Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Harapan adalah Penangkal Bunuh Diri

Klinis & Kepribadian | 480 Views

Asa atau Harapan adalah Penangkal Bunuh Diri yang Paling Ampuh

27 Juli 2017 | Penulis: Arbono Lasmahadi

Beberapa waktu yang lalu istri saya mengabarkan bahwa  wafatnya Pak Fulan (bukan nama sebenarnya), mantan tetangga kami. Beliau meninggal disebabkan oleh tindakan bunuh diri yang dilakukannya. Peristiwanya terjadi beberapa tahun yang lalu, dan kita memang baru diberitahu beberapa hari yang lalu. Asa atau Harapan adalah Penangkal Bunuh Diri.

Baca Juga:

Psiklogi Klinis: 10 Alasan Orang Melakukan Bunuh Diri

Peristiwa itu tentunya mengagetkan saya dan membuat saya sedih. Karena beliau yang saya kenal adalah orang baik dan sempat memberikan bantuan kepada kami. Pada saat kami menikah beberapa waktu yang lalu. 

Namun saya tidak pernah bertemu lagi dengan beliau hampir 17 tahun lamanya. Mungkin Beliau telah berubah banyak. Mungkin juga kondisi hidupnya juga kondisi sosial ekonominya sudah berubah.

Harapan adalah Penangkal Bunuh Diri Robbin William

Peristiwa yang sama juga dialami oleh Komedian dan aktor Hollywood, Robin Williams. Aktor komedi yang ditemukan tak bernyawa di Tiburon, California Utara beberapa waktu yang lalu.

Orang-orang terdekatnya menyebutkan bahwa pria 63 tahun itu baru-baru ini berjuang melawan depresi berat. Menurut situs tempo.co.id, penyebab Robin Williams depresi karena Williams kesal dan malu. Dia malu saat film yang dibintanginya dihentikan penayangannya pada April 2014.

The Crazy Ones merupakan film terakhir yang dibintangi Robin Williams. Film yang disutradarai oleh David E. Kelle ini dibintangi Williams dan Sarah Michelle Gellar sebagai pemeran utama. Film ini ditayangkan berseri di CBS sejak 26 September 2013 sampai 17 April 2014.

Peritiwa bunuh diri memang sepertinya semakin menjadi peristiwa yang kerapkali terjadi khususnya di kota kota besar. Peristiwa ini tidak hanya terjadi pada orang-orang terkenal, tapi juga di  berbagai kelompok masyarakat.

Alasan Penyebab Orang Melakukan Bunuh Diri Menurut Pakar Psikolog: Harapan adalah Penangkal Bunuh Diri

Menurut Pakar Sosiologi Moderen Emile Durkheim, secara umum ada 4 alasan seseorang melakukan tindakan bunuh diri yaitu:

  • alasan agama,
  • alasan keluarga,
  • alasan politik,
  • dan alasan kekacauan hidup. 

Saya tidak akan membahas lebih dalam masalah bunuh diri di dalam tulisan ini. Namun saya mencoba melihat hikmah yang dapat kita tarik dari peristiwa bunuh diri ini.

Tekanan Hidup Penyebab Utama Bunuh Diri

Kalau merujuk pada peristiwa yang terjadi pada kasus Robin Williams dan juga penjelasan dari Emile Durkheim. Ada benang merah yang sama. Yaitu adanya tekanan hidup yang dialami seseorang yang membuat orang yang tidak mampu menghadapinya. Dan akhirnya memutuskan untuk bunuh diri.

Tekanan hidup dapat muncul dalam berbagai bentuk di dalam kehidupan kita. Seperti tekanan ekonomi, tekanan keluarga, tekanan sosial, dan lain lain sebagainya.

Saya yakin semua orang pernah dan akan mengalami tekanan hidup, dalam berbagai bentuknya, sepanjang hidupnya. Namun sebagian besar dari mereka tidak melakukan tindakan bunuh diri sebagai reaksi terhadapa tekanan hidup yang mereka alami. 

Asa atau Harapan adalah Penangkal Bunuh Diri

Mengapa mereka mampu melakukannya ? karena mereka tetap memelihara dan menghidupkan asa yang telah dikarunia Allah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Asa atau harapan yang terus hidup karena dilandasi keyakinan bahwa Allah tidak akan memberikan beban kepada seseorang di atas kemampuannya. Jadi pasti ada jalan keluar atas tekanan hidup yang dialami seseorang.

Kapasitas seseorang tentunya berbeda-beda dalam menghadapi tekanan hidupnya  ada yang mampu menghadapinya sendiri dan keluar dari tekanan tersebut. Namun tidak sedikit yang tidak mampu menghadapinya sendiri dan membutuhkan dukungan dari orang lain. Untuk keluar dari tekanan tersebut seseorang butuh teman curhat.

Hikmah yang dapat kita pelajari dari peritstiwa bunuh diri

Menurut hemat saya, hikmah yang dapat kita pelajari dari peritstiwa bunuh diri tersebut, antara lain sbb:

  • Bersyukurlah kita yang diberikan karunia Allah Swt,  dengan  asa atau harapan. Asa untuk menjalankan kehidupan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat memberikan manfaat bagi diri kita dan lingkungan sekeliling kita.
  • Setiap kita telah dibekali oleh Allah Swt,  dengan keyakinan dan kemampuan untuk menghadapi tekanan hidup yang kita alami dengan baik, baik secara mandiri, maupun dengan dukungan dari orang-orang di sekitar kita.
  • Memelihara silaturahim diantara kita. Karena kita tidak pernah tahu, kapan kita mampu untuk menghadapi tekanan hidup kita sendirian atau dengan bantuan orang lain. Silaturahim akan memudahkan kita memperoleh bantuan yang diperlukan manakala kita membutuhkannya.
  • Memberikan perhatian kepada orang-orang terdekat kita. Khususnya yang mempunyai kecenderungan “weak personality”. Agar mereka selalu mempunyai saluran untuk dapat mengungkapkan masalahnya. Sehingga masalahnya tidak berlarut-larut.
  • Jangan pernah sedikitpun untuk berpikir untuk memutuskan asa kita. Karena bisa jadi hal itu menjadi bibit awal munculnya keinginan untuk mengakhiri hidup.

Baca juga:

Bunuh Diri Pada Remaja Dapat Dicegah. Kenali 10 Tanda-tandanya.

 Semoga tulisan Harapan adalah Penangkal Bunuh Diri ini memberikan manfaat bagi  siapapun yang membacanya. Dan khususnya untuk mengingatkan saya untuk terus berupaya memperbaiki diri. Dan menjaga dan memlihara asa yang telah dikarunia Allah Swt, dengan sebaik baiknya.

Bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

 Salam Bahagia.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Apa itu Bullying? Kenali Tanda dan Cara Pecegahannya.

Tentang Penulis

Arbono Lasmahadi

Psikolog Senior
Alumnus Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
Praktisi Senior Manajemen Sumber Daya Manusia.
Pengurus IOC.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan