Perencanaan Karir untuk Fresh Graduate Bagian Kedua

Diposting: 19 Juli 2017 | Kategori Artikel: Karir & Perusahaan

Dilihat: 557 kali.

Penulis: Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

Perencanaan Karir untuk Fresh Graduate Bagian Kedua.

Perencanaan Karir untuk Fresh Graduate Bagian Kedua: Time to Start Self-Transformation

Akhirnya… LULUS juga! Leganya luar biasa.

Perencanaan Karir untuk Fresh Graduate

Seusai dinyatakan lulus, mana kalimat yang dapat menggambarkan perasaan kamu?

  • Ingin langsung tancap gas dengan ‘siap-menaklukkan-dunia mode on’.
  • Ingin liburan (panjang) dulu setelah selama ini bekerja keras merampungkan kuliah.
  • Biasa saja, bertanya-tanya pada diri sendiri,”Then, what…?”, bisa jadi disertai perasaan antiklimaks setelah euforia kelulusan.
  • Cemas memikirkan masa depan, susah mencari kerja, harus bertarung di era globalisasi yang sangat kompetitif

Tidak ada dalam kalimat-kalimat di atas.

Silakan ekspresikan di sini:  …………………………………………………………………………………

Perencanaan Karir untuk Fresh Graduate: Lulus adalah “the Big Goal”.

Saat kuliah, semua usaha dan pikiran dicurahkan agar bisa lulus. Lulus adalah “the Big Goal”. Setelah lulus, nyatanya petualangan yang jauh lebih besar dan lebih menantang telah menanti di luar sana.

Itulah dunia kerja profesional di mana setiap fresh graduate diharapkan siap untuk memasukinya.

Bagaimana ‘bertransformasi’ dari seorang mahasiswa menjadi seorang profesional yang kredibel dan matang?

Itulah pertanyaan besar yang ingin dijawab seri Artikel ini. 

Jika terlalu sulit untuk menjawab ‘pertanyaan besar’ itu sekarang, mari kita mulai dengan pertanyaan yang lebih sederhana:

  • Darimana kita bisa memulai proses transformasi diri itu?
  • Apakah dari penguasaan teori dan knowledge yang telah kita pelajari?
  • Apakah dari pengalaman berorganisasi selama ini yang telah cukup mengasah soft skills kita untuk jadi seorang profesional?
  • Apakah kita perlu mengubah penampilan dan gaya agar dapat tampil layaknya seorang profesional?
  • Apakah kita harus bisa masuk ke lingkaran orang-orang tertentu?

Atau bagaimana?

Fresh Graduate Biasanya Belum Sadar Telah Memasuki Dunia Profesional

Saya ingat pengalaman kerja saya yang pertama. Sebagai pengajar bahasa Inggris paruh waktu di sebuah lembaga pendidikan yang lumayan punya nama. Di usia saya yang saat itu baru 21 tahun. Saya sering disangka student yang nyasar ke teacher’s room saat awal-awal mengajar.

Karena itu saya berusaha berpenampilan serapi mungkin layaknya seorang pekerja kantoran. Saya juga bersikap sebaik mungkin (baca: agak jaim dan serius) selama berada di lingkungan tempat kerja.

Supervisor saya waktu itu memberikan penilaian yang lumayan bagus. Itu berarti secara knowledge & skills paling tidak saya dianggap cukup qualified. Saya pun merasa cukup dapat menyesuaikan diri. Baik dengan students maupun dalam lingkungan pergaulan di antara para teachers dan staf yang hampir semuanya berusia di atas saya.

Namun demikian, apa daya, di dalam diri ternyata saya belum sadar betul bahwa saya sudah memasuki dunia profesional dengan segala tuntutannya.

Saya menjalani profesi yang serius, di sebuah lembaga yang profesional, tapi tidak dengan profesionalitas yang sepadan. Saya tidak siap untuk komitmen penuh, masih susah untuk disiplin dan masih gampang dipengaruhi moods.

Lebih berat lagi kalau harus kerja saat weekend. Banyak excuse untuk bolos atau telat datang mengajar. Pengelolaan diri saya terasa masih kacau-balau. Saat lembaga itu meningkatkan profesionalitasnya, saya lebih tidak siap untuk mengikuti tuntutannya.

Singkat cerita, akhirnya saya memutuskan untuk keluar dan berakhirlah pekerjaan pertama saya itu.

Walaupun saya memiliki knowledge & skills yang setidaknya memadai, cukup mampu menyesuaikan diri secara sosial, serta sudah berusaha menyesuaikan penampilan dan manner dengan lingkungan profesional, saat godaan dan tekanan datang, langsung ketahuan “identitas asli” saya yang belum menjadi seorang ‘profesional sejati’.

Perencanaan Karir untuk Fresh Graduate: So, What is Your Self-Identity Now?

Saat memasuki dunia kerja profesional, kita biasanya berusaha mengubah penampilan. Baik gaya, manner, serta tingkah laku lainnya yang ‘observable’ (termasuk cara berpakaian dan cara bicara, misalnya). Hal itu kita lakukan sesuai dengan gambaran yang kita miliki tentang bagaimana seorang profesional seharusnya menampilkan diri.

Perencanaan Karir untuk Fresh Graduate

Namun demikian, meskipun bisa terasa benar, ternyata hal itu belum cukup. Karena perubahan tingkah laku seperti itu biasanya masih bersifat superficial (permukaan) dan tidak bisa bertahan. Saat ada godaan atau tekanan, kita akan cenderung kembali ke pola perilaku yang sesuai dengan ‘identitas asli’ kita.

Karenanya, jalan profesional apa pun yang akan kamu ambil setelah lulus. Transformasi diri yang sejati untuk menjadi seorang profesional perlu dimulai dengan perubahan paradigma atau mindset mengenai ‘identitas diri’ kamu sendiri.

Sekarang saatnya mulai memandang diri kamu sebagai seorang profesional. Perhatikan diri kamu di cermin dan katakan pada diri sendiri:

“Saya seorang profesional sekarang!”

Betul, kamu masih muda, belum berpengalaman, dan masih membutuhkan proses untuk mengembangkan diri menjadi seorang profesional yang matang.

Namun demikian, sekarang kamu adalah bagian dari barisan profesional yang siap berkontribusi di bidang yang kamu pilih. Sekarang para senior dan dosen adalah kolega kamu. Para profesional yang kamu temui bisa menjadi calon rekan kerja kamu.

Ijazah yang kamu miliki telah memproklamasikan gelar akademik yang berhak kamu sandang. Disertai catatan “dengan segala hak dan kewajiban yang berhubungan dengan sebutan akademik ini”.

Hal ini berarti secara legal kamu memiliki hak yang sama dengan senior-senior kamu yang menyandang gelar yang sama denganmu. Di sisi lain, kamu juga dituntut untuk dapat menunjukkan profesionalitas yang setara seperti mereka.

Perencanaan Karir untuk Fresh Graduate:  it’s anyone’s game now.  

Dengan berangkat dari rasa identitas diri yang baru ini, diharapkan kamu bisa menjalani proses pengembangan diri sebagai seorang profesional. Dengan arah yang jelas dan mantap melangkah.

Dari sini, semua usaha untuk menguasai berbagai hal demi mendukung kesuksesan kamu di dunia kerja. Termasuk upaya mengubah penampilan, mengasah kemampuan berkomunikasi dan melatih business-like manner. Baru bisa memiliki makna dan pengaruh yang lebih nyata.

Perlahan tapi pasti, kamu dapat mulai merasa sebagai seorang professional. Mulai bersikap sebagai seorang professional. Mulai menampilkan diri sebagai seorang professional. Mulai bertingkah laku sebagai seorang professional. Mulai berpikir sebagai seorang profesional.

Sehingga, pada akhirnya, kamu tidak perlu lagi berusaha:

  • menampilkan sikap formal,
  • Atau menggunakan istilah-istilah yang kebisnis-bisnisan.
  • Atau berusaha tampil ‘tua’, agar bisa dianggap profesional sungguhan.

Sikap, perilaku dan pola pikir profesional diharapkan bisa mengalir secara authentic dari persepsi dan keyakinan atas identitas diri kamu sebagai seorang profesional.

Artikel terkait:

Perencanaan Karir untuk Fresh Graduate Bagian Pertama.

Perencanaan Karir untuk Fresh Graduate Bagian Keempat (Tamat).

Bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama PsyLine.id Psikologi Online Indonesia menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Salam Bahagia.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Tips Sukses Bangun Pagi Agar Mendapat Manfaat Posit dari Bangun Pagi.

Tentang Penulis

Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

Psikolog lulusan Universitas Indonesia,
Magister Business Management dari IPMI International Business School
Konsultan, Trainer, Asesor, Konselor, Aktivis Sosial
Ibu yang bangga dari 3 anak keren, life-long learner & penikmat seni.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog