Psikologi Klinis dan Kepribadian: 5 Ciri Psikopat yang Perlu Kamu Ketahui

Diposting: 12 November 2017 | Kategori Artikel: Klinis & Kepribadian

Dilihat: 1761 kali.

Penulis: Riswandi Alekhine

Sehubungan dengan kemampuan sosial psikopat yang dimiliki, kita agak sulit mendeteksi orang-orang yang memiliki tendensi psikopat disekitar kita. Namun, apakah kita tahu bahwa Psikopat itu bisa dikenali ciri-cirinya? Berikut 5 Ciri Psikopat yang Perlu Kamu Ketahui yang ada disekitar kita.

Seperti pada artikel sebelumnya, yang membahas tentang apa itu psikopat. Ternyata menunjukkan betapa banyak psikopat disekitar kita.

Baca:

Psikologi Klinis dan Kepribadian: Apa itu Psikopat?

5 Ciri Psikopat yang Perlu Kamu Ketahui

Untuk memudahkan kita mengenali orang-orang yang bertendensi psikopat, berikut adalah 5 ciri-ciri psikopat yang perlu kamu ketahui:

  1. Pencari Ketegangan

    Terkadang mencari ketegangan untuk menaikan adrenalin sering dilakukan oleh banyak orang. Apalagi untuk hal-hal yang bersifat positif. Akan tetapi, jika mencari ketegangan tersebut sudah tidak logis dan membawa resiko yang tidak setimpal, apalagi berhubungan dengan nyawa. Maka sebaiknya kamu hindari teman yang seperti itu.

    Salah satu contoh:
    “Aku bosan, ayo kita uji nyali dengan seberapa jauh kamu sanggup mengendarai mobil. Tanpa lampu depan saat malam dijalan gelap” atau “Mari kita tinggi-tinggian menaiki menara sutet”

    Pada beberapa konteks hal ini terlihat seru dan menyenangkan, sampai hal ini telah lewat dari secara normal untuk diterima. Disamping itu tidak semua psikopat selalu melakukan hal melawan hukum. Akan tetapi, mereka sangat baik untuk mengajak kita-kita untuk melakukan hal-hal beresiko. Bahkan mengajak kita untuk berpetualangan yang tidak relevan.

  2. Superficial Charm

    Superficial Charm dapat diartikan sebuah perilaku yang melibatkan komunikas dan emosi dengan tidak setulusnya. Seorang psikopat sangat mahir untuk menampilkan image atau citra diri. Apa lagi pada tahap awal suatu hubungan.

    Mereka terbiasa menceritakan hal-hal yang luar biasa. Pembicaraan awal yang ringan dan menyenangkan, komen-komen manis dan lain-lain. Mereka akan terlihat ketika mereka sudah berperilaku yang sebenarnya pada tahap kedekatan. Dimana semua yang dilakukan diawal hubungan hanyalah kamuflase.

  3. Mengabaikan Hati Nurani

    Suara hati nurani saat kita menemukan dompet dilantai untuk mengembalikan kepada pemilikinya sangat kecil sekali kemungkinan didengarkan oleh seorang psikopat. Atau hal-hal lain yang sering kita dengar tentang kebaikan hati nurani.

    Pengalaman rasa bersalah, kesedihan, empati, duka cita semua tampaknya akan berdampak. Orang disekitarnya akan memahami bagaimana seorang psikopat defisit akan perasaan tersebut. Disamping itu, seorang psikopat akan sulit untuk bertanggung jawab. Malah akan mudah menyalahkan orang lain, bahkan termasuk orang-orang yang mereka sakiti. Selalu ada alasan bagaimana mereka menyakiti orang lain.

  4. Narsis

    Arogan merupakan perilaku yang tampaknya sering muncul oleh seorang psikopat. Meskipun mereka tidak termasuk atau memenuhi kriteria sebagai Narsis secara klinis. Mereka menunjukan kepercayaan diri yang berbatasan dengan arogansi dalam berbagai situasi. Bahkan dalam situasi dimana tidak ada justifikasi hal tersebut.

    Sebagai contoh:
    “meskipun aku belum pernah melakukan ini. Aku yakin tidak ada yang bisa yang melakukannya sehebat saya.”

    Ada nuansa ingin dianggap penting, menjadi yang paling hebat yang menjadi motivasi perilaku dari  seorang psikopat. Hal ini mendorong mereka untuk mencapai atau meraih posisi, popularitas, dan status.

  5. Manipulators

    Seorang psikopat sangat senang memanipulasi orang lain dan sering berbohong hanya untuk mendapatkan respon emosional orang lain.

    Bayangkan, jika ada temanmu menginformasikan bahwa kucingmu tewas terlindas mobil. Kemudian kamu tergesa-gesa pulang dari kantor dan mendapati bahwa kucingmu baik-baik saja. Bukannya merasa bersalah mereka malah akan menyalahkanmu. Dengan nada satir bahwa kamu adalah ibu kucing yang baik.

    Mereka senang mengeplotasi orang lain melalui manipulasi perasaan tanpa rasa bersalah. Mereka akan merasa mendapatkan keuntungan dari hal tersebut atau bahkan demi kesenangan semata.

Semoga artikel ini membuatmu lebih aware atas bahaya seorang psikopat disekitar kita tanpa tujuan untuk membuatmu kuatir berlebihan. Berhati-hati adalah hal yang baik jika diimbangi dengan pengetahuan. Untuk itu, kamu harus tahu 5 Ciri Psikopat yang Perlu Kamu Ketahui.

Semoga artikel ini dapat memberikan informasi tentang psikopat. Sehingga kamu lebih mudah mengenali teman dan rekan kerja yang memang setulusnya menghargai kamu. Dan mengdentifikasi diantara teman kamu yang psikopat dengan segera. Dimana mereka hanya ingin memanfaatkan bahkan ingin mencelakakan kamu.

Disamping itu semoga kamu selalu dalam keadaan bahagia, Salam bahagia!

Referensi:

Babiak, P., Neumann, C. S., & Hare, R. D. (2010). Corporate psychopathy: Talking the walk. Behavioral Sciences & the Law, 28(2), 174-n/a. doi:10.1002/bsl.925

PSYLine.id Psikologi Online Indonesia

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan 5 Ciri Psikopat Disekitar Kita, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

PSYLine in Indigo Creative Nation batch 2 2017.

Tentang Penulis

Riswandi Alekhine

Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Seorang Aquascaper.
Jatuh cinta pada script, poetry, filsafat dan senja saat hujan.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog