Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Binge Eating Kelainan Pola Makan

Gaya Hidup & Sosial | 587 Views

Binge Eating Kelainan Pola Makan yang Membuat Makan Berlebihan.

31 Mei 2017 | Penulis: Wulan Arumbi

Binge Eating Kelainan Pola Makan yang Membuat Anda Makan Berlebihan. Obesitas menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak ditemukan di masyarakat dunia. Banyak faktor yang menyebabkannya, salah satunya adalah pola makan yang berlebihan.

Namun, makan yang berlebihan ternyata tak hanya disebabkan oleh nafsu belaka. Ada gangguan pola makan yang dinamakan Binge Eating Disorder (BED) yang membuat penderitanya sering kali makan tak berhenti dengan porsi besar-besaran.

Kelainan binge eating bisa ditemukan di berbagai usia, dan lebih umum terjadi dibanding gangguan pola makan lain seperti anoreksia atau bulimia nervosa.

Baca juga:

Anoreksia Gangguan Makan Merupakan Indikasi Gangguan Psikis.

Kelainan binge eating ditemukan pada 3,5% wanita dewasa dan 2% pria dewasa. Kelainan ini pertama kali ditemukan pada penderita obesitas di tahun 1959, namun baru menjadi diagnosis utama sejak 1990.

Gejala Binge Eating Kelainan Pola Makan.

  • Makan dalam porsi yang sangat banyak dalam periode waktu tertentu, misalnya dalam waktu 2 jam.
  • Tidak bisa mengontrol nafsu makan dan seberapa banyak yang dia makan.
  • Makan walaupun sudah merasa kenyang atau tidak merasa lapar.
  • Makan sampai perut terasa benar-benar terisi penuh dan terasa tidak enak.
  • Sering menyimpan dan menyembunyikan makanan untuk dimakan nanti.
  • Sering makan sendiri saat orang lain tidak melihat, dikarenakan malu dengan kondisi yang dialaminya.
  • Merasa bersalah, depresi, dan jijik setelah melakukan aktivitas makan seperti di atas.
  • Merasa stress yang hanya bisa diatasi dengan makan.
  • Putus asa untuk  mengontrol berat badan dan pola makan.

Berbeda dengan penderita bulimia nervosa. Pada binge eating disorder, penderita tidak memiliki kecenderungan untuk memuntahkan makanan, meminum obat pencahar, atau olahraga berlebihan. Derajat keparahan dari binge eating disorder ditentukan dari seberapa sering binge-nya “kumat” dalam setiap minggunya.

Binge Eating Kelainan Pola Makan itu berbahaya

Binge Eating Kelainan Pola Makan

Binge eating yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas. Obesitas sendiri merupakan faktor risiko dari berbagai penyakit seperti stroke, penyakit jantung, dan lainnya. Selain itu, binge eating juga dapat menyebabkan masalah fisik, mental, dan sosial.

Orang dengan kelainan binge eating cenderung menderita berbagai gangguan seperti stress, depresi, kecemasan, insomnia, dan keinginan buruh diri dibandingkan orang dengan pola makan normal.

Cara menangani binge eating disorder.

Beberapa hal yang dapat dilakukan jika Anda atau orang terdekat dengan Anda menderita gangguan binge eating adalah:

  1. Jauhkan diri dari makanan.

    Anda akan mudah untuk makan berlebihan jika terdapat makanan, snack, atau junk food di sekitar Anda

  2. Bedakan antara lapar dan “lapar mata”.

    Jika Anda baru saja makan, atau masih merasa kenyang, mungkin itu bukan lapar. Kemudian identifikasi apa penyebab “lapar” yang Anda rasakan, apakah disebabkan perasaan bosan? Stress? Cemas? Atau lainnya?

  3. Lawan kebosanan.

    Buat jadwal aktivitas seperti berolahraga atau mengunjungi teman dan keluarga. Kebosanan bisa menyebabkan Anda makan berlebihan.

  4. Makan teratur.

    Jika Anda menunggu sampai benar-benar lapar, Anda malah akan cenderung makan berlebihan. Makanlah bila anda merasa lapar, dan berhentilah sebelum kenyang.

Terapi untuk menyembuhkan binge eating.

Binge Eating Kelainan Pola Makan

Tujuan dari terapi binge eating adalah untuk mengurangi kambuhnya episode binge eating, dan membantu penurunan berat badan jika terjadi obesitas.

Penderita binge eating cenderung memiliki masalah lain seperi rasa malu, depresi, dan percaya diri yang rendah dikarenakan body image yang buruk. Terapi juga bertujuan untuk mengatasi ini dan gangguan psikologi lainnya.

Terapi yang cocok untuk menyembuhkan Binge Eating Kelainan Pola Makan:

  1. Psikoterapi

    Cognitive behavioral therapy (CBT)

    CBT membantu pasien untuk dapat mengatasi isu-isu yang mengakibatkan ia mengalami episode binge eating, membantu pasien mengambil kembali kontrol atas dirinya, dan membantu pasien untuk dapat makan secara teratur.

  2. Interpersonal psychoterapy

    Terapi ini berfokus pada hubungan pasien dengan orang di sekitarnya, seperti keluarga teman, rekan kerja. Terapi ini berfungsi untuk mengatasi binge eating yang disebabkan oleh hubungan yang buruk dengan sekitarnya.

  3. Dialectical behavior therapy

    Jenis terapi ini berfungsi agar pasien mampu mengontrol stress dan mengatur emosi agar tidak lagi mengalami episode binge eating.

  4. Terapi Obat-obatan

    Pemberian obat antidepresan, antikonvulsan, atau anti ADHD bisa mengurangi gejala binge eating. Lisdexamfetamine dimesylate obat anti ADHD merupakan obat pertama yang disetujui FDA untuk pengobatan binge eating sedang sampai berat. Obat-obatan tersebut dapat menyebabkan efek samping ringan sampai serius. Konsultasikan dahulu dengan dokter Anda untuk informasi penggunaan dan dosis yang dianjurkan.

Demikianlah artikel tentang Binge Eating Kelainan Pola Makan dari PsyLine.id Psikologi Online Indonesia. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Salam Bahagia.

Artikel Sebelumnya membahas tentang:

8 hal yang membahagiakan menjadi seorang Jomblo.

Tentang Penulis

Wulan Arumbi

Seorang Guru dan ibu bahagia yang selalu ingin belajar.
Lulusan Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret Solo.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan