Psikologi Online: Karir Bagus tapi Terobsesi Jadi Pengusaha

Diposting: 10 Juli 2017 | Kategori Artikel: Karir & Perusahaan

Dilihat: 585 kali.

Penulis: Arbono Lasmahadi

Pernah suatu hari saya mendapatkan sebuah surat elektronik dari seorang yang karirnya cukup bagus. Namun Beliau Terobsesi Jadi Pengusaha. Salahkah kita mempunyai cita-cita dan terobsesi menjadi Pengusaha?

Kurang lebih surat elektronik itu seperti dibawah ini:

Dear PsyLine.id Psikologi OnLine Indonesia.

Saya pria 29 tahun, saya sudah 6 tahun bekerja di perusahaan Nasional yang cukup besar. Penghasilan dan perkembangan karir menurut saya cukup baik.

Tapi saya sebenarnya bercita-cita menjadi seorang pengusaha. Tadinya saya menargetkan menjadi karyawan dulu selama 5 tahun. Ternyata sampai sekarang impian menjadi pengusaha belum ada titik terang bagaimana mewujudkannya.

Mau berhenti bekerja ada rasa takut, apalagi saat ini saya sedang menunggu kelahiran anak pertama kami. Tapi setiap pergi bekerja, terobsesi jadi pengusaha terus mengikuti saya. Hingga terkadang mengganggu konsentrasi kerja.

Apa yang harus saya lakukan?

Psikologi Online: Terobsesi Jadi Pengusaha

Terobsesi Jadi Pengusaha

Menjadi pengusaha mungkin menjadi impian banyak orang. Hal ini terkait dengan beberapa pandangan di kalangan sebagian besar masyarakat. Bahwa menjadi pengusaha memiliki banyak keuntungan.

Seperti: penghasilan yang lebih baik dan status sosial yang lebih tinggi dibandingkan menjadi pekerja. Jadwal kerja yang dapat diatur secara mandiri, dsb.

Namun demikian, mungkin hanya sedikit yang memahami. Bahwa untuk menjadi pengusaha, dibutuhkan sejumlah kondisi. Kondisi yang harus dimiliki oleh orang-orang yang ingin terjun atau berkarir sebagai pengusaha.

Harus memiliki hal-hal berikut bila Terobsesi Jadi Pengusaha

Seperti hal-hal berikut :

  • Pengusaha dituntut untuk memiliki daya tahan yang tinggi dalam menghadapi tekanan yang muncul dalam persaingan usaha. Seperti munculnya pesaing yang menggunakan cara-cara kreatif maupun “tidak fair” dalam melakukan persaingan usaha. Harus memenuhi kewajiban-kewajiban yang ditetapkan oleh pemerintah. Seperti pajak, retribusi, aturan ketenagakerjaan, izin usaha, dll.
  • Memiliki kemampuan untuk mengelola keuangan perusahaan. Memastikan bahwa kondisi ekonomi perusahaan kompetitif dan efisien.
  • Revenue/penjualan harus terus berlangsung dan cukup menguntungkan. Memastikan bahwa selalu tersedia dana untuk menjalankan usaha. Membiayai kegiatan operasi perusahaan, termasuk menghidupi para karyawan yang bekerja pada mereka.
  • Kondisi ekonomi yang turun naik, yang tidak bisa diprediksikan.
  • Memulai usaha tidak seperti membalik tangan. Perlu kerja keras, ketahanan mental, kreativitas, kesabaran untuk memajukan usaha.

Hal hal tersebut di atas perlu dengan matang Anda pikirkan sebelum memutuskan terjun ke dunia usaha. Berbeda dengan karyawan yang pasti dalam menerima penghasilan setiap bulan. Seorang pengusaha bisa menerima penghasilan jauh lebih besar daripada seorang pekerja. Namun bisa pula berhutang ratusan juta/milyar karena bisnisnya gulung tikar.

Anda perlu juga memikirkan bahwa memulai usaha tidakah secara instant dapat memberikan hasil yang Anda harapakan. Khususnya bila produk atau jasa yang Anda tawarkan belum dikenal, atau sudah dikenal namun pesaingnya begitu banyak di pasar.

Artinya, belum tentu akan ada dana segar yang bisa dipastikan segera masuk ke dalam akun bank perusahaan Anda. Dalam hal ini. Anda perlu memastikan bahwa selama proses transisi ini, kebutuhan dana operasional perusahaan dan rumah tangga Anda cukup tersedia. Jangan sampai Anda benar-benar tidak punya dana cadangan, sehingga akhirnya Anda malah terlibat hutang.

Lantas, bagaimana caranya agar Anda bisa terjun ke dunia usaha?

Terobsesi Jadi Pengusaha

Ada dua pilihan dengan berbagai konsekuensinya:

  1. Langsung terjun ke dunia usaha dan tinggalkan pekerjaan Anda

    Dengan terlebih dahulu mempersiapkan hal-hal seperti yang saya sebutkan di atas. Seperti: Dana, sarana, maupun mental dan mind-set sebagai pengusaha.

    Pastikan bahwa usaha yang akan Anda jalani dapat memberikan “cash flow” jangka pendek, dan bukan jangka panjang. Kecuali Anda punya dana cadangan yang cukup besar.

    Pada tahap ini usahakan tidak berhutang kepada bank, karena bunga bank bisa menjerat Anda. Kalau tidak mampu melunasi cicilan bulanan, aset anda akan disita bank.

  2. Tetap bekerja, namun perlahan-lahan mulai membesarkan usaha anda

    Tentunya tanpa menggunakan fasilitas perusahaan. Besarkan jaringan perkawanan maupun profesional anda, yang bisa menjadi potensial pasar buat usaha yang Anda rintis. Gunakan teknologi informasi dan media sosial untuk menjadi cara memperkenalkan usaha anda.

    Mungkin hasilnya tidak langsung besar. Namun perlahan-lahan, bila dilakukan secara konsisten akan meningkat. Dengan cara ini resiko anda tidak mempunyai dana operasional rumah tangga lebih dapat dihindari.

    Pada saat bisnis sudah semakin solid dan Anda yakin bisa menghidupi diri anda dan keluarga. Barulah Anda bisa tinggalkan dunia kerja.

Demikian sekedar pandangan saya atas pertanyaan yang sering saya dapatkan. Baik lewat surat elektronik maupun secara langsung saat saya memberikan seminar.

Namun apabila Anda mau lebih terperinci akan masalah tersebut, Anda dapat melakukan curhat secara online. Tempat curhat online yang bisa kita gunakan adalah di PsyLine.id Psikologi Online Indonesia.

Kita bisa berbagi cerita kepada Psikolog berpengalaman pada bidangnya. PsyLine.id adalah sebuah situs Psikologi Online Indonesia yang membantu kita yang membutuhkan. PsyLine.id  menjamin 100% kerahasiannya, dan hanya dipergunakan untuk membantu kita menjadi lebih baik.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Salam bahagia.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Stop Mengeluh di Media Sosial Jika Ingin Hidup Sehat.

Tentang Penulis

Arbono Lasmahadi

Psikolog Senior
Alumnus Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
Praktisi Senior Manajemen Sumber Daya Manusia.
Pengurus IOC.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog