Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

5 Hal yang harus dilakukan Orangtua agar anak tidak suka berbohong

Pendidikan & Anak | 733 Views

Psikologi Anak: 5 Hal yang harus dilakukan Orangtua agar anak tidak suka berbohong

18 September 2017 | Penulis: Bayu Lebond

Semua orang tidak suka bila dibohongi. Terlebih bila Orang tua dibohingi oleh Buah Hatinya. Sebagai orang tua, kita ingin mengajarkan anak-anak kita untuk menjadi jujur. Bagaimana kita dapat mengatasinya padahal berbohong tampak tidak dapat dihindarkan? Inilah artikel tentang 5 Hal yang harus dilakukan Orangtua agar anak tidak suka berbohong.

Baca Juga:

Solusi tepat menghadapi Anak Berbohong: Kenapa Buah Hati Kita Berbohong?

Psikologi Anak: 9 Alasan Mengapa Anak Suka Berbohong.

Psikologi Anak: 5 Tipe Anak yang Suka Berbohong.

5 Hal yang harus dilakukan Orangtua agar anak tidak suka berbohong

5 Hal yang harus dilakukan Orangtua agar anak tidak suka berbohong adalah:

  1. Ketahuilah Bahwa Kebohongan Ada Batasnya

    Psikolog dan pembimbing pengasuhan asal Vermont-Amerika Serikat, Vicki Hoefle, memberikan gambaran tentang batas-batas bohong yang dapat diterima dan yang merusak.

    “Anak berusia 5 hingga 7 tahun saja siap untuk menerima kebenaran. Bahkan untuk sebuah penjelasan apakah Sinterklas benar-benar ada,” ujar Vicki Hoefle.

    Dalam usia 7 tahun, anak juga dapat menilai bahwa kebohongan itu menyakitkan. Oleh karena itu, para orang tua sebaiknya tak sembarang berbohong hanya karena tak ingin anaknya merengek atau ngambek.

    “Sekali anak mengetahui kebohongan orangtuanya hingga menyakiti hatinya, ia akan memukul rata dan menganggap orangtuanya adalah pembohong. Bahkan dapat saja ia menganggap bahwa orang tuanya tak benar-benar menyayanginya,” ujar psikolog dan ahli pola asuh asal Kanada, Alyson Schafer.

  2. Jangan Pernah Berbohong Hanya Karena Malas Menjawab

    Satu hal lagi yang perlu digarisbawahi orang tua:
    Jangan pernah berbohong hanya karena Anda malas menjawab jujur.
    Bahkan, ketika Anda ditanya tentang hal sensitif oleh anak, seperti alat reproduksi atau perceraian, upayakan untuk tetap menjawab jujur.

    Menurut Alyson, kebohongan semacam ini sebenarnya bukan demi kebaikan anak. Tapi hanya kemalasan orang tua untuk menjawab sesuai sudut pandang dan pemahaman anak. Hal ini adalah yang harus dilakukan Orangtua agar anaknya tidak suka berbohong

  3. Mengoreksi Kebohongan

    Saat anak menguak kebohongan orang tuanya, jangan segan untuk mengoreksi kebohongan yang sudah terbongkar. Anda mungkin pernah berbohong pada anak dan pada akhirnya terkuak, namun ini bukanlah kesalahan yang tak bisa dikoreksi.
    “Sebelum anak mendapat kesan yang salah, bahwa bohong itu sah-sah saja dilakukan, orang tua perlu mengoreksinya. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengakui secara berani bila Anda berbohong,” ujar Alyson.

  4. Mengakui Kesalahan

    Cara terbaik mengakuinya adalah mengatakan pada anak bahwa sebagai manusia Anda juga melakukan kesalahan. Anda telah memilih jalan yang kurang berani dan setelah ini Anda bersedia untuk melakukan hal yang lebih baik.
    Setelah membuat pengakuan, cobalah berkomitmen dengan tak mengulang melakukan kebohongan dan memenuhi janji Anda.

    “Mengakui kesalahan dengan lapang dada adalah keterampilan pengasuhan yang sangat penting,” pesan Alyson.

  5. Meminta Maaf

    Perhatikan ketika Anda tergoda untuk berbohong. Berusahalah untuk menemukan keberanian moral untuk menjadi lebih jujur. Jika Anda kedapatan berbohong di depan anak Anda, minta maaf.
    Biarkan dia tahu mengapa Anda berbohong. Beritahu dia bahwa itu adalah sesuatu yang sedang Anda berusaha untuk hilangkan

Berbohong tetap merupakan perbuatan yang kurang baik. Kebohongan yang kita lakukan tanpa sengaja akan membekas dan ditiru anak. Oleh karena itu minimalkan dan apabila kita terpaksa melakukannya. Berikan penjelasan yang bijak kepada anak supaya buah hati kita tahu kalau berbohong itu tindakan yang baik.

Ayah dan bunda, tetaplah bersemangat menjadi orangtua terbaik, ya!

Salam bahagia.

PSYLine.id Psikologi Online Indonesia

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan Hal yang harus dilakukan Orangtua agar anak tidak suka berbohong. Dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Psiklogi Klinis: 10 Alasan Orang Melakukan Bunuh Diri

Tentang Penulis

Bayu Lebond

Seorang yang sok Seniman
Rocker yang sayang keluarga
Pecinta Wayang Jawa
#WhySoSerious

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan