Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Gaya Hidup & Sosial | 616 Views

From Hero to Zero yang Tidak Diinginkan Semua Orang

14 Agustus 2017 | Penulis: Arbono Lasmahadi

Berita kematian penyanyi tenar Whitney Houston di sebuah kamar Beverly Hotel di Beverly Hills. Sabtu, 11 Februari 2012, mengagetkan banyak orang. Betapa tidak, dia wafat di usianya yang masih terbilang muda, 48 tahun. Penyebab kematiannya pun masih misterius, dan menjadi bagian dari penyelidikan Kepolisian Beverly Hills, Los Angeles, Amerika Serikat. From Hero To Zero.

Sebelum berita kematiannya, memang merebak sejumlah berita yang sulit dipercaya kebanyakan orang. Khususnya berita tentang spekulasi bahwa Wihitney Houston sudah diambang kebangkrutan alias tidak punya uang. Kabarnya, dia pernah meminjam uang 100 dollar Amerika kepada seorang kawan untuk memenuhi kebutuhannya.

From Hero To Zero Whitney Houston

Sesuatu yang tidak bisa diterima akal sehat, untuk seorang Whitney.

Di masa jayanya Houston merupakan peraih:

  • 6 Grammy Awards,
  • 30 Billboard Awards,
  • 22 American Music Awards,
  • dan dua Emmy Awards.

Dengan tembang-tembang seperti ‘How Will I Know,” “Saving All My Love for You,” dan “I Will Always Love You.”  Albumnya terjual lebih dari 170 juta keping di seluruh dunia. Jadi, bisa dibayangkan kekayaan yang dimilikinya.

Di samping itu, kebiasaannya mengkonsumsi narkoba membuat karirnya yang gilang gemilang akhirnya sampai ke titik nadir. Suara emas sebagai aset penting bagi dirinya, menjadi rusak akibat kebiasaannya tersebut. From Hero To Zero

From Hero To Zero: Awalnya Wah akhirnya jadi Woh

Ketika Whitney melakukan pertunjukkan menjelang hari terakhir hidupnya, dia memerlukan istirahat beberapa waktu untuk menyanyikan lagu berikutnya. Sesuatu yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya untuk penyanyi sekelas Whitney Houston, yang konon suaranya mampu mencapai ketinggian 3 oktaf. Ini juga terjadi karena dampak penggunaan narkoba yang berkepanjangan.

Yang terjadi pada Whitney Houston, setali tiga uang dengan yang terjadi pada Michael Jackson. Seorang Jackson yang karirnya gilang gemilang di era 80-an dan 90-an. Dengan kekayaannya yang melimpah dari keberhasilannya mencetak jutaan keeping dari album-album yang dikeluarkannya. Dapat dikatakan bangkrut di akhir hayatnya.

Kematiannya juga tragis karena mengkonsumsi obat-obatan yang berlebihan, agar tetap bisa tampil prima di usianya yang telah memasuki 50 tahun. From Hero To Zero.

From Hero To Zero

Kisah sedih yang menimpa Whitney Houston dan Michael Jackson, dapat terjadi kepada siapa saja. Sejarah juga telah menunjukkan kepada kita. Banyak orang terkenal dan berkuasa yang di akhir hayatnya harus tersia-sia. Mereka jadi cercaan banyak orang, yang mungkin sebelumnya memuja-muji mereka. Sehingga seolah olah mereka yang tadinya Hero pada zamannya. Kemudian menjadi Zero di akhir hayatnya.

Sejatinya, apa yang sebenarnya pelajaran yang bisa kita petik dari kisah sedih yang terjadi, baik pada Whitney Houston maupun Michael Jackson? From Hero To Zero.

Peristiwa yang terjadi baik pada Whitney Houston maupun Michael Jackson, sebenarnya sudah diingatkan oleh Nabi Muhammad Saw. Dalam hadits-nya yang diriwayatkan oleh Al-Hakim dari Ibnu Abbas ra:

 “Manfaatkanlah oleh kalian lima perkara, sebelum datangnya lima perkara lainnya.” 

  1. Masa Mudamu Sebelum Masa Tuamu

    From Hero To Zero Muda Sebelum Tua
    Masa muda adalah saat manusia mempunyai kekuatan fisik, semangat dan kesempatan untuk berkarya. Yang umumnya lebih baik dibandingkan waktu selanjutnya. Namun masa ini juga dapat menjerumuskan seseorang, bila tidak dimanfaatkan melakukan hal-hal positif.

    Khususnya dalam beribadah kepada Allah Swt. Masa ini juga dapat digunakan untuk mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi masa tua kelak. Jangan sampai menjadi From Hero To Zero.

    Kalau kita merujuk kepada kisah sedih di atas, sebenarnya masa muda kedua mega bintang tersebut cukup gilang gemilang. Mereka mampu menjadi orang terkenal di masa mudanya, dengan kekayaan yang berlimpah.

    Namun sayangnya, karena mereka tidak mampu memanfaatkan kejayaan  masa muda mereka dengan baik. Hal itu dikarenakan perilaku mereka atau kebiasaan mereka yang tidak baik yang membuat mereka tersia-sia di masa tuanya.

  2. Masa Sehatmu Sebelum Masa Sakitmu

    From Hero To Zero mendadak sakitTerkadang kita tidak menyadari, harga sebuah kesehatan begitu mahalnya. Kita baru menyadarinya ketika dirawat di rumah sakit, dan melihat tagihan perawatan rumah sakit yang begitu besar.

    Beruntunglah, seandainya biaya tersebut masih ditanggung perusahaan tempat kita bekerja. Seandainya tidak, bisa dibayangkan berapa banyak uang harus dikeluarkan dari kantung kita sendiri. Jadi sangatlah bijak bila saat sehat, kita mempergunakan dengan sebaik-baiknya.

    Kita tidak pernah tahu, saatnya penyakit hadir dalam hidup kita. Karena sebagai mahluk yang lemah, cepat atau lambat kita akan menderita sakit. Whitney dan Michael tampaknya tidak menjaga kesehatannya dengan baik, karena kebiasan buruk mereka mengkonsumsi obat-obatan.

    Akibatnya, mereka menderita penyakit berat saat usia mereka semakin senja. Tragisnya, mereka harus kehilangan hidup di usia yang belum terlalu tua. From Hero To Zero.

  3. Masa Kayamu Sebelum Masa Fakirmu

    From Hero To Zero mendadak miskinSeperti halnya kekuasaan, kekayaan yang kita miliki adalah titipan dari Sang Pemilik Alam Semesta, Allah Swt. Artinya kelak ia akan kembali kepada pemilik-Nya. Sehingga manakala kita diberikan anugerah untuk memiliki kekayaaan, seyogyanya kita memanfaatkannya dengan baik.

    Lakukan demi kemaslahatan diri sendiri maupun orang banyak. Misalnya, dengan berzakat atau memberikan ilmu yang bermanfaat kepada orang lain. From Hero To Zero.

    Dengan demikian manakala kelak kekayaan tidak lagi dalam genggaman, setidaknya kita pernah memanfaatkannya untuk kebajikan. Yang mungkin sulit kita dilakukan saat kita tidak lagi memilikinya.

  4. Masa Luangmu Sebelum Masa Sibukmu

    From Hero To Zero mendadak SibukDalam sebuah hadits Nabi Muhammada Saw bersabda:
    “Ada dua kenikmatan yang kebanyakan manusia menyia-nyiakannya: sehat dan waktu luang.”
    (HR Bukhari, Ahmad, Tirmidzi, Darimi, dan Ibnu Majah).

    Hal ini menunjukkan, kita semua mempunyai potensi untuk menyia-nyiakan waktu luang yang dimiliki. Dengan melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat atau tidak memberikan nilai tambah (add value). Akibatnya ketika kita mulai terjebak kepada kesibukan kerja yang tiada hentinya.

    Banyak hal baik yang semestinya dapat dilakukan di saat senggang (misalnya bersilaturahim), sulit kita lakukan. Sesal kemudian, mungkin tiada guna. Karena itulah penting untuk diingat.

    Agar waktu luang yang kita miliki, sekecil apapun itu, sejatinya harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Karena kita tidak akan pernah tahu saat datangnya kesibukan. From Hero To Zero.

  5. Masa Hidupmu Sebelum Kematianmu

    From Hero To Zero mendadak matiSebagai mahluk hidup, kita harus menyadari bahwa kematian adalah takdir yang tidak dapat kita hindari. Dia bisa datang kapan saja, dan tidak harus menunggu tua. Tidak jarang pula kematian datang secara mendadak dan tidak terduga.
    Kisah sedih di atas memang membuktikan kalimat tersebut. Siapa yang menyangka, Michael Jackson harus kehilangan hidupnya di usia 50 tahun. Siapa pula yang menyangka, Whitney Houston harus meninggalkan dunia yang fana ini di usia yang lebih muda lagi, 48 tahun.

    Kalau kita melihat kebanyakan orang di negara maju, tingkat harapan hidup mereka relatif cukup tinggi. Menurut catatan rata rata usia harapan hidup di Amerika Serikat adalah 81.73 tahun. Jadi secara rasional, seharusnya Michael dan Whitney dapat hidup lebih lama lagi.

    Tapi itulah takdir, yang tidak mengenal ukuran rasional. Tiada yang pernah menyangka, mereka harus meninggalkan kehidupan ini lebih cepat dari kebanyakan orang di negaranya.

    Namun demikian, kepergian mereka semoga dapat memberikan pembelajaran yang baik, buat saya khususnya dan mungkin buat kita semua. Bahwa kejayaan dan kekayaan itu, sekali lagi hanyalah titipan saja. Kapan pun akan dapat hilang dari genggaman kita.

Di dalam hidup, kita dapat memilih menjadi “Hero”, dan insya Allah terus menjadi “Hero”

Seandainya kita mampu memanfaatkan kejayaan dan kekayaan yang dimiliki. Pastinya dengan cara yang baik dan untuk tujuan yang baik. Atau dari Hero menjadi Zero. Bila kita menyia-nyiakan kejayaan dan kekayaan yang kita miliki.

Semoga tulisan sederhana ini dapat mengingatkan saya untuk terus memperbaiki diri. Agar menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Semoga pula bermanfaat bagi para pembaca. Semua hal yang baik di dalam tulisan ini, pasti datang dari Allah Swt. Dan segala kekurangan pasti berasal dari kelemahan saya.

Salam Bahagia.

Namun Apabila Anda memiliki masalah dengan hal tersebut, dan ingin berbagi curahan hati dengan Psikolog Profesional PSYLine. Anda dapat Konsultasi di PSYLine.id. Psikologi Online Indonesia.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Kumpulan Biografi Psikolog Dunia yang Terkenal dengan Karyanya.

Tentang Penulis

Arbono Lasmahadi

Psikolog Senior
Alumnus Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
Praktisi Senior Manajemen Sumber Daya Manusia.
Pengurus IOC.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan