Pentingkah peringatan Hari Anak Nasional Setiap Tahunnya?

Diposting: 23 Juli 2017 | Kategori Artikel: Pendidikan & Anak

Dilihat: 540 kali.

Penulis: Wulan Arumbi

Kenapa hari anak nasional harus diperingati? Sebesar apakah peran anak dalam keberlangsungan sebuah bangsa? Bukanlah setiap hari adalah saat-saat yang menyenangkan bagi anak, masa bermain kan tidak terbatas. Kenapa harus ada ceremonial peringatan hari anak nasional?

Andre Arment Hari Anak Nasional

Foto Karya: Andre Arment

Mulai kapan Hari Anak Nasional diperingati?

Kita yang tidak memiliki anak-anak usia sekolah mungkin kurang nggeh dengan peringatan hari anak Nasional. Karena memang biasanya hari anak Nasional melibatkan orangtua yang putra-putrinya masih di usia sekolah.

Peringatan Hari Anak Nasional di Indonesia memiliki tujuan utama yakni menghormati hak-hak anak di Indonesia tentunya. Hari anak yang juga diperingati di berbagai negara di dunia yang mana even ini diselenggarakan pada tanggal yang berbeda-beda. 

Hari anak nasional berawal dari gagasan mantan presiden RI ke-2 (Soeharto), yang melihat anak-anak sebagai aset kemajuan bangsa. Sehingga sejak tahun 1984 berdasarkan ditetapkan setiap tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional (HAN). Kegiatan Hari Anak Nasional dilaksanakan mulai dari tingkat pusat, hingga daerah.

Hingga dibentuklah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). KPAI sebagai insitusi independen guna melakukan pengawasan pelaksanaan upaya perlindungan anak. Yang dilakukan oleh institusi negara serta melakukan investigasi terhadap pelanggaran hak anak yang dilakukan negara. KPAI juga dapat memberikan saran dan masukkan secara langsung ke Presiden. Saran tentang berbagai upaya yang perlu dilakukan berkaitan dengan perlindungan anak.

Bagaimana persoalan anak di Indonesia?

Kalau kita bicara masalah anak di indonesia ternyata tidak hanya terbatas pada masalah pendidikan, tumbuh kembang dan kesehatan semata. Jauh di luar sana banyak anak-anak indonesia yang tidak layak dalam memperoleh kasih sayang orangtua. Bahkan ada di antaranya yang hidup dalam kekerasan dan ketidak berdayaan.

Catatan kasus anak di Indonesia

  • Tahun 2016, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima 3.581 kasus pengaduan masyarakat terkait pelanggaran hak anak. Kasus tertinggi anak berhadapan dengan hukum (ABH) mencapai 1.002 kasus. Disusul kasus terkait keluarga dan pengasuhan alternatif 702 kasus. Kejahatan anak berbasis siber (cyber crime) 414 kasus. Selanjutnya kasus pelanggaran anak dalam pendidikan 328 kasus.
  • Perbedaan tahun 2015 dengan tahun 2016 adalah pergeseran dominasi kasus berdasarkan pengelompokan jenis pelanggaran. Tahun 2015 kasus anak di bidang pendidikan menempati urutan ketiga setelah kasus bidang ABH, keluarga, dan pengasuhan alternatif. Namun tahun 2016, kasus kejahatan berbasis siber (pornografi dan cyber crime) menempati urutan ketiga, baru pendidikan.
  • Dari 3.581 kasus pelanggaran hak anak tahun 2016, tampaklah bahwa tingginya kasus anak berhadapan dengan hukum. Kasus keluarga dan pengasuhan alternatif, kasus pornografi dan kejahatan siber (cyber crime). Serta kasus pelanggaran di bidang pendidikan tidak disebabkan oleh faktor tunggal.
  • Dari sisi proteksi negara, upaya perlindungan anak masih sangat lemah. Sangat mudah anak mengakses pornografi di internet, juga permainan anak bermuatan judi, kekerasan, dan sadisme. Dengan mudah anak terpapar konten negatif dan berdampak buruk pada tumbuh kembang anak. Termasuk pembentukan karakter, nilai, dan perilaku yang akan terbawa hingga saat dewasa kelak
  • Menurut BPS (Biro Pusat Statistik), pada tahun 2014 jumlah penduduk Indonesia yang menjadi korban tindak pidana  sebanyak 1,06 persen, dan dari jumlah tersebut sebanyak 0,29 persen atau 247.610 adalah anak-anak. Dari 247.610 anak yang menjadi korban kejahatan, 80 persen diantaranya memiilih untuk tidak memproses kasus tersebut ke kepolisian.

Peringatan Hari Anak Nasional

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional 2017 di Pekanbaru, sangat mengecam kejahatan terhadap anak.

Menurut beliau, kejahatan seksual pada anak sebagai tindakan yang tidak bisa diampuni. Beliau juga mendorong jeratan hukum seberat-beratnya bagi pelakunya.

Yohana menyampaikan penegasannya itu lantaran semakin maraknya kejahatan yang menimpa anak-anak di Indonesia. Khususnya di Riau, yang menjadi korban kejahatan seksual, KDRT, pernikahan di bawah umur atau trafiking. Perdagangan manusia dan beragam kasus anak lainnya.

Di Provinsi Riau, Yohana mengungkapkan, kasus anak menepati nomor dua se Indonesia. Jumlahnya terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2014 sebanyak 96 kasus, 2015 sebanyak 115 kasus, pada sebanyak 171 kasus dan hingga Juli 2017 sebanyak 90 kasus.

Perayaan Hari Anak Nasional hendaknya bersifat mengakar dan menyebar. Bukan sekadar besar-besaran. Di perayaan tersebut, masyarakat kembali diingatkan akan pentingnya menyadari dan memahami hak-hak anak. Hal itu agar bisa menciptakan generasi penerus bangsa yang bermutu.

Perayaan Hari Anak Nasional menurut Ahli Psikologi Anak

Psikolog anak Seto Mulyadi mengungkapkan Perayaan Hari Anak Nasional sebaiknya dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga dan di sekitar rumah. Di sini, peran RT/RW amat besar. Mereka bisa melangsungkan perayaan dengan mengadakan kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak.

Hari Anak Nasional kak seto

Beliau menyoroti kebiasaan masyarakat Indonesia yang umumnya merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan dengan cara mengumpulkan ratusan anak untuk dibawa ke pusat-pusat rekreasi. Jumlah anak yang banyak tersebut sering kali bertujuan untuk memecahkan rekor.

Justru anak-anak menderita karena harus berdesak-desakan, mengantre dalam waktu yang lama, dan berpanas-panasan. Ia menjelaskan bahwa membahagiakan anak dimulai dengan memperhatikan dan memenuhi hak-hak dasar anak. Seperti memberi mereka lingkungan yang aman dan nyaman untuk tumbuh dan berkembang.

Baca Juga Artikel dari PSYLine.id Psikologi Online Indonesia:

Hak-Hak Anak yang Wajib Diketahui Oleh Orangtua.

Kalau setiap lapisan masyarakat dan aparat pemerintahan. Dari Pemerintah tingkat atas hingga tingkat terendah menyadari bahwa kebahagiaan anak dimulai dari hal-hal kecil. Maka Indonesia yang ramah anak bisa terwujud.

Menurut  Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto, Hari Anak Nasional merupakan refleksi masih banyaknya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Hal itu juga merupakan momen positif yang bisa digunakan untuk menghargai berbagai aspek masyarakat. Aspek yang berkontribusi kepada kemajuan kesejahteraan anak Indonesia. Sehingga masyarakat semakin termotivasi untuk berbuat kebaikan.

bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Salam bahagia.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Konsep Maturity atau Kematangan Individu dilihat dari Ilmu Psikologis.

Tentang Penulis

Wulan Arumbi

Seorang Guru dan ibu bahagia yang selalu ingin belajar.
Lulusan Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret Solo.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog