Pengertian OCD Obsessive Compulsive Disorder Lengkap

Diposting: 20 November 2017 | Kategori Artikel: Klinis & Kepribadian

Dilihat: 2680 kali.

Penulis: Bayu Lebond

Pernahkah Anda merasa sangat takut menyentuh sesuatu benda yang sudah disentuh orang lain karena Takut terkontaminasi? Apakah Anda merasa harus mencuci tangan berkali-kali sampai kulit Anda terluka? Atau Anda penggila kerapian menyusun pakaian berdasarkan gradasi warna? Mungkin Anda mengidap Gangguan OCD Obsessive Compulsive Disorder.

Apa itu OCD Obsessive Compulsive Disorder

OCD Obsessive Compulsive Disorder adalah sebuah kondisi psikologis yang ditandai dengan perilaku pengulangan. Perilaku pengulangan tersebut disebabkan oleh ketakutan atau pikiran yang tidak masuk akal.

Penderita OCD mungkin tidak menyadari kalau obsesinya tidak masuk akal. Namun, ia akan merasa harus melakukan tindakan tertentu itu untuk meredakan stres.

Kondisi psikologis tersebut seringkali membawa rasa takut, bahkan rasa takut yang berlebihan. Meskipun ia telah berusaha untuk meredakan rasa takutnya, namun rasa takut itu malah semakin bertambah. Gangguan mental OCD ini merupakan penyakit mental jangka panjang.

Kelainan OCD ini ditandai dengan pikiran dan ketakutan tidak masuk akal (obsesi) yang dapat menyebabkan perilaku mengulang-ulang sebuah tindakan. Misalnya, orang yang merasa harus memeriksa kompor apakah sudah dimatikan lebih dari 3 kali sebelum keluar rumah. Atau menata baju menurut gradasi warnanya dan diulang-ulang.

Jumlah pasti penderita OCD sulit diketahui, karena para penderita umumnya enggan berkonsultasi kepada Psikolog. Tetapi tidak perlu malu dan menutupinya karena langkah-langkah terapi yang tepat terbukti efektif untuk menanganinya.

Tanda dan Gejala OCD Obsessive Compulsive Disorder

Dampak gangguan obsesif kompulsif (OCD) berbeda-beda pada tiap orang. Tetapi kelainan ini biasanya menyebabkan pola pikir dan perilaku tertentu. Terdapat 4 tahap utama dalam kondisi OCD, yaitu: Obsesi (Pemikiran Berlebihan), Kompulsi (Perilaku Pengulangan), Kelegaan Sementara, dan Kecemasan.

Seseorang yang menderita OCD seringkali memiliki obsesi dan paksaan (kompulsi). Namun, tidak jarang pula ia hanya mengalami satu kondisi. Obsesi mungkin muncul, namun tidak disertai dengan tekanan atau paksaan, begitupun sebaliknya. Baik itu hanya satu kondisi atau keduanya, orang tersebut tetap dianggap menderita OCD.

Pada tahap awal OCD, gejala obsesif dan kompulsif cukup sulit untuk dikenali. Namun, setelah kondisi bertambah parah, gejala-gejala tersebut juga akan bertambah parah. Anak-anak yang mengalami kondisi ini mungkin tidak akan menyadarinya. Namun orang dewasa yang memiliki OCD biasanya menyadari bahwa obsesi dan tekanan mereka tidak beralasan.

Baca Lebih Lanjut:

Kenali Tanda dan Gejala OCD Obsessive Compulsive Disorder.

Perbedaan Perfeksionis dengan Gejala OCD

Menjaga kebersihan serta kerapian yang berlebihan bukan berarti Anda otomatis mengidap OCD. Pikiran OCD bukan hanya sekedar rasa cemas yang ekstrem tentang masalah dalam kehidupan. Jika obsesi dan kompulsi sudah menghambat rutinitas, harap konsultasikan kepada Psikolog Profesional.

Ada orang yang ingin semua hal menjadi sempurna (perfeksionis), namun bukan berarti mereka menderita OCD. Perbedaan antara perfeksionisme dan OCD adalah alasan di balik pikiran penderitanya. Orang yang perfeksionis memiliki pikiran yang berdasar dengan tujuan yang jelas. Sementara penderita OCD akan memiliki pikiran yang tidak beralasan.

Baca Lebih Lanjut:

Sifat perfeksionis berbeda dengan gejala OCD

Penyebab OCD Obsessive Compulsive Disorder

Hingga kini, penyebab dari OCD Obsessive Compulsive Disorder masih belum diketahui kepastiannya. Namun, ada beberapa teori tentang hal ini. Ada 2 Teori Faktor Utama Penyebab OCD Obsessive Compulsive Disorder, yaitu: faktor biologis dan factor Linrkungan.

Di luar kedua faktor tersebut, ada beberapa hal lain yang juga diperkirakan dapat memicu OCD. Yaitu Pengaruh pola asuh dan keluarga, Kelainan pada otak, dan  Dampak dari infeksi. Menurut salah satu teori, antibodi juga dapat memicu OCD. Gejala OCD yang muncul akibat terpicu infeksi biasanya mulai dalam waktu 7-14 hari.

Baca Lebih Lanjut:

Penyebab OCD Obsessive Compulsive Disorder yang Harus Kita Ketahui.

Diagnosis OCD Obsessive Compulsive Disorder

Banyak penderita gangguan obsesif kompulsif (OCD) yang tidak memeriksakan diri ke dokter karena merasa malu. Padahal penderita OCD tidak perlu malu dan menutupinya dari keluarga serta teman terdekat. Dampak negatif OCD pada kehidupan dapat dikurangi dengan langkah penanganan yang tepat. Gangguan ini merupakan penyakit jangka panjang (kronis).

Psikolog akan bertanya sekitar pikiran, perasaan, gejala, serta pola perilaku penderita OCD terlebih dahulu. Jika diduga positif mengidap OCD, tahap selanjutnya adalah pemeriksaan tingkat keparahan gejala oleh dokter spesialis.

Baca Lebih Lanjut:

Diagnosis OCD Obsessive Compulsive Disorder.

Penanganan Pengobatan OCD Obsessive Compulsive Disorder

Penting untuk Kita ketahui bahwa OCD tidak dapat disembuhkan. Akan tetapi, Terapi dan konsultasi pada Psikolog Profesional pada penderita OCD dapat mengendalikan gejala yang kita rasakan. Sehingga kualitas hidup kita tidak lagi terganggu.

Dampak OCD pada rutinitas sehari-hari akan menentukan proses pengobatan yang cocok untuk Anda. Proses pengobatan ini dilakukan secara bertahap dan membutuhkan waktu sampai hasilnya benar-benar efektif, terkadang lamanya hingga berbulan-bulan. Karena itu, penderita OCD serta keluarganya dianjurkan untuk menjalani proses pengobatan dengan sabar.

Langkah pengobatan yang biasanya akan dijalani meliputi terapi perilaku untuk mengubah tingkah laku dan mengurangi kecemasan. Selain itu juga ada obat-obatan untuk mengendalikan gejala yang dialami.

Baca Lebih Lanjut:

Penanganan dan Pengobatan OCD Obsessive Compulsive Disorder.

Penting bagi Kita untuk berusaha mengendalikan hidup Kita sendiri. Psikotrapi dan Obat-obatan akan membantu kita, meskipun OCD tidak dapat disembuhkan. Usaha Kita serta Doa kepada Tuhan yang Maha Kuasaakan meningkatkan kemungkinan Kita untuk dapat mengendalikan OCD.

 

Warning..!

Artikel dari PsyLine.id Psikologi Online Indonesia tentang OCD Obsessive Compulsive Disorder ini berupa memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan mental.

Informasi dalam artikel ini hanya digunakan untuk penjelasan ilmiah.

Bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis.

Informasi dalam artikel ini bukanlah resep atau nasihat medis.

PsyLine.id Psikologi Online Indonesia bukan pengganti dokter.

Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan mental profesional.

Salam Bahagia.

Dirangkum dari berbagai sumber.

Baca Juga:

Apa Itu BIPOLAR? Dan Apa Penyebab Gangguan BIPOLAR.

PSYLine.id Psikologi Online Indonesia

Bila Anda ada permasalahan dengan OCD Obsessive Compulsive Disorder, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

HIPERAKTIF atau ADHD Attention Deficit Hyperactivity Disorder.

Tentang Penulis

Bayu Lebond

Seorang yang sok Seniman
Rocker yang sayang keluarga
Pecinta Wayang Jawa
#WhySoSerious

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog