Diagnosa Hiperaktif atau ADHD Attention Deficit Hyperactivity Disorder

Diposting: 27 November 2017 | Kategori Artikel: Klinis & Kepribadian

Dilihat: 2486 kali.

Penulis: Bayu Lebond

ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder yang lebih sering dikenal dengan istilah hiperaktif. ADHD adalah gangguan jangka panjang yang menyerang jutaan anak dengan gejala-gejala yang dapat berlangsung hingga dewasa. Namun artikel Proses Diagnosa Hiperaktif atau ADHD Attention Deficit Hyperactivity Disorder ini hanya sebuah rintisan.

HIPERAKTIF atau ADHD adalah sebuah gangguan pada perkembangan otak yang menyebabkan penderitanya menjadi hiperaktif, impulsif, serta susah memusatkan perhatian. Kondisi ini dulunya dikenal dengan ADD atau Attention Deficit Disorder.

Baca Juga:

HIPERAKTIF atau ADHD Attention Deficit Hyperactivity Disorder.

Gejala HIPERAKTIF atau ADHD Attention Deficit Hyperactivity Disorder.

8 Faktor yang Diduga Menjadi Penyebab Hiperaktif atau ADHD.

Diagnosa Hiperaktif atau ADHD Attention Deficit Hyperactivity Disorder

Tidak semua anak yang sulit berkonsentrasi dan hiperaktif pasti menderita ADHD. Anak-anak yang sehat umumnya sangat aktif dan sering membuat orang tuanya kewalahan. Remaja dan Dewasa pun juga demikian.

Walau terlihat seperti tidak mendengarkan pembicaraan, berperilaku impulsif, serta perhatian mereka cenderung mudah teralihkan, mereka belum tentu mengidap ADHD.

Oleh sebab itu, proses diagnosis ADHD membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Ada serangkaian pemeriksaan psikologis serta pemeriksaan fisik dari Psikolog, Dokter Anak dan Psikiater yang akan dijalani pasien. Selain keluarga, pihak sekolah (khususnya guru) juga sebaiknya terlibat dalam proses ini.

Tes Untuk Diagnosis Hiperaktif atau ADHD Attention Deficit Hyperactivity Disorder

Ada beberapa tes dapat mendiagnosis ADHD, biasanya ADHD didiagnosis berdasarkan observasi perilaku. Serta bagaimana reaksi orang tersebut terhadap situasi tertentu:

  • Pengumpulan informasi:
    seperti isu medis, sejarah medis personal dan keluarga, serta catatan sekolah.
  • Wawancara atau kuesioner untuk Anggota Keluarga
    Wawancara ini dilakukan terhadap anggota keluarga, guru anak atau orang lain yang mengenal baik anak, seperti pengasuh.
  • Pemeriksaan medis,
    Dokter dapat melakukan beberapa tes gambar dan tes laboratorium untuk mengeliminasi kemungkinan penyebab lainnya.
  • Kriteria ADHD dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders.
  • Skala penilaian ADHD untuk mengumpulkan dan mengevaluasi informasi mengenai anak Anda.

Proses Diagnosis Hiperaktif atau ADHD Lebih Sulit Saat Mereka Dewasa

Di lain pihak, proses diagnosis Hiperaktif atau ADHD pada penderita dewasa tergolong lebih sulit dari pada anak dan remaja. Diagnosis ini biasanya hanya bisa dipastikan jika penderita sudah mengalami gejala ADHD sejak masa kanak-kanak.

Psikologi dan Doktor Psikiater juga akan melibatkan keluarga (khususnya orang tua), guru, serta kenalan pasien. Hal itu untuk menanyakan perilakunya saat masih anak-anak. Menurut para ahli, pasien tidak dianggap menderita Hiperaktif atau ADHD jika gejala-gejala tersebut tidak dialaminya sejak masa kanak-kanak.

Hiperaktif atau ADHD Tidak Dapat Disembuhkan

Kondisi Hiperaktif atau ADHD termasuk kondisi yang tidak bisa disembuhkan sepenuhnya. Gejala-gejalanya terkadang dapat berkurang seiring bertambahnya usia. Tapi ada juga pengidap yang tetap mengalaminya hingga dewasa.

Meski demikian, ada beberapa metode yang dapat dipelajari agar gejala-gejala tersebut dapat dikendalikan. Sejumlah langkah penanganan ADHD dapat berupa:

  • Terapi Perilaku Psikologis
  • Terapi Interaksi Sosial
  • Pemberian obat-obatan

Baca Juga:

Penangan dan Pengobatan HIPERAKTIF atau ADHD yang Tepat.

Warning..!

Artikel dari PsyLine.id Psikologi Online tentang Diagnosa Hiperaktif atau ADHD ini berupa memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan mental.

Informasi dalam artikel ini hanya digunakan untuk penjelasan ilmiah.

Bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis.

Informasi dalam artikel ini bukanlah resep atau nasihat medis.

PsyLine.id Psikologi Online Indonesia bukan pengganti dokter.

Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan mental profesional.

Salam Bahagia.

Dirangkum dari berbagai sumber.

PSYLine.id Psikologi Online Indonesia

Bila Anda ada permasalahan dengan Faktor Penyebab Hiperaktif atau ADHD Attention Deficit Hyperactivity Disorder, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Tentang Penulis

Bayu Lebond

Seorang yang sok Seniman
Rocker yang sayang keluarga
Pecinta Wayang Jawa
#WhySoSerious

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog