Gejala Serta Karakteristik Dan Ciri-ciri Penderita Disleksia

Diposting: 16 November 2017 | Kategori Artikel: Pendidikan & Anak

Dilihat: 3732 kali.

Penulis: Riswandi Alekhine

Karakteristik Dan Ciri-ciri Penderita Disleksia sangat bervariasi dan umumnya tidak sama pada tiap individu penderita. Karena itu, gangguan ini biasanya sulit dikenali. Terutama sebelum sang anak memasuki usia sekolah.

Ada sejumlah gen keturunan yang dianggap dapat memengaruhi perkembangan otak yang mengendalikan fonologi, yaitu kemampuan dan ketelitian dalam memahami suara atau bahasa lisan. Misalnya, membedakan kata “Pangeran” dengan kata “Pameran”.

Baca Juga:

Psikologi Pendidikan: Disleksia Kesulitan Proses Belajar Membaca.

Karakteristik Dan Ciri-ciri Penderita Disleksia

Rata-rata gejala disleksia akan mulai muncul sejak penderita berusia muda. Beberapa gejala Karakteristik Dan Ciri-ciri Penderita Disleksia umum yang telah diketahui antara lain:

  • Anak disleksia tampak sangat cerdas dan ceria. Namun mereka memiliki kemampuan rendah dalam membaca, menulis dan mengeja kata-kata. Hal ini menyebabkan mereka dicap sebagai ‘ceroboh’ dan ‘bodoh’.
  • Kreatif dan pandai walaupun kesulitan dalam membaca dan menulis.
  • Terlambat dalam belajar berbicara. Namun saat sudah bisa berbicara, mereka pintar dalam berbicara.
  • Kesulitan dalam belajar bahasa baru, terutama bahasa asing.
  • Kesulitan dalam mengikuti kegiatan di sekolah. Anak-anak disleksia cenderung merasa frustrasi dengan kegiatan membaca. Atau menghadapi berbagai tes tertulis di sekolah mereka.
  • Kesulitan dalam membaca arah.
  • Pendengaran yang lebih tajam namun memiliki masalah dengan pengelihatan meskipun hasilnya mungkin sebaliknya.
  • Khayalan yang kuat dan suka bercerita.
  • Memiliki kemampuan gambar-ruang (visual-spatial) yang baik.
  • Meskipun mereka memiliki tingkat tinggi IQ, anak-anak disleksia tidak unggul di bidang akademik. Mereka mungkin memiliki kemampuan yang  baik dalam ujian lisan tapi akan kesulitan dalam memahami tes tertulis.
  • Anak-anak disleksia biasanya akan terlihat sangat berbakat dalam drama, seni, olahraga, bercerita, desainer dan merancang mesin.
  • Sering disebut kikuk atau memiliki masalah untuk berhubungan sosial
  • Anak-anak disleksia cenderung untuk belajar lebih baik melalui demonstrasi, alat bantu visual, pengamatan dan eksperimen.

Mereka yang menderita disleksia juga memililki masalah dalam mengembangkan kemampuan hubungan sosial mereka karena mereka dipercaya memiliki. Seperti Kepercayaan diri yang buruk, Depresi dan merasa dikucilkan.

Karakteristik Dan Ciri-ciri Penderita Disleksia Pada Balita,

Disleksia pada balita dapat dikenali melalui sejumlah gejala yang berupa:

  • Perkembangan bicara yang lebih lamban dibandingkan anak-anak seusianya.
  • Membutuhkan waktu lama untuk belajar kata baru. Misalnya sering keliru menyebut kata “ibu” menjadi kata “ubi”.
  • Kesulitan menggunakan kata-kata untuk mengekspresikan diri. Misalnya kesulitan untuk memilih kata yang tepat atau kesulitan menyusun kata dengan benar.
  • Kurang memahami kata-kata yang memiliki ritma, contohnya “Ular Melingkar di atas pagar”.

Karakteristik Dan Ciri-ciri Penderita Disleksia Pada Anak Usia Sekolah

Gejala-gejala disleksia pada usia sekolah biasanya akan lebih jelas. Ketika anak mulai belajar membaca dan menulis di sekolah, maka anak akan mengalami beberapa kesulitan. Cirinya sebagai berikut:

  • Kesulitan memroses dan memahami apa yang didengarnya.
  • Lamban dalam mempelajari nama dan bunyi abjad.
  • Sering salah atau terlalu pelan saat membaca.
  • Lamban saat menulis dan tulisan yang tidak rapi.
  • Kesulitan mengingat urutan, misalnya urutan abjad atau nama hari.
  • Cenderung tidak bisa menemukan persamaan atau perbedaan pada abjad.
  • Kesulitan mengeja. Misalnya huruf “d” sering tertukar dengan huruf “b”, atau angka “6” dengan angka “9”.
  • Lamban dalam menulis, misalnya saat didikte atau menyalin tulisan.
  • Kesulitan mengucapkan kata yang baru dikenal.
  • Memiliki kepekaan tentang huruf yang rendah. Contohnya, mereka akan kesulitan menjawab pertanyaan “bagaimana bunyinya apabila huruf ‘K’ pada ‘buku’ diganti dengan huruf ‘L’?”.

Karakteristik Dan Ciri-ciri Penderita Disleksia Pada Usia Remaja

Karena sulit dikenali, disleksia terkadang ada yang baru disadari setelah penderita beranjak remaja. Beberapa gejala dan ciri pernderita disleksia pada usia remaja di antaranya adalah:

  • Kesulitan membaca dan mengeja.
  • Kesulitan menyalin catatan serta membuat karya tulis. Misalnya makalah atau laporan.
  • Bermasalah dalam mengekspresikan sesuatu melalui tulisan atau meringkas suatu cerita.
  • Sering tidak memahami lelucon atau makna bahasa kiasan. Contohnya istilah “ringan tangan” yang berarti suka menolong.
  • Kesulitan dalam mengatur waktu. Misalnya tenggat waktu dalam tugas.
  • Kesulitan mengingat hal-hal yang berurutan. Misalnya nomor telepon.
  • Cenderung menghindari kegiatan membaca dan menulis.
  • Kesulitan berhitung.

Karakteristik Dan Ciri-ciri Penderita Disleksia Pada Orang Dewasa

  • Orang dewasa yang menderita disleksia biasanya lebih sukses berkarir dalam bidang kerajinan seperti pertukangan, dekorasi interior, dan beberapa kerajinan lainnya.
  • Penderita disleksia dewasa  cenderung menyalahgunakan kata-kata dan cenderung melakukan kesalahan pengucapan.
  • Lemah dalam mengingat urutan peristiwa atau percakapan.
  • Mengemudi adalah tugas berat bagi mereka karena mereka menghadapi kesulitan dengan arah.
  • Penderita disleksia dewasa memliki sifat perfeksionis dan cenderung bereaksi berlebihan terhadap kesalahannya.

Karakteristik Dan Ciri-ciri Penderita Disleksia Dilihat Dari Aspek Kognetif

  • Dalam membaca, Anak disleksia biasanya perlu membaca  berulang-ulang untuk memahami makna yang sebenarnya.
  • Membaca biasanya menjadi proses yang memakan banyak waktu. Hal itu akan menyebabkan merasa sulit untuk mengingat apa yang baru saja mereka baca.
  • Sebagian besar dari mereka cenderung kehilangan  kata-kata karena tidak tepat dalam membaca. Setelah yang ia baca terlewati, mereka harus mulai dari awal lagi.
  • Kesulitan dalam memahami kosa kata baru dan asing.
  • Beberapa anak-anak disleksia cenderung menghadapi kesulitan dalam membaca teks tertulis di atas kertas putih terang.
  • Memori jangka pendek dan masalah dalam pemrosesan visual membuat proses penulisan sulit bagi mereka. Selama proses tersebut, mereka merasa sulit untuk menyusun dan mengatur ide-ide mereka
  • Anak-anak Disleksia biasanya akan mencoba untuk menuliskan pikiran sehingga mereka tidak mudah kehilangannya.
  • Anak penderita disleksia akan salah mengucapkan kata-kata yang panjang, gagap saat berbicara, yang mengarah ke frase terputus-putus, kalimat tidak lengkap, bahkan bis jadi ia gagal dalam mengkonversi pikiran mereka menjadi kalimat.

Karakteristik Dan Ciri-ciri Penderita Disleksia Disleksia Dilihat Dari Aspek Perilaku

  • Anak penderita disleksia bisa jadi pembuat masalah dan mereka sering berperilaku nakal.
  • Dalam perkembaganya, bisa jadi anak pederia Disleksia mengalami perkembangan yang lebih cepat dan bisa jadi lebih lambat, seperti perilaku berjalan, merangkak dan berbicara.
  • Anak disleksia biasanya akan rentan terhadap infeksi telingan, sensitif terhadap zat adiktif dan beberapa jenis makanan kimia.
  • Penderita disleksia tetap memiliki kebiasaan mengompol meski ia sudah memasuki usia normal.
  • Memiliki rasa keadilan yang kuat, sensitif dan memiliki sifat perfeksionis.
  • Adanya tekanan, stress, dan sering merasa kebingungan akan menyebabkan anak disleksia akan lebih sering melakukan kesalahan besar.

Jika Anda mencemaskan perkembangan kemampuan membaca dan menulis anak Anda yang terasa lambat, hubungilah dokter. Pemeriksaan juga berguna untuk memastikan apakah ada gangguan medis lainnya atau tidak, contohnya gangguan penglihatan atau pendengaran.

Baca Juga:

Diagnosa dan Pengobatan Penderita Disleksia Secara Umum.

Metode Penanganan Penderita Disleksia Untuk Umum.

Referensi:

  • http://www.nhs.uk/conditions/dyslexia/pages/causes.aspx
  • http://www.dyslexia.org/what_causes.shtml
  • http://www.dyslexia.com/library/symptoms.htm

PSYLine.id Psikologi Online Indonesia

Bila Anda ada permasalahan dengan Karakteristik Dan Ciri-ciri Penderita Disleksia, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Tentang Penulis

Riswandi Alekhine

Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Seorang Aquascaper.
Jatuh cinta pada script, poetry, filsafat dan senja saat hujan.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog