Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Menjadi Pengangguran yang Bahagia

Gaya Hidup & Sosial | 881 Views

Menjadi Pengangguran yang Bahagia ‘katanya’ Mudah.

19 Mei 2017 | Penulis: PsyLine Indonesia

Seorang Kanada bernama Ernie J. Zelinski pada usia yang produktif memutuskan untuk pensiun dari pekerjaannya. Beliau bekerja sebagai insinyur di suatu perusahaan. Beliau menikmati masa menganggurnya dengan sebaik-baiknya. Dan dia Menjadi Pengangguran yang Bahagia.

Tahun 1997 ia menerbitkan buku yang berjudul The Joy of Not Working. Buku itu menjadi best seller di AS yang disusul dengan terbitan ke 2 tahun 2003.

Menganggur secara produktif ternyata mulai menjadi tren karir yang menguat beberapa tahun terakhir belakangan ini. Hal itu terjadi juga di Indonesia.

Menikmati hidup seperti ini diistilahkan sebagai The Life of Riley.

Dan ternyata menurut penelitian dari American Psychosomatic Society di AS beberapa tahun yang lalu menyimpulkan. Bahwa orang yang memiliki banyak waktu libur dan menikmatinya secara optimal. Mereka memiliki kesehatan fisik dan mental yang lebih baik dari orang yang bekerja setiap hari dari pagi sampai sore.

Menurut Ernie kondisi keuangan pun tidak terganggu, bahkan malah lebih baik.

Menjadi Pengangguran yang Bahagia

Seumur kita ini rasanya bagus juga berpikir untuk mundur dari aktifitas rutin yang  telah puluhan tahun kita kerjakan. Kita akan memiliki waktu luang yang banyak untuk diri kita sendiri.

Gitu nggak sih?

Menjadi Pengangguran yang Bahagia

Berikut ini ungkapan dari beberapa tokoh dari buku The Joy of Not Working mengenai hal tersebut :

  1. Abraham Lincoln

    “Ayah saya mengajar saya untuk bekerja, tetapi tidak untuk mencintainya. Saya tidak pernah benar-benar suka bekerja, tetapi saya tidak menolaknya. Saya lebih suka membaca, bercerita, berkelakar, mengobrol, tertawa – segalanya kecuali bekerja.”

  2. Gerald Barzan

    “Apa gunanya menjadi jenius jika Anda tidak dapat menggunakannya sebagai alasan untuk menjadi penganggur?”

  3. Henry David Thoreau

    “Orang yang menikmati waktu luang dengan benar, mempunyai waktu untuk meningkatkan kedewasaan jiwanya”

  4. Irwin Edman

    “Tes yang terbaik terhadap kualitas suatu peradaban adalah kualitas waktu luangnya.”

  5. Henry David Thoreau

    “Tidak ada kesalahan besar yang lebih fatal daripada dia yang menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk bekerja sebagai mata pencarian.”

  6. Aristoteles

    “Puncak dari bekerja adalah mendapatkan waktu luang.”

  7. Bertrand Russel

    “Salah satu dari gejala-gejala suatu gangguan syaraf yang diperkirakan akan muncul adalah keyakinan bahwa pekerjaan seseorang sangat penting.”

  8. Eleanor Roosevelt

    “Saya tidak pernah memikirkan pencapaian. Saya hanya melakukan apa yang datang pada saya untuk dikerjakan – hal yang membuat saya sangat gembira.”

  9. Comte de Mirabeau

    “Saya tidak akan menukar jam-jam waktu luang saya dengan semua kekayaan di dunia.”

  10. Bertrand Russell

    “Dapat mengisi waktu luang dengan cerdas adalah produk peradaban yang paling baik.”

  11. Logan Pearsall Smith

    “Jika Anda kehilangan waktu luang Anda, waspadalah ! Anda kehilangan jiwa Anda.”

  12. Louise Beebe Wilder

    “Orang yang berkekurangan ialah dia yang tidak mempunyai bakat kemalasan.”

  13. Clarence Darrow

    “Saya adalah teman seorang pekerja, dan saya akan tetap menjadi temannya. Daripada menjadi pekerja.”

  14. Penelitian American Psychosomatic Society, 2002

    Keuntungan-keuntungan kesehatan dari liburan adalah nyata.

    Orang yang berumur 35 sampai 57 tahun yang mengambil cuti tahunan, berkurang 21 persen. Kemungkinan untuk meninggal pada masa muda daripada orang-orang yang tidak pernah mengambil cuti, dan berkurang 32 persen kemungkinan meninggal karena penyakit jantung.

Jadi, mulailah Zelinski menjalankan The life of Riley (acarefree, comfortable, and thoroughly enjoyable way of living).

Atau istilah gampangnya ‘hidup sesuka hati, nggak diatur-atur, nyaman dan menyenangkan’ sampai sekarang.

Lalu, bagaimana dengan kita? Beranikah kita Menjadi Pengangguran yang Bahagia?

Salam Bahagia..

Artikel ini disalin dari Website HIMPSI Jaya.org dengan judul THE JOY OF NOT WORKING.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

‘KEPO’lah pada tempatnya! Manfaat dan Bahaya KEPO

Tentang Penulis
Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan