Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Penyebab OCD Obsessive Compulsive Disorder

Klinis & Kepribadian | 927 Views

Penyebab OCD Obsessive Compulsive Disorder yang Harus Kita Ketahui

25 November 2017 | Penulis: Bayu Lebond

OCD Obsessive Compulsive Disorder adalah sebuah kondisi psikologis yang ditandai dengan perilaku pengulangan. Perilaku pengulangan tersebut disebabkan oleh ketakutan atau pikiran yang tidak masuk akal. Cari tahu Penyebab OCD Obsessive Compulsive Disorder.

Penderita OCD mungkin tidak menyadari kalau obsesinya tidak masuk akal. Namun, ia akan merasa harus melakukan tindakan tertentu itu untuk meredakan stres.

Baca Juga:

Pengertian OCD Obsessive Compulsive Disorder Lengkap.

Kenali Tanda dan Gejala OCD Obsessive Compulsive Disorder.

Kondisi psikologis tersebut seringkali membawa rasa takut, bahkan rasa takut yang berlebihan. Meskipun ia telah berusaha untuk meredakan rasa takutnya, namun rasa takut itu malah semakin bertambah. Gangguan mental OCD ini merupakan penyakit mental jangka panjang.

Penyebab OCD Obsessive Compulsive Disorder

Hingga kini, penyebab dari OCD Obsessive Compulsive Disorder masih belum diketahui kepastiannya. Namun, ada beberapa teori tentang hal ini.

2 Teori Faktor Utama Penyebab OCD Obsessive Compulsive

  1. Teori pertama mengatakan bahwa OCD disebabkan oleh faktor biologis.
    Seperti perubahan pada tubuh atau faktor keturunan. Jika kita memiliki orangtua atau saudara yang mengidap OCD, maka kita berisiko tiga kali lipat untuk menderita gangguan yang sama. Penelitian menunjukkan bahwa OCD mungkin muncul akibat gen keturunan tertentu yang memengaruhi perkembangan otak.
  2. Teori lainnya adalah OCD disebabkan oleh faktor lingkungan.
    Seperti tekanan kehidupan dari lingkungan sekitar. Kejadian traumatis, seperti kehilangan anggota keluarga atau keretakan hubungan keluarga. Hal tersebt dapat memicu OCD pada mereka yang lebih berisiko terkena OCD. Misalnya akibat keturunan. Walau tidak menyebabkan OCD, stres dapat memperparah gejala-gejala OCD pada penderitanya.

Di luar kedua faktor tersebut, ada beberapa hal lain yang juga diperkirakan dapat memicu OCD. Di antaranya:

  • Pengaruh pola asuh dan keluarga.
    Sikap orang tua yang terlalu cemas dan protektif dapat meningkatkan risiko seseorang anak menderita OCD.
  • Kelainan pada otak.
    Penelitian juga menunjukkan bahwa ada kekurangan senyawa serotonin pada otak penderita OCD. Serotonin adalah salah satu senyawa otak yang berperan mengatur beberapa fungsi tubuh. Yang meliputi suasana hati, kecemasan, ingatan, dan pola tidur.
  • Dampak dari infeksi.
    Menurut salah satu teori, antibodi dapat memicu reaksi tubuh terhadap bagian otak tertentu dan bisa memicu OCD. Gejala OCD yang muncul akibat terpicu infeksi biasanya mulai dalam waktu 7-14 hari.

Baca Juga:

Sifat perfeksionis berbeda dengan gejala OCD.

Diagnosis OCD Obsessive Compulsive Disorder.

Penanganan dan Pengobatan OCD Obsessive Compulsive Disorder.

Salam Bahagia.

Dirangkum dari berbagai sumber.

PSYLine.id Psikologi Online Indonesia

Bila Anda ada permasalahan dengan OCD Obsessive Compulsive Disorder, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Diagnosa Hiperaktif atau ADHD Attention Deficit Hyperactivity Disorder.

Tentang Penulis

Bayu Lebond

Seorang yang sok Seniman
Rocker yang sayang keluarga
Pecinta Wayang Jawa
#WhySoSerious

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan