Fenomena hypnosis atau hipnotis beserta sejarahnya.

Diposting: 4 Juni 2017 | Kategori Artikel: Klinis & Kepribadian

Dilihat: 692 kali.

Penulis: Riswandi Alekhine

Pengembangan pertama ilmu hypnosis memang berawal dari Mezmer. Akan tetapi fenomena hypnosis sesungguhnya telah ada dari budaya masa lalu. Seperti jaman mesir kuno, arab, Yunani dan budaya-budaya lainnya. Banyak sekali fenomena pada masa itu yang terkait dengan Fenomena hypnosis atau hipnotis beserta sejarahnya.

Sebagai contoh fenomena penyembuhan dengan sentuhan tangan, mantra, meditasi, music dan hal yang dianggap mistik pada masanya. Fenomena tersebut diwariskan pada setiap masa dan tetap ada hingga saat ini.

Pada jaman renaissance, ada fenomena penyembuhan dan pemberkahan yang dilakukan oleh orang suci atau saint. Mereka melakukan dengan mantra dan sentuhan. Pada masa sekarang pun tetap ada fenomena tersebut. Seperti yang pernah ramai dan popular tentang batu penyembuh Ponari.

Batu Ponari

Indonesia memiliki kekhasan dalam fenomena hipnosis. Ritual tradisi nusantara banyak sekali yang bernuansa hypnosis. Seperti mengorbankan ayam cemani, penyembuhan menggunakan batu, menyembur dengan air, mantra kesembuhan dan lain sebagainya.

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, hypnosis menjadi subyek penelitian dari para ahli dengan teori-teorinya yang berkembang sesuai perkembangan jaman.

Fenomena hypnosis atau hipnotis beserta sejarahnya

Frans  Anton Mesmer (1734 – 1815) adalah orang pertama yang mengembangkan ilmu hipnosis. Pada waktu itu medan magnet menjadi sesuatu yang menarik untuk dijadikan pembahasan. Mesmer mengawali teorinya tentang hypnosis dengan istilah magnetism.

Meskipun berbeda dengan teknis hypnosis saa tini, akan tetapi usaha pengungkapan secara keilmiahan sentuhan penyembuhan telah dilakukan secara sistematis. Tak dapat dipungkiri, hal inilah yang menjadi cikal bakal ilmu hipnosis modern yang dikenal hingga saat ini.

Bahkan, kisah hidup Mesmer diangkat pada layar lebar.

Film Frans  Anton Mesmer

Pada awalnya Mesmer mengamati bagaimana para rohaniawan Jesuit, Father Hell di Paris. Jesuit yang dapat menyembuhkan orang-orang sakit hanya dengan ketukan pelan sebuah salib besi kepada orang sakit.

Berangkat dari fenomena tersebut, akhirnya beliau mengembangkan sebuah teori yang dinamakan animal magnestism. Dimana dalam teori tersebut menyatakan bahwa setiap tubuh manusia terdapat cairan universal. Cairan tersebut mempengaruhi bagaimana tubuh manusia, jika tidak lancer maka akan membuat tubuh sakit begitu juga sebaliknya.

Selanjutnya Mesmer menyatakan bahwa beliau memiliki sebuah energy khusus yang mengalir ketubuhnya dengan sebuah tongkat. Energi ini disebut sebagai energi magnet. Pada saat itu, Mesmer mengklaim dapat menyembuhkan penyakit apapun dengan energi magnet tersebut. Metode penyembuhan itu pun berhasil dengan sangat sukses.

Metode Penyembuhan Mesmer ditentang oleh kalangan Akademisi

Akan tetapi kesuksesan ini membuat dirinya popular dan menjadi obyek penelitian dari akademis-akademis lainya. Akademisi yang curiga dengan metode penyembuhan tersebut.

Hasil penelitian menyatakan bahwa metode yang dilakukan oleh Mesmer dengan energi magnet tidak memberikan efek apapun dengan fakta-fakta science. Penelitian tersebut diprakarsai oleh French Academy of Medicine pada tahun 1978.

Penelitian ini secara tidak langsung mendiskreditkan Mesmer. Hal tersebut membuat Mesmer menghentikan praktek pengobatannya.

Tak dapat dipungkiri, fenomena hypnosis sudah mulai dikembangkan oleh Mesmer untuk pertama kalinya. Meskipun beliau belum dapat menjelaskan secara akurat mengenai fenomena tersebut. Tetapi metode Mesmer tersebut bekerja dengan baik.

Pengembangan Ilmu Hipnosis oleh Pengikut Mesmer

(Marquis de Puysegur dan Jeseph Philippe Francois Deleuze)

Pengikut Frans  Anton Mesmer

Setelah Mesmer menghentikan aktivitasnya, pengikutnya yang bernama Marquis de Puysegur mempraktekan metode Mesmer kepada seorang pengembala. Pada praktek tersebut ditemukan bahwa pengembala yang dipengaruhi oleh magnet tidak hanya mengalami fenomena yang tidak biasa. Tetapi juga tertidur dengan sangat lelap.

Pada kondisi tersebut, pengembala tidak dapat membuka matanya dan berbicara tidak jelas serta bertingkah seolah-olah sadar. Hal ini oleh Puysegur disebut dengan artificial somnambulism.

Pada momen lainnya Jeseph Philippe Francois Deleuze, menemukan teori bahwa sugesti yang diberikan kepada subyek yang sedang trance terus terbawa hingga saat subyek tersadar.

Kedua pengembangan tersebut, semakin menambah kemajuan dari ilmu hypnosis secara perlahan. Banyak fenomena-fenomena yang sedikit demi sedikit telah dapat dijelaskan secara sistematis dan menjadi pengembangan ilmu hipnosis.

Pengembangan Ilmu Hipnosis oleh James Braid

James Braid (1796 -1860) lah yang pertama kali memperkenalkan istilah hipnosis. Kata hypnosis sendiri sesungguhnya berasal dari Bahasa Yunani. Yakni hypnos yang berarti dewa tidur bangsa Yunani. Kata inilah yang hingga saat ini digunakan untuk menjelaskan fenomena hipnosis.

Dewa Tidur Yunani Hypnos

James Braid mempelajari teori magnetism secara intensif hingga memberikan nama baru yaitu monoideism. Meskipun beliau sendiri masih ragu atas teori yang dikembangkannya sebagai salah satu bentuk dari tidur.

Namun secara perlahan James Braid menolak teori animal magnetism dari Mesmer.

Penggunaan Pertama Kali Hipnosis untuk Operasi

James Esdaile (1808 – 1859) adalah seorang pengikut Mesmer. Beliau mempelajari bagaimana teknis magnetism Mesmer.

Esdaile menggunakan metode yang hampir sama dengan Mesmer yaitu menyapukan tangannya diatas tubuh pasien berulang kali untuk menghipnosis. Melalui metode inilah Esdaile melakukan lebih dari 354 operasi besar tanpa penggunaan obat bius.

Pengembangan lebih lanjut hipnosis

Selanjutnya perkembangan hypnosis dilakukan oleh Jean Martin Charcot dengan memberikan hypnosis kepada 12 wanita yang mengalami hysteria. Dimana dalam kondisi terhipnosis wanita tersebut dapat berjalan dan melakukan hal lainya. Tetapi akan kembali seperti semula ketika dalam keadaan normal.

Beliau juga yang mengenalkan level atau tingkatan dalam hypnotic trance. Selanjutnya perkembangan hypnosis telah sangat maju oleh A.A Libeault dan Bernhem. Mereka telah mengembangkan hypnosis dengan sugesti sampai pasien tertidur dan memperkenalkan konsep suggestibility.

Fakta Penting Dalam Sejarah Perkembangan Hipnosis

  • Ibnu Sina (Avicenna) adalah orang yang pertama kali yang membedakan tidur biasa dan hypnosis. Melalui bukunya yang berjudul The Book of Healing pada tahun 1027.
    Ibnu Sina (Avicenna)
  • Paracelsus (1493 – 1541) adalah fisikawan pertama yang menggunakan magnet dalam proses penyembuhan.
  • Hipnosis telah digunakan untuk pertamakalinya untuk pencabutan gigi pada tahun 1823.
  • Pada tahun 1826, hypnosis digunakan pertamakalinya untuk membantu proses melahirkan.
  • Pada tahun 1880, sekolah hypnosis mulai didirikan.
  • Kongres internasional pertama tentang hypnosis diselenggarakan di Paris tahun 1889. Dihadiri oleh Jean-Martin Charcot, Hippolyte Bernheim, Sigmund Freud and Ambroise-Auguste Liébeault.
  • Selama perang dunia, hypnosis telah digunakan oleh paramedic untuk memberikan pengobatan dan terapi mengatasi trauma prajurit.
  • Pada tahun 1955 British Medical Association memberikan persetujuan penggunaan hypnosis dalam pengobatan.
  • Pada tahun 1956, Paus menyetujui penggunaan hipnosis.
  • American Psychological Association pada tahun 1958 mengukuhkan hypnosis sebagai cabang atau bagian dari ilmu Psikologi.

Demikianlah Artikel dari PsyLine.id Psikologi Online Indonesia tentang Sejarah dan Pengembangan Ilmu Hipnotis atau Hipnotis. Semoga dapat memberi manfaat bagi kita semua.

Salam Bahagia.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Apa itu Hipnosis atau hipnotis? Dan bagaimana cara kerjanya?

Tentang Penulis

Riswandi Alekhine

Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Seorang Aquascaper.
Jatuh cinta pada script, poetry, filsafat dan senja saat hujan.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog