Perencanaan Karir: Penyesuaian Visi dan Dream Kita

Diposting: 10 November 2017 | Kategori Artikel: Karir & Perusahaan

Dilihat: 591 kali.

Penulis: Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

You Can’t, or You Won’t? Will You Compromise Your Dream? Ada kalanya kita juga perlu lebih kritis dalam mengenali apakah suatu aspek Reality yang menjadi blocker. Bagi kita adalah sesuatu yang memang tidak bisa kita ubah, atau tidak mau kita ubah? Sepertinya Penyesuaian Visi dan Dream Kita lebih tepat untuk hal itu.

Penyesuaian Visi dan Dream Kita

Simak kisah berikut ini:

Sebagai lulusan jurusan Management, Tony, katakan saja begitu namanya, ingin bisa ikut memanage suatu perusahaan. Dan berkantor di gedung-gedung jangkung yang megah di pusat bisnis megapolitan. CV dan surat lamaran pun dikirimkan ke mana-mana.

Sebagai “professional job seeker” yang sering diundang tes atau interview. Ia mengamati kehidupan di seputar kantor-kantor yang didatanginya. Saat itulah, ia menyadari, betapa kehidupan pegawai kantoran sangat berbeda dengan kecenderungan, kebiasaan, gaya hidup. Pendek kata: berbeda sekali dengan ‘kepribadian’nya selama ini.

Sanggupkah ia menjalani rutinitas bangun pagi lima hari dalam seminggu? Berpakaian formal, bergegas ikut arus lalu lintas padat untuk mengejar tiba di kantor sebelum pukul 8 pagi? Bekerja di balik tempat dinding yang belum tentu berjendela sepanjang hari? Kemudian kembali ke rumah setelah hari gelap untuk mengulangi hal yang sama keesokan harinya?

Setelah melalui proses eksplorasi dan perenungan, semacam “soul searching”. Akhirnya ia memutuskan,” That is not my place. My wild spirit won’t bear it.”

Kabar terakhir, ia bersama beberapa teman mendirikan sebuah Event Organizer. Yang mengelola kegiatan outdoors seperti outbond training, hiking dan arung jeram. Dengan memanfaatkan pengetahuan, pengalaman dan networknya. Sebagai mantan mahasiswa pecinta alam dan pencinta kegiatan outdoors.

Ia dapat memanage suatu usaha seperti visi profesionalnya. Dengan menyesuaikan bentuk usaha yang dikelola dan style kerjanya menjadi lebih sesuai dengan pribadinya.

Berat Sekali Mengubah Sebuah Blocker

Saat kita menemukan suatu blocker yang berat sekali rasanya untuk kita ubah. Kita perlu menentukan mana yang perlu ”disesuaikan”. Tony memilih dan mengupayakan untuk dapat memiliki pekerjaan yang lebih sesuai dengan kecenderungan pribadinya. Tentu dengan tetap sejalan dengan visi profesionalnya.

Di sisi lain, banyak orang yang bersedia menyesuaikan kecenderungan pribadinya. Kebiasaan dan gaya hidup dengan pekerjaan mereka. Bagi mereka, ini adalah ‘harga’ yang harus mereka bayar. Untuk mewujudkan visi atau Dream mereka.

Tidak mudah pastinya. Namun tidak jarang mereka akhirnya menganggap kebiasaan dan gaya hidup yang baru justru menjadikan diri mereka lebih baik.

Well, guys, it’s your choice

Ada kalanya bakat, kecenderungan pribadi atau karakter seseorang begitu kuat mewarnai pribadinya. Sehingga saat ia melakukan sesuatu yang bertentangan. Selain membutuhkan effort yang luar biasa besar. Juga patut disayangkan karena potensi dirinya yang terbesar justru tidak muncul dan berkembang secara optimal.

Seorang presenter kondang, dulunya adalah seorang sekretaris di sebuah stasiun radio. Ia menjalani pendidikan sekretari pada waktu itu dengan alasan ‘agar bisa cepat dapat kerja di kantor’. Kebayang nggak, orang yang ceriwis diharuskan duduk anteng sambil bekerja dengan rapi, detil dan teliti.

Beruntung, salah satu pentolan di sana melihat potensinya dan memberi kesempatan untuk menjadi penyiar radio. Awal mula kesuksesan karirnya sebagai presenter. Bayangkan jika ia merasa harus terus menjalani pekerjaannya sebagai sekretaris. Publik mungkin tidak akan pernah menyaksikan bakatnya yang sebenarnya.

Ada cerita orang-orang yang dasarnya pendiam. Punya kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri yang minim atau pas-pasan. Serta tidak banyak bersosialisasi. Namun memaksakan diri menjadi ‘penjual’ yang harus jago berkomunikasi dan menjalin interaksi. Serta pastinya dituntut untuk banyak sekali bersosialisasi.

Setengah mati mereka mengembangkan skills yang sebenarnya adalah kelemahan mereka. Dan memaksa diri melawan kecenderungan pribadi mereka. Ada yang bisa mengasah kemampuan dan mengembangkan diri mereka. Sehingga menjadi penjual yang handal dan berprestasi.

Di sisi lain, tidak sedikit yang akhirnya jatuh ke kubangan mediocrity. Menjadi orang yang berprestasi pas-pasan dan struggling sepanjang hidup mengatasi kelemahan mereka. Mereka memilih untuk bekerja dengan area kelemahan mereka, alih-alih kekuatan mereka.

Bisa jadi, sebenarnya mereka memiliki kelebihan atau aspek-aspek kekuatan yang justru tidak mendapatkan perhatian dan pengembangan. Sekali lagi, the choice is yours to make

The Right Man On The Right Job

Idealnya, suatu pekerjaan memang sebaiknya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kekuatan, kecenderungan atau karakteristik dasar yang sesuai dengan sifat pekerjaan tersebut. Kamu pasti sudah pernah dengar istilah “the right man on the right job”. Harapannya, orang tersebut akan lebih happy menjalani pekerjaannya. Hasil kerja dan potensi dirinya dapat diaktualisasikan secara optimal. Customer, boss atau pihak employer akan lebih puas, so everybody’s happy.

Saat kita menemukan Reality yang tidak dapat, atau sangat berat, untuk diubah. Tidak tertutup kemungkinan bahwa visi atau Dream kita perlu mengalami “penyesuaian”. Hal ini bukan berarti menghapus impian, juga tidak harus berarti menurunkan atau merendahkannya. Akan tetapi, kita perlu bijak dan realistis menentukan bentuk dan sarana aktualisasi. Serta cara dan proses yang akan kita jalani untuk mewujudkan visi. Dengan tetap mempertahankan ‘esensi’ dari visi kita.

Bila diperlukan, kita selalu bisa kembali ke tahap ”menguji visi”. Untuk memantapkan diri lagi tentang apakah yang sebenarnya menjadi ”basic motive” kita. Jangan sampai kita salah untuk Penyesuaian Visi dan Dream kita.

Baca Juga:

Tips Psikologi Perencanaan Karir: Menguji Visi yang Hakiki.

Tips Psikologi Perencanaan Karir: Cara Menguji Visi yang Kita Punya.

Jangan Habiskan Energi dan Waktu Untuk Menyesal

Apa yang terjadi bila kita berfokus pada kenyataan yang tidak bisa kita kendalikan atau ubah. Tanpa harus melakukan penyesuaian? Yang berbahaya adalah kita bisa terjebak pada sikap menyesali diri atau menyalahkan. Mulai dari menyalahkan orang tua, saudara, orang-orang di sekitar kita, lingkungan, cuaca, pemerintah, kondisi ekonomi, sampai Tuhan. Akibatnya kita jadi rentan frustrasi.

Energi dan waktu kita habis tersedot oleh pusaran emosi dan pikiran negative. Sementara apa pun yang kita sesali atau salahkan itu tidak kunjung berubah. Atau bahkan tidak mengubah keadaan kita jadi lebih baik.

Pada akhirnya, kita sendiri yang membuat diri kita jadi benar-benar kalah. Yang penting sekarang kita perlu fokus pada hal-hal yang bisa dan memang perlu diubah. Seperti Penyesuaian Visi dan Dream yang kita punya.

Inilah salah satu momen di mana kita bisa merasakan pentingnya memiliki visi profesional yang jelas. Serta diikuti pemetaan Reality yang tepat. Agar semua aspek pada diri dan hidup kita bisa saling mendukung dan menyesuaikan. Seperti menaruh potongan puzzle yang tepat pada tempatnya. 

God, grant me the serenity to accept the things I cannot change, the courage to change the things I can, and wisdom to know the difference. (The best-known version of “Serenity Prayer”)

Salam Bahagia.

PSYLine.id Psikologi Online Indonesia

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan Penyesuaian Visi dan Dream Kita, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Psikologi Klinis dan Kepribadian: Apa itu Psikopat?

Tentang Penulis

Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

Psikolog lulusan Universitas Indonesia,
Magister Business Management dari IPMI International Business School
Konsultan, Trainer, Asesor, Konselor, Aktivis Sosial
Ibu yang bangga dari 3 anak keren, life-long learner & penikmat seni.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog