Prof. Dr. Fuad Hassan Psikolog yang Menjadi Mentri

Diposting: 5 Agustus 2017 | Kategori Artikel: Biografi Psikolog

Dilihat: 3578 kali.

Penulis: Bayu Lebond

Prof. Dr. Fuad Hassan adalah tokoh Psikologi, Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pernah dipegangnya pada masa pemerintahan Presiden Soeharto (1985 – 1993). Setelah berhenti sebagai Mendikbud, Beliau diangkat menjadi anggota DPA. Sebelumnya, Beliau pernah menjabat sebagai duta besar RI untuk Mesir dan anggota MPR.

Prof. Dr. Fuad Hassan

Informasi pribadi Prof. Dr. Fuad Hassan

Tempat & Tanggal Lahir:

26 Juni 1929, Semarang, Jawa Tengah, Hindia Belanda

Tempat dan Tanggal Wafat:

7 Desember 2007 (umur 78), Jakarta, Indonesia

Agama:

Islam

Ayah:

Ahmad Hassan.

Istri:

Tjiptaningroem.

Pendidikan : 

  • Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Jakarta (Sarjana, 1958 dan Doktor, 1967) 
  • Universitas Toronto, Kanada (1962) 

Gelar:

  • Doctor Honoris Causa dalam Ilmu Politik dari Kyungnam University, Seoul pada tahun 1990.
  • Doctor Honoris Causa dalam bidang Filsafat dari Universiti Kebangsaan, Kuala Lumpur, Malaysia pada tahun 1990.

Riwayat Karir

  • Asisten pada Balai Psikoteknik Departemen P & K (1952-1956) 
  • Asisten Jurusan Psikologi Fakultas Kedokteran UI (1956-1958) 
  • Tenaga Ahli diperbantukan pada Koti G-5 (1965) 
  • Anggota Tim Ahli bidang Politik Staf Presiden (1966-1968) 
  • Dosen Seskoad, Seskoal dan Lemhanas (1966-1976) 
  • Anggota DPR/MPR-RI (1968-1970) 
  • Dekan Fakultas Psikologi UI, merangkap Direktur Lembaga Studi Strategis Dewan Pertahanan Keamanan Nasional (1972-1976) 
  • Duta Besar RI untuk Mesir, merangkap Sudan, Somalia, dan Jibouti (1976-1980) 
  • Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Luar Negeri (1980-1985) 
  • Anggota MPR-RI (1982) 
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1985 – 1988)
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Pembangunan V (23 Maret 1988 – 17 Maret 1993) 
  • Ketua Yayasan Lembaga Indonesia-Amerika (LIA).

Kegiatan Lain : 

  • Anggota International Institute for Strategic Studies, London (1971),
  • Konsultan Dewan Nasional Keluarga Berencana (1974-1976) ,

Deretan prestasi lainnya:

  • Dosen Seskoad, Seskoal dan Lemhanas,
  • Dekan Fakultas Psikologi UI,
  • Direktur Lembaga Studi Strategis Dewan Pertahanan Keamanan Nasional (1972-1976),
  • Duta Besar RI untuk Mesir, merangkap Sudan, Somalia, dan Jibouti (1976-1980),
  • Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Luar Negeri (1980-1985),
  • Anggota MPR-RI (1982-1987).

Penghargaan:

  • Bintang Jasa Kelas I Dari Pemerintah Mesir,
  • Bintang Republik Kelas I Dari Pemerintah Mesir.

Karya Tulis : 

  • Neurosis sebagai Konflik Existensial (1967, disertasi),
  • The Two Basic Modes of Togetherness (1971) 
  • Berkenalan dengan Eksistensialisme (1972) 
  • Berkenalan dengan Eksistensialisme (1973),
  • Pengalaman Seorang Haji (1974) 
  • Heteronomia (kumpulan esei, 1977)
  • Renungan Budaya (1988),
  • Pengantar Filsafat Barat (1995),
  • Apologia, terjemahan karya Plato disertai pengantar tentang filsafat,
  • Kita dan Kami (2007).

Biografi Prof. Dr. Fuad Hassan

Fuad Hassan quote

Fuad Hassan adalah guru besar di bidang psikologi (psikologi pendidikan) pada Universitas Indonesia. Fuad Hasan juga pernah menjadi dekan di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Pada masa mudanya ia aktif dalam kegiatan kepanduan.

Sejak SD sampai SMA, anak kedua dari empat bersaudara ini tinggal di Solo. Pada tahun 1950 ia berangkat ke Jakarta untuk kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI). Hingga lulus tahun 1958.

Pak Fuad, begitu biasa dia dipanggil, menempuh pendidikan:

  • S1-nya di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada tahun 1958,
  • kemudian melanjutkan di University of Toronto Canada Fakultas Psikologi dan Filsafat pada tahun 1962,
  • S3-nya diperoleh dari Fakultas tempatnya mengajar, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada tanggal 11 November 1967.

Prof. Dr. Fuad Hassan Guru Besar Emeritus Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini mendalami psikologi klinis sebagai spesialisasinya. Sebagai pengajar di Psikologi UI, mata kuliah yang diajarnya antara lain:

  • Pendekatan Fenomenologi dalam Psikologi Klinis,
  • Kapita Selekta Psikologi Klinis dan Psikodiagnostik,
  • Pendekatan Fenomenologi dalam Psikologi Klinis,
  • dan Seminar Kesehatan Mental.

Beberapa karya beliau telah dibukukan serta dijadikan pedoman dan buku panduan pada beberapa mata kuliah Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, yaitu:

  • Pengantar Filsafat Barat (1995),
  • Berkenalan dengan Eksistensialisme (1973),
  • Apologia, terjemahan karya Plato disertai pengantar tentang filsafat,
  • Renungan Budaya (1988),
  • Neurosis sebagai Konflik Existensial (1967, disertasi),
  • Kita dan Kami (2007).

Fuad Hassan Seniman yang tidak pernah Bermimpi menjadi Mentri

Buku Fuad Hassan

“Saya nggak pernah bercita-cita jadi menteri,” ujar Fuad sebelum pelantikan dan mengaku justru malah ingin menjadi konduktor.

Konduktor adalah profesi yang menjadi impian Fuad kecil yang terinspirasi ayahnya, Ahmad Hassan pemain mandolin. Fuad sangat piawai menggesekkan biola. Anak kedua dari empat bersaudara ini rela membolos demi untuk dapat memainkan biolanya. Hobi bermusik tampaknya tidak main-main bagi bocah yang sejak SD hingga SMP ini terbilang nakal.

Tes sekolah musik di Roma, Italia pun dijalaninya pada 1950 di Jakarta. Tapi, bocah jenius ini mengurungkan niatnya untuk menjadi musisi profesional. Alasannya, banyak musisi yang telah puluhan tahun berekspresi ternyata tidak digubris dan tidak dikenal.

Psikologi Menjadi Pilihan Fuad Hassan

Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) menjadi pilihan Fuad yang lulus pada 1958. Ternyata otak cerdasnya mengantar profesor dengan dua orang anak ini belajar filsafat ke Universitas Toronto, Kanada pada 1962. 

Gelar doktor dari UI diraih pada 1967 dengan disertasi berjudul “Neurosis sebagai Konflik Eksistensial”.

Peran Fuad Hassan Bagi Pendidikan Indonesia

Sehari setelah dilantik menjadi menteri, 30 Juli 1985, Beliau mencanangkan “stabilitas kurikulum” sampai akhir Pelita IV. Administrasi juga dibenahi untuk menghilangkan Siap. Forum Pendidikan dan Kebudayaan pun dibentuk, yang anggotanya tokoh- tokoh pendidikan dan kebudayaan di masyarakat.

Ide itu pernah dilakukan Fuad di Departemen Luar Negeri. Forum inilah yang dipakai untuk:

  • menumbuhkan gagasan,
  • menampung kecaman, kritik, yang meningkatkan mutu pendidikan dan kebudayaan.
  • Meningkatkan mutu Pendidikan non formal,
  • Menekan promosi doktor yang boros,
  • Meningkatkan jaminan guru,
  • Menanggulangi perkelahian antar pelajar.

Bisnis skripsi pun dikecamnya. Di bidang seni, ia ingin membuat galeri nasional, yang memajang karya seni bangsa. 

Bidang seni juga ditekuninya. Ia dikenal mampu bermain biola dan berkuda dengan baik dan juga terampil melukis. Fuad tak segan-segan memamerkan keahliannya menggesek biola.

Suami Tjiptaningroem yang telah dikaruniai 2 anak ini juga dikenal sebagai perokok berat. Sehari bisa menghabiskan 2 bungkus kretek. Setelah punya cucu, Fuad barulah terpaksa menghentikan kebiasaan buruknya pada tahun 2002. Penyebabnya, sang cucu tidak mau didekati Fuad karena bau rokok.

Fuad Hassan wafat pada usia 78 tahun akibat menderita komplikasi penyakit gula, jantung dan paru-paru yang diderita sejak Oktober 2006. Beliau meninggal pada tanggal 7 Desember 2007.

Disusun oleh PSYLine.id Psikologi Online Indonesia yang dirangkum dari berbagai sumber.

Baca juga:

Kumpulan Biografi Psikolog Indonesia yang Terkenal.

Kumpulan Biografi Psikolog Dunia yang Terkenal dengan Karyanya.

Bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Salam Bahagia.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Pentingnya Mengetahui Kelompok Generasi di Lingkungan Kerja.

Tentang Penulis

Bayu Lebond

Seorang yang sok Seniman
Rocker yang sayang keluarga
Pecinta Wayang Jawa
#WhySoSerious

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog