Perencanaan Karir untuk Fresh Graduate Bagian Ketiga

Diposting: 21 Juli 2017 | Kategori Artikel: Karir & Perusahaan

Dilihat: 451 kali.

Penulis: Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

Perencanaan Karir untuk Fresh Graduate: Bagian Ketiga ini adalah seri dari artikel sebelumnya yang PsyLine.id Psikologi Online Indonesia sudah sampaikan.

Perencanaan Karir untuk Fresh Graduate Bagian Ketiga: A Professional = A Fully Responsible & Fully Functioning Adult

Prasyarat penting untuk menjadi seorang profesional yang matang adalah:

  • Menjadikan terlebih dahulu diri kita seorang dewasa yang mandiri.
  • Mampu mengambil tanggung jawab dan konsekuensi penuh atas hidup kita sendiri (“a fully responsible adult”).
  • Mampu berfungsi sepenuhnya (“a fully functioning adult”).
  • Baik secara fisik, intelektual, sosial, emosional, termasuk secara finansial dan profesional.

Menjadi a fully responsible adult berarti kita bukan lagi seorang anak yang menggantungkan diri pada kemurahhatian orangtua. Dan menuntut (atau mengharapkan) ortu untuk terus menyokong kebutuhan kita. Bukan lagi remaja yang bisa bertindak semaunya tanpa mau menerima konsekuensinya. Bukan lagi orang muda yang menuntut atau menganggap diri pantas untuk selalu dibantu serta menyalahkan orang lain atas kegagalan.

Perencanaan Karir untuk Fresh Graduate Wawancara Kerja

Menjadi a fully functioning adult

Menjadi A Funtioning Adult dibagi beberapa bagian, antara lain:

  • Menjadi A Full Functioning Adult secara fisik,

    Berarti mampu menampilkan diri sebagai seorang yang dewasa. Mampu memfungsikan diri untuk memenuhi kebutuhan fisik. Paling tidak bagi diri sendiri. Ini berarti, misalnya, tidak lagi kemana-mana harus diantar atau ditemani. Tidak bergantung lagi kepada orang lain untuk menyiapkan keperluan kita.

  • Menjadi A fully functioning adult secara intelektual,

    Berarti mampu memfungsikan diri untuk berpikir, mengolah masalah dan membuat keputusan, paling tidak bagi diri kita sendiri.

  • Menjadi A fully functioning adult secara sosial,

    Berarti mampu membawakan diri dan bertindak sebagai seorang dewasa dalam interaksi dengan orang lain dan pergaulan sosial.

  • Menjadi a fully functioning adult secara emosional,

    Berarti mampu mengelola emosi dan motivasi, sehingga tidak menjadi masalah atau penghambat dalam kehidupan. Termasuk dalam pekerjaan dan interaksi dengan orang lain. Ini berarti, misalnya, tidak lagi tergantung mood untuk mengerjakan tugas yang memang harus dikerjakan. Mampu memotivasi diri sendiri dan mengelola motivasi tanpa harus selalu disemangati oleh orang lain.

    Hal ini juga berarti mampu mengendalikan dan mengekspresikan emosi secara tepat. Sesuai situasi, kondisi dan orang yang dihadapi. 

  • Menjadi a fully functioning adult secara finansial,

    Berarti mampu memfungsikan diri ‘to earn a living’, mampu membiayai kebutuhan dan gaya hidup, paling tidak diri sendiri.

  • Menjadi a fully functioning adult secara profesional,

    Berarti mampu menguasai bidang profesi dan menampilkan kinerja sesuai yang dituntut dari profesi yang dipilih.

Menjadi “a fully responsible and fully functioning adult” berarti tidak bergantung pada support, sokongan atau pendapat orang lain

Perencanaan Karir untuk Fresh Graduate

Tentu saja, tidak berarti harus mengerjakan sendiri semuanya, tidak boleh dibantu, tidak mau menerima support dari orang lain. Atau tidak mau mendengar pendapat orang lain. Juga, bukan berarti seorang yang self-centred dan egosentris. Hanya mempedulikan kebutuhan dan kepentingan sendiri.

Sebaliknya, “a fully responsible and fully functioning adult” siap untuk berkolaborasi, bekerja sama, atau bersinergi dengan orang lain.

Tidak hanya bisa meminta atau secara pasif menerima, tidak hanya bisa bekerja sendiri, tapi siap diajak ‘saling’:

  • Secara fisik, bisa saling membantu dan berbagi tanggung jawab.
  • Secara intelektual, bisa diajak berdiskusi dan bertukar pikiran.
  • Secara emosional, bisa saling menyemangati, menghargai dan menyayangi dalam hubungan yang sehat.
  • Secara finansial, bisa diajak bekerja sama dalam bisnis yang saling menguntungkan atau diajak berbagi tanggungan financial.
  • Secara profesional, bisa diajak berkolaborasi dalam pekerjaan secara profesional.

Sekarang, tanyakan pada diri sendiri:

Honestly, sudahkah kamu menjadi “a fully responsible and fully functioning adult”?

Jika jawabnya belum, belum sepenuhnya, sekarang adalah moment yang tepat untuk mulai menggenapinya. So let the journey begin.

Welcome to the real world.  

Artikel Terkait:

Perencanaan Karir untuk Fresh Graduate Bagian Pertama.

Perencanaan Karir untuk Fresh Graduate Bagian Kedua.

Perencanaan Karir untuk Fresh Graduate Bagian Keempat (Tamat).

Salam Bahagia.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Masih Pelajar tapi Sudah Ingin Melangsungkan Pernikahan Dini.

Tentang Penulis

Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

Psikolog lulusan Universitas Indonesia,
Magister Business Management dari IPMI International Business School
Konsultan, Trainer, Asesor, Konselor, Aktivis Sosial
Ibu yang bangga dari 3 anak keren, life-long learner & penikmat seni.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog