Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

MALINGERING Adalah Pura-pura sakit yang Merupakan Gangguan Mental

Klinis & Kepribadian | 4572 Views

MALINGERING Adalah Pura-pura Sakit yang Merupakan Gangguan Mental

17 November 2017 | Penulis: Bayu Lebond

Malingering adalah aksi pura-pura sakit saat Anda sebenarnya sehat-sehat saja, atau bertindak seolah-olah penyakit Anda lebih parah dari yang sesungguhnya. Hal itu dilakukan dengan tujuan mendapatkan keuntungan pribadi.

Pelaku malingering bahkan bisa dengan sengaja menaikkan suhu termometer dengan mendekatkannya ke lampu. Atau menukar maupun mengontaminasi sampel urin, dengan tujuan mengecoh petugas medis.

Biasanya malingering bersifat eksternal, misal menghindari tugas militer atau pekerjaan, mendapatkan kompensasi finansial, menghindari tuntutan pidana, atau mendapatkan obat-obatan terlarang. Jadi malingering adalah perilaku yang disengaja untuk tujuan eksternal yang diketahui.

Pura-pura sakit beda tujuan beda pula istilahnya

Perilaku berpura-pura sakit atau dengan sengaja mengkondisikan diri dalam sakit jika dilakukan secara berulang dan merupakan pola yang menetap merupakan salah satu gangguan mental.

Gangguan mental yang seperti ini, berdasarkan tujuannya, dibedakan menjadi dua kategori. seperti Malingering dan Munchausen’s Syndrome. Keduanya memiliki gejala yang serupa meski tujuannya berbeda.

Malingering

Orang yang berpura-pura sakit atau dengan sengaja mengkondisikan diri dalam sakit jika dilakukan secara berulang dan merupakan pola yang menetap merupakan salah satu gangguan mental yang disebut Malingering.

“Contohnya kalau di luar negeri ada asuransi, orang pura-pura sakit agar asuransinya cair,”

Ada empat ciri yang mencerminkan seorang Malingering berdasarkan buku Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental atau DSM-IV, yaitu:

  1. Terkait dalam konteks medikolegal

    Malingering yang bertujuan untuk lari dari tanggung jawab biasanya berkaitan dengan dunia hukum. Medikolegal adalah ilmu yang mengaitkan medis dengan hukum.

  2. Ada kesenjangan yang dikeluhkan dengan hasil pemeriksaan dokter

    Biasanya, orang dengan Malingering akan mengeluhkan rasa sakit yang berlebihan.

  3. Pasien kurang bekerja sama dengan dokter

    Biasanya pasien kurang mau bekerja sama untuk menjalani pemeriksaan medis. Kalaupun dia mau menjalani, tapi dia menolak atau enggan untuk menjalani treatment.

  4. Berkaitan dengan gangguan kepribadian antisosial

    Seorang dengan Malingering biasanya cenderung memiliki ciri kepribadian yang terkait dengan gangguan kepribadian antisosial. Yaitu adanya pola yang menetap dari seseorang yang tidak menghargai hukum dan norma sosial.

Malingering di Indonesia

Belakangan banyak kasus-kasus hukum di Indonesia yang kentara melibatkan kondisi sakit ketika mulai terjadinya persidangan. Kondisi sakitnya terkadang “terlihat aneh”. Karena tiba-tiba terjadinya tanpa adanya riwayat sebelumnya.

Kondisi ini terkadang menuai kecurigaan apakah pesakitan ini berpura-pura sakit agar mendapatkan keringanan hukuman. Atau bahkan dibebaskan dari tanggung jawab hukuman. Malingering adalah kondisi yang mudah untuk diketahui karena tidak adanya dasar obyektif yang jelas.

Malingering biasa dilakukan untuk:

  1. Menghindari Tanggung Jawab Pidana, Persidangan, dan Hukuman

    Penjahat mungkin berpura-pura menjadi tidak kompeten untuk menghindari berdiri di persidangan. Mereka mungkin berpura-pura gila pada saat perbuatan kejahatan. gejala pura-pura sakit untuk menerima hukuman yang lebih ringan. Atau mencoba untuk bertindak seolah-olah tidak mampu (kompeten) untuk dieksekusi.

  2. Menghindari Layanan Militer atau Tugas Khusus Berbahaya

    Orang mungkin pura-pura sakit untuk menghindari wajib militer ke dalam angkatan bersenjata. Mereka mungkin berpura-pura sakit untuk melarikan diri dari tugas terutama berat atau berbahaya.

  3. Keuangan Keuntungan

    “Penjahat” Malingering mungkin mencari keuntungan finansial dalam bentuk asuransi cacat yang sebenarnya tidak patut dan manfaat kompensasi.

  4. Menghindari Pekerjaan, Tanggung Jawab Sosial, dan Konsekuensi Sosial

    Individu dapat pura-pura sakit untuk melarikan diri dari keadaan kerja atau kondisi sosial atau untuk menghindari konsekuensi sosial dan litigasi yang terkait dengan kejanggalan pekerjaan atau sosial.

Munchausen’s Syndrome

Gangguan mental di individu atau subjek yang berpura-pura sakit atau mengkondisikan dalam keadaan sakit dengan tujuan mencari perhatian. Munchausen’s Syndrome untuk seeking attention atau cari perhatian. Biasa terjadi di remaja sekarang.

Ada pula jenis dari Munchausen’s Syndrome yang lain, yaitu Munchausen’s Syndrome by Proxy. Sindrom ini adalah gangguan mental di mana individu yang membuat orang lain atau biasanya orang terdekatnya sakit.

“Misal ibu yang mengkondisikan anaknya kecelakaan, atau membuat anaknya keracunan. Kenapa bikin anak sakit? Nyari perhatian dengan memainkan peran sebagai penolong,”

Ciri-ciri Munchausen’s Syndrome ini serupa dengan Malingering. namun tujuan keduanya berbeda. Malingering memiliki tujuan untuk lari dari tanggung jawab, sedangkan Munchausen’s Syndrome tujuannya untuk mencari perhatian.

Sumber: dikutip dari berbagai sumber.

Salam Bahagia.

PSYLine.id Psikologi Online Indonesia

Bila Anda ada permasalahan dengan Mengubah Bad Day Menjadi Good Day, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Ingin Anak Tumbuh Bahagia? Lakukan 7 Hal Sederhana Ini.

Tentang Penulis

Bayu Lebond

Seorang yang sok Seniman
Rocker yang sayang keluarga
Pecinta Wayang Jawa
#WhySoSerious

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan