Berapa Lama Efektifitas Waktu Bekerja Kita di Kantor Dalam Sehari?

Diposting: 8 Oktober 2017 | Kategori Artikel: Karir & Perusahaan

Dilihat: 1746 kali.

Penulis: Riswandi Alekhine

Efektifitas Waktu Bekerja Kita di Kantor Sebagai pekerja kantoran, kamu merasa bahwa terkadang waktu bekerja 8 jam sehari masih kurang. Oleh karenanya, banyak pekerja yang lembur dengan menambahkan waktu jam kerjanya hingga 10 bahkan 12 jam sehari. Pertanyaannya adalah apakah ini efektif? Dan selanjutnya Berapa Lama Efektifitas Waktu Bekerja Kita di Kantor Dalam Sehari?

Yuks simak lebih lanjut artikel ini.

Sebagai manusia, tentunya hidup kita bukan hanya untuk bekerja. Agar hidup kita sehat secara mental, tentunya perlu keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Jika lembur 1 atau 2 kali dalam seminggu tentu saja hal ini wajar. Jika tidak, sebaiknya kamu perlu renungi kembali tujuan kamu bekerja. Dan mempertimbangkan agar kehidupanmu lebih seimbang.

Berapa Lama Efektifitas Waktu Bekerja Kita di Kantor Dalam Sehari?

Tertanya, bekerja normal 8 jam pun tidak menjamin kamu efektif. Banyak sekali faktor pengganggu produktifitas kamu dalam bekerja.

Faktor yang Membuat Pekerja Menjadi Tidak Efektif

Menurut penelitian yang dilakukan oleh VoucherCloud pada 19 ribu pekerja mengungkapkan beberapa factor. Faktor yang membuat pekerja menjadi tidak produktif adalah sebagai berikut:

  1. Media sosial update

    Ayoo ngaku berapa kali kamu buka facebook, path, instagram dan sosial media lainnya. Hampir separuh dari responden mengaku bahwa mereka menghabiskan waktu bekerja diantara 8 jam tersebut dengan eksis di sosial media.

    Jika  sesekali sih masih oke lah yah. Tapi jika posting status berkali-kali dalam sehari tentu akan menjadi pertanyaan.

  2. Browsing situs internet

    Ini juga merupakan faktor terbesar yang membuat pekerja menjadi tidak produktif. Banyak sekali pekerja yang melakukan aktifitas berselancar di internet. Mulai dari membaca berita, mencari informasi, belanja online, aktif diforum dan lain sebagainya.

    Sebaiknya ini dilakukan saat jam istirahat atau saat hal ini memang relevan dengan pekerjaanmu. Contohnya, jika kamu sedang memiliki proyek pengadaan barang. Maka menggunakan internet tentunya membuatmu jauh lebih produktif.

  3. Menggosip

    Nah ini tentunya kaum hawa sangat familiar dengan kata ini hehe just kidding. Sebenarnya bergaul dengan rekan kerja merupakan hal yang positif lho. Tetapi terkadang jika terlalu berlebihan akan membuat kita lupa waktu. Dan akhirnya menjurus ke topik-topik yang tidak relevan dengan pekerjaan. Malah, banyak yang akhirnya menjadi obrolan gosip dan negatif.

    Bersosialisasi dikantor sangat perlu lho tetapi jika berlebihan akan membuatmu kurang produktif dalam bekerja.

  4. Ngopi, Ngeteh dan lainnya

    Siapa sih yang tidak butuh waktu untuk ngeteh dan ngopi? Tapi dalam survey ini, sepertiga pekerja merasa kurang produktif karena aktifitas ini.

    Tentu mungkin kita perlu buat komitmen untuk tidak selalu ngopi atau ngeteh sepanjang bekerja. Cukup sekali dipagi hari dan menjelang sore adalah waktu yang cukup tepat.

  5. Merokok

    Pekerja laki-laki selalu sulit untuk menahan diri agar tidak merokok pada saat jam kerja. Merokok membuat pekerja menjadi tidak produktif. Apalagi jika sebentar-sebentar merokok.

    Hal ini akan membuatmu tidak fokus bekerja. Apalagi jika dilakukan didalam lingkungan kanto. Hal ini melanggar peraturan perusahaan dan mengganggu orang lain.

  6. Chatting: WA, Line dan sms

    Kadang fisik kita dikantor, tetapi pikiran kita kemana-kemana. Hal itu dikarenakan kita sering chat dengan kerabat, teman atau orang lain diluar kantor.

    Banyak sekali waktu terbuang yang dilakukan oleh para pekerja dengan selalu standby chatting di jam kerja. Pada lingkungan kerja tertentu, ada larangan pada aktifitas ini.

    Alangkah baiknya, kita mulai disiplin untuk hanya sesekali saja melakukan aktifitas chat ini. Karena akan sangat mengganggu efektifitasmu dalam bekerja.

  7. Ngemil

    Ini merupakan momen yang menyenangkan jika kita lakukan saat beban pekerjaan begitu berat. Ngemil bisa memberimu suasana fresh dalam bekerja. Apalagi ini dilakukan bersama-sama dengan rekan kerja.

    Tetapi menurut penelitian tersebut, ngemil menjadi salah satu faktor yang membuat pekerja tidak efektif. Mungkin karena selalu ngemil sepanjang waktu kali yah? Atau ngemilnya ngemil Tumpeng.

  8. Mencari pekerjaan lain

    Sebagian orang tidak fokus bekerja, karena terlalu sibuk mencari pekerjan lain. Hal ini tentunya banyak faktor yang membuat hal itu terjadi, faktor internal pekerja dan faktor eksternal dari perusahaan.

    Jika kamu memang merasa ingin mencari pekerjaan lain, sebaiknya tidak dilakukan didalam jam kerja. Kamu boleh dan berhak kok mencari pekerjan lain yang cocok denganmu. Tetapi komitmenmu dengan perusahaan saat ini perlu kamu jaga.

Dari 8 faktor-faktor tersebut, ternyata kesimpulannya adalah waktu yang efektif dalam bekerja hanya kurang dari 3 jam. Tepatnya 2 jam 53 menit saja.

Faktanya 79% Pekerja Merasa Tidak Produktif

Cukup mengagetkan yah faktanya? Lebih lanjut hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa 79% pekerja merasa tidak produktif.

Nah jika kamu sudah tahu fakta tersebut, kamu bisa meningkatkan efektifitas kamu dalam bekerja. Dan tidak menjadi bagian 79% pekerja yang tidak produktif. Tentunya tidak produktif akan membuatmu tidak bahagia. Karena kamu merasa bahwa kompetensi dan kemampuanmu tidak digunakan dan dikeluarkan dengan maksimal.

Mari menjadi orang bahagia dengan bekerja efektif dan produktif.

Salam Bahagia!

Sumber:

Survey Reveals Employee Productivity Averages 2 hours and 53 Minutes a Day.

PSYLine.id Psikologi Online Indonesia

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan Efektifitas Waktu Bekerja Kita di Kantor Dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Rubrik Psikologi TVRI: Layanan Psikologi Digital PSYLine Psikologi Online.

Tentang Penulis

Riswandi Alekhine

Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Seorang Aquascaper.
Jatuh cinta pada script, poetry, filsafat dan senja saat hujan.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog