Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

RSKD Duren Sawit akan jadi Rumah Sakit Untuk Gangguan Jiwa

Berita Psikologi | 365 Views

Berita Psikologi: Pemda DKI Kucurkan 228M ke RSKD Duren Sawit Untuk Jadi Rumah Sakit Untuk Gangguan Jiwa

10 Desember 2017 | Penulis: Bayu Lebond

Jumlah penderita gangguan jiwa yang terus meningkat di DKI Jakarta menyebabkan Dinas Sosial (Dinsos) kewalahan menyediakan tempat penampungan. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berencana menjadikan Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit sebagai Rumah Sakit Untuk Gangguan Jiwa. Rumah sakit khusus untuk menangani kasus ini.

Pemda DKI Kucurkan 228M ke RSKD Duren Sawit Untuk Jadi Rumah Sakit Untuk Gangguan Jiwa

Pemda DKI Kucurkan 228M ke RSKD Duren Sawit Untuk Atasi Gangguan Jiwa
Menurut Sandiaga, proses lelang baru akan dimulai pada 2018. Ia berharap pembangunan rumah sakit itu akan selesai pada 2019.

Beliau menambahkan, dana yang dikeluarkan untuk proyek ini mencapai Rp 228 miliar. Dana itu telah disetujui. Ia berharap masyarakat turut memberikan masukan agar program ini dapat tereksekusi dengan baik.

Dinas Sosial DKI Jakarta Sudah Kelebihan Kapasitas

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta Masrokhan mengatakan saat ini pusat-pusat layanan sosial dasar (PSD) di Dinsos telah kelebihan kapasitas. 

  • PSD1, misalnya, berkapasitas 750 orang namun hingga November 2017 diisi 871 orang. 
  • PSD2 dengan kapasitas 1150 diisi 1219 orang.
  • SementaraPSD 3 dengan kapasitas 450 orang diisi 476 orang. 

Masihada yang tidak tertampung di PSD Dinsos dan disalurkan ke berbagai panti sosial.

Masrokhan menjelaskan, total orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di DKI Jakarta hingga November 2017 tercatat 3.094 jiwa. Mereka terbagi dalam tiga klaster, yaitu gangguan jiwa ringan, gangguan jiwa sedang, dan gangguan jiwa berat.

Sebanyak 76 persen dari ODGJ di Jakarta ternyata berasal dari daerah lain di sekitarnya. Apabila tidak dipulangkan (direunifikasi), jumlah ini akan terus membengkak dan secara kapasitas akan sangat memberatkan bagi Pemprov DKI.

Olehkarena itu, Dinsos melakukan kerja sama dengan daerah-daerah yang tergabung dalam Mitra Praja Utama (MPU) untuk melakukan pemulangan.
“Sekarang reunifikasi sudah berjalan lancar,” kata Masrokhan.

Dinsos DKI Menyediakan ULS Bagi ODMK

Dinsos juga menyediakan unit layanan sosial (ULS) bagi orang dengan masalah kejiwaan (ODMK). Ada enam lokasi ULS di Jakarta. Keluarga dapat mengantarkan ODMK ke ULS pada pagi hari dan menjemput mereka pada sore harinya.
Dalam sepekan, ada 10-12 orang dengan gangguan jiwa ringan datang ke ULS. Bagi yang memiliki kecenderungan gangguan psikologi klinis, ada pemerhati dari perguruan tinggi dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang akan memantau status gangguan jiwa mereka.

“Untuk yang ODMK masih ringan untuk pelayanan di wilayah. Dan boleh ditunggu. Pagi antar, sore dijemput. Itu sudah mengurangi beban kita,” kata Masrokhan.

Dari kasus yang ada, ada pula 20-30 persen ODGJ yang bersifat residu. Mereka telah mencapai gangguan jiwa berat, umumnya karena keturunan. Gangguan jiwa itu telah menahun dan memerlukan pengobatan medis. Untuk kasus seperti ini, Dinsos menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Hingga saat ini ada pula ODGJ yang belum diketahui keluarganya. Mereka hidup sebatang kara dan menjadi tanggung jawab negara. Mereka masih ditampung oleh Dinsos DKI Jakarta.

WaGub DKI Ingin Jadikan RS Duren Sawit Sebagai Rumah Sakit Untuk Gangguan Jiwa

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ingin menjadikan Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit sebagai rumah sakit khusus gangguan jiwa. Saat ini, kata Sandi, 

Pemprov tengah mulai mengalokasikan anggaran untuk pembangunan tersebut.
“Kita ingin RS Duren Sawit menjadi rumah sakit khusus gangguan jiwa dan sekarang baru mulai dianggarkan,” kata Sandi, di Masjid Istiqlal, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (10/12/2017).

Sandi mengungkapkan, proses pelelangan untuk pembangunan rumah sakit tersebut akan dimulai pada tahun 2018 mendatang. Ia berharap tahun 2019, rumah sakit khusus untuk menangani pasien-pasien yang memiliki gangguan jiwa itu akan selesai pada 2019. “Kita harapkan 2019 bisa segera selesai,” katanya.

Pemprov DKI, kata Sandi, menganggarkan Rp 228 miliar untuk pembangunan tersebut. Sandi mengatakan, saat pembahasan anggaran beberapa waktu lalu, alokasi anggaran itu sudah disetujui DPRD DKI Jakarta.
“Mohon masyarakat memastikan bahwa anggaran itu tereksekusi dan diberikan masukan di lapangan,” ujarnya.

Sumber:

REPUBLIKA.CO.ID

Detik.com

PSYLine.id Psikologi Online Indonesia

Bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama PSYLine.id menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Tentang Penulis

Bayu Lebond

Seorang yang sok Seniman
Rocker yang sayang keluarga
Pecinta Wayang Jawa
#WhySoSerious

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan