PESTEN: Candaan yang Menteror Sesama. Bagaimana Cara Menghadapinya?

Diposting: 5 Februari 2018 | Kategori Artikel: Gaya Hidup & Sosial, Pendidikan & Anak

Dilihat: 748 kali.

Penulis: Dewi Anggraeni Psikolog

Bercanda dimana teman memberikan komentar-komentar lucu dan yang dikomentari membalasnya dengan cara yang sama. semua orang tertawa! Hal seperti ini sering terjadi tanpa akibat negatif bagi orang yang dicandai. Bila ini terjadi berulang-ulang, dan yang dicandai tidak merasa senang, tidak bisa membalasnya lagi, maka ini sudah lebih dari sekedar bercanda. Bentuk “candaan” yang seperti ini sudah bisa dibilang Candaan yang Menteror Sesama (bhs Belanda: Pesten).

Pesten: Candaan yang Menteror Sesama

Pelaku

Pesten biasanya Pelakunya adalah sekelompok remaja yang dipimpin oleh seorang “leader”. Mereka menghadapi 1 orang korban.

Bentuk

Bentuk menteror sesama ini bisa berbagai macam. Diantaranya adalah:

  • menyembunyikan barang si korban,
  • memukul,
  • meludahi,
  • menertawakan,
  • meledek,
  • menggosipkan,
  • menantang,
  • menyebarkan cerita yang tidak benar dan menyoroti kekurangan pihak korban!
    Misalnya karena ybs memakai kaca mata tebal, berpakaian out of date, memiliki cacat fysik, dll.

Si korban merasa tidak berdaya melawan kelompok ini. Merasa sedih, putus asa, enggan pergi ke sekolah, konsentrasi terganggu hingga prestasi belajarnya pun menurun. Bahkan yang amat menyedihkan adalah korban sampai melakukan bunuh diri!

Sementara itu, si pelaku yang biasanya populer di sekolah. Mereka akan merasa macho, memiliki pengikut dan bisa tetap berprestasi dengan baik.

Sikap Lingkungan

Sikap lingkungan terhadap “teror” ini berbeda-beda. Seperti:

  • Ada yang mengikuti si “leader” dengan cara ikut menertawakan, memukul dan lain sebagainya.
    Sikap ini yang semakin memberikan rasa macho kepada si leader.
  • Ada yang hanya tersenyum-senyum saja.
  • Dan ada juga kelompok yang sebetulnya tidak setuju tetapi mereka tidak melakukan apa-apa selain berdiam diri.
    Sikap berdiam diri ini sama efeknya bagi si pelaku yakni merasa mendapat dukungan!

Type Pelaku

Type remaja yang suka menteror orang lain biasanya tumbuh menjadi orang dewasa yang sulit. Biasanya mereka akan sering mengundang permasalahan, agresif, suka minum-minum (mabok) dan tidak sukses dalam hidupnya.

Kadang ada suatu pengecualian bila si pelaku hanya sedang dalam fase puber dan ingin nampak macho saja. Lalu dalam fase berikutnya menyadari bahwa yang dilakukannya sangat tidak adil.

Akibat Candaan yang Menteror Sesama

Akibat diteror ini sulit untuk dilupakan oleh si korban untuk seumur hidupnya. Kepercayaan dirinya tidak berkembang, merasa rendah diri, menyimpan dendam dan gagal sekolahnya. Ada pula sampai kehilangan kepercayaan terhadap sesama manusia dan akhirnya memilih melakukan Bunuh Diri.

Kalau si korban cukup pandai dan mendapat pertolongan atau dukungan dari orang tua, Psikolog atau sekolah, maka sebagai Sublimasi-overcompensasi. Dia akan menjadi termotivasi untuk membuktikan bahwa dia bisa berprestasi lebih baik daripada si pelaku dan rekan sekolahnya.

“Teror” terhadap sesama adalah masalah sosial yang perlu mendapat perhatian serius. Ini bisa terjadi bukan hanya di sekolah tetapi juga di lingkungan kerja. Terjadi juga diantara orang dewasa, bahkan antar adik kakak.

Cara Menghadapi Candaan yang Menteror Sesama

Menurut saya, langkah-langkah di bawah ini akan membantu untuk  mengatasi soal Candaan yang Menteror Sesama ini:

  1. Korban diharapkan dapat dan berani menyampaikan persoalannya kepada orangtuanya atau orang dewasa lainnya dan membicarakannya bersama.
  2. Melaporkannya kepada kepala sekolah. Kemudian kepala sekolah memanggil si pelaku-pelaku untuk membahas persoalan yang ada. Pelaku juga diperingatkan dengan keras! Bila perlu diskorsing!
  3. Membantah gossip “psikopat” tentang si remaja ini dengan cara memberikan penerangan di kelas oleh guru-guru tentang bahaya gossip dan akibatnya.
  4. Konsultasi psikologi di sekolah dengan mendatangi guru BP.
  5. Mengunjungi seorang Psikolog untuk mendapatkan psikotherapi!
  6. Bersama orang tuanya mengunjungi dokter untuk kemungkinan mendapatkan obat anti depressi.
    Obat ini untuk memberikan rasa tenang dan menurunkan perasaan depressi lalu dikombinasikan dengan psikotherapi.
  7. Pindah sekolah dan mencari lingkungan sosial baru!

Salam bahagia.

Baca Juga:

Apa itu Bullying? Kenali Tanda dan Cara Pecegahannya.

PSYLine.id Psikologi Online Indonesia

Bila Anda ada permasalahan dengan Candaan yang Menteror Sesama, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

13 Tips Agar Menjadi Pribadi Yang Menyenangkan Di Tempat Kerja.

Tentang Penulis

Dewi Anggraeni Psikolog

Psikolog lulusan Universitas Padjadjaran, mempelajari antara lain: RET (Rational-emotive therapy), Logo Therapy, Autogene, ACT (Acceptance Commitment Therapy). Saat ini tinggal di Velserbroek, Belanda.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog