Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Cara Ampuh Memberi Nasehat Tentang Pacaran Kepada Teman

Cinta & Remaja | 8384 Views

Cara Ampuh Memberi Nasehat Tentang Pacaran Kepada Teman

8 Juli 2017 | Penulis: Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

Dear Psyline.id Psikologi Online Indonesia, bagaimana sih caranya memberi nasehat tentang pacaran kepada teman? DI MANA-MANA SOAL PACARAN. Karena aku tidak ingin menyinggung perasaan mereka. Tapi banyak teman yang suka curhat ke aku. Ada yang bilang mau pacaran, ada yang minta pendapatku juga, diterima atau tidak ‘si penembak’.

Aku jadi bingung, mau jawab tidak usah, nanti dikirain aku sok alim, dibilang iya tapi hatiku tidak setuju. Jadi gimana dong?

Pertanyaan diatas beberapakali dipertanyakan hal senada oleh remaja kepada PsyLine.id Psikologi Online Indonesia.

Psikologi Online Indonesia: Cara Ampuh Memberi Nasehat Tentang Pacaran Kepada Teman

Kamu pantas bersyukur lho, punya banyak teman yang mempercayaimu. Masalahnya, teman-temanmu meminta pendapat soal pacaran. Padahal Kamu sendiri tidak setuju dengan yang namanya pacaran. sehingga Kamu jadi merasa bingung dan serba salah.

Memberi Nasehat Tentang Pacaran Kepada Teman

Simak Tips Cara Memberi Nasehat Tentang Pacaran Kepada Teman:

  1. Ber’empatilah

    Yang perlu Kamu lakukan adalah berusaha ber-empati kepada teman-teman, sembari juga tidak segan untuk berterus terang mengutarakan pendapat pribadimu.

    Empati maksudnya kita berusaha menempatkan diri kita dalam posisi orang lain yang sedang menghadapi masalah itu.

    Bayangkan, teman Kamu yang sedang “jatuh cinta berat”, sampai susah tidur karena selalu terbayang si Gebetan. Perasaannya jadi mudah terombang-ambing. Selangit bahagia kalau si Gebetannya memberi perhatian. Namun kalau sebaliknya bisa langsung sedih banget rasanya. Pastinya temanmu ini membutuhkan teman untuk berbagi luapan perasaannya.

  2. Sampaikan bahwa kamu memahami bagaimana perasaannya

    Dengan berempati, kita jadi bisa memberi masukan dengan lebih bijaksana. Tidak asal menghakimi atau menasehati dengan yang menurut kita “seharusnya”.

    Kebayang ngga, kalau teman Kamu yang sedang “jatuh cinta berat” itu langsung dilarang. Atau ditakuti tentang akibat-akibat buruknya pacaran. Diharamkan karena mendekati zina, dst. Bukan tidak mungkin dia langsung down dan malah jadi antipati terhadap Kamu. Atau bisa jadi lari mencari tempat curhat ke orang lain yang belum tentu baik.

  3. Berterus teranglah

    Di sisi lain, walaupun berempati, Kamu juga tidak perlu segan untuk berterus terang mengutarakan prinsip dan pendapat pribadi.

    Lho, gimana bisa? Caranya, tunjukkan dulu kalau Kamu memahami bagaimana perasaan mereka. Berusaha jadi teman yang baik buat mereka. Baru kemudian utarakan bahwa secara pribadi Kamu memilih untuk tidak pacaran karena alasan-alasan yang Kamu yakini.

    Jelaskan alasan Kamu dengan menggunakan kata,”Aku…”, misalnya,”Aku tidak mau pacaran karena aku ingin….” (isi dengan alasan Kamu). Tekankan pada hal-hal yang positif. Jadi tidak ada yang perlu merasa tersinggung, kan itu adalah pendapat dan pilihan Kamu.

  4. Tunjukkan bahwa tidak berpacaran lebih banyak waktu untuk berprestasi

    Yang penting juga, Kamu perlu menunjukkan bahwa untuk memiliki masa remaja yang indah itu tidak harus dengan pacaran. Tunjukkan bahwa dengan tidak pacaran, Kamu justru jadi punya lebih banyak waktu untuk mencetak prestasi dan melakukan banyak hal.

    Misalnya: konsentrasi pada pelajaran, aktif dalam berbagai organisasi. Atau kegiatan, menekuni hobi, bergaul dengan banyak teman, memperhatikan sahabat dan keluarga, dll. Pokoknya hidup sukses dan bahagia, deh!

  5. Tidak perlu memusuhi teman yang berpacaran

    Yang perlu diingat juga, kalaupun teman Kamu tetap memilih untuk berpacaran. Kamu tidak perlu menjadi marah atau memusuhi temanmu atau pacarnya.

    Tetaplah menjadi teman yang baik saat suka dan duka, walaupun kalian tahu dalam beberapa hal kalian tidak sepaham. Ingatkan dia secara halus dan penuh kasih sayang. Bila Kamu mengetahui ada hal-hal yang Kamu anggap “membahayakan” bagi temanmu.

Baca juga:

8 hal yang membahagiakan menjadi seorang Jomblo.

Jadi, tidak perlu takut untuk dicap “sok alim”. Justru, kalau dia adalah teman yang baik, dia akan menghargai prinsipmu.

Namun apabila kamu tidak tahu Cara Ampuh Memberi Nasehat Tentang Pacaran Kepada Teman. Dan kamu tidak tahu akan kemana kamu berbagi cerita. Kamu bisa saja melakukan curhat secara online. Tempat curhat online yang bisa kamu gunakan adalah di PsyLine.id Psikologi Online Indonesia.

Kita bisa berbagi cerita kepada Psikolog berpengalaman pada bidangnya. PsyLine.id adalah sebuah situs Psikologi Online Indonesia yang membantu kita yang membutuhkan. PsyLine.id  menjamin 100% kerahasiannya, dan hanya dipergunakan untuk membantu kita menjadi lebih baik.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

PsyLine.id doakan, semoga Kamu bisa tetap menjadi remaja yang punya prinsip dan tidak gampang terbawa arus lingkungan.

Salam Bahagia.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

10 Cara Ampuh Menghadapi Anak Manja Agar Tidak Berlarut.

Tentang Penulis

Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

Psikolog lulusan Universitas Indonesia,
Magister Business Management dari IPMI International Business School
Konsultan, Trainer, Asesor, Konselor, Aktivis Sosial
Ibu yang bangga dari 3 anak keren, life-long learner & penikmat seni.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan