Situasi Frustrasi Stress Depresi di Kalangan Remaja dengan Gejalanya

Diposting: 19 Agustus 2017 | Kategori Artikel: Klinis & Kepribadian

Dilihat: 3450 kali.

Penulis: Drs. Arman Alie Psikolog

Situasi Frustrasi Stress Depresi di kalangan remaja adalah fenomena terbesar saat ini. Sebagian besar remaja rentan mengalami stres hingga depresi karena berbagai hal. Antara lain terjadinya perubahan hormonal, masalah hubungan sosial dengan teman seusia (peer). Dan juga perubahan tuntutan lingkungan sosial terhadap perannya untuk menjadi orang dewasa muda.

Apabila semua masalah tersebut dapat diatasi dengan baik, maka ia akan tumbuh menjadi seorang dewasa yang matang. Di sisi lain, jika tahapan perkembangan yang terjadi mengalami gangguan yang tidak teratasi dengan baik. Maka Frustrasi Stress Depresi di Kalangan Remaja dapat menjadi masalah.

Sumber Frustrasi Stress Depresi di Kalangan Remaja

Masalah yang menjadi sumber Frustrasi Stress Depresi di Kalangan Remaja biasanya muncul. Hal itu terjadi jika tujuan yang diharapkan tidak tercapai sesuai targetatau keinginan kita.  Misalnya, harapan-harapan yang tidak bisa dimengerti dan dipenuhi oleh orang lain. Keinginanan memiliki atau mencapai sesuatu yang belum bisa diraih. Hal itu dikarenakan banyaknya halangan atau kendala.

Frustrasi Stress Depresi di Kalangan Remaja

Apa itu Frustasi?

Meski “semua” usaha keras sudah dilakukan, akan tetapi tujuan itu tidak bisa dicapai sesuai harapan. Sudah mentok dan menemukan jalan buntu. Dari sini timbullah rasa kecewa, tidak nyaman. Situasi ini yang biasa disebut frustrasi. Maka akan memicu Frustrasi Stress Depresi di Kalangan Remaja.

Rasa frustrasi dengan tingkat stres yang ringan pada umumnya hanya membuat perasaan kecewa. Tetapi dapat segera pulih tanpa mengganggu emosi, perasaan dan berbagai aktivitas sehari-harinya. Sebaliknya, semakin tinggi harapan, semakin banyak keinginan yang tidak tercapai akan semakin besar kadar frustrasinya. Tingkat stresnya semakin tinggi pula.

Sumber frustrasi bisa berasal dari internal maupun dari eksternal.

  • Internal berasal dari perasaan akan adanya kekurangan diri.
    Misalnya: kurang percaya diri, kurang bisa bergaul, merasa kurang cantik/ganteng, merasa bentuk tubuh tidak ideal, dsb.
  • Penyebab eksternal bersumber dari lingkungan.
    Misalnya: teman (di-bully), diputus cintanya, rekan kerja. Bisa juga tuntutan orang tua yang terlalu tinggi (tuntutan prestasi akademis) sehingga menimbulkan konflik. Atau tidak ada pekerjaan dan banyak contoh lain. 

Situasi dan perasaan frustrasi yang sudah berkepanjangan dan tidak kunjung terselesaikan akan mengarah pada situasi lain yang lebih berat. Stres adalah situasi yang biasanya mengiringi keadaan frustrasi.

Apa Itu Stress?

Stres adalah respon atau tanggapan sesorang secara mental maupun fisik terhadap perubahan di lingkungan yang dirasakan mengancam atau mengganggu. Akan mengakibatkan Frustrasi Stress Depresi di Kalangan Remaja.

Gejala Stres pada umumnya antara lain:

  • Mengalami gangguan tidur
  • Nafsu makan terganggu (pada beberapa orang bisa berlebihan makan)
  • Mudah merasa gugup
  • Perasaan cemas berlebihan yang tidak jelas sumbernya
  • Mudah tersinggung, marah, atau sedih, menangis
  • Tidak dapat berkonsentrasi
  • Sulit mengikuti pelajaran di kelas, atau mengikuti hal lain, seperti meeting di pekerjaan
  • Merasa banyak pikiran dengan masalah yang tidak pernah selesai

Gejala-gejala stres tersebut di atas juga merupakan reaksi terhadap situasi stres yang sedang dihadapi.

Akibat stres dapat dibagi menjadi 3 kategori yang bersifat umum:

  • Bersifat fisiologis yang mengganggu metabolisme tubuh
    Seperti antara lain jantung berdebar lebih cepat, meningkatnya tekanan darah, sakit kepala, asam lambung berlebihan yang memicu penyakit lambung.
  • Bersifat psikologis
    Seperti antara lain merasa cemas berlebihan, mudah tersinggung, jengkel, jenuh dan bosan.
  • Gejala perilaku
    Seperti antara lain menjadi tidak produktif, tidak mau bersosialisasi (bergaul), mangkir dari kuliah atau pekerjaan.

Dan Apa Itu Depresi?

Depresi merupakan suatu gangguan mental yang spesifik.

Tanda-tanda Depresi adalah:

  • Adanya perasaan sedih,
  • putus asa,
  • kehilangan semangat,
  • merasa bersalah,
  • lambat dalam berpikir,
  • menurunnya motivasi untuk melakukan aktivitas dan lain sebagainya.

Depresi banyak diderita oleh remaja

Remaja cenderung memperhatikan citra tubuhnya, rentan mengalami peristiwa yang penuh stres. Remaja juga mengalami tekanan dalam penyesuaian diri dalam berinteraksi dengan orang lain. Lebih buruknya lagi, akan mengakibatkan Frustrasi Stress Depresi di Kalangan Remaja.

Menurut Dr. Rusdi Maslim, 3 gejala utama depresi, baik pada derajat ringan, sedang dan berat :

  • Perasaan depresif,
  • Kehilangan minat dan kegembiraan,
  • Berkurangnya energi yang menuju meningkatnya keadaan mudah lelah.
    Rasa lelah yang nyata sesudah kerja sedikit saja dan menyebabkan menurunnya aktivitas.

Gejala Depresi lainnya :

  • Konsentrasi dan perhatian berkurang,
  • Harga diri dan kepercayaan diri berkurang,
  • Gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna,
  • Pandangan masa depan yang suram dan pesimistis,
  • Gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri,
  • Tidur terganggu,
  • Nafsu makan berkurang.

Remaja yang mengalami depresi ditandai:

  1. Depresi Ringan
    Sekurang-kurangnya harus ada 2 dari 3 gejala utama deperesi seperti tersebut diatas. Ditambah sekurang-kurangnya 2 gejala lainnya, dan tidak boleh ada gejala berat lainnya. Inilah tingkat depresi yang ringan.
  2. Depresif berat
    Harus semua 3 gejala utama depresi harus ada. Ditambah sekurang-kurangnya 4 dari gejala lainnya, dan beberapa diantaranya harus berintensitas berat.

Diantara gejala ringan hingga berat, ada pula gejala sedang yang tidak diuraikan disini, namun gejalanya berada diantara ringan dan berat.

Episode depresif biasanya harus berlangsung sekurang-kurangnya 2 minggu. Akan tetapi jika gejala amat berat, dan beronset sangat cepat (kurang dari 2 minggu) maka sudah dapat dikatakan depresif berat.

Banyak masalah yang terjadi dan bisa makin serius hingga menyebabkan depresi yang berkepanjangan.

Ambang Frustrasi Stress Depresi di Kalangan Remaja dan Ketahanan Berbeda Pada Setiap Orang

Frustrasi Stress Depresi di Kalangan Remaja

Apa yang dirasakan atau dihayati sebagai stres oleh Remaja bisa jadi berbeda dibandingkan dengan Remaja lain dengan masalah yang sama.  Karena manusia itu unik dan khas, tidak ada satu orang pun yang sama di dunia ini. Maka reaksi atau respon terhadap masalah juga akan berbeda-beda.

Apa yang membuatnya berbeda? Jawabannya adalah penghayatan terhadap masalah itu sendiri.

Setiap orang memiliki ambang batas toleransi atau batas ketahanan terhadap stres (masalah). Ada seseorang yang sangat mudah merasa stres atau tertekan ketika menghadapi masalah. Namun bagi sebagian orang lain merupakan hal  “kecil” atau sepele. Begitupun sebaliknya.

Sisi Positif dari Stres

Stress sesungguhnya memiliki sisi positif. Situasi stres justru bisa menjadi pendorong motivasi untuk membangkitkan potensi dan energi yang lebih besar.

Bila berhasil mengatasi stres dengan baik akan merasakan kembalinya rasa tenang. Remaja biasanya akan mendapat “memiliki keterampilan” baru. Serta menumbuhkan rasa percaya diri bahwa dirinya karena mampu mengatasi masalah.

Semua itu tergantung dari ringan atau beratnya penghayatan stres seseorang. Tingkat kemantapan kepribadian (mampu mengendalikan emosi dan perasaan dengan baik). Serta sikap positif dari lingkungan.

Bahagia itu adalah pilihan (Alternatif Solusi)

Kehidupan ini selalu ada pasangannya.  Ada siang ada malam, ada gelap ada terang, ada kanan ada kiri, ada hujan ada cerah. Demikian juga masalah, setiap persoalan selalu disertai dengan pemecahan masalah dan jalan keluarnya.

Frustrasi Stress Depresi di Kalangan Remaja

Ada yang dengan mudah menemukan jalan keluar, ada pula yang perlu waktu lebih lama. Bahkan ada yang merasa sudah menghadapi jalan buntu. Biasanya, seseorang yang masih memiliki jalan keluar bisa menyelesaikan persoalannya dengan baik dan kehidupan perasaannya akan lebih tenang.

Kebahagiaan dan rasa nyaman bisa hadir bukan karena segala sesuatu keadaan berada dalam keadaan BAIK. Tetapi karena kita mampu melihat sisi BAIK dari setiap keadaan. Remaja perlu mengembangkan beberapa alternatif solusi untuk  mengatasi masalah dan menemukan jalan keluar terbaik.

Usia muda bukan berarti tidak memiliki kemampuan menyelesaikan masalah. Hanya saja, jalan keluarnya saja yang belum ditemukan. Mulailah gambarkan (petakan sumber masalahnya), tetapkan tujuan hidup dengan jelas dan kembangkan prioritas penyelesaian masalah.

Berikut ini beberapa alternatif solusi yang bisa dilakukan oleh Remaja untuk menghilangkan Frustasi Stress Depresi di Kalangan Remaja

  • Cari cara untuk mengatasinya.
  • Cari bantuan pada prosfesional.
    Bisa berkonsultasi dengan Psikolog Profesional PSYLine atau Psikiater.
  • Cari akar masalahnya apa yang menyebabkan munculnya stres.
  • Bersikap terbuka kepada keluarga terdekat yang dapat dipercaya.
  • Cobalah menilai diri secara lebih obyektif dan berpikir realistis sesuai kenyataan.
  • Mengembangkan citra diri atau self image yang lebih positif dan realistis.
    Dapat dengan menerima segala kekurangan dan kelemahan diri secara fisik maupun sifat pribadi. Berpikirlah bahwa ini semua adalah yang terbaik. Terus mengembangkan sisi positif.
  • Cari dukungan keluarga, orang tua atau orang yang paling bisa mengerti diri kita.
  • Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi.
  • Mulailah berolah raga ringan secara teratur.
    Paksakan walau awalnya pasti akan sulit. Cari teman yang bisa diajak curhat sambil berolahraga.
  • Mencari hiburan.
    Nonton acara lawak yang menghibur, lakukan perjalanan liburan yang paling disukai, jika memungkinkan bersama teman/keluarga.
  • Bermain game ringan
  • Last but not least, perbanyak mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
    Karena keyakinan yang kuat akan adanya kekuatan yang jauh lebih besar dari diri kita. Kekuatan yang sangat mengasihi dan akan menolong kita, akan dapat menambah ketenangan diri.
  • Pemahaman yang lebih baik mengenai hakikat masalah yang kita hadapi juga dapat menambah ketenangan dalam menghadapi masalah.

Bila masih ada pemikiran atau ide yang akan mengarah pada tindakan destruktif. Seperti menyakiti diri, terutama bila ada pikiran untuk bunuh diri. Segera hubungi seseorang untuk meminta bantuan sebagai tindakan darurat!

Semoga ini tidak pernah terjadi.

Namun Apabila Anda memiliki masalah dengan Frustasi Stress Depresi di Kalangan Remaja, dan ingin berbagi curahan hati dengan Psikolog Professional PSYLine. Anda dapat Konsultasi di PSYLine.id. Psikologi Online Indonesia.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Salam bahagia.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Prof. Dr. Hj. Zakiah Daradjat Psikolog Indonesia pelopor psikologi Islam.

Tentang Penulis

Drs. Arman Alie Psikolog

Memiliki minat pada pengembangan SDM, konseling, marketing, reading, swimming, gardening & traveling. Bahagia dengan keluarga sederhana, sebagai ayah yang paling ganteng di keluarga dengan 2 putri, dan senantiasa belajar bersyukur.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog