Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Manajemen Karir

Karir & Perusahaan | 6229 Views

Mengapa manajemen karir penting untuk kita? Apa kegunaan dan manfaatnya?

25 April 2017 | Penulis: Arbono Lasmahadi

Sebelum kita membahas tentang Manajemen Karir, kita musti tahu dulu tentang Karir. Apa itu karir, apa itu Pekerjaan (Job), dan apa perbedaan dari Karir dengan Pekerjaan (Job).

Apakah karir itu?

Karir adalah urutan sikap dan perilaku individu yang terkait dengan pengalaman yang berhubungan dengan pekerjaan dan kegiatan selama rentang kehidupan seseorang.

Konsep karir dapat digambarkan sebagai berikut:

  • Karir adalah sebagai sebuah kemajuan.
  • Karir adalah sebagai profesi.
  • Karir adalah urutan seumur hidup dari pekerjaan.

Urutan seumur hidup pengalaman terkait peran:

  • Sebuah kemajuan.
  • Sebuah profesi.
  • Urutan pekerjaan sepanjang kehidupan.
  • Urutan peran yang dijalani seseorang sepanjang kehidupannya.

Karir vs Pekerjaan.

Perbedaan Karir dengan Pekerjaan.

Manajemen Karir

Karir Vs Pekerjaan

Manajemen Karir

Pilihan Karir Individual

Karir dilihat dari segi psikologi.

Karir dapat dikategorikan menjadi:

  • Protean career – Dasarnya adalah inisiatif sendiri yang tujuannya untuk mendapatkan kesuksesan psikologis pada pekerjaan yang seseorang  pegang.
  • Psychological Success – Perasaan bangga dan puas yang muncul karena tercapainya sasaran –sasaran hidup, yang tidak terbatas pada pencapaian di pekerjaan.
  • Psychological contract – Harapan- harapan yang masing-masing pihak saling dapat berikan, baik dari pihak karyawan maupun perusahaan.

Perbandingan Traditional Career and Protean Career.

Manajemen Karir

Tradisional Karir Vs Protean Karir

4 Konsep Tentang Karir.

Manajemen Karir

Source:

Adapted from Kenneth R. Brousseau, Michael J. Driver, Kristina Everoth, and Pikard Larsson,

“Career Pandemonium: Realizing Organizations and Individuals”

Academy of Management Executive, Vol. 16, No. 4 (1996),  p. 58.

Dasar-dasar manajemen karir.

Manajemen Karir

Manajemen karir karyawan.

Manajemen, Pengembangan dan Perencanaan Karir.

  • Manajemen Karir – Upaya yang dilakukan organisasi untuk mengelola alur pergerakan para karyawan sepanjang waktu  melalui jabatan yang tesedia. Melalui cara yang dapat memenuhi sasaran organisasi dan individual.
  • Pengembangan Karir – Upaya yang terus menerus dilakukan, baik oleh organisasi, maupun individual untuk memperluas kesempatan karir dan kesadaran terhadap sasaran karir yang dituju.
  • Perencanaan Karir – Langkah langkah yang dilakukan individu untuk mengarahkan karirnya melalui cara yang dapat memberikanya kepuasan secara individual.

Sistim Manajemen Karir, Sistim yang dibangun di  dalam organisasi.

Manajemen Karir

Mengapa manajemen karir penting?

  • Manajemen karir penting bagi perusahaan untuk menciptakan dan mempertahankan lingkungan belajar terus menerus.
  • Tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan adalah menemukan keseimbangan antara kemajuan karir karyawan dan pada saat yang bersamaan menarik dan memperoleh karyawan dengan keterampilan-ketrampilan  baru.

Mengapa Manajemen Karir Penting? Bagian dari Manajemen Stratejik SDM.

Manajemen Karir

Mengapa manajemen karir penting?

Manajemen karir adalah proses yang membuat para karyawan:

  • menjadi menyadari minat-minat, nilai-nilai, kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan mereka.
  • mendapatkan informasi tentang kesempatan kerja di dalam perusahaan.
  • mengenali sasaran karirnya
  • Membuat rencana tindakan untuk mencapai sasaran karirnya.
  • Dari perspektif perusahaan, kegagalan untuk memotivasi karyawan untuk merencanakan karir mereka dapat menyebabkan :
    – Kekurangan karyawan untuk mengisi posisi yang tersedia.
    – Komitmen karyawan yang lebih rendah.
    – Penggunaan dana pelatihan dan pengembangan yang tidak tepat
  • Dari perspektif karyawan, tidak hadirnya manajemen karir dapat mengakibatkan :
    – Frustrasi , berkaitan dengan kurangnya pertumbuhan diri dan tantangan di tempat kerja.
    – Perasaan kurang berharga di perusahaan.
    – Ketidak-mampuan untuk memperoleh kembali pekerjaan , saat terjadi merger , akuisisi, restrukturisasi dan

Mengapa Manajemen karir penting ? Mendukung Rencana Suksesi Perusahaan.

Manajemen Karir

Rencana Suksesi.

  • Rencana Suksesi adalah proses pengenalan dan pelacakan karyawan yang  sangat berpotensi/berpotensi tinggi untuk mengisi posisi manajerial yang lebih tinggi.
  • Karyawan yg berpotensi tinggi – Para karyawan yang dipercaya oleh perusahaan akan berhasil bila diberikan kepercayaan untuk menjabat di posisi posisi manajemen tingkat tinggi.

Contoh Rencana Suksesi.

Manajemen Karir

Career Motivation  merujuk kepada:

  • Dorongan/energi yang perlu karyawan investasikan pada karir mereka.
  • Kesadaran tentang arah yang mereka tuju berkaitan dengan karir mereka.
  • Kemampuan untuk tetap mempertahankan energi dan tujuan yang ingin mereka capai, walau menghadapi hambatan hambatan yang mungkin mereka akan temui.

Sistim Manajemen Karir.

Sistim Manajemen Karir  – Membantu para karyawan, manajer, dan perusahaan untuk mengenali kebutuhan-kebutuhan pengembangan karir.

Faktor –faktor  yang mempengaruhi efektifitas Sistim Manajemen Karir

  1. Sistim dibangun sebagai respon terhadap kebutuhan bisnis atau untuk mendukung strategi bisnis
  2. Para manajer dan para karyawan berpartisipasi dalam membangun sistimnya.
  3. Para karyawan didorong untuk berperan aktif dalam manajemen karir
  4. Evaluasi terhadap sistim dilakukan secara berkelanjutan dan digunakan untuk memperbaiki sistim.
  5. Unit-unit bisnis dapat melakukan penyesuaian terhadap sisitim yang ada, sesuai kebutuhan tertentu, namun tetap dengan beberapa batasan-batasan
  6. Para karyawan mempunyai akses terhadap sumber informasi karir (termasuk penasehat dan jabatan yang tersedia
  7. Manajemen Senior mendukung sistim karir ini
  8. Sistim manajemen karir ini terhubung dengan praktek-praktek Manajemen SDM lainnya. Seperti manajemen kinerja, pelatihan dan pengembangan, perencanaan tenaga kerja, rekrutmen dan seleksi.
  9. Sistim ini menciptapkan “kumpulan bakat” yang besar dan beragam.
  10. Informasi tentang rencana-rencana karir dan evaluasi bakat , dapat diakses oleh semua manajer.

Berbagi tanggung jawab: Peran dalam manajemen karir.

Manajemen Karir

Peran Manajer Dalam Manajemen Karir.

Manajemen Karir

Mengevaluasi Sistim Manajemen Karir

Sistim Manajemen Karir perlu dievaluasi untuk melihat kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dan kebutuhan para karyawan.

Evaluasi dapat didasarkan atas :

  • Reaksi para pelanggan internal yang menjadi pengguna sistim manajemen karir
  • Informasi yang objektif tentang attition rate dari key people dan key position.

Pengembangan Karir.

Pengembangan Karir – Sebuah proses saat para karyawan bergerak maju melalui sebuah serial tahapan karir.

Setiap tahapan ditentukan dengan  masing masing tugas-tugas perkembangan, aktivitas-aktivitas, dan hubungan-hubungan yang berbeda

Sebuah Model Pengembangan Karir – Tahapan Karir.

Manajemen Karir

Pengembangan Karir : Peran Perusahaan.

Manajemen Karir

Pengembangan Karir.

Realistic Job Preview: Pendekatan yang digunakan oleh suatu organisasi untuk mengkomunikasikan aspek-aspek penting dari pekerjaan kepada calon pemegang jabatan sebelum tawaran jabatan diberikan

Sistim Pengembangan Karir Individual.

Manajemen Karir

Sistim Pengembangan Karir.

  • Penilaian Diri (Self Assessment).
    Pemanfaatan informasi oleh para karyawan untuk menentukan minat karir mereka, nilai –nilai, bakat-bakat dan kecenderungan perilaku.

    Melibatkan pengukuran psikologis.

  • Periksa realitas.
    Informasi yang diterima para karyawan tentang cara perusahaan menilai pengetahuan  dan ketrampilan mereka , dan kesesuaiannya dengan rencana perusahaan.
  • Penetapan Sasaran.
    Para karyawan menetapkan sasaran karir jangka pendek dan jangka panjang. Biasanya terkait dengan posisi yang diinginkan , tingkat ketrampilan yang akan digunakan,  lingkungan kerja, dan jenis ketrampilan yang diperlukan.
  • Rencana Tindakan

Para karyawan menetapkan cara mereka mencapai sasaran jangka pendek dan jangka panjang.

Bisa melibatkan pelatihan, seminar,  keterlibatan pada proyek-proyek resmi atau sukarela, dan sebagainya.

Manajemen Karir

Pengembangan Karir : Alternatif pergerakan karir seseorang.

Manajemen Karir

 

Pengembangan Karir : Tahapan dalam proses mentoring.

Manajemen Karir

 

Jalur Karir (Career Path).

Jalur Karir (Career Path) – Sebuah rangkaian jabatan-jabatan yang seorang karyawan lalui selama ia bekerja di perusahaan, yang terdiri dari sejumlah pekerjaan dan ketrampilan sejenis.

Dalam rangkaian ini terdapat:

  • alur pekerjaan dan informasi
  • pengalaman-pengalaman pengembangan yang penting.
  • kualifikasi-kualifikasi dan tugas-tugas yang yang ditampilkan selama menjalani jabatan-jabatan yang bersangkutan.
  • Persamaan dan perbedaan-perbedaan dalam lingkungan kerja.
  • Sejarah pola-pola pergerakan yang terjadi, selama berada di dalam atau di luar pekerjaan.

Contoh Jalur Karir di Fungsi SDM.

Manajemen Karir

Contoh Jalur Karir di Industri Hotel.

Manajemen Karir

Jalur Karir – Jalur Karir Ganda.

Sistim Jalur Karir Ganda – Sistim memungkinan para karyawan untuk tetap berada di jalur karir spesialis/teknikal atau berpindah ke dalam jalur manajemen. Sistim ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  • Gaji , status dan insentif yang diterima karyawan di jalur spesialis/teknikal relatif sama baiknya dengan mereka yang berada di jalur karir manajemen.
  • Kontribusi dari gaji pokok seorang spesialis mungkin lebih rendah dari mereka yang menjadi manajer. Namun mereka diberi kesempatan mendapatkan total kompensasi yang lebih besar melalui sistim bonus yang mereka terima.
  • Sistim jalur karir ganda bukanlah cara untuk memindahkan seorang yang kinerjanya buruk dan tidak mempunyai potensi untuk menjadi manajer.

    Namun seorang yang ingin memilih jalur karir ganda ini, adalah seorang yang mempunyai kemampuan manajerial maupun teknikal yang sama baiknya. Sehingga ia bisa memilih menjadi spesialis/ahli teknikal atau manajer

Figure 12.3 – Example of Dual-Career-Path System.

Manajemen Karir

Dual-Career Ladder for Engineers.

Manajemen Karir

 

Jalur Karir – Portable.

Manajemen Karir

Pengembangan Karir –  Matrix Minat dan Ketrampilan.

Manajemen Karir

Manajemen Karir  – Manajemen Bakat

Mengembangkan Merekrut dari luar
Ø   Bakat  tidak dibutuhkan  segera, tapi untuk pengembangan jangka panjang

Ø  Ketrampilan  khusus yang diperlukan tidak tersedia di pasar tenagar kerja di luar

Ø  Bakat dibutuhkan segera

Ø  Mendatangkan bakat dari luar dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan merancang ulang sistim pengembangan bakat yang ada

 

Mengembangkan atau merekrut.

Pengembangan Karir & Manajemen Bakat Talent Management Bridge.

Manajemen Karir

Talent Review  “9-Box Grid”

Manajemen Karir

9-Box Grid.

Manajemen Karir

Peran Divisi SDM Dalam Pengembangan Karir.

Manajemen Karir

Demikianlah artikel tentang Manajemen Karir yang kami sampaikan untuk para pembaca Psy-Line.id Psilogi Online. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Salam Bahagia..

Artikel sebelumnya membahas tentang: Deteksi dini Tanda Istri Sedang LELAH: Apa yang harus suami lakukan?

Tentang Penulis

Arbono Lasmahadi

Psikolog Senior
Alumnus Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
Praktisi Senior Manajemen Sumber Daya Manusia.
Pengurus IOC.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan