Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Perbedaan Psikolog dan Psikiater

Klinis & Kepribadian | 2467 Views

Mau tahu apa Perbedaan Psikolog dan Psikiater?

4 April 2017 | Penulis: Riswandi Alekhine

Profesi Psikolog dan Psikiater sering kali dianggap sama oleh sebagian orang, mungkin karena subjek yang ditangani sama yaitu manusia. Sehingga banyak yang menyamakan antara profesi Perbedaan Psikolog dan Psikiater. Ditambah lagi dengan label penyakit kejiwaan yang ditangani oleh kedua profesi tersebut. Itu semakin membuat sebagian orang agak takut untuk mempelajari lebih lanjut terkait profesi Psikolog dan Psikiater.

Agar kamu tidak awam-awam sekali, mari kita bahas apa perbedaan Psikolog dan Psikiater secara lebih mendalam.

Perbedaan Psikolog dan Psikiater.

1.     Latar Pendidikan

Untuk menjadi seorang dengan profesi Psikolog, kamu harus menempuh Pendidikan S1 (Sarjana) Psikologi. Kemudian melanjutkan Pendidikan Profesi Psikolog. Fakultas Psikolog memiliki berbagai spesialisasi selain profesi Psikolog. Yaitu terapan dan science.

Untuk bidang studinya sendiri, Fakultas Psikologi memiliki bidang studi untuk Psikologi Klinis, Psikologi Perkembangan, Psikologi Pendidikan, Psikologi Industri & Organisasi, Psikologi Sosial dan Metode riset dan Penelitian.

Sedangkan untuk menjadi seorang psikiater kamu harus menempuh Pendidikan S1 (sarjana) kedokteran. Kemudian dari profesi Kedokteran dilanjutkan dengan mengambil spesialisasi Kedokteran Jiwa.

Nah dari latar Pendidikan saja, Psikolog dan Psikiater memiliki perbedaan. Dimana Psikolog berasal dari Fakultas Psikologi sedangkan Psikiater dari Fakultas Kedokteran.

2.     Akar Keilmuan

Pada awalnya Psikologi merupakan bagian dari Fakultas Kedokteran. Akan tetapi sejak 1 Juli 1960 dengan dikeluarkannya

SK Menteri Pendidikan, Pengadjaran & Kebudajaan Republik Indonesia No. 108049/U.U.

Yang menyatakan bahwa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia didirikan terpisah dari Fakultas Kedokteran. Maka Fakultas Psikologi menjadi terpisah dengan Fakultas Kedokteran.

Secara lebih lanjut, Psikologi memiliki akar keilmuan dari Ilmu Filsafat dan Ilmu Faal. Yang mana hal ini, membantu untuk mengenali bagaimana manusia berpikir. Serta anatomi tubuh manusia dan pengaruhnya terhadap perilaku manusia.

Sedangkan Psikiater sendiri memiliki akar keilmuan dari Ilmu Kedokteran. Secara lebih dalam, Psikiater mempelajari bagaimana biological manusia mempengaruhi proses berpikir dan bertindak. Olehk arena itu, seperti dokter, psikiater sangat menguasahi anatomi tubuh manusia dan pengaruhnya kepada kejiwaan manusia.

3.     Cara Penanganan (Intervensi)

Seorang Psikiater melakukan intervensi dengan memberikan obat-obatan kepada pasien yang ditanganinya. Misal ada pasien yang terkena gangguan depresi dan frustasi. Biasanya Psikiater akan meresepkan obat-obatan anti depresan untuk membuat pasien lebih baik kondisinya.

Seorang Psikolog biasanya dengan kasus yang sama akan melakukan intervensi yang berbeda. Bukan dengan obat, tetapi dengan melakukan personal approach kepada klien melalui terapi. Terapi yang dilakukan dalam bentuk interaksi dan komunikasi.

Oleh Karena itu, biasanya jika klien tidak memiliki kemampuan interaksi karena sudah terlalu parah, maka Psikolog lebih menyarankan klien tersebut kunsultasi ke Psikiater. Agar pasien mendapatkan pengobatan. Sampai klien tersebut dapat berinteraksi kembali.

Jadi dapat disimpulkan bahwa, Psikolog menggunakan pendekatan human interaction dan modifikasi perilaku untuk permasalahan dari klien. Sedangkan Psikiater menggunakan obat-obatan.

Disamping perbedaan tersebut, seiring dengan perkembangan ilmu Psikologi, Psikolog lebih cenderung identik dengan ilmu kepribadian dan perilaku daripada kejiwaan. Hal ini karena kejiwaan bersifat abstrak dan sulit diukur secara keilmuan.

Sekarang ilmu Psikologi sangat berkembang. Tidak hanya tentang masalah-masalah kepribadian dan perilaku. Tetapi bagaimana meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih baik.

Bagaimana, sudah mengertikan perbedaan Psikolog dan Psikiater?  Semoga artikel dari PsyLine.id ini dapat mebuatmu lebih tau perbedan antara Psikolog dan Psikiater.

Artikel sebelumnya membahas tentang: Norma dan Kata Hati : Menata Kepekaan Sosial.

Tentang Penulis

Riswandi Alekhine

Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Seorang Aquascaper.
Jatuh cinta pada script, poetry, filsafat dan senja saat hujan.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan