Aku Ini Termasuk Munafik atau Tidak sih?

Diposting: 10 Agustus 2017 | Kategori Konsultasi:

Dilihat: 725 kali.

Psikolog: Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

: NK

: Surabaya

: Pria

Isi Konsultasi:

Dear Konselor Psyline,

To the point saja ya. Saya (19 tahun) mahasiswa semester 2 PTN di Surabaya.

Di satu sisi, saya merasa ‘alim’ dan taat menjalankan agama. Namun di sisi lain, saya bersikap munafik dan tidak amanah kepada orang lain. Termasuk juga kepada seseorang yang selama ini telah banyak berjuang membantu saya dalam segala hal.

Begitu indahnya saya bicara tentang indahnya silaturahim, namun begitu mudah pula saya memutuskannya.

Begitu meyakinkan saya membuat janji, tetapi begitu mudah pula saya mengingkarinya.

Banyak lagi kebohongan besar saya lainnya.

Demi sikap bermuka dua itu, saya tega memutarbalikkan fakta dan data. Dengan menggunakan agama dan dalil-dalil agama, saya mencari pengingkaran dan pembenaran atas sikap saya. Terlebih, teman-teman dan lingkungan seolah-olah memberikan dukungan dan pembenaran atas sikap saya.

Ironisnya, saya tak merasa bersalah atau menyesal sedikit pun.

Tapi lama-lama saya merasa tertekan dengan sikap saya ini. Terlebih, saat ini saya aktif dalam kegiatan keagamaan di kampus dan tinggal di lingkungan yang agamis.

Karena itu, saya mohon saran dan solusi untuk bisa membukakan mata dan hati nurani saya. Terima kasih.

NK, Surabaya.

Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog

Jawab:

DearNK yang baik, Setiap orang mempunyai gambaran atau penilaian mengenai dirinya sendiri, inilah yang disebut dengan “konsep diri”. Munafik atau Tidak Biasanya ada dua konsep diri yang dimiliki, yakni:

  1. Konsep diri aktual
    Gambaran atau penilaian kita mengenai diri kita sendiri apa adanya saat ini.
  2. Konsep diri ideal
    Gambaran atau penilaian kita mengenai bagaimana diri kita yang seharusnya.

Mengapa kamu merasa “tertekan” dengan sikap dan keadaan diri kamu sendiri?

Karena pada diri kamu terdapat kesenjangan yang besar (dalam pandangan kamu), antara konsep diri kamu yang aktual dan yang ideal.

Aku Ini Termasuk Munafik atau Tidak sih?

Kamu menilai bahwa diri kamu saat ini “bersikap munafik”, “tidak amanah”, dst (konsep diri aktual). Sementara di sisi lain kamu mempunyai pandangan tersendiri. Sebagai seorang yang aktif dalam kegiatan keagamaan di kampus dan tinggal di lingkungan yang agamis. Kamu seharusnya tidak seperti itu (konsep diri ideal).

Hal ini sesungguhnya tidak buruk, lho!

Pada saat kamu merasakan adanya kesenjangan antara keadaan diri kamu saat ini dan yang seharusnya. Itu berarti kamu menyadari ada yang perlu “diperbaiki” pada diri kamu. Hal itu membuka peluang untuk peningkatan kualitas dirimu sendiri!

Lakukan hal ini untuk mengetahui Kita Munafik atau Tidak

Sekarang, mulailah menuliskan secara lebih jelas, gambaran dirimu yang actual yang apa adanya saat ini. Tuliskanlah secara lengkap. Baik yang positif maupun yang negatif.

Bila kamu memiliki seseorang yang kamu percaya dan sangat mengenal dirimu, mintalah pendapatnya secara jujur mengenai diri kamu. Hal itu agar gambaran yang kamu miliki dapat lebih obyektif.

Setelah itu, barulah kamu tuliskan gambaran dirimu yang ideal menurutmu. Dari situ kamu akan memperoleh gambaran, dalam hal apa saja kamu perlu memperbaiki diri.

Setelah itu, kamu bisa merencanakan perbaikannya secara bertahap.

Fokuslah pada satu hal terlebih dahulu yang kamu anggap paling penting, baru kemudian yang lain. Hal itu agar kamu tidak merasa kewalahan dan terbebani dengan berbagai hal yang menurutmu perlu diperbaiki secara bersamaan.

Sebagai contoh, untuk tahap pertama, yang paling penting untuk kamu perbaiki adalah, misalnya, kemampuanmu untuk menepati janji.

Buatlah komitmen dengan diri kamu sendiri untuk berhati-hati membuat janji dan berusaha sekuat tenaga untuk menepatinya. Setiap ada keinginan untuk tidak menepati janji, ingatkan lagi dirimu akan komitmen yang kamu buat.

Bila perlu buatlah komitmen ini secara tertulis di atas sehelai kartu yang bisa kamu bawa ke mana-mana. Sertakan juga “sanksi” bila melanggarnya dan “hadiah” bila menepatinya, bagi dirimu sendiri.

Buatlah kemenangan-kemenangan kecil (small victories) untuk membangun keyakinan diri bahwa kamu bisa berubah menjadi lebih baik. Setiap komitmen yang berhasil kamu penuhi, betapapun kecilnya, merupakan kemenangan kecil (small victory) bagi kamu.

Insyaa Allah, saat kamu bisa menunjukkan bahwa kamu dapat menepati komitmen yang kamu buat. Perlahan-lahan kamu dapat membangun pandangan yang positif terhadap dirimu sendiri.

Berikutnya, mudah-mudahan kamu bisa lebih percaya diri dalam melakukan “pengembangan diri” ini.

Hal lain yang menurut saya perlu kamu evaluasi adalah kualitas ibadah yang kamu lakukan. Kualitas ibadah yang baik seharusnya dapat menjadi “sumber energi positif” bagi yang melakukannya. Gunakan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bertakwa dalam arti yang sesungguhnya.

Jadi, tetaplah semangat meningkatkan kualitas diri!

Konsultasi Psikologi Online via Email

Namun Apabila Anda memiliki masalah dengan masalah Bullying dan ingin berbagi curahan hati namun bingung harus curhat kepada siapa. Anda dapat Konsultasi di PSYLine.id. Psikologi Online Indonesia.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Salam Bahagia dari PSYLine.id Psikologi Online Indonesia.

Hesti Nur Lestari, S.Psi., MM, Psikolog.

Konsultasi Psikologi sebelumnya tentang:

Pacar Tidak Disetujui Orangtua. Mau Putus Tapi Sudah Tidak Tersegel.

Tentang Psikolog

Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

Psikolog lulusan Universitas Indonesia,
Magister Business Management dari IPMI International Business School
Konsultan, Trainer, Asesor, Konselor, Aktivis Sosial
Ibu yang bangga dari 3 anak keren, life-long learner & penikmat seni.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog