Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Norma dan Kata Hati

Gaya Hidup & Sosial | 642 Views

Norma dan Kata Hati: Menata Kepekaan Sosial.

4 April 2017 | Penulis: Drs. Julyvan Pertamawan, Psi

Norma dan Kata Hati Apa yang sedang Anda rasakan sekarang? Senang, sedih, gundah, semangat, nyaman, kesal? Itu perasaan dalam diri yang tersimpan, namun bisa juga terlepas bebas menjadi perilaku yang terkesan “lebay” istilah anak muda.

Apa yang Anda rasakan ketika seorang teman memaki:

“B*ngs*t… !!”

Atau bahkan dengan makian yang berisi berbagai nama satwa?

Anda juga bisa merasa senang, sedih, gundah, marah, galau, semangat, nyaman, atau tak acuh.

Semua rasa itu di dalam diri. Semua rasa itu terpendam atau bisa juga keluar ekspresif. Tergantung konteks. Tergantung situasi dan kondisi yang ada pada episode tertentu.

Norma dan Kata Hati dan Budaya.

Di budaya tertentu, makian dapat diartikan canda tawa. Di budaya lain, kata santun bisa menjadi “hukuman”.

Coba aja kalau Anda dengar seorang tokoh adat mengatakan pada Anda dengan santun. Beliau mengatakan bila Anda sebenarnya perlu membersihkan diri dengan merantau. Apa bukan berarti Anda diusir sementara dari lingkungan kampung halaman Anda?

Norma dan Kata Hati Semua itu berkecamuk dalam diri Anda sendiri.

Salah seorang ahli Hipnoterapi dalam salah satu sesi pelatihannya pernah mendemonstrasikannya. Beliau mendemontrasikan bagaimana sebaiknya kita bersikap pada kata-kata dan perlakukan yang disampaikan orang lain kepada diri kita.

Apa pun itu, Anda harus memilih. Mau jadi Subyek? Atau mau jadi obyek?

Kalau Anda jadi obyek, maka Anda akan berada dalam suasana hati yang menarik diri Anda ke “bawah”. Mungkin cenderung menciptakan rasa “negatif”.

Oleh karenanya Anda sebaiknya pandai menempatkan diri menjadi Subyek. Bila mengambil terminologi dari Appreciative Inquiry, Anda harus mengelola diri untuk tidak mengalami “defisit” dalam menilai situasi yang dihadapi.

Norma dan Kata Hati Apa sebenarnya yang terjadi dalam diri Anda?

Apa proses yang berjalan saat Anda “merasa”kan sesuatu?

Boleh dikatakan Anda sedang menata hati dan perasaan.

Melalui berbagai episode dalam hidup Anda, pengalaman menempa Anda menjadi sensitif / peka pada berbagai hal. Perasaan dan kepekaan Anda membentuk sebuah norma. Anda kemudian dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang dapat diterima, mana yang dapat menyinggung perasaan.

Conscious atau kata hati berperan dalam menata hati dan membangun norma.

Dalam kondisi ekstrim, ada banyak orang yang gagal menata hatinya dan bertindak di luar norma. Lalu, kita bisa mengatakan bahwa orang yang bertingkah laku tertentu dan bertindak di luar norma, termasuk orang yang “sakit”.

Demikianlah artikel tentang Norma dan Kata Hati yang ditulis untuk PsyLine.id. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

Salam Bahagia..

 

Artikel sebelumnya membahas tentang: Psikologi Untuk Anda : Benarkah..? Atau Untuk Apa..?

Tentang Penulis

Drs. Julyvan Pertamawan, Psi

Aktif di Himpsi Jaya (www.himpsijaya.org) dan Iluni Psikologi Universitas Indonesia.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan