Dibalik anak yang HEBAT terdapat Ayah yang HEBAT pula!

Diposting: 20 Mei 2017 | Kategori Artikel: Keluarga & Pernikahan, Pendidikan & Anak

Dilihat: 1445 kali.

Penulis: Wulan Arumbi

Ayah yang hebat untuk anak bukan berarti hanya ayah yang sukses dalam  memenuhi kebutuhan finansial keluarga saja. Tetapi ayah yang mampu memberi cinta dan perhatian kepada anak. Dibalik anak yang HEBAT terdapat Ayah yang HEBAT pula! Maka anak-anak cerdas akan lahir di sana. Baik cerdas akalnya maupun spiritualnya.

“ayah hanya bertugas mencari nafkah saja. Sementara untuk anak sepenuhnya tanggung jawab seorang ibu”

Apabila pemisahan itu masih anda berlakukan dalam keluarga makan anak yang hebat tidak akan lahir dari sana. Karena ayah dan ibu memiliki peran yang tidak bisa tergantikan. Keduanya turut membetuk karakter dan perkembangan kejiwaan anak.

Dibalik anak yang HEBAT terdapat Ayah yang HEBAT pula!

Dibalik anak yang HEBAT terdapat Ayah yang HEBAT pula

Peran Ayah dalam pendidikan Anak:

  1. Ayah berperan pada periode emas

    Ayah sangat berperan untuk perkembangan psikologis anak bahkan pada periode emas pertumbuhan yakni usia 0-4 tahun.

    Menurut praktisi Neurosains Terapan, dr Anne Gracia. Pada 0-6 bulan pertama, bayi yang kerap mendapatkan sentuhan dari sang ayah terbukti memiliki nilai perkembangan motorik lebih baik. Dibanding bayi yang tak memperoleh perawatan dari ayahnya.

    “Peran ayah dalam merawat bayi sejak kelahirannya dapat memaksimalkan perkembangan fungsi indra. Seperti gerak hingga kecerdasan kognitif anak,” ujar dr Anne pada konferensi pers ‘Unilever Day Care 2015’ di Jakarta.

    Misalnya saja  dengan memandikan dan memijat lembut sang buah hati. Dibalik anak yang HEBAT terdapat Ayah yang HEBAT pula!

    Selain merangsang kecerdasan, memandikannya saat bayi juga bisa meningkatkan kedekatan emosional antara ayah dan anak. Hal itu menjadi momen menyenangkan yang akan diingat anak seumur hidupnya.

  2. Peran ayah memberikan manfaat pada perkembangan mental anak

    Hubungan dekat antara Ayah-anak bermanfaat antara lain:

    • Dapat membantu sang anak menghadapi stres dan suasana hati yang negatif dengan lebih baik.
    • Anak akan memiliki rasa percaya diri yang lebih baik,
    • Mengurangi risiko perilaku kriminal pada anak,
    • Menghindari menggunakan obat-obatan,
    • Menghindari melakukan kekerasan,
    • Ataupun perilaku negatif lainnya.

    Kalau hubungan anak dengan ayahnya cukup baik pada usia 16 tahun. Kemungkinan anak untuk memiliki pernikahan yang sehat pada usia matang menjadi lebih tinggi.

  3. Ayah membantu penentu karir anak di masa depan

    Menurut laporan hasil studi yang dilansir Psychological Science  terungkap: Bahwa peran ayah di rumah dalam menangani tugas-tugas yang semestinya tak wajib ia lakukan, akan memengaruhi pola pemikiran sang anak dalam menentukan karir di luar steoreotipe sosial.

    Sebagai contoh, seorang ayah yang membantu istrinya mencuci piring atau baju kotor. Hal itu akan membuat sang anak meninggalkan konsep pekerjaan sesuai gender. Misalnya seorang anak lelaki harus mempertimbangkan pilot dan ahli mekanik sebagai karir. Atau guru dan perawat untuk karir anak perempuan.

  4. Ayah membuat anak lebih cerdas dengan kegiatan mendongeng sebelum tidur

    anak-anak di seluruh dunia pasti menyukai waktu bedtime stories. Di mana mereka akan mendengar sang ayah menghidupkan karakter dalam buku bergambar yang mereka sukai. Kegiatan itu, menurut studi, mampu meningkatkan tingkat kecerdasan anak. Dibalik anak yang HEBAT terdapat Ayah yang HEBAT pula!

    Dalam laporan yang dimuat di Journal of Applied Developmental Psychology, terungkap bahwa kegiatan mendongeng sebelum tidur mampu meningkatkan tabungan kosakata yang dimiliki anak. Yang kemudian berdampak pula pada meningkatnya hasil ujian yang mereka ambil.

  5. Ayah menurunkan faktor genetik sedikit lebih banyak dari ibu

    Kesimpulan itu didapat dari hasil studi yang kemudian dimuat di jurnal Nature Genetics. Dikatakan, kita mewarisi DNA yang sama dari kedua orang tua. Namun menggunakan lebih banyak faktor genetik dari sang ayah. Dibalik anak yang HEBAT terdapat Ayah yang HEBAT pula!

  6. Bermain bersama Ayah mampu mengembangkan life skills

    Permainan yang “kasar” sehingga anak harus jatuh dan bangun  mungkin saja dianggap berbahaya bagi ibu. Namun, apa yang dilakukan ayah mendapat dukungan dari hasil studi. Hasil studi mengungkap bahwa permainan yang demikian bermanfaat antara lain:

    • Membantu anak memecahkan masalah,
    • Membantu menghitung adanya risiko,
    • Mengatur agresi,
    • Mengetahui batasan kemampuan diri,
    • Serta berbagai pelatihan standar emosi lainnya.
  7. Kesehatan seorang anak diwarisi oleh ayah

    Selain wajib menjaga kesehatan diri sendiri, ternyata kesehatan seseorang juga diwarisi dari ayah mereka. Hal itu membuktikan bahwa seorang pria harus lebih berhati-hati dalam memilah apa yang masuk ke dalam tubuhnya.

“Mereka (para ayah) perlu ingat bahwa di tangan merekalah kesehatan generasi baru bergantung.” Tegas Sarah Kimmins. Salah seorang ilmuwan yang melakukan studi. Sumber: National Geographic.

Anak yang tumbuh tanpa peran ayah

Dibalik anak yang HEBAT terdapat Ayah yang HEBAT pula

Peran seorang ayah juga sangat berarti terutama untuk:

  • Membangun kecerdasan emosional,
  • Meningkatkan kemampuan untuk berkomunikasi,
  • Memberi motifasi anak dikemudian hari.

Apabila seorang anak sama sekali tidak merasakan peran dari seorang ayah maka dia akan merasa kesulitan. Mereka akan sulit untuk melakukan adaptasi baik di sekolah, lingkungan sosial atau pun dalam perubahan yang lain. Dibalik anak yang HEBAT terdapat Ayah yang HEBAT pula!

Simak hasil penelitian Anak yang tumbuh tanpa peran ayah berikut ini.

  • Sebanyak 63 % anak akan mengalami masalah psikologis seperti:
    Merasa gelisah, suasana hati yang mudah sekali berubah, fobia, dan juga depresi.
  • Sebanyak 56 % lebih memiliki daya tangkap di bawah rata-rata.
  • Sebanyak 43 % anak sangat agresif terhadap orang tua.

Ayah pada zaman sekarang hampir semua memiliki pendidikan yang relatif tinggi. Sehingga dia memiliki cara tersendiri untuk ikut andil dalam memberikan pendidikan untuk anak-anaknya. Dengan demikian, anak akan merasa nyaman dan mampu menjadi sosok anak yang memiliki dua figur. Yakni dari seorang ayah dan ibu.

Bentuk perhatian ayah meski sibuk bekerja

Dibalik anak yang HEBAT terdapat Ayah yang HEBAT pula

Berikut ini adalah bentuk perhatian yang harus diterapkan oleh seorang ayah pada anak-anaknya walaupun sibuk bekerja:

  1. Meluangkan waktu untuk anak

    15 sampai 30 menit dalam sehari untuk melakukan cengkrama dengan keluarga itu sangat berarti. Ayah bisa menanyakan kepada anak tentang kegiatan hari ini dan mengajaknya bermain. Anak akan merasa diperhatikan serta memiliki makna untuk perkembangan anak.
    Seorang ayah yang positif akan memberikan dampak yang positif pula untuk tumbuh kembangnya.

  2. Menampakan ungkapan sayang pada anak

    Selain ucapan verbal, ayah juga bisa memberikan perhatian lain. Seperti belaian sayang, pelukan hangat, menggendongnya dan penghargaan berupa pujian kepada sang anak ketika dia mencapai sesuatu. Atau ketika anak sudah bisa melakukan hal yang menunjukan perkembangannya, berilah reward.

    Baca juga:
    Rahasia Keajaiban Pelukan Orangtua Bagi Anak. Tips memeluk anak

  3. Makan bersama di rumah bersama anak

    momen makan bersama dapat dijadikan sebagai ajang untuk saling mengobrol antara anggota keluarga. Banyak hal yang dapat didapatkan mengenai kegiatan masing-masing pada hari tersebut.

  4. Menikmati masa liburan bersama anak

    Ketika ayah libur bekerja usahakan selalu bersama menemani anak dalam bermain. Dengan begitu anak akan merasa nyaman dan dekat selayaknya bersama ibunya.

  5. Terlibat dalam pengasuhan dan perawatan anak

    Mulailah membiasakan diri untuk berbagi tugas dan terlibat langsung dalam pengasuhan dan perawatan anak. Misalnya:

    • Menemani sang anak ketika sulit tidur,
    • Membacakan cerita pengantar sebelum tidur,
    • Berdiskusi tentang apa yang dialami sang anak bersama teman-temannya,
    • Mengantar anak ke sekolah,
    • Menyediakan waktu di akhir minggu untuk bercengkrama,
    • Berdialog dan saling membina kedekatan.

    Ingat ada hal yang berbeda ketika Anda mengajak jalan-jalan anak di akhir minggu tanpa terlibat secara emosional. Kemudian bandingkan dengan melakukan aktivitas bersama yang saling mendekatkan satu sama lain. Dibalik anak yang HEBAT terdapat Ayah yang HEBAT pula!

  6. Kenali siapa teman anak Anda

    Seorang ayah yang baik mengenal dengan siapa saja anaknya bergaul. Ayah memberi arahan sekaligus menjadi teman diskusi bagi anak untuk menceritakan pengalamannya bersama teman, kekhawatirannya, dan kegembiraannya.
    Dengan mengenal teman-temannya maka Anda mendapatkan informasi yang jauh lebih banyak tentang anak Anda sehingga lebih sedikit yang perlu dikhawatirkan. Anda juga akan mengenali bahasa “pergaulan” anak Anda.

    Di tengah pergaulan sekarang yang relatif kurang kondusif, mengenal teman main anak Anda akan menjadi benteng berharga. Anda akan tahu apa yang dipelajari sang anak dari temannya. Sebagai ayah, Anda bisa menjadi penengah dan penyeimbang informasi.

    Kasus anak-anak yang terlibat narkoba atau penyimpangan lainnya sering dimulai dari pergaulan dengan teman-temannya. Sang anak tidak pernah mendapat informasi dari ayah ibunya dan ketika dia sedang mencoba-coba berbagai hal. Maka, datanglah teman-temannya yang mengambil kontrol dan memberi pengaruh buruk.

Menciptakan kedekatan antara seorang ayah dengan anak adalah sebuah investasi yang sangat berharga. Anda akan menyesal jika tidak memulainya sejak awal dan baru merasakan sesuatu yang ganjil ketika anak mulai besar.

Hubungan Anda dan anak akan terasa kaku, formal dan berjarak. Hal ini sering terlupakan oleh seorang ayah yang memiliki kesibukan tinggi. Sehingga baru menyadari ada yang salah antara hubungannya dengan anak setelah beberapa waktu. Kemudian hal itu mungkin sudah terlambat. Lalu saling menyalahkan antar ayah dan bunda.

Jadilah ayah hebat untuk melahirkan anak hebat.

Salam bahagia..

Baca Juga:

‘KEPO’lah pada tempatnya! Manfaat dan Bahaya KEPO

Tentang Penulis

Wulan Arumbi

Seorang Guru dan ibu bahagia yang selalu ingin belajar.
Lulusan Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret Solo.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog