‘KEPO’lah pada tempatnya! Manfaat dan Bahaya KEPO.

Diposting: 18 Mei 2017 | Kategori Artikel: Gaya Hidup & Sosial

Dilihat: 6815 kali.

Penulis: Wulan Arumbi

Kepo sering juga diartikan sebagai sikap peduli seseorang terhadap teman, keluarga atau orang lain. Karena sikap peduli ini seseorang akan cenderung untuk mencari tahu / muncul rassa ingin tahu yang besar. Kenalilah manfaat dan bahaya KEPO.

Sikap kepo dikatakan positif jika seseorang tidak berlebihan untuk mencari tahu masalah atau pribadi orang lain dan dengan tujuan yang baik juga bersifat negative jika seseorang ini sudah keterlaluan ingin tahu masalah pribadi orang lain, sehingga sampai mengganggu dan menimbulkan masalah bagi orang lain

KEPO dapat mengganggu kejiwaan (psikologi) seseorang. Jika seseorang itu sudah terobsesi terhadap sesuatu sehingga mengganggu kegiatan sehari-harinya. Seperti melupakan waktu belajar,bekerja,  makan, ibadah, dll.

Munculnya istilah kepo serta Manfaat dan Bahaya KEPO

Manfaat dan Bahaya KEPO

Ada yang menyebutkan kepo adalah:

  • serapan dari bahasa Hokkian, kay poh, yang (katanya) berarti suka bertanya.
  • Sementara yang lain menyebutkan KEPO adalah singkatan dari Knowing Every Particular Object .

Keduanya mengarah pada hal yang sama, yakni sifat ingin tahu dengan segala yang ada disekitarnya.

KHUSUSNYA, urusan orang, secara berlebihan.

Psikolog, M. Farouk Radwan. Msc, menyebutkan, rasa ingin tahu terhadap urusan orang lain ini muncul karena kebiasaan suka membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Dan biasanya sifat ini dipicu oleh beberapa hal yaitu:

  1. Ingin diakui,
  2. Ingin berempati,
  3. Ingin terlibat,
  4. Ingin mendadapat informasi,
  5. Ingin akrab.

Meski jika dilihat dari pemicunya merupakan hal yang wajar, bahkan terkesan positif. Namun saat dilakukan secara berlebih apalagi sampai melewati batas seperti yang dilakukan orang-orang kepo tetap saja jatuhnya jadi mengganggu.

Bahaya KEPO

Manfaat dan Bahaya KEPO

Sikap ke-kepo-an-seseorang, akan membuat yang di-kepo-in menjadi risih. Bahkan bisa memusuhi mereka. Alih-alih memberi perhatian, orang-orang jadi tidak suka. Apalagi jika orang kepo tersebut dirasa sudah melanggar batas privacy.

Bahaya lain yang timbul akibat sikap kepo mu yaitu:

  1. Terlibat dalam masalah orang lain

    Ketika ikut campur masalah orang lain, kita harus siap untuk terlibat penuh dalam masalah tersebut termasuk mencari cara untuk menyelesaikannya. Bagi orang kepo bukan tidak mungkin, mereka malah ikut terjebak dalam masalah yang dicampurinya.

    Meski pun rata-rata orang kepo sebenarnya kurang peduli mencari solusi. Karena yang terpenting bagi mereka adalah pemenuhan hasrat keingintahuan semata.

  2. Menambah persoalan

    Rasa keingintahuan orang kepo bisa menambah problem dalam hidupnya. Masalah yang sudah menumpuk jadi bertambah akibat kepo karena ikut-ikutan terlibat dalam masalah orang.

  3. Mendapat predikat tidak baik

    Mendapat pandangan rendah dari orang sekitar. Kita akan dinilai gemar mencampuri urusan orang tanpa diminta.

Manfaat Dari KEPO

Kepo berlebihan memang berdampak buruk bagi diri sendiri. Akan tetapi  beberapa pakar kesehatan dan psikologis justru menemukan manfaat dari besarnya rasa penasaran dan selalu ingin mengetahui hal-hal baru. Simak Manfaat dan Bahaya KEPO

Manfaat dari KEPO yaitu:

  1. Melindungi otak

    Studi terbaru yang dijalankan membuktikan, rasa ingin tahu berpengaruh secara positif terhadap proses pembelajaran yang dilakukan otak sekaligus mempermudah otak menyimpan ingatan.

    Mereka percaya, penemuan ini dapat meningkatkan kognisi otak pada orang sehat maupun pasien yang mengalami permasalahan neurologis.

    Dr. Matthias Gruber dari University of California menyatakan bahwa rasa ingin tahu yang berkaitan dengan perkembangan struktur otak ini mampu menjadi cara untuk meningkatkan proses pembelajaran di kelas maupun secara umum.

    “Rasa ingin tahu dapat menempatkan otak pada kondisi yang membiarkannya belajar dan mempertahankan informasi apapun. Seperti sebuah vortex yang menyerap apapun yang ingin dipelajari beserta semua hal yang berkaitan dengan itu,” jelas Gurber.

    Hasil studi juga mengemukakan tejradinya peningkatan aktifitas pada hippocampus. Ini merupakan area di otak, tempat terbentuknya memori baru.

    Rasa ingin tahu yang tinggi, akhirnya memberikan penghargaan terhadap sistem otak dan hippocampus. Ini membuat otak berada dalam situasi dimana keinginan untuk belajar dan mengumpulkan informasi semakin meningkat.

  2. Semakin mesra dengan pasangan

    Cobalah untuk terlihat lebih antusias dan penasaran dengan apa yang dibicarakan pasangan agar si dia dapat merasa lebih nyaman berbincang dengan Anda. Menunjukkan rasa penasaran dapat menimbulkan kesan Anda sangat memperhatikan apa yang ia bicarakan.

    “Orang-orang dengan rasa ingin tahu yang tinggi seringkali dipandang sebagai pendengar yang baik dan senang ngobrol.” Ungkap Ben Dean, Ph.D, dari University of Pennsylvania, AS, seperti dikutip dari Huffington Post.

    “Di tahap awal hubungan, kita cenderung senang membicarakan hobi dan minat masing-masing. Orang-orang yang selalu menunjukkan rasa ingin tahu cenderung membawa keceriaan dalam suatu hubungan”.

  3. Menghilangkan rasa gelisah

    Sebuah penelitian di tahun 2009 oleh psikolog Todd Kashdan mengungkapkan:
    Orang-orang yang mengalami gejala social anxious (gelisah saat berada di tempat umum) dengan rasa penasaran yang tinggi, cenderung lebih mudah terhindar dari konflik.

    Riset yang dimuat dalam Journal of Anxiety Disorders ini menyimpulkan:
    Ada baiknya agar mencari tahu lebih dulu latar belakang lingkungan yang akan dikunjungi atau orang-orang yang akan ditemui. Bila anda sedang mempertimbangkan calon pasangan yang cocok untuk anda, carilah informasi melalui orang-orang terdekatnya. Luangkan waktu juga untuk mengulik akun sosial media milik si dia. Anda akan memiliki informasi mengenai latar belakangnya dengan lengkap. Sehingga rasa gelisah dan penasaran akan terjawab.

  4. Mempermudah waktu belajar

    Sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Neuron mengungkapkan:
    Manusia lebih mudah memproses informasi dalam otak saat mempelajari hal-hal yang tidak menarik di waktu rasa penasaran sedang memuncak. Kesimpulan ini diambil dari percobaan sederhana dimana seorang mahasiswa diperbolehkan untuk menonton acara televisi favoritnya selama 10 menit di sela-sela jam belajar.

    Selain merehatkan pikiran, rupanya cara ini mampu memompa rasa penasaran dan menstimulasi otak lebih besar. Walau sebenarnya informasi yang masuk tidak membuatnya tertarik sama sekali. Eksperimen ini menunjukkan hasil, yakni partisipan riset lebih rajin belajar setelah menonton televisi di waktu yang singkat.

  5. Lebih bahagia
    Mengapa anak-anak terlihat lebih bahagia ketimbang orang dewasa?

    Jawabannya ialah anak-anak lebih mudah penasaran dan selalu ingin mengulik hal-hal yang tidak diketahuinya.

Jadi tidak ada salahnya anda berkepo ria tetapi kepo yang bermanfaat dan tidak mengganggu privacy orang lain,lho!

Fakta-fakta KEPO

Habis KEPO terbitlah FoMO

Sebenarnya sindrom KEPO ini adalah hal yang sangat wajar. Karena mengandung salah satu sifat manusia yang paling mendasar yaitu “sifat penasaran”.

KEPO juga bisa sangat bermanfaat kalau kadarnya sedang, tidak terlalu aneh.

  1. Kepo di jejaring sosial

    Sindrom KEPO yang sangat berlebihan ini biasa diderita oleh para pengguna situs jejaring sosial. Banyak dari mereka selalu merasa penasaran tentang apa saja yang orang lain lakukan. Terutama bagi seseorang yang memiliki hubungan dekat dengan mereka.

    Gejalanya bisa timbul bila kita sedang tidak ada pekerjaan. Biasanya dimulai dari baca-baca status orang lain, atau liat status relationship di profil orang yang di KEPOin. Hal ini berlanjut ke season Tanya jawab yang berkepanjangan.

    Sifat KEPO yang berlebihan ini tentu saja memiliki tidak baik karena mengganggu kenyamanan orang lain.

  2. Habis KEPO terbitlah FoMO

    FoMO singkatan dari Fear of Missing Out.

    Sindrom FoMO ini bisa terjadi ketika anda sedang asik bermain dengan situs jejaring sosial, dan orang-orang atau teman-teman anda sedang asik membicarakan sesuatu.

    Akhirnya anda merasa sedih atau takut ketika ternyata anda ketinggalan informasi tersebut meski informasi itu tidak penting. Sejak dari situ anda mulai gila informasi, terutama yang berhubungan dengan pengalaman orang lain.

    Menurut ketua tim peneliti, psikolog Dr. Andy Przybylski, FoMO sendiri sebenarnya bukanlah hal baru.
    “Yang baru adalah peningkatan penggunaan media social. Hal itu menawarkan semacam jendela baru untuk melongok ke dalam kehidupan orang lain. Tapi bagi orang yang memiliki kadar FoMO tinggi hal ini bisa menimbulkan masalah. Karena mereka cenderung selalu mengecek akun media sosialnya. Mereka melihat apa saja yang dilakukan teman-teman mereka hingga mereka rela mengabaikan aktivitasnya sendiri.” Katanya.

Kesimpulannya, kepo lah pada tempat dan waktu yang tepat. Agar ke-kepo-an kita membawa manfaat, bukan sebaliknya.

PsyLine.id Psikologi Online Indonesia

Salam bahagia.

Artikel sebelumnya membahas tentang:
Menjadi Orangtua yang Cerewet itu Penting! Kenapa?

Tentang Penulis

Wulan Arumbi

Seorang Guru dan ibu bahagia yang selalu ingin belajar.
Lulusan Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret Solo.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog