Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Rubrik Konsultasi Psikologi

Kategori: | 863 Views

Depresi karena dikhianati pacar tapi masih sayang.

11 Juni 2017 | Penulis: Drs. Julyvan Pertamawan, Psi

: Okta

: Jakarta

: Wanita

Isi Konsultasi:

Halo PsyLine.id Psikologi Online Indonesia.

Selamat pagi dok.

Sebelumnya saya sudah berpacaran dengan seorang pria selama kurang lebih 5tahun. Tetapi awal tahun lalu dia memutuskan jalinan kasih yang kita rajut selama ini. Dia menjalin asmara dengan orang yang saya kenal. Saya merasa depresi setiap malam. Saya selalu mikirin dia dan selalu memimpikannya.

Dia datang ke saya ketika ada maunya dan saya menanggapi karena saya masih sayang.

Dok, apakah sakit yang saya rasakan sakit hati yang tak kunjung reda ini bisa pulih dok? Saya merasa tidak sanggup untuk menjalani hidup lagi tanpa dia.

Mohon Bimbingannya.

Drs. Julyvan Pertamawan Psi

Jawab:

Depresi karena dikhianati pacar tapi masih sayang.

Okta yang baik,

Pertama, perlu saya sampaiakan dan perlu dipahami beda Psikolog dengan Psikiater ya.

Kalau Psikolog, dari awal kuliahnya, tidak menangani medikasi atau pengobatan yang dilakukan dokter. Psikolog menangani masalah kejiwaan melalu pendekatan non medis. Sedangkan Psikiater adalah seorang Dokter yang mengambil spesialisasi di bidang kejiwaan.

Perlu kami informasikan perbedaan antara Psikolog dengan Psikiater. Anda dapat membacanya di artikel PsyLine.id Psikologi Onlen dengan judul:

Mau tahu apa Perbedaan Psikolog dan Psikiater?

Kembali ke masalah Okta.

Depresi karena dikhianati pacar tapi masih sayang

Ada pepatah: “Kalau sudah jodoh, tidak akan kemana”. Tampaknya cocok dengan permasalahan yang Okta sedang hadapi. Semoga Okta dipertemukan dengan jodoh yang baik.

Kembali ke bekas pacar yang sudah sempat bersama-sama berpacaran selama 5 tahun dan kemudian memutuskan untuk pindah ke lain hati. Tampaknya itu bukan pertanda jodoh yang baik.

Mengapa demikian?

Karena, dia dengan mudah meninggalkan kekasihnya yang telah dikenalnya selama 5 tahun untuk orang lain. Artinya, dia tidak dapat menjaga komitmen untuk menjadi seorang pasangan hidup yang baik dan setia. Bukan calon pasangan hidup yang bersedia menjalani kehidupan dalam suka dan duka.

Kenapa ya kok masih ada rasa sayang?

Ya pasti ada. Karena Okta telah menaruh percaya penuh kepadanya dan secara fisik dia memang bisa membuat diri Okta kehilangan serta merasa kangen. Rasanya tidak dapat hidup tanpa dirinya.

So sweet.

Bagus untuk mengembangkan cinta dalam diri Okta sendiri. Tetapi, menurut saya, Okta dalam posisi yang rugi. Okta hanya dipandang si dia hanya sebagai “salah satu” kekasihnya. Apakah Okta bersedia berbagi kasih sayang dengan orang lain? Saya yakin sekali, Okta bukan orang yang mau di-dua-in. Apalagi kelak kalau menikah, Okta bisa jadi dimadu. Apa itu yang Okta mau?

Kalau saja ditimbang obyektif, Okta mencintai dirinya 100%, lalu si dia hanya 30%, berarti gak seimbang dong.

Saya sarankan:

  1. Coba lupakan dia.
    Di usia Okta yang 22 tahun, masih banyak waktu untuk menjalani hidup dan bergaul dengan banyak orang. Masih banyak laki-laki yang memiliki sifat dan komitmen yang lebih baik.
  2. Tunjukan pada si dia (bekas pacar) kalau Okta mampu melanjutkan perjalanan hidup tanpa dia.
  3. Pilih yang serius dan sepaham dalam rencana membangun rumah tangga.
  4. Salurkan energi ke hal-hal positif. Move on.

Percayalah, hidup kita ada Yang Maha Kuasa, Maha Mengatur. Jodoh, rejeki, kesuksesan, sudah ditentukanNya. In syaa Allah, Okta menemukan jodoh yang sesungguhnya.

Semoga dapat bermanfaat dan cukup membantu.

Salam Bahagia.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Ingin Bunuh Diri karena Memakai Uang Kantor untuk Berjudi.


Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Data ini akan membantu PsyLine.id Psikologi Online mencocokkan Anda dengan Psikolog yang paling cocok untuk Anda.
Jawaban jujur Anda juga akan memberikan Psikolog untuk mengenal latar belakang Anda sehingga dapat memberikan saran yang relefan.

Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya, dan hanya dipergunakan untuk membantu Anda menjadi lebih baik.

Klik Link di Bawah ini:

Konsultasi Psikologi Gratis.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Tentang Penulis

Drs. Julyvan Pertamawan, Psi

Aktif di Himpsi Jaya (www.himpsijaya.org) dan Iluni Psikologi Universitas Indonesia.

Bagikan Artikel Ini:

Terkait

Tinggalkan Balasan