Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Cara Menemukan Passion

Karir & Perusahaan | 6871 Views

Tips Psikologi Perencanaan Karir: Cara Menemukan Passion Kita

29 Agustus 2017 | Penulis: Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

OK, saya sudah berpikir keras, tapi belum juga bisa menemukan passion yang cukup berharga untuk dijadikan visi profesional. Sense of purpose? Belum terjawab. Visi profesional? Masih seburam udara pagi berkabut di pegunungan. Tenang Jangan Panik! PSYLine.id Psikologi Online Indonesia akan memberi tips untuk Cara Menemukan Passion Kita.

Kalau begini, pencarian visi perlu dilakukan dengan lebih “sadar” dan sistematis. Sebagai starting point, kamu perlu menentukan, paling sedikit, dua hal:

  • Pekerjaan yang ingin kamu tekuni, dan
  • Bidang kerja yang ingin kamu masuki.

Kenapa perlu menentukan dua hal tersebut? Salah satu saja (pekerjaan saja atau bidang kerja saja) tidak akan cukup jelas untuk jadi starting point visi kamu.

Jika kamu mau menjadi seorang engineer atau peneliti (pekerjaan). Misalnya, kamu perlu memperjelas, engineer atau peneliti di bidang apa. Sebaliknya, jika kamu ingin berkecimpung di suatu bidang, misalnya Penyiaran (Broadcasting). Kamu perlu memperjelas, pekerjaan seperti apa yang kamu ingin kerjakan di sana. Mengingat pekerjaan di suatu bidang bisa sangat beragam.

Tidak Bisa Mendapat Cara Menemukan Passion

Untuk membantu pencarian dan menemukan Passion secara sistematis ini, kamu perlu semacam list atau directory. Kemudian mempelajarilah dari A sampai Z. Ya, butuh usaha lebih pastinya. Tapi bila kamu merasa clueless, list semacam ini bisa memberi kamu ide dalam menemukan visi profesional kamu.

Buat Daftar Pekerjaan yang Menarik Buatmu

Kamu bisa mulai dengan list daftar pekerjaan (jobs), atau list daftar industri (bidang). Tergantung mana yang lebih menarik buat kamu. 

Beruntung, kita sekarang hidup di zaman Internet. List atau directory semacam ini bukan hal yang sulit ditemukan. Kamu bisa menggunakan Website pencari kerja. Web yang biasanya memiliki directory berdasarkan spesialisasi pekerjaan dan bidang industri.

Kamu bisa menggunakan business directory, semacam yellow pages untuk mendapatkan list industri. Kamu juga bisa bertanya pada master Google atau suhu Yahoo! yang selalu setia membantu. Dengan cukup hanya mengetik key word, misalnya: “directory of jobs” atau “directory of industry”. Tersedia sejumlah Website dari seluruh pelosok dunia yang menawarkan directory semacam itu.

Kelemahan directory semacam ini adalah pekerjaan atau industri yang terdaftar di dalamnya umumnya termasuk kategori pekerjaan atau industri ‘konvensional’. Atau formal (misalnya industri telekomunikasi atau perbankan, pekerjaan sebagai akuntan atau staf administrasi).

Cari Bidang Pekerjaan yang Anti Mainstream

Pelaku kerjanya pun biasanya diasumsikan sebagai karyawan yang bekerja di perusahaan atau organisasi secara formal. Karenanya, buka juga mata kamu terhadap bidang-bidang dan pekerjaan yang di luar ‘mainstream’ tersebut. Pekerjaan yang bisa kita temukan saat ini di mana-mana. Termasuk, yang sifatnya informal, pekerja mandiri (self-employed) atau wirausaha. Pekerjaan yang ‘belum lazim’ dianggap sebagai pekerjaan profesional di masyarakat kita.

Bukan tidak mungkin, pekerjaan impian kamu itu justru adalah pekerjaan yang saat ini belum popular. Atau bidang baru yang belum kita banyak ditemui, paling tidak di masyarakat kita.

Sekian tahun yang lalu, tidak banyak anak muda di Indonesia yang bercita-cita memiliki profesi seputar dunia masak-memasak. Tapi sekarang menjadi seorang Chef profesional bisa dianggap sebagai profesi yang menjanjikan. Ada juga profesi yang relatif baru seperti food photographer dan food stylist.

Kamu bisa menambahkan pekerjaan atau bidang lain jika belum ada di list atau directory yang kamu punya. Itu tentunya jika kamu menemukan alternatif-alternatif lain yang menarik di luar mainstream tadi.

Proses Mencari Cara Menemukan Passion Kita Membutuhkan Waktu

Proses ini memang membutuhkan waktu. Jadi usahakan kamu menyisihkan waktu untuk melakukan eksplorasi ini.

Pada titik ini, jangan terpaku pada bidang dan pekerjaan konvensional atau ‘hot trend’ yang ada. Jangan batasi diri dengan stereotipe jurusan pendidikan kamu. Misalnya, lulusan teknik mesin harus kerja di manufaktur, lulusan Psikologi di bagian HRD. Buang anggapan-anggapan seperti kamu hanya bisa berkarir di bidang tertentu. Atau di tempat tertentu, dengan level jabatan tertentu dan gaji tertentu saja.

Jangan pula mau dibelenggu oleh anggapan bahwa karir hanya bisa diperoleh dengan bekerja di perusahaan (besar). Anggapan bahwa hanya ada satu pekerjaan yang sempurna untuk kita kerjakan sepanjang hidup. Keep your mind open.

Kalau kamu sudah mendapatkan list yang cukup komprehensif. Sekarang bayangkan kamu sedang berada di sebuah kantor agen perjalanan untuk memilih tujuan perjalanan impian kamu. Di depan kamu sudah tersedia daftar destinasi yang bisa kamu pilih. Berhentilah sejenak pada tiap alternatif destinasi yang kamu baca. Kemudian tentukanlah apakah itu alternatif yang tepat untuk kamu.

Cara Menemukan Passion Kita dengan Sederhana

Makin banyak pilihan, seringkali kita malah jadi semakin bingung menentukan tujuan kita. Bila kamu masih sulit untuk menentukan tujuan kamu, beberapa Cara Menemukan Passion berikut semoga bisa membantu:

  1. Shortlisting

    Awalnya kamu bisa memilih banyak alternatif, kemudian menyeleksinya sampai list kamu semakin pendek. Niscaya kamu pun menemukan ‘gacoan (-gacoan)’ kamu.

  2. Pairing

    Pada satu waktu kamu membandingkan dua opsi. Jika kamu sudah memilih satu dari dua opsi tadi, bandingkan lagi dengan yang satu opsi yang lain. Terus begitu sampai ketemu juga ‘gacoan (-gacoan)’ kamu.

  3. Ranking

    Memberi peringkat (misalnya peringkat 1 sampai 10) pada alternatif yang telah kamu pilih. Peringkat 1 adalah ‘gacoan’ yang paling kamu inginkan.

  4. Crossing Out

    Kalau kamu sulit memilih alternatif yang kamu inginkan, kamu bisa melakukan sebaliknya. Yaitu mencoret alternatif yang tidak kamu inginkan. Sampai kamu menemukan alternatif yang tidak ingin kamu coret. Terus berkata ‘Tidak,’ sampai kamu menemukan satu atau beberapa ‘Ya’. Setelah itu kamu bisa lakukan shortlisting, pairing atau ranking. 

Proses di atas ini bisa kamu lakukan hingga kamu bisa menentukan bidang dan pekerjaan yang ingin kamu tuju. Yang pasti tentunya membutuhkan waktu yang berbeda-beda bagi setiap orang.

Kamu bisa memilih beberapa (katakanlah, dua atau tiga) bidang dan pekerjaan yang jadi ‘nominasi’-nya, yang bisa kamu seleksi lagi nanti. 

Bila kamu sudah bisa mendapatkan gambaran tentang bidang dan pekerjaan idaman kamu, selamat! It’s a good start. Visi Profesional kamu sudah menemukan starting pointnya. Jangan terlalu lama berkutat di sini hingga kamu kehilangan banyak moment.

Perjalanan masih panjang. Ini baru permulaan, dan bukan harga mati. Kamu bisa mereview dan bila perlu merevisinya dalam proses nanti.

It’s all yours, anyway.

Namun apabila Anda memiliki keraguan dengan Cara Menemukan Passion Kita Anda, dan Anda ingin berkonsultasi dengan Pikolog Profesional PSYLine.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Salam bahagia.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Daftar Kampus yang Menyediakan Jurusan Psikologi Program S-1 Psikologi Lengkap.

Tentang Penulis

Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

Psikolog lulusan Universitas Indonesia,
Magister Business Management dari IPMI International Business School
Konsultan, Trainer, Asesor, Konselor, Aktivis Sosial
Ibu yang bangga dari 3 anak keren, life-long learner & penikmat seni.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan