengan lebih baik. Kesendirian membantu kita untuk berpikir lebih dalam, menajamkan imaji, dan merumuskan ide-ide. Ide inilah yang kemudian akan menjadi sebuah produk kreatif yang berbeda dengan produk milik orang lain.

  18. Lebih Fokus.

    Menurut sebuah penelitian yang dilakukan Bucknell University, para mahasiswa yang introvert mendapatkan skor yang lebih baik dari mahasiswa ekstrovert yang belajar dalam kelompok.

    Nah, penelitian ini juga menunjukkan kalau mereka yang belajar sendirian lebih fokus dibandingkan dengan mahasiswa lain yang belajar secara berkelompok.

  19. Hemat Biaya.

    Seorang introvert umumnya tidak mudah tertarik saat ada diskon atau beragam jenis barang yang kebetulan menarik. Inilah alasan di balik seorang introvert ternyata lebih hemat.

    Mereka bukan orang yang senang menghambur-hamburkan uang begitu saja. Jika memang ada kegiatan atau acara belanja yang tidak perlu, mereka akan sebisa mungkin menghindarinya.

    Hidup hemat membuat pengeluaran mereka menjadi lebih terarah sehingga keuangan pun menjadi lebih baik. Alhasil mereka akan terhindar dari yang namanya pemborosan.

Menjadi introvert yang Bahagia.

“Introvert seharusnya bahagia.”

Begitulah yang dikatakan oleh Nancy R. Fenn, penulis buku 10 besar menjadi introvert yang bahagia sepanjang waktu.

Ini sebagian besar Cara untuk keluar dari situasi negatif introvert dan tetap bersikap positif terhadap karakternya:

  1. Tegaskan diri Anda sebagai tipe yang mana.

    Ada dua tipe kepribadian: ekstrovert dan introvert.

    Kedua-duanya memiliki plus dan minus. Tetapkan kita ada di dalam tipe yang mana.

  2. Ralat  ketika orang  menyebut introvert sebagai neurotik.

    Introvert bukan neurotik. introvert bukan gangguan syaraf. Mereka hanya introvert.

  3. Ralat ketika orang menyebut introvert sebagai penyakit jiwa.

    Orang introvert nyatanya tahan terhadap stress dan depresi dibanding orang ekstrovert.

    Saat ekstrovert sedang stress, mereka makan berlebihan, merokok, minum alkohol dan menjadi agresif. Saat introvert sedang stress, mereka memilih mundur. Hal itu tidak membuat mereka depresi.

  4. Ralat ketika orang menyatakan bahwa introvert itu anti-sosial.

    Orang introvert tidak anti-sosial. Mereka hanya ‘diasingkan’ oleh orang lain dan harus membatasi waktu mereka. Tapi mereka sebenarnya orang yang ramah dan penuh kasih.

  5. Ralat ketika orang mengatakan bahwa introvert itu tidak dapat berkomunikasi.

    Sebaliknya, introvert tidak akan berbicara kecuali mereka memiliki sesuatu yang penting untuk dikatakan!

  6. Jadi pendengar yang baik.

    Keterampilan mendengar yang baik sangat berharga di semua bidang bisnis dan industri. Bahkan dalam kehidupan social.

  7. Jangan menyesal menyendiri.

    Jelaskan kepada “orang lain” yang penting bahwa introvert perlu menghabiskan waktu untuk ‘me time’.

    Setidaknya waktu untuk menyendiri yang berguna untuk kesehatan mental dan emosional yang lebih baik. Lalu tegaskan, jika perlu dengan pinjam spiker mushola, bahwa introvert adalah tipe kepribadian yang normal.

  8. Tegaskan bahwa Introvert itu bukan pecundang.

    Berbanggalah bahwa diri kita adalah seorang introvert. Banyak orang sukses adalah seorang introvert. Seperti.

  9. Dukunglah anak-anak introvert.

    Ini adalah salah satu hal yang paling masuk akal untuk penyembuhan. Karena mendukung anak yang introvert, akan membantu kita menyembuhkan diri kita sendiri.

  10. Jangan biarkan ekstrovert memaksa dan mengganggu saat kita melakukan hal yang menyenangkan bagi kita.

    Jelaskan dengan sopan bahwa kita sedang tidak dapat berbicara sekarang. Jelaskan bila kita sedang melakukan hoby kita yang lain.

Kita mungkin menganggap bahwa seorang introvert adalah orang yang aneh.

Beberapa penelitian mengatakan, seorang introvert cenderung memiliki potensi untuk menjadi orang yang sukses. Baik sukses dalam menciptakan sesuatu maupun sukses dalam hal finansial.

Tapi, bukan berarti mereka yang ekstrovet dan membuang waktu dengan bermain tidak akan jadi orang sukses.

Introvert atau ekstrovert nyatanya bisa mencapai kesuksesan serta bahagia dengan cara mereka masing- masing.

Intinya, mereka yang sukses pasti sangat produktif dan pandai memanfaatkan waktu.

Demikianlah artikel tentang Apa itu Introvert? persembahan dari PsyLine.id Psikologi Online Indonesia.

Salam Bahagia..

Arikel sebelumnya membahas tentang: Meninjau Fenomena Kesurupan dari segi Psikologi. Apa penyebabnya, dan bagaimana cara menanganinya.

Tentang Penulis

Riswandi Alekhine

Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Seorang Aquascaper.
Jatuh cinta pada script, poetry, filsafat dan senja saat hujan.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog