Konsultasi Gratis
Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Psikotes Tes Psikologi Dalam Seleksi Kerja

Karir & Perusahaan | 46945 Views

Psikotes: 3 Jenis Tes Psikologi Dalam Seleksi Kerja yang Sering Digunakan

17 Oktober 2017 | Penulis: Riswandi Alekhine

Tes Psikologi atau Psikotes bagi sebagian orang menjadi momok yang menakutkan. Apalagi jika hal ini dihubungkan dengan seleksi penerimaan kerja. Dari beberapa proses seleksi penerimaan karyawan, selain wawancara, tes Psikologi menjadi sesuatu proses yang ‘menyulitkan’ dan ‘menakutkan’. Inilah 3 jenis Tes Psikologi dalam seleksi kerja yang sering digunakan.

Oleh karena itu, banyak pencari kerja berusaha mencari tahu kisi-kisi bahkan soal jawaban tes Psikologi dan psikotes. Tetapi apakah hal ini benar dan efektif?

Sebelum lebih jauh kita membahas tentang hal itu, yuk kita pelajari secara mendasar apa itu tes, apa itu tes Psikologi atau psikotes. Dan apa itu Tes Psikologi Dalam Seleksi Kerja.

Apa Itu Tes dan Psikotes

Psikotes menurut para pakar:

  1. Alan dan Yen, 1979

    Secara definisi menurut Allen dan Yen, tes adalah alat untuk memperoleh data tentang perilaku individu.

  2. Kerlinger, 2000

    Untuk melengkapi definis tentang tes, berikut uraian dari Kerlinger (2000). Beliau menyatakan bahwa tes merupakan prosedur sistematik yang menggambarkan respons individu pada konstruk. Respons yang diberikan dan berupa kuantifikasi terhadap atribut yang diukur.

  3. Anne Anastasi,1982

    Tes Psikologi atau Psikotes menurut Anne Anastasi (dalam Psychological Testing,1982) merupakan alat ukur yang terstandar dan objektif tentang sampel perilaku individu. Karena mengukur sampel perilaku, ia melalui item-itemnya,  haruslah mencerminkan perilaku yang hendak diukur. Ia objektif dan terstandar. Hal ini mengandung arti bahwa alat tes haruslah berisi hal-hal penting yang hendak diukur agar representatif.

    Lebih lanjut menurut Anastasi, didalam tes ada sekumpulan pertanyaan yang harus dijawab atau tugas yang harus dikerjakan. Pertanyaan dan Tugas yang akan memberikan informasi mengenai aspek psikologis tertentu, contoh atau sample perilaku, berdasarkan jawaban yang diberikan oleh individu tersebut.

Bagaimana cukup rumit kah definisnya? mudah-mudahan menjadi tambahan ilmu pengetahuan yah buat kita tentang definis tersebut.

3 jenis Tes Psikologi dalam seleksi kerja yang sering digunakan

Nah, setelah kita mengerti tentang dasar dan definis Tes Psikolog dan Psikotes. Kita akan membahas, 3 Jenis Tes Psikologi atau Psikotes yang sering digunakan dalam seleksi kerja.

  1. Tes Grafis

    Merupakan alat tes psikologi sederhana yang digunakan untuk mengungkapkan kepribadian. Hal tersebut karena Tes Psikologi ini hanya membutuhkan kertas kosong dan juga pensil HB saja.

    Pada dasarnya tes grafis seperti menggambar tetapi tidak keluar dari intruksi yang diberikan. Tes grafis ini biasanya terdiri dari 4 jenis test. Dan sering digunakan secara umum sebagai bagian dari penerimaan atau seleksi kerja, pemeriksaan psikologis, dan tes kepribadian. Baik dilaksanakan secara individu ataupun kelompok.

    Berikut ini adalah 4 tes yang masuk ke dalam tes grafis:

    Tes Psikologi Dalam Seleksi Kerja: DAM (Draw A Man)

    Tes Psikologi Dalam Seleksi Kerja PsikoTes DAM
    Tes ini menggunakan kertas kosong dengan intruksi menggambar seorang manusia. Manusia yang digambarkan bebas sesuai dengan imajinasi individu.

    DAM sendiri kepanjangan dari draw a man.

    Apa saja yang dapat dilihat dan ingin diketahu dari tes Psikologi ini?

    Tes Psikologi DAM ingin mengetahui dan melihat tanggung jawab, kepercayaan diri, kestabilan dan ketahanan kerja serta gambaran diri seseorang.

    Tes Psikologi Dalam Seleksi Kerja: BAUM

    Tes Psikologi Dalam Seleksi Kerja Psikotes BAUM
    Baum Test atau sering juga disebut Tree test pertama kali dikenalkan oleh Emil Jucker (1928), seorang tokoh penasehat pendidikan. Tes ini beliau terapkan di sekolah-sekolah untuk menentukan jurusan-jurusan bagi anak didik.
    Selanjutnya tes ini dikembangkan oleh Charles koch (1952), seorang Psikolog Jerman yang merupakan tokoh di bidang psikologi. Tes ini dipergunakan secara meluas di seluruh dunia sebagai salah satu metode. Atau cara untuk melakukan analisa terhadap kepribadian/personality maupun latar belakang emosional seseorang.

    Tes Psikologi Dalam Seleksi Kerja: HTP (House Tree Person)

    Tes Psikologi Dalam Seleksi Kerja Psikotes HTP
    Tes Psikologi atau Psikotes House-Tree-Person atau HTP adalah tes proyeksi yang dirancang untuk mengukur beberapa aspek kepribadian. Tes ini juga dapat melihat gangguan psikologis atau klinis dari seseorang. Tes ini memberikan intruksi untuk menggambar Rumah Pohon dan Orang.
    Tes ini kembangkan oleh John Buck dengan tujuan awalnya adalah untuk mengukur tingkat intelektual seseorang. Seiring dengan waktu tes ini menjadi tes kepribadian yang mengambarkan seseorang dan hubungannya dengan keluarga.

    Tes Psikologi Dalam Seleksi Kerja: Wartegg

    Tes Psikologi Dalam Seleksi Kerja Psikotes Wartegg
    Tes wartegg merupakan Psikotes atau Tes Psikologi yang sering digunakan oleh perusahaan untuk penerimaan kerja. Tes Wartegg adalah sebuah tes psikologi yang pertama kali dibuat oleh Krugger dan Sander dari University of Leipzig. Kemudia selanjutnya dikembangkan oleh Ehrig Wartegg dan Marian Kinget.

    Intruksi tes ini adalah melengkapi gambar yang telah diberikan dalam 8 kotak. Setiap kotak telah memiliki stimulus gambar awal yang berbeda-beda pada setiap kotaknya. Tujuan dari tes wartegg adalah untuk melihat dan meneliti seseorang dari segi emosi, imajinasi, dinamika kepribadian dari individu.

  2. Tes Inventori

    Tes inventori biasanya berhubungan dengan kepribadian – personality inventory.
    Tes Psikologi ini merupakan serangkaian pertanyaan dalam jumlah yang cukup banyak untuk melihat karakter dan kepribadian seseorang. Dengan melakukan scoring atas respon seseorang dengan cara yang obyektif.

    Ada banyak jenis tes inventori dalam Ilmu Psikologi. Tetapi yang sering digunakan dan populer dalam dunia kerja adalah DISC dan Papikostik.

    Tes Psikologi Dalam Seleksi Kerja: DISC (Dominance, Influence, Steadiness dan Compliance)

    Tes Psikologi Dalam Seleksi Kerja Psikotes DISC
    DISC merupakan alat test Psikologi yang terdiri dari 24 soal, dengan masing-masing soal memiliki 4 pilihan jawaban. Peserta diinstruksikan untuk memilih 2 kecenderungan, yaitu yang paling mendekati dirinya (Most), dan yang paling tidak mendekati dirinya (Least).

    Adapun nama DISC sendiri merupakan kepanjangan dari jenis kepribadian yang akan dilihat yaitu Dominance, Influence, Steadiness  dan Compliance.

    DISC digunakan untuk melihat bagaimana kepribadian dari individu pada 3 macam kondisi atau keadaan. Yaitu:
    true self, atau diri dia sebenarnya,
    kepribadian yang ditunjukkan saat berada dalam masalah, tertekan atau stres,
    dan kepribadian yang ditunjukkan saat berhubungan dengan orang lain.

    Tes Psikologi Dalam Seleksi Kerja: Papikostik

    Tes Psikologi Dalam Seleksi Kerja Psikotes Papikostik
    Tes psikologi Papikostik adalah tes kepribadian yang juga sering dan populer digunakan dalam dunia kerja. Tes kepribadian Papikostik ini mampu mengungkapkan trait atau kepribadian seseorang.

    Mirip dengan DISC, tes Psikologi ini akan mengintruksikan kamu untuk mengisi atau memiliki sifat, karakter dan atribut yang sesuai dengan diri kamu. Tetapi perbedaannya dengan tes DISC, dalam tes ini, terdapat banyak atribut yang dilihat. Dengan kata lain, dirimu akan dipetakan dalam sebuah psikogram yang menggambarkan kepribadian, sifat dan beberapa atribut.

  3. Tes Kinerja

    Tes kinerja yang dimaksud disini adalah Tes Psikologi yang memiliki beberapa intruksi yang harus diselesaikan dengan serangkaian waktu yang ditetapkan. Tes Psikologi ini menekankan waktu sebagai pressure psikologis untuk melihat respon seseorang.
    Adapun tes ini antara lain:

    Tes Psikologi Dalam Seleksi Kerja: Kraeplin

    Tes Psikologi Dalam Seleksi Kerja Psikotes Kraepelin
    Menurut Dr. J. de Zeeuw, tes Kraepelin dikelompokan sebagai tes yang mengukur factor-faktor khusus non intelektual (tes konsenterasi). Sedangkan menurut Anne Anestesi, tes Kraepelin merupakan tes kecepatan. Ini ditunjukan dengan banyaknya soal yang dibatasi waktu. Dimana peserta tes dipastikan tidak dapat menyelesaikan seluruh soal. Pada tes Kraepelin memang testi tidak diharapkan untuk menyelesaikan seluruhnya setiap lajur.

    Tes kraepelin diciptakan oleh seorang psikolog/psikiater jerman bernama Emilie Kraepelin pada tahun 1856 – 1926. Alat tes ini dibuat karena adanya dasar pemikiran dari faktor-faktor yang khas pada sensori sederhana, sensori motor, perseptual dan tingkah laku.

    Pada mulanya tes ini merupakan tes kepribadian. Namun dalam pekembangannya telah berubah menjadi tes bakat, dengan cara merubah tekanan skoring dan interpretasi. Satu hal yang perlu kamu ketahui bahwa alat tes ini akan mengungkap beberapa faktor bakat.

    Tes kraepelin dimaksudkan untuk mengukur dan menilai maximum performance-kinerja maksimal seseorang. Oleh karenanya tekanan skoring dan interpretasi lebih didasarkan pada hasil test secara obyektif bukan pada arti proyektifnya.

    Dari hasil perhitungan obyektif, dapat diinterpretasikan 4 hal:

    • Faktor kecepatan (speed factor)
    • Faktor ketelitian (accuracy factor)
    • Faktor keajekan (rithme factor)
    • Faktor ketahanan (ausdeur factor)

    Tes Psikologi Dalam Seleksi Kerja: Pauli

    Tes Psikologi Dalam Seleksi Kerja Psikotes Pauli
    Pauli merupakan salah satu bentuk test yang populer, dan banyak sekali digunakan, terutama pada proses penerimaan atau seleksi karyawan. Tes Pauli merupakan test yang dikembangan oleh Richard Pauli pada tahun 1938. Tes Pauli yang merupakan pengembangan dari test Kraeplin yang diciptakan oleh Emil Kraeplin.

    Test pauli merupakan bentuk battery test, yaitu test yang menggunakan waktu, dan sangat menguras tenaga. Karena peserta tes yang mengerjakan test pauli ini diintruksikan untuk menyelesaikan soal dengan cepat, tepat, dan dikejar oleh waktu. Tes pauli memiliki waktu pengerjaan selama 60 menit, tidak lebih dan tidak kurang.

    Tugas dari peserta tes adalah melakukan penjumlahan tiap angka-angka satuan yang tersedia secara berurutan dari atas ke bawah. Hasil penjumlahan hanyalah satuannya saja. Misalnya terdapat jawaban 17, maka hanya angka 7 saja yang ditulis. Setiap 3 menit sekali, peserta atau klien akan diinstruksikan untuk memberikan tanda berupa garis. Test akan dinyatakan selesai ketika waktu 60 menit sudah habis.

    Tes Pauli banyak menggali hal-hal yang bersifat kepribadian seperti trait dan juga aspek-aspek kinerja seseorang. Tes pauli mampu memperlihatkan:

    • ketahanan fisik seseorang,
    • resistensi terhadap stres,
    • motivasi kerja,
    • dorongan akan berprestasi,
    • konsentrasi,
    • dan juga bagaimana individu dapat bertahan di bawah tekanan.

    Hal ini tentu saja diharapkan dapat mempredisikan seseorang dalam bekerja diperusahaan. Oleh karena hal tersebut, tes Pauli sangat sering digunakan oleh perusahaan.

Tes Psikologi / Tes Kepribadian / Psikotes

Nah, jika kamu sudah mengetahui beberapa alat Tes Psikologi atau Psikotes, Kita akan kembali kepada pertanyaan awal. Yaitu boleh gak siy kamu mencari tahu jawaban atau kisi-kisinya? Benar gak siy? Seberapa efektif kah?

Baca Juga:

6 Tips Agar Lulus Psikotes. Jangan takut menghadapinya.

Boleh tidaknya dikembalikan kepada masing-masing individu itu sendiri. Akan tetapi hal ini sangat merugikan kamu sendiri dan orang lain. Jika kamu berbuat curang dengan mengetahui jawaban dan kisi-kisi tes tersebut.

Kenapa begitu? Kamu akan dirugikan karena ini tidak mengukur dan menilai kamu yang sesungguhnya.

Hal ini memang akan membuatmu lebih baik secara penilaian tetapi ini tidak menggambarkan kamu yang sesungguhnya. Hal itu akan membuatmu diterima pada pekerjaan yang belum tentu sesuai dengan minat dan bakatmu. Dimana hal ini akan merugikan kamu sendiri dan perusahaan yang menerimamu.

Daripada kamu diterima kerja tetapi tidak bahagia menjalankan pekerjaannya. Lebih baik kamu jujur dan menjadi diri kamu sendiri ketika melakukan proses seleksi kerja.

Semoga artikel ini memberikan pengetahuan tentang jenis Tes Psikologi yang sering digunakan dalam seleksi kerja.

Salam Bahagia!

PSYLine.id Psikologi Online Indonesia

Bila Anda ada permasalahan 3 jenis Tes Psikologi dalam seleksi kerja yang sering digunakan, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Psikologi Karir: 7 Kiat Menjalin Hubungan Asmara di Dunia Kerja.

Tentang Penulis

Riswandi Alekhine

Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Seorang Aquascaper.
Jatuh cinta pada script, poetry, filsafat dan senja saat hujan.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan