Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Cara Menghadapi Orang yang Selalu Merasa Benar

Gaya Hidup & Sosial | 2980 Views

Begini Cara Menghadapi Orang yang Selalu Merasa Benar

17 Maret 2018 | Penulis: Bayu Lebond

Begini Cara Menghadapi Orang yang Selalu Merasa Benar. Kita pasti pernah mengalami suatu kondisi dimana kita berdebat dengan seseorang yang merasa pendapatnya selalu benar.

Pada dasarnya orang yang merasa selalu benar, sebetulnya dia ingin menutupi rasa takut dirinya yang terlihat tak sempurna -Dikutip dari Reader’s Digest-.

Jika Kita berhadapan dengan orang menyebalkan seperti itu, beberapa strategi ini bisa Kita lakukan agar tidak merasa kesal.

Cara Menghadapi Orang yang Selalu Merasa Benar

Lakukan hal-hal berikut ini untuk Menghadapi Orang yang Merasa Selalu Benar

  1. Bersikaplah Tegas Namun Tetap Santai

    Penting untuk menjaga kepercayaan diri Kita jika Kita benar-benar merasa memiliki posisi yang kuat. Seseorang yang selalu “Merasa Benar” biasanya membanggakan dirinya sendiri dengan bersikap sangat rasional.

    Cobalah untuk tetap tegas namun jangan sampai ikut terbawa emosi atau putus asa.

  2. Utamakan Fakta Daripada Opini

    Mengeluarkan opini adalah sesuatu yang bagus. Tetapi sebaiknya tidak dilakukan ketika sedang berdebat.

    Siapkan fakta yang tidak bisa dibantah. Atau sebagai alternatif Kita bisa meminta bukti atau fakta dari lawan Kita.

  3. Perkuat Argumen Kita Dengan Bukti Otentik

    Lawan Kita akan berniat untuk mematahkan argumen Kita. Jadi pastikan Kita dapat memberikan bukti yang jelas untuk setiap poin yang Kita buat.

    Memiliki bukti yang kuat akan membuat lawan Kita kesulitan untuk mematahkan argument Kita.

  4. Pikirkan Berbagai Kemungkinan

    Hanya karena lawan selalu berpikir mereka benar, tidak berarti mereka juga selalu salah. Terkadang mereka juga memang benar.

    Pertimbangkan sudut pandang mereka sejenak. Mungkin saja kali ini mereka berada di pihak yang benar.

  5. Hindari Nyinyir

    Menyindir seseorang bisa dianggap sebagai sesuatu yang rendah dan sering digunakan untuk menyakiti atau menghina seseorang. Bisa jadi mudah untuk menyindir seseorang saat sedang berdebat namun itu tidak memperkuat posisi Kita.

    Nyinyir hanya akan membuat Kita tampak kecil di hadapan rival Kita.

  6. Tinggalkan perdebatan

    Tinggalkanlah saja, mungkin saja perdebatan kali ini tidak layak untuk benar-benar diperdebatkan. Simpan energi Kita untuk perdebatan-perdebatan yang lebih penting lainnya.

    Jangan ragu untuk mengalah jika memang menurut Kita perdebatan tersebut tidak begitu penting.

Dirangkum dari berbagai sumber, Semoga bermanfaat.

Salam Bahagia.

PSYLine.id Psikologi Online Indonesia

Bila Anda ada permasalahan yang mirip Cara Psikolog Mengurangi Stress Mereka Sendiri Ala Psikolog Profesional PSYLine.id, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Bergabunglah dengan kami di Media Sosial PSYLine.id Klik Tautan Berikut Ini:

comfort.

Bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Perbedaan OrangTua Bijak dan Yang Biasa Saja.

Tentang Penulis

Bayu Lebond

Seorang yang sok Seniman
Rocker yang sayang keluarga
Pecinta Wayang Jawa
#WhySoSerious

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan