Psikologi Perencanaan Karir: 9 Poin untuk Merumuskan Visi

Diposting: 15 September 2017 | Kategori Artikel: Karir & Perusahaan

Dilihat: 778 kali.

Penulis: Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

Visi adalah “impian sadar” kita. Dan seperti halnya semua impian, visi kamu ini haruslah sesuatu yang pribadi dan special buat kamu. Tidak ada orang yang bisa menggambarkan impian kamu. PSYLine.id Psikologi Online Indonesia memberikan 9 Poin untuk Merumuskan Visi.

Paint Your Picture, Make It as Clear as Day.

Jadi jangan biarkan orang lain menentukan impian kamu. Hanya kamu yang bisa, dan seharusnya, melukis impian kamu sendiri. Atau kamu akan hidup menjalani impian orang lain.

Your vision is your guiding star to your dreamland.

Karenanya visi itu perlu kamu gambarkan dengan jelas. Itu Perlu, agar dapat memandu kamu memilih jalan pada setiap persimpangan dan menembus kesulitan yang datang.

9 Poin untuk Merumuskan Visi

Sekarang gambarkanlah visi profesional kamu, sebagai cetak biru dari kehidupan karir impian kamu. Semakin jelas kamu menggambarkannya, semakin jelas kamu bisa ‘melihat’ gambaran diri.

Baca Juga:

Apa Itu Visi Profesional.

Kehidupan profesional kamu yang akan kamu realisasikan di masa depan, semakin jelas arah yang akan kamu tuju. Semakin jelas kamu bisa menentukan upaya yang perlu dilakukan dan dukungan yang kamu perlukan.

Gambarkanlah sejelas mungkin, diri kamu sebagai seorang profesional. Sepuluh tahun, dua puluh tahun, tiga puluh tahun ke depan, hingga di penghujung karir kamu.

Untuk kamu yang perlu masukan untuk menggambarkan visi profesional kamu, beberapa ide berikut semoga bisa membantu:

Point 1: Gambaran Hal yang Menarik dari Bidang Pekerjaan

9 Poin untuk Merumuskan Visi Point Pertama. Dalam menggambarkan karir yang menjadi idaman kamu, jelaskan apa yang menarik dari bidang dan pekerjaan tersebut. Serta mengapa hal itu memikat kamu.

Ingatlah pula kapan mulai tertarik dengan hal itu dan apa yang menjadi pemicunya. Serta apa yang selama ini telah kamu lakukan yang berhubungan dalam bidang tersebut.

Kamu juga bisa menceritakan bila ada figur(-figur) di bidang tersebut yang menjadi ‘role model‘ kamu.

Point 2: Gambarkan karir impian kamu secara keseluruhan

9 Poin untuk Merumuskan Visi Poin ke-2. Bukan sebatas sebuah pekerjaan. Kehidupan karir kamu tentu saja tidak harus terbatas pada satu pekerjaan saja, kecuali jika kamu memang menginginkannya begitu. Seperti seorang penyanyi yang seumur hidupnya memang hanya ingin menjadi penyanyi.

Kamu perlu bedakan antara pekerjaan (a job) dan karir. Career coach René Suhardono pun tak bosan mewanti-wanti, “Your job is not your career!

  • Suatu pekerjaan (a job) berarti sekumpulan tugas yang kita lakukan dalam satu fungsi kerja tertentu.
  • karir mencerminkan kehidupan profesional kita seutuhnya. yang bisa berkembang sepanjang hidup.

Kita bisa berganti pekerjaan, dengan tetap berada dalam satu bidang karir yang kita inginkan. Karenanya, gambaran kehidupan karir impian kamu bisa merupakan komposisi yang unik. Komposisi dari beberapa pekerjaan yang berjalan harmonis dan terpadu.

Seperti sebuah lukisan yang menggambarkan beberapa objek yang sepintas terlihat berbeda. Namun bila dilihat secara keseluruhan, masing-masing saling melengkapi dan menyempurnakan. Akan menjadi satu lukisan yang utuh.

Misalnya, seorang yang berkarir di bidang musik, bisa menjadi:

  • seorang musisi,
  • pencipta lagu,
  • music arranger,
  • mendirikan band,
  • menjadi music producer,
  • mendirikan perusahaan artist management.

Seorang psikolog bisa menjadi:

  • seorang konselor,
  • penulis,
  • pengajar,
  • pembicara publik,
  • dan konsultan.

Semuanya dalam bidang psikologi yang menjadi keahliannya.

Seorang teman memulai karirnya dengan bekerja di perusahaan, kemudian berhenti dan menjadi profesional mandiri. Lalu perlahan membangun usahanya sendiri. Sebaliknya, ada juga yang memulai karirnya sebagai profesional mandiri. Kemudian baru bergabung dalam suatu perusahaan.

Mereka bisa berpindah tempat kerja, melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berbeda atau bahkan berganti jenis pekerjaan. Namun secara keseluruhan perjalanan karirnya tetap dalam satu visi profesional.

Point 3: Gambarkan tempat dan lingkungan idaman

9 Poin untuk Merumuskan Visi Poin ke-3. Di mana kamu ingin menjalani kehidupan karir impian kamu tersebut. Tentu saja kamu boleh memilih gabungan dari beberapa lokasi. Namun tentukan mana yang lebih utama.

  • Ada yang memimpikan bekerja di kota metropolitan. Atau justru menjelajahi alam liar.
  • Ada yang memimpikan bisa bekerja di luar negeri atau merantau ke berbagai tempat. Ada yang justru ingin menetap agar bisa tetap dekat dengan orang-orang tercinta.
  • Ada yang ingin bekerja di dalam gedung megah di kawasan niaga. Ada yang ingin punya tempat kerja yang cozy meskipun kecil, di dekat tempat tinggal.
  • Ada yang ingin bekerja di tempat-tempat dengan pemandangan alam yang indah atau suasana yang mengasyikkan. Seperti orang-orang yang ingin menetap dan bekerja di Bali.
  • Ada yang suka suasana kerja yang tenang. Ada yang merasa seru dengan suasana kerja yang dinamis dan banyak hiruk-pikuk.
  • Ada yang senang kerja dengan berfokus di balik meja di kantor. Ada yang ingin bisa berkeliling ke berbagai tempat dan bertemu banyak orang di lapangan.

Point 4: Gambarkan organisasi idaman

9 Poin untuk Merumuskan Visi Poin ke-4. Di mana kamu ingin menjalani kehidupan karir impian kamu tersebut.

  • Ada yang ingin bekerja dan menjadi bagian dari organisasi yang besar dan mapan. Seperti perusahaan besar nasional, perusahan multinasional, kementrian, badan atau lembaga negara/pemerintah.
  • Ada yang ingin menjadi bagian dari organisasi sosial, baik nasional maupun international. Mulai dari KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Komnas Perlindungan Anak. Atau World Wildlife Fund (WWF) sampai lembaga-lembaga di bawah PBB semacam UNICEF atau WHO.
  • Ada yang ingin mendirikan perusahaan sendiri dan membangun bisnis besar.
  • Ada yang ingin memiliki bisnis yang tidak besar, namun eksklusif dan unik.
  • Ada yang ingin mendirikan organisasi sendiri, yang bergerak untuk memenuhi sense of purposenya.
  • Ada yang tidak ingin bekerja tanpa terikat dalam suatu organisasi. Lebih senang menjadi pekerja profesional mandiri yang free-spirited.

Point 5:  Gambarkan jabatan

9 Poin untuk Merumuskan Visi Poin ke-5. Tingkat tanggung jawab tertinggi  yang ingin kamu capai dalam karir impian kamu tersebut. How high will you go?

Misalnya:

  • sebagai manager,
  • president director,
  • regional director,
  • komisaris,
  • owner,
  • investor,
  • kepala direktorat,
  • pimpinan lembaga,
  • mentri,
  • atau presiden?

Point 6:  Gambarkan gaya hidup

9 Poin untuk Merumuskan Visi Poin ke-6. Gaya hidup yang kamu idamkan dalam menjalankan kehidupan karir impian. Kamu bisa memilih lebih dari satu, tapi tetap tentukan mana yang lebih utama.

  • Ada yang ingin bekerja dengan setelan keren, keluar masuk kantor bonafid. Bisa naik turun mobil mengkilap.
  • Ada yang tidak peduli dengan semua itu. Yang penting bisa mengekspresikan kreativitas tanpa batasan formalitas kantor dan ingin tetap bisa bergaya kasual saat bekerja.
  • Ada yang ingin bekerja dengan jam kerja yang teratur.
  • Ada yang mencari jam kerja fleksibel. Tidak tahan dengan rutinitas jam kantoran 8 to 5.
  • Ada yang ingin pekerjaan yang sifatnya mobile. Merasa terkungkung jika harus terus stay di balik dinding-dinding kantor.
  • Ada yang ingin bisa bekerja di rumah agar bisa tetap memperhatikan keluarga.
  • Ada yang ingin bisa bekerja di mana saja tanpa batasan kantor.
  • Ada yang ingin bekerja secara part-time agar pekerjaan tidak menyita seluruh waktu.
  • Ada yang ingin bekerja secara multi-projects agar dapat menekuni beberapa minat yang berbeda.

Point 7: Gambarkan ingin bekerja sama atau berinteraksi dengan siapa

9 Poin untuk Merumuskan Visi Poin ke-7. Orang-orang seperti apa yang ingin kamu bekerja sama dan berinteraksi selama menjalankan kehidupan karir impian kamu tersebut. Seperti sebelumnya, kamu boleh memilih lebih dari satu, tetapi tetap tentukan mana yang lebih utama.

  • Ada yang senang dikelilingi dengan keceriaan anak-anak, atau semangat orang-orang muda, atau kebijaksanaan orang-orang di usia matang.
  • Ada yang ingin bekerjasama dengan orang-orang cerdas yang menggairahkan untuk bertukar pikiran.
  • Ada yang ingin banyak bersentuhan dengan orang-orang sholeh.
  • Ada yang ingin banyak berinteraksi dengan orang-orang terkenal, public figures atau orang-orang ‘besar’ di bidangnya.
  • Ada yang ingin dapat membantu sebanyak mungkin orang yang membutuhkan bantuan, sesuai dengan bidang keahlian.

Point 8:  Gambarkan tahapan Pencapaian

9 Poin untuk Merumuskan Visi Poin ke-8. Bila visi yang ingin diraih terasa terlalu berat dan jauh, kamu perlu memiliki ‘tujuan-tujuan antara’. Yang akan mengantarkan step by step kepada visi kamu seutuhnya.

Tulislah sebuah “route plan” tentang perjalanan karir kamu, itulah “career path” impian kamu.

Misalnya:

  • Seorang dokter: mulai dengan berpraktek sebagai dokter umum, kemudian menjadi dokter spesialis. Kemudian mengambil sub spesialis dan menjadi konsulen bagi dokter lain. Lalu kemudian mendirikan klinik/rumah sakit sendiri.
  • Seorang lulusan disain grafis ingin menjadi seorang graphic designer yang dikenal dan diakui keahliannya secara nasional. Ia merencanakan untuk bekerja di sebuah perusahaan advertising untuk membangun network. Ia belajar memahami etika kerja, serta mengembangkan keahliannya, mulai dari menjadi seorang staff hingga menjadi Art Director. Kemudian membuka perusahaan Graphic Design sendiri. Menjadi dosen yang mengajar tentang Graphic Design dan menjadi penulis tentang Graphic Design.
  • Seorang lulusan Akademi Sekretari ingin meniti karir sebagai sekretaris di perusahaan hingga menjadi Sekretaris Direksi. Lalu melanjutkan pendidikan kesarjanaan hingga pasca sarjana di bidang manajemen. Kemudian masuk ke lini manajemen perusahaan hingga menduduki salah satu posisi top manajemen.

Visi Point 9:  Gambarkan Keperlan ideal

9 Poin untuk Merumuskan Visi Poin Terakhir. Apa saja keperlan idealm untuk dapat mencapai tiap tahapan dari impian kamu tersebut. Mulai dari pendidikan, pengalaman, keterampilan atau pelatihan. Penampilan  aspek-aspek kepribadian, network, fasilitas, infrastruktur, dana, dan sumber daya lainnya.

Dari sini kamu akan dapat gambaran: what will it take me to get there?

*Seperti halnya semua impian, tentu saja kamu bebas mengekspresikan bagaimana bentuk dan isi visi profesional kamu. Seperti:

  • Kamu bisa menguraikannya sebagai sebuah essay atau dalam presentation slides.
  • Menceritakannya seperti sebuah cerpen.
  • Menuliskannya seperti sebuah surat yang ditujukan kepada seseorang atau seperti sebuah wasiat.
  • Kamu juga bisa menguraikannya sebagai sebuah mind map, atau dalam sebuah list, flow chart, bagan, disertai ilustrasi, sketsa, atau lukisan.
  • Kamu bisa membuatnya menjadi sebuah poster, cheat cards (kartu “kebetan”), atau computer wallpaper.

Kamu juga bisa menggabungkan beberapa hal tersebut. It’s all yours. Yang terpenting, visi yang kamu buat itu bisa memberikan gambaran yang jelas. Gambaran tentang kehidupan profesional yang mau kamu capai. Karena untuk mencapainya, you need to be able to ‘see’ it first in your mind.

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan 9 Poin untuk Merumuskan Visi tersebut di atas, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Konsultasi Psikologi sebelumnya membahas tentang:

Psikologi Anak: 9 Alasan Mengapa Anak Suka Berbohong.

Tentang Penulis

Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

Psikolog lulusan Universitas Indonesia,
Magister Business Management dari IPMI International Business School
Konsultan, Trainer, Asesor, Konselor, Aktivis Sosial
Ibu yang bangga dari 3 anak keren, life-long learner & penikmat seni.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog