Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Kategori: | 1130 Views

Konsultasi Psikologi: Ingin Terlepas Dari Kecanduan Film Porno

25 Agustus 2017 | Penulis: Drs. Arman Alie Psikolog

: IY

: Papua Barat

: Wanita

Isi Konsultasi:

Assalamualaikum Wr. Wb

Hallo PSYLine.id Psikologi Online Indonesia.

Saya memiliki kebiasaan buruk nih. Saya suka menonton film porno. Kebiasaan ini terjadi sudah hampir 2 tahun sampai saat ini.  Awal ketertarikan saya terhadap film porno, adalah karena kurangnya aktivitas dan kesendirian saya.

Saya ingin sekali keluar dari kebiasaan buruk saya ini.  Saya sudah mencoba menghapus aplikasi yg berbau porno. Namun ketika waktu luang keinginan saya untuk nonton tak bisa saya hindari sehingga terulang lagi kebiasaan.

Belakangan ini tingkat pekerjaan saya semakin banyak sehingga saya semakin sibuk. Namun sepertinya tingkat keinginan dan kebiasaan menonton film porno semakin besar dan sering. Saya merasa setelah menonton film porno, saya merasa terpuaskan oleh nafsu syahwat saya. Karena bisa berfantasi walaupun sendirian.

Saya tidak memiliki pacar ataupun suami. Jujur saya sangat malu mengatakan hal ini, namun saya rasa mental saya terganggu.

Mohon bantuannya. Dan saya mohon dijaga permasalahan saya. Trimakasih.

Drs. Arman Alie Psikolog.

Jawab:

Ingin Terlepas Dari Kecanduan Film Porno.

Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Hallo Sdri. IY yang sedang berusaha keluar dari kebiasaan buruk. Terimakasih telah mempercayakan masalah Anda ini kepada PSYLine.id Psikologi Online Indonesia.

Dorongan dan hasrat seksual adalah sesuatu yang sifatnya manusiawi sekali. Beberapa penelitian. Meski masih dalam perdebatan hingga kini. Memang menunjukkan bahwa gairah seksual perempuan lebih rendah daripada pria. Namun demikian, Anda bukanlah satu-satunya perempuan  yang merasakan hal tersebut. Bahkan Anda Ingin Terlepas Dari Kecanduan Film Porno.

Saya sangat menghargai keberanian dan keinginan Anda untuk menceritakan dan keluar dari kebiasaan buruk ini. Semoga bisa membantu juga bagi mereka yang mengalami hal sama untuk mencari solusi yang efektif. Karena dengan Ingin Terlepas Dari Kecanduan Film Porno adalah salah satu hal yang sangat membantu.

Ingin Terlepas Dari Kecanduan Film Porno

Sdri. IY menyebutkan awal mula tertarik pada film porno adalah karena kurangnya aktivitas dan “kesendirian” hingga saat ini.  Kesendirian dan kurangnya aktivitas sesungguhnya bisa kita manfaatkan untuk sesuatu yang lebih kreatif dan produktif. Dari pada digunakan untuk menonton film porno.

Kalaupun ada yang menyatakan ada manfaatnya. Menurut pendapat saya pribadi justru lebih banyak mudharatnya (keburukannya) daripada manfaatnya. Maka Ingin Terlepas Dari Kecanduan Film Porno itu adalah langkah terbaik.

Film Porno Berefek Seperti Candu yang Membuat Ketagihan

Menonton film porno bisa berdampak buruk karena ada semacam efek ketagihan. Bila sudah sekali dilakukan dan merasa aman, nyaman  serta mendapat kenikmatan atau “kepuasan”, maka selanjutnya akan diulang lagi.

Walau mungkin akhirnya ada perasaan menyesal atau ingin bertaubat. Tetapi biasanya jika kebutuhan sudah mendesak, maka perilaku tersebut akan diulang kembali. Jika ini dilakukan berulang kali maka akan bisa mengganggu konsentrasi dan fokus.

Seperti yang Sdri. IY sampaikan. Meskipun sedang sibuk justru membuat keinginan nonton semakin besar dan sering.

Makan, Minum dan Seksual Adalah Kebutuhan Biologis

Pada dasarnya setiap kebutuhan biologis seperti makan, minum dan seksual memiliki “prinsip harus terpuaskan. Jika tidak terpuaskan dapat berakibat terganggunya keseimbangan biologis/fisiologis tubuh.  Makan dan minum merupakan kebutuhan primer yang sangat vital bagi setiap mahluk hidup. Sehingga harus dipenuhi segera. Sehingga tidak boleh tidak, harus segera dipenuhi setiap harinya.

Berbeda dengan kebutuhan seksual sebagai kebutuhan biologis. Kebutuhan seksual masih bisa ditunda, dan tidak perlu dipenuhi dengan segera. Bahkan bisa saja tidak dilakukan sama sekali.  

Untuk memenuhi kebutuhan seksual tidak semudah memenuhi kebutuhan makan dan minum. Perlu syarat-syarat yang dapat dibenarkan oleh lingkungan sosial. Adanya aturan dan norma sosial, nilai-nilai adat budaya serta nilai-nilai agama melarang untuk menyalurkan hasrat seksual secara sembarangan.  Terlebih sebagai orang Timur, kita masih menjunjung tinggi nilai budaya dan agama.

Saya percaya bahwa Anda menyadari betul hal tersebut. Sehingga berusaha menahan diri untuk tidak melanggar aturan norma dan nilai sosial dan agama. Nah pada situasi inilah Anda menjadi gelisah karena tidak dapat memenuhi hasrat seksual yang sudah terlanjur distimulir. Atau dirangsang dengan film-film porno yang anda tonton.

Konflik Batin Antara Kepuasan dengan Perasaan

Menyimak pernyataan anda, “Saya merasa setelah menonton film porno saya merasa terpuaskan oleh nafsu syahwat saya. Karena bisa berfantasi walaupun sendirian.” Belum cukup jelas apa yang Anda lakukan hingga puas.

Namun satu hal yang jelas bahwa Anda justru merasa “mental saya terganggu”.  Secara mental pun mulai dirasakan tidak nyaman. Muncul konflik batin antara ingin berhenti dengan dorongan ingin kembali menonoton.

Walau awalnya bisa saja hanya karena iseng atau ingin tahu. Tetapi secara tidak disadari justru keisengan itulah yang menjadi kunci untuk menjadi pecandu film porno.

Namun tidak perlu juga menjadi penyesalan yang berkepanjangan. Lihatlah ke depan, bagaimana perilaku buruk itu bisa ditinggalkan. Insya Allah ada jalan keluarnya.

Sodari IY yang Berbahagia, untuk pertimbangan anda agar dapat membantu untuk keluar dari Kecanduan Film Porno akan saya berikan tipsnya pada artikel tersendiri. Karena saya takut anda akan bosan membaca tulisan saya yang terlalu panjang ini. Anda bisa membacanya di:

Tips Psikologi: 12 Cara Agar Dapat Keluar Dari Kecanduan Film Porno.

Semoga dapat membantu anda dan meringankan masalah anda.

Salam bahagia.

Drs. Arman Alie Psikolog.

Konsultasi Psikologi Online sebelumnya membahas tentang:

Rubrik Konsultasi Psikologi: Trauma Masa Kecil yang Teraniyaya oleh Ibu.


Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Data ini akan membantu PsyLine.id Psikologi Online Indonesia untuk menghubungkan Anda dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda. Jawaban jujur Anda juga akan memberikan Psikolog untuk mengenal latar belakang Anda sehingga dapat memberikan saran yang relefan.

Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya, dan hanya dipergunakan untuk membantu Anda menjadi lebih baik.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Tentang Penulis

Drs. Arman Alie Psikolog

Memiliki minat pada pengembangan SDM, konseling, marketing, reading, swimming, gardening & traveling. Bahagia dengan keluarga sederhana, sebagai ayah yang paling ganteng di keluarga dengan 2 putri, dan senantiasa belajar bersyukur.

Tinggalkan Balasan