Bunuh Diri Pada Remaja Dapat Dicegah. Kenali 10 Tanda-tandanya.

Diposting: 13 Juni 2017 | Kategori Artikel: Cinta & Remaja, Klinis & Kepribadian

Dilihat: 1346 kali.

Penulis: Riswandi Alekhine

Masa Remaja banyak dilalui sebagian orang dengan menyenangkan. Itulah mengapa drama-drama percintaan remaja selalu menjadi tema yang tidak pernah sepi dan selalu menarik. Pada masa remaja, sisi emosional begitu bergejolak ditambah dengan perubahan fisik yang cepat. Namun banyak sekali Remaja mengalami stress dan berpotensi akan melakukan Bunuh Diri Pada Remaja.

Baca juga:

Psiklogi Klinis: 10 Alasan Orang Melakukan Bunuh Diri

10 Tanda Kamu Sedang Mengalami Stress.

11 Gejala Depresi yang Wajib Kita Ketahui dan Atasi.

Sayangnya tidak semua remaja mengikutinya dengan perkembangan psikologis yang baik. Banyak aspek yang harusnya membantu perkembangan psikologis remaja malah menjadi beban psikologis. Sebagai contoh: Bagaimana lingkungan keluarga yang harusnya menjadi tempat ternyaman. Tempat itu malah menjadi tempat yang tidak menyenangkan.

Orang tua memiliki peran yang sangat penting bagi remaja untuk melewati perkembangan psikologisnya. Agar Anak tumbuh menjadi pribadi yang bahagia dan sehat.

Ada beberapa kasus, perkembangan remaja menjadi tidak sehat secara psikologis. Pemicunya bisa dari faktor eksternal dan internal si Remaja. Kesulitan mengatasi masalah psikologis ini membuat mereka tertekan, tidak nyaman dan depresi. Bahkan ada beberapa kasus mengarah ke perilaku bunuh diri.

Menurut American Psychological Association, Perilaku bunuh diri ini menyumbang 2 (dua) persen kematian di Amerika serikat. Adapun rata-rata pelaku bunuh diri yang tertinggi adalah laki-laki berusia 69 tahun keatas dan remaja usia 15 – 24 tahun.

Berikut 10 tanda-tanda potensi Bunuh Diri Pada Remaja:

Bunuh diri pada remaja merupakan sesuatu yang sulit diprediksi. Akan tetapi, remaja yang memiliki resiko berkeinginan untuk bunuh diri dapat dikenali tanda-tandanya.

Berikut 10 tanda-tanda potensi Bunuh Diri Pada Remaja:

  1. Suka berbicara tentang keinginan bunuh diri

    Ini merupakan tanda utama. Yaitu dengan berbicara dan menyampaikan keinginannya untuk bunuh diri. Oleh karena itu, jika kita memiliki teman, anak atau kenalan yang mulai berbicara untuk bunuh diri. Maka kita perlu memiliki perhatian yang ekstra.

    Ajaklah bicara tentang tujuan hidup dan tentang kebahagian. Jika masih mengkuatirkan, maka Kita sebaiknya merekomendasikannya untuk berkonsultasi dengan psikolog professional. Atau Kita bisa merekomendasikan konsultasi dengan PsyLine.id Psikologi Online Indonesia. Karena salain ditangani oleh Psikolog Profesional dan ahli dalam bidangnya, PsyLine.id juga terjamin kerahasiaan Kilen.

  2. Menderita kesulitan makan dan tidur

    Remaja yang rentan bunuh diri tentu memiliki memiliki permasalahan yang berat. Hal ini membuatnya tidak nafsu makan dan kesulitan dalam tidur. Mereka sudah tidak memiliki minat untuk makan karena pikirannya tercurah atas masalah yang dihadapi.

    Baca juga:

    Apa itu Insomnia? Apa Penyebabnya? dan 14 cara mengobatinya.

    Anoreksia Gangguan Makan Merupakan Indikasi Gangguan Psikis.

  3. Perubahan perilaku yang tiba-tiba

    Perilaku bunuh diri berawal dari masalah yang dihadapi oleh remaja. Jika kemampuan penyelesaian masalah tidak sesuai dengan masalah yang dihadapi. Si remaja berusaha untuk menghindari masalah dengan perilaku yang tidak biasanya. Terkadang perilaku tersebut berubah secara tiba-tiba.

  4. Menjauh dari teman dan aktivitas social

    Selain perubahan perilaku secara tiba-tiba seperti point 3, biasanya pengalihan masalah dilakukan dengan cara menyendiri. Pada dasarnya ini adalah hal yang sangat alamiah. Akan tetapi jika dilakukan secara terus menyerus maka perlu ada pengawasan secara khusus.

    Baca juga:

    Fobia sosial adalah penyakit mental terbesar ketiga di dunia.

    Berteman dan aktivitas social yang positif dapat membantu me-release tekanan psikologis. Juga dapat memberikan kesempatan mereka untuk berbagi perasaan. Dimana hal ini sangat penting untuk mengurangi tekanan psikologis.

  5. Kehilangan minat pada sekolah dan hobi

    Salah satu tanda-tanda potensi Bunuh Diri Pada Remaja adalah remaja tidak memiliki minat pada sekolah dan hobi. Aktifitas-aktifitas yang biasanya menyenangkan dilakukan oleh mereka, sudah mejadi tidak menarik lagi. Mereka cenderung menutup diri dan berkurung di dalam kamar tanpa melakukan aktifitas yang berguna.

  6. Membuat perencanaan bunuh diri dengan menuliskannya


    Tanda-tanda potensi Bunuh Diri Pada Remaja yang berikutnya adalah mereka membuat persiapan bagaimana bunuh diri. Mereka akan merencanakannya dengan menuliskan atau bahkan membicarakannya. Hal ini sudah melewati pada fase keinginan tetapi sudah mulai mempersiapkannya.

    Jika Anda adalah orang yang mengetahui akan hal ini, silahkan hubungi orang yang bertanggung jawab dan kompeten.

  7. Mengambil resiko yang tidak perlu

    Pada fase ini, tanda-tanda potensi Bunuh Diri Pada Remaja sudah tidak peduli akan resiko yang diterima. Mereka mulai melakukan hal-hal yang tidak rasional dan tindakan beresiko tinggi. Bahkan untuk hal-hal yang sepele atau tidak diperlukan.

  8. Baru saja kehilangan seseorang

    Salah satu hal yang mencetus Remaja untuk melakukan tindakan bunuh diri adalah kehilangan seseorang yang penting atau sangat disayangi. Hal ini bisa jadi orang tua, sahabat atau pacar.

    Pada kasus ini, mereka merasa terpukul dan belum dapat menerima keadaan. Hal ini semakin diperparah jika ditambah dengan permasalahan lain. Atau bisa juga karena kurang dukungan dari orang lain.

  9. Tidak peduli pada penampilan

    Karena itensi bunuh diri cukup kuat, mereka jadi tidak peduli penampilan. Pikiran mereka fokus pada masalah yang dihadapi, dan tekanan psikologis yang begitu berat. Mereka berpikir seperti katak dalam tempurung. Mereka merasa bahwa dunia begitu berat dan tidak ada pertolongan yang dapat membantu mereka.

  10. Penggunaan narkoba dan minuman keras

    Hal ini biasanya menjadi pelarian terakhir. Narkoba dan minuman keras menawarkan sensasi berbeda yang membuat mereka lupa akan masalahnya. Akan tetapi, hal ini sifatnya hanya sementara dan menunda masalah. Tentu saja, hal ini malah memperparah masalah yang dihadapi dan membuat mereka semakin terpuruk.

Setelah Kita mengetahui 10 tanda tentang bunuh diri, maka Kita perlu mengamati lingkungan social disekitar kita. Dimulai dari diri sendiri, keluarga, sahabat atau orang lain yang mungkin saja memiliki tanda-tanda potensi Bunuh Diri Pada Remaja.

Jika diamati ternyata ada salah-satu dari mereka yang memiliki tanda tersebut, maka bantulah mereka mengatasi permasalahan hidupnya. Atau setidaknya jangan menambah beban hidup mereka. Buatlah mereka bahagia dan tertawa.

Baca Juga:

Ingin Bunuh Diri karena Memakai Uang Kantor untuk Berjudi.

Semoga artikel ini berguna dan membuat kita waspada akan tindakan bunuh diri disekitar kita. Salam bahagia.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

13 Cara Terhindar Dari Teman Beracun yang Harus Kita Ketahui.

Tentang Penulis

Riswandi Alekhine

Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Seorang Aquascaper.
Jatuh cinta pada script, poetry, filsafat dan senja saat hujan.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog